November 7, 2016

Terror Infinity – Volume 2 / Chapter 7.1

 

"Meskipun saya tidak mau mengakuinya, kemampuan tempur kami ada pada titik terendah." Xuan bergumam dengan kepala tertunduk.

Dari mereka berenam, Kampa menderita luka parah. Dia bisa mati setiap saat tanpa perawatan yang tepat. Jie telah kehilangan kedua lengannya. Dia tidak bisa mengoperasikan senjata apapun meskipun mereka punya banyak senjata. Zheng adalah yang terkuat, tapi lengan kanannya mengalami patah tulang dan ia sudah menghabiskan sebagian besar Qi nya.

Zero memiliki keterampilan menembak yang kuat, tapi senjata ia punya hanya senapan mesin ringan. Baik akurasi atau kekuatannya tidak cukup kuat untuk membunuh alien. Xuan unggul dalam analisis dan perencanaan, tapi ia kalah dengan Kampa dan Zero dalam hal menggunakan senapan.  Dan belum lagi Lan, meskipun dia dilatih selama beberapa hari, ia bahkan lebih buruk dari Xuan dalam menggunakan senapan.

Zheng mengangguk. "Ya, kita semua pada dasarnya sama-sama terluka. Untungnya... kita membunuh semua alien. Karena tidak ada alien yang keluar dari kamar 15 setelah sekian lama, seharusnya hanya ada ratu di dalamnya."

Xuan berkata. "Hanya satu ratu itu...bisa membunuh kita semua. Kita pada dasarnya tidak memiliki kekuatan untuk berhadapan dengan dia. Ratu berukuran sekitar tiga kali dari alien normal. Saya asumsikan rangka luarnya dua kali ketebalan alien normal. Bahkan, peluru normal tidak dapat menembus itu. Mungkin senjata api berat, senapan sniper, atau AP shell bisa merusaknya. Tapi kita hanya dapat menemukan senjata api yang lebih kecil di ruangan ini. Lagipula ini adalah pesawat luar angkasa komersial yang normal."

Zheng berpikir sejenak. "Bagaimana jika kita dapat menghancurkan rangka luarnya? Kemudian kita semua fokus menembak pada bagian rangka yang retak itu. Kita akan mampu membunuhnya?"

Xuan memandang Zheng dan berkata. "Saya tidak akan melakukan analisis logis. Jika anda dapat menghancurkan cangkangnya, maka tolong tunjukkan bukti."

Zheng mengambil bar baja tanpa granat. Selain dua bar yang diikat dengan granat, ini adalah satu-satunya bar yang dibiarkan utuh. Dia berdiri, mengambil napas dalam-dalam, fokuskan Qi nya kemudian melemparkan bar. Sama seperti sebelumnya, bar menusuk ke dalam dinding.

Xuan menatap bar baja, lalu menghela napas. "Kau bukan kidal. Tangan kanan anda sudah...ini salahku. Jika aku tahu anda memiliki kekuatan seperti ini, saya tidak akan membiarkan anda cedera tidak peduli apapun. Ya, seperti yang anda katakan jika anda dapat merusak cangkang ratu, maka kita memiliki probabilitas tinggi membunuhnya. Jika lemparan anda dapat lebih akurat dan mengenai kepalanya, anda bahkan mungkin dapat membunuhnya langsung."

Zheng tertawa getir. "Aku tidak bisa lebih akurat, lagipula aku menggunakan tangan kiri. Aku hanya memiliki stamina untuk melempar satu atau dua lagi. Daripada mengambil resiko ini dengan mengincar kepalanya, lebih praktis mengincar tubuhnya."

"Benar." Xuan mengangguk. "Kita memiliki kesempatan sukses yang lebih tinggi mengincar tubuhnya. Probabilitas membunuh ratu adalah...sekitar 30%. Itu cukup baik bagi kita untuk mengambil risiko ini. Ayo kita bagi tanggung jawab dan atur peran masing-masing. Zheng..."

Zheng memotongnya. "Tunggu. Kau hanya harus bertanggung jawab atas rekanmu. Masing-masing pihak akan mengambil peran yang terpisah. Tanggungjawab kami untuk merusak cangkang ratu dan menyerang. Tanggungjawab kalian untuk melindungi kami dan juga ikut menyerang. Bagaimana?"

Xuan menggigit jarinya dan berkata. "Apakah ini yang anda maksud dengan sekutu? Ok, kita masing-masing akan bertanggungjawab dengan peran kita. Saya setuju dengan saran anda, tetapi dengan ini saya tidak akan harus membuat rencana dengan memberi perhatian ekstra pada keselamatan kalian. Kita akan berbagi resiko kita sama rata."

Zheng mencibir padanya. "Ini adalah kesetaraan yang kita butuhkan. Mengapa kami membutuhkan perlindungan khusus kalian? Jadi kau dapat membuang kami di masa mendatang? Jangan bercanda denganku. Aku membutuhkan bakatmu dan kau perlu kekuatan kami. Hubungan kita sesederhana ini."

Xuan tidak mengatakan apa-apa lagi. Dia mengambil senjata di ruangan ini kemudian menyerahkan mereka ke Zheng dan dua lainnya dan juga menjelaskan kepada mereka keunggulan dari setiap senjata dan bagaimana menggunakannya. Lan memilih desert eagle yang tidak digunakan lagi oleh Zero. Zheng mengambil senapan semi otomatis jarak dekat.

Xuan mengatakan setelah mereka mengambil senjata. "Kita sebenarnya cukup beruntung. Jika kita menunda hanya satu atau dua hari lagi. Maka kita tidak akan menghadapi tiga tapi tujuh alien! Empat orang itu mungkin sudah menjadi inang. Jadi kita harus membunuh ratu dengan cepat. Sebaliknya ketika empat alien keluar, kita pasti akan mati."

"Selain itu, ada satu hal lagi yang harus kalian sadari. Setelah ratu terluka dan mulai berdarah, kita harus membunuhnya secepat mungkin. Darah alien sangat korosif dan lokasi ratu ada di ujung pesawat ini. Jika darahnya menimbulkan korosi lubang besar, maka kita semua akan tersedot ke ruang angkasa."

Zheng memujinya diam-diam. Jika Xuan tidak berdarah dingin, dia pasti seorang jenius dalam analisis. Dia bisa mempertimbangkan setiap detail termasuk kepribadian dan reaksi semua orang. Meskipun Zheng tidak setuju dengan beberapa metode Xuan, memiliki orang seperti itu sebagai sekutu akan menjadi bantuan besar dalam kelangsungan hidup.

Xuan meneruskan. "Semua, selipkan bagian bawah celana kalian ke dalam sepatu, seperti yang saya lakukan. Kita akan pergi ke sarang mereka. Meskipun sekresinya tidak terlalu asam, mereka masih memiliki kemampuan korosif. Jadi jaga sepatu dan celana kalian tertutup, jadi bisa mencegah sekresi mereka dalam waktu singkat. Juga, jangan menyentuh dinding. Jika kalian melihat kepompong apapun, segera tembak. Jangan terlalu dekat. Jadi pada dasarnya itu saja. Segala sesuatu lainnya akan bergantung sesuai pada tindakan kalian."

Mereka memeriksa senjata mereka untuk terakhir kalinya. Jie dan Kampa tidak bisa benar-benar bertempur lagi. Xuan awalnya merencanakan mereka untuk tinggal di sini tapi Zheng khawatir kalau alien dapat melewati mereka dan datang ke gudang senjata. Jadi dia bersikeras membawa Jie bersama. Karena Kampa berada di tim Xuan. Keputusan Xuan adalah untuk meninggalkan dia berbaring di sini dan membiarkan nasib yang memutuskan hidupnya.

Sesaat Zheng melangkah keluar dari gudang, ia berbalik untuk melihat Kampa. Pria ini hampir tidak bisa menjaga kesadarannya. Zheng merasakan rasa melankolis kemudian membalikan matanya menjauh. Menatap lurus ke depan, daerah setelah ruang 15 itu sangat redup. Itu adalah sarang alien...terlihat seperti sebuah pintu masuk ke neraka. Akankah kematian...atau akhir film ini?

Translator / Creator: isshh