November 11, 2016

Terror Infinity – Volume 2 / Chapter 8.1

 

Alien ini adalah ratu! Dan itu jauh lebih besar daripada yang di film.

Kecepatan ratu sangat tinggi sehingga dalam sekejap mata, ekornya melempar terbang Zheng. Dengan ledakan keras, Zheng mendarat lebih dari sepuluh meter. Yang lainnya sudah pulih dari syok, tapi mereka sudah berdiri tepat di bawah mulut ratu. Tidak ada tempat untuk bersembunyi.

Reaksi Zero yang paling cepat. Saat Zheng dipukul, ia berguling ke samping dan pada saat yang sama mulai menembaki kepala ratu. Peluru menghantam cangkang ratu tapi semuanya mental. Kontak peluru dengan cangkang menyulut percikan api, kau bisa melihat seberapa keras cangkang itu.

Bidikan Zero cukup baik, beberapa peluru mengenai lidah ratu. Darah kuning memercik dari lidahnya. Dia mulai memekik seperti orang gila dan berbalik memukul Zero. Untungnya Zero bergulung ke depan sebelum terkena pukulan. Pukulan ini hanya menggores punggungnya dan darah mulai mengalir keluar.

Xuan adalah orang kedua yang pulih. Matanya menjadi tajam. Dia berlari ke arah ratu. Ketika ia beberapa meter darinya, ia secara akurat menembak lidah ratu dengan dual gun. Tembakan berturut-turut menghancurkan bagian depan lidah.

Jeritan ratu bertambah keras. Dia menghantamkan ekornya ke Xuan. Sebelum ia bahkan bisa bereaksi, ekor memukul bahu kiri dan menjatuhkannya ke salah satu kandang sejauh sepuluh meter. Seluruh tubuhnya terbenam ke dalam kandang baja.

Zero tidak pernah berhenti menembak dengan senapan mesin ringannya. Dia terus berputar-putar di sisi ratu, menghindari lidah dan ekornya. Tapi tak peduli secepat apapun ia berlari, ratu lebih cepat darinya. Dia tiba-tiba berbalik, dan Zero mencoba menggelinding, cakarnya sudah menggenggam lengan kirinya. Pada saat yang sama lidah itu menembak ke lengan kanannya, tidak, itu menghancurkan lengan kanannya. Lengan kanan Zero telah benar-benar hilang.

"Ah!"

Zero menjerit kesakitan. Darah mengalir keluar dari mulutnya. Sebagian paru-parunya juga menghilang akibat serangan itu, sehingga ada darah dari napasnya. Untungnya, ratu tidak segera membunuhnya, ia mulai melahap daging lengan kanannya.

Lan akhirnya tersadar karena teriakan Zero. Dia mengangkat desert eagle dengan tangan gemetar dan mulai menarik pelatuk, itu adalah senjata dengan peluru tak terbatas. Kekuatan senjata ini benar-benar merusak cangkang ratu. Meskipun tampaknya tidak banyak melukainya. Ini menciptakan lebih dari sepuluh lubang kecil pada ratu.

Ratu melemparkan Zero dan berpaling ke Lan dan Jie. Lalu dia mulai memekik.

Zheng tidak mati dari serangan itu. Meskipun ia terkena ekor tanpa kesiapan, tubuhnya jauh lebih kuat daripada orang normal. Serangan itu hanya memotong kulit perut dan ususnya, tapi tidak memotong dia menjadi dua bagian.

Ketika Zheng mendarat setelah serangan itu, tubuhnya membatu. Selain merasakan sakit, dia tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Jadi ia hanya bisa menonton medan perang, dari saat Zero mulai menyerang, saat Xuan dipukul jatuh, saat ratu menghancurkan lengan kanan Zero, dan sekarang ratu menghadapi Lan dan Jie. Zheng semakin cemas. Dan karena ia kehilangan banyak darah dari usus yang terluka, ia mulai tidak sadarkan diri.

(Aku akan mati, akan mati...aku akan mati sekarang! Tidak, aku tidak boleh mati di sini, aku ingin hidup, kembali ke dunia nyata hidup-hidup, kembali dengan Lori, tidak peduli apapun, tak peduli apapun, aku harus hidup...aku tidak ingin mati!)

Zheng merasakan sensasi dari sesuatu dalam dirinya terbuka lagi. Banyak informasi mengalir ke otaknya, termasuk berapa lama ia bisa bertahan dalam keadaan ini, bagaimana memulihkan kekuatannya sesegera mungkin, bagaimana menggunakan energi darah yang ia punya, dan lebih banyak informasi...tentang bagaimana dia bisa bertahan hidup!

"Ah!!!"

Zheng berdiri. Nalurinya mengambil alih energi darah dan diedarkan ke seluruh tubuhnya. Ini meningkatkan vitalitas sementara. Kemudian ia mengikat simpul ususnya, sehingga mereka tidak akan menghalangi gerakannya. Rasa sakit yang awalnya tak terbayangkan, tetapi pada saat ini, rasanya lebih seperti sebuah rangsangan. Rasa sakit terus-menerus merangsang dia, menjaga pikirannya tetap sadar.

Ratu sekarang berlari ke arah Lan dan Jie, cakarnya menebas ke arah mereka. Jie mendorong Lan kemudian ia mencoba menggelinding. Tapi ratu itu lebih cepat. Lan lolos tapi ratu menangkap Jie selama dia menggelinding. Dia mengangkatnya dengan cakar menusuk ke dada kirinya. Jie batuk darah. Tidak yakin apakah jantungnya terluka atau bahkan jika ia masih hidup.

Mata Zheng semerah darah. Dia menarik keluar bar baja dari belakang dan berlari ke ratu pada kecepatan yang luar biasa, setiap langkahnya melewati beberapa meter. Saat ia mendekati ratu, ia melompat setinggi lebih dari tiga meter. Dia menarik cincin granat dengan giginya kemudian menikam bar ke pinggang ratu. Pada saat yang sama, sebuah cakar menghantamnya.

Dengan sebuah ledakan bersamaan dengan teriakan ratu. Granat membuat lubang besar di pinggang monster itu!

Translator / Creator: isshh