November 4, 2016

Terror Infinity – Volume 2 / Chapter 6.2

 

Zheng tidak digendong Jie pada bagian terakhir perjalanan. Itu tidak terlalu jauh sehingga dia ingin menggunakan kesempatan ini untuk pemanasan dan perenggangan lengan dan kakinya. Meskipun setiap gerakan di lengan kanannya membuat dia kesakitan. Dia harus mengikat lengannya ke tubuhnya. Sangat menyakitkan ketika ia mengikatnya, keringat mengalir turun seperti hujan. Siapapun dapat dengan mudah merasakan rasa sakit yang dialaminya. Hati Lan pilu saat dia melihatnya. Dia hanya bisa memegang tangan kirinya, dan saat itulah dia melihat Zheng bahkan tidak bisa menggerakkan tangan kirinya sedikitpun karena rasa sakit.

Zheng basah kuyup dari keringat setelah mengikat lengan kanannya. Ia mencoba menggerakkan tubuhnya dan memaksa tersenyum. "Ini lebih baik, lengan kananku tidak akan merepotkan sekarang. Mari kita pergi, kita harus cepat."

Lan masih memegang tangannya. Dia ragu-ragu dan berkata. "Bisakah kita...bisa kita tidak pergi dan kembali ke ruang kontrol? Aku tahu bagaimana cara menurunkan dinding. Kita bisa tinggal di sana sampai pesawat ini mencapai Bumi, kemudian biarkan tentara menangani mereka. Kita tidak harus mengambil risiko ini, terutama karena kau..."

Zheng sedikit terkejut, kemudian dia menarik kembali tangannya tanpa Lan sadari dan menunjuk ke lantai. "Lihatlah ke lantai, bukankah banyak lubang dari korosi? Mereka adalah dari darah alien, mereka adalah spesies yang cerdas. Ketika mereka merasa terancam mereka akan melukai diri sendiri untuk menerobos dinding. Itulah bagaimana cara tiga alien ini melarikan diri."

"Jika kita ingin memblokir mereka dan kembali ke bumi, mereka pasti akan menembus dinding lagi ketika mereka lapar. Pada saat itu akan ada lebih banyak alien. Ingat empat orang yang mereka bawa di luar ruang 15? Jadi kita harus membunuh ratu sebelum ada empat alien lebih. Ini adalah satu-satunya kesempatan kita untuk bertahan hidup. Jika tidak, Xuan tidak akan mengambil risiko dan pergi ke gudang senjata. Karena ia tahu ini adalah satu-satunya kesempatan."

Zheng tertawa dan membelai rambutnya. "Ikuti saja di belakang kami. Yakinlah kita tidak akan meninggalkanmu. Kami juga tidak akan menyerahkan harapan kami pada takdir. Aku akan hidup tidak peduli apapun!"

Karena tekad Zheng, dua lainnya harus mengikutinya menuju gudang senjata. Tembakan senjata semakin jelas dan lebih intens. Zheng menegangkan tubuhnya. Larinya tampak bergoyang-goyang karena satu lengan terikat. Namun meskipun demikian ia menyesuaikan gaya berjalan ini setelah beberapa saat.

"Jie, ambil bar baja terpanjang ini. Aku tidak tahu apakah aku bisa membunuh mereka langsung dengan granat dan bar baja. Jika aku tidak bisa membunuh mereka, maka berdirilah di belakangku dan tahan mereka dengan bar baja. Aku akan memblokir mereka, apakah itu lidah atau ekor mereka, aku akan memblokir serangan mereka. Tetapi kalian harus menahan tubuh mereka, jangan biarkan mereka mendekat. Dengan kondisiku saat ini, aku hanya bisa melemparkan bar baja dan memblokir serangan mereka, aku tidak bisa masuk ke pertempuran jarak dekat. Jie, apa pun yang terjadi, kau tidak boleh mundur."

Kemudian Zheng mengambil bar baja dari Lan dan menyerahkan satu tanpa granat di atasnya untuk Jie. Mereka sekarang hanya berjarak satu belokan dari gudang senjata. Setelah belokan ini, mereka akan melihat dua alien atau potongan daging manusia.

(Suara tembakan sangat intens. Xuan mungkin mendengar ledakan sebelumnya. Dengan kata lain, mereka terus menarik perhatian alien sekarang. Dua alien tahap tiga...Lemparan pertama telah mengenai sesuatu yang tidak diketahui! Kalau tidak, kita akan mati. Tidak boleh mati tidak peduli apapun! Aku akan hidup!)

Zheng mengambil napas dalam-dalam, kemudian berlari ke depan. Kecepatannya membuat keduanya terkejut. Dia tidak melambat ketika ia mendekati belokan dan berlari lurus ke dinding.

Udara menjadi tebal dan padat lagi. Zheng terbiasa dengan kondisi ini saat tubuhnya mencapai batas dan tapi sebelum pada tahap membuka batasan genetik. Dia bisa mendorong kemampuan fisik, pengelihatan, dan kecepatan reaksi pada batas maksimal, tetapi naluri tempur itu dan pembuka batasan genetik hanya akan muncul ketika ia berada di ambang kematian. Dia masih belum bisa mengendalikannya.

Zheng memanfaatkan kecepatan dan berlari menaiki dinding. Saat ia melangkah di dinding, ia bisa melihat bagian belakang alien di pintu gudang senjata. Bagian depan tubuhnya sudah berada di dalam ruangan. Alien lainnya tidak terlihat. Dengan kata lain, yang lain mungkin sudah berada di dalam ruangan.

Saat ia masih di tengah udara, ia menarik cincin granat dengan mulutnya. Kemudian ia melemparkan bar baja. Karena ia bukan kidal, jadi lemparan ini tidak sebanding dengan ketika ia melakukannya dengan tangan kanannya, baik kekuatan maupun akurasi. Dia mengincar perut alien tapi itu mengenai tepat di bawah pinggangnya. Alien mundur dari gudang senjata, ketika berbalik dan menatap Zheng, granat di pinggangnya meledak!

Granat itu masuk ke dalam tubuh alien. Ledakan itu menghancurkan pinggangnya. Organ internal dan darah kuning memercik di mana-mana. Ruang itu seperti disiram dengan asam dan mulai menimbulkan korosi pada baja. Kemudian ruang itu penuh dengan asap putih. Zheng bisa melihat bayangan samar tergeletak di lantai.

"Apakah alien itu mati?"

Zheng berguling di lantai saat ia mendarat. Dia tidak bisa mengurusi rasa sakit dari lengan kanannya. Dia memusatkan perhatiannya pada bayangan di lantai. Saat ia sudah siap untuk melempar bar lain, bayangan melompat dari lantai dan menuju ke arahnya. Kecepatannya terlalu cepat, ia tidak bisa melempar bar baja lainnya tepat waktu. Alien dengan lubang di pinggang itu berlari keluar dari asap kemudian melompat ke Zheng.

Saat ia akan menusuk kepala alien, tangan dari belakang mendorongnya. Jie berlari dari belakang. Dia menusuk ke mulut alien saat alien itu menembakan lidahnya keluar. Lidah itu menusuk bahu Jie.

Untuk sesaat, darah memercik ke mana-mana, mengecat merah semua yang ada di sekeliling Zheng.

Translator / Creator: isshh