November 3, 2016

Terror Infinity – Volume 2 / Chapter 6.1

 

Rasa sakit datang dan pergi dengan cepat. Tidak ada cedera berarti pada Zheng selain masalah kelelahan. Setelah rasa sakit itu hilang, Jie dan Lan segera membaringkannya di lantai. Mereka mengambil perban dan semprotan dan sekali lagi menutupi luka di perutnya.

Zheng membiarkan mereka memerban tanpa bergerak, sementara ia mencoba untuk mendengarkan dengan seksama. Setelah mereka selesai, ia berkata kepada mereka. "Aku mendengar suara tembakan. Jie, kau dengar itu?"

Jie segera mendengarkan dengan cermat untuk sesaat, lalu mengangguk. "Ya, aku mendengar beberapa tembakan yang sangat samar...Apakah ini berarti mereka berhasil? Mereka menemukan senjata di gudang?"

Zheng tersenyum pahit. "Mereka mungkin menemukan senjata, tapi aku pikir mereka sedang menghadapi dua alien. Jika tidak, tembakan tidak akan terdengar begitu kuat. Berapa banyak granat yang masih kau miliki? Berikan aku semua. Lan, beri aku bar baja juga."

Jie mengeluarkan telapak tangannya dengan senyum pahit. "Tidak ada, aku memberikan semua granat kepada mereka saat itu. Bajingan-bajingan ini..."

Lan mengambil dua granat dari sakunya. Dia tersenyum. "Untungnya aku terus menyimpan ini...Apa yang kau rencanakan? Ini dua terakhir yang tersisa."

Zheng juga melepaskan dua granat dari cincinnya. Ia menggigit cincin granat dengan giginya kemudian melemparkan salah satunya jauh dengan tangan kirinya. Ledakan itu membuat Jie dan Lan terjatuh.

"Aku tahu jedah waktu ledakan sekarang..."

Zheng terus menatap ke lokasi ledakan, lalu berkata kepada Jie tanpa memutar kepalanya. "Cepat, robek beberapa kain dari kemejamu dan ikat granat pada bar baja. Pastikan terikat kuat!"

Jie melepas kemejanya tanpa kata-kata. Ia merobeknya dan mulai mengikat granat. Lan mendesah sambil melihat ini. "Kau berencana mengambil risiko hidupmu lagi? Lukamu..."

Zheng berbalik dan tersenyum padanya. "Tidak masalah. Ledakan itu sangat nyaring. Mereka semua mungkin mendengarnya. Aku tidak tahu tentang dua lainnya tetapi dengan kepintaran Xuan, dia pasti akan terus menarik perhatian alien. Aku hanya harus menyelinap dari belakang dan menyerang mereka. Dan selama aku bisa menembuskan bar baja ke dalam tubuh mereka sebelum granat meledak, ledakan itu akan membuat kerusakan fatal kepada alien. Jadi yakinlah."

Lan menghela napas dan tidak mengatakan apa-apa lagi. Jie berkata sambil mengikat granat. "Aku keliru tentang kamu. Zheng, kau berbakat dalam pertempuran. Menurut kata instrukturku, kau dilahirkan untuk menjadi seorang petarung. Semakin putus asa situasinya, semakin banyak potensialmu keluar. Baik itu pertempuran fisik atau perencanaan."

Zheng mengambil bar baja dari Jie. Dia mencoba untuk mengarahkan dengan tangan kiri, lalu tersenyum pahit. "Aku bukan petarung. Aku hanya ingin melakukan segalanya untuk hidup. Siapapun dalam situasi ini mungkin akan mengerahkan segalanya. Jika bahkan orang-orang seperti aku dianggap petarung lalu Xuan dan mereka apa? Petarung super? Atau super jenius?"

"Kamu tidak bisa mengatakannya begitu." Jie tertawa kemudian menyerahkan bar baja terakhir. "Mereka sudah melakukan pekerjaan ini di dunia nyata. Dan mereka juga ahli di bidang mereka. Bagaimana dengan kau? Kau hanya pekerja kantoran normal. Meskipun kau beruntung punya peningkatan kemampuan, tetapi kau terus menempatkan hidupmu dalam bahaya dan tetap hidup, sementara secara bertahap beradaptasi dengan pertempuran ini...Ini adalah bakat tersembunyimu. Kau seorang petarung yang tidak pernah menyerah!"

"Petarung, ya?"

"Aku hanya ingin tetap hidup..."

Dalam rangka untuk pulih secepat mungkin, Jie terus menggendong Zheng di punggungnya sementara Lan membawa bar baja. Saat mereka berjalan, Lan bergumam. "Mengapa kita harus menyelamatkan mereka? Bukankah itu menempatkan kita dalam bahaya?"

Zheng menyebarkan Qi nya. Dia menghela napas dan berkata. "Kita sebenarnya selalu dalam bahaya selama ini. Jika kita tidak bisa menyingkirkan alien, kita akan mati cepat atau lambat. Jadi kemampuan Xuan untuk menganalisis dan rencana, keterampilan Zero dan Kampa dalam menggunakan senjata modern merupakan faktor penting."

Jie bertanya tiba-tiba. "Lalu kenapa kau berpisah dengan mereka? Jika kita tinggal bersama-sama maka kita akan mendapatkan senjata sekarang daripada harus kau yang melakukan semua pertempuran ini. Aku juga tidak berpikir Xuan akan mengorbankan kita."

Zheng mendesah. "Ya, jika kita tinggal dengan mereka, kita tidak akan dikorbankan. Dan kita akan aman sebelum Zero dan Kampa tewas...Setidaknya Jie dan aku akan aman. Tapi! Ini juga salah satu alasan."

"Salah satu alasannya adalah aku tidak tahan dengan metodenya. Menggunakan teman seperti sepotong pakaian. Alasan lain adalah aku tidak akan meletakan nasibku di tangan orang lain. Mungkin kita akan aman di awal, tetapi apa yang akan terjadi setelah beberapa lama? Aku tidak ingin berpikir tentang bagaimana aku akan mati, aku hanya akan berpikir tentang bagaimana aku bisa hidup! Sebagai rekan aku akan melakukan yang terbaik untuk mendukung dan melindungi mereka. Sebagai imbalannya, rekanku tidak akan menyerah ketika aku membutuhkan bantuan. Xuan tidak bisa penuhi hal ini, jadi aku memilih untuk berpisah. Dengan cara ini aku bisa berdiri di tingkat yang sama seperti dia."

"Ya, jika dia bisa membuang teman-temannya, maka kita akan menjadi orang yang dapat menggunakan kepintarannya saat kita bukan rekannya...sekutu! Kami berdua independen, namun saling mendukung satu sama lain. Ini adalah satu-satunya metode untuk bekerja sama dengan dia yang bisa aku pikirkan."

Lan berpikir sejenak dan berkata. "Mengapa dia tidak bisa mengorbankan sekutu? Apa bedanya?"

Zheng tersenyum. "Perbedaan terbesarnya sekutu adalah independen. Kami akan saling mendukung, tetapi kami juga bisa melawan secara independen. Kita tidak akan menjadi beban bagi pihak lain, dan tidak harus bertanggung jawab atas kesalahan pihak lain. Rekan seperjuangan yang dibentuk dari sekelompok orang dengan bakat yang berbeda. Mereka harus saling melindungi. Aku tidak bisa percaya Xuan untuk melindungi rekan-rekannya. Jadi untuk mendapatkan kekuatan mereka, aku hanya bisa memilih untuk menjadi sekutu mereka."

"Kita hanya bisa membuat mereka untuk memahami pentingnya kelompok kita setelah meninggalkan mereka. Dengan cara ini mereka akan menerima kita sebagai sekutu, bukan potongan pakaian...Ledakan sebelumnya adalah untuk mengukur jedah ledakan dan juga untuk membiarkan mereka tahu...sekutu mereka di sini!"

Translator / Creator: isshh