November 1, 2016

Terror Infinity – Volume 2 / Chapter 5.2

 

Ini adalah pertama kalinya Jie melihat Zheng melemparkan bar baja. Pikirannya kosong sesaat kemudian dia mulai menepuk bahu Zheng dan tertawa. "Sialan bro, kapan kau mendapatkan kekuatan semacam ini? Apakah kau menyembunyikannya dariku sepanjang waktu selama pelatihan?"

Zheng tersenyum pahit, ia menarik keluar bar dari dinding. "Tidak, aku juga barusan tahu. Dan aku tidak bisa bertahan lama. Setiap kali melempar, itu akan menghabiskan Qi. Menurut jumlah Qi yang aku miliki dan tingkat pemulihan, aku hanya bisa melempar lima bar dalam sekali waktu, aku harus beristirahat selama lima menit."

"Lima bar ya?" Jie menggaruk kepalanya. "Lima masih bagus. Aku tidak percaya rangka luar alien lebih keras dari dinding baja ini. Sayang sekali kita baru tahu tentang hal itu sekarang dan tidak memiliki kesempatan untuk berlatih akurasi. Jika tidak, alien mungkin tidak akan menjadi masalah bagimu."

Zheng tersenyum pahit lagi. Alien tidak semudah yang dipikir Jie. Selain kekuatan dan kecepatan mereka, hal yang paling menakutkan adalah mereka akan bersembunyi dan menyerang tiba-tiba. Dia bertemu alien dua kali dalam pesawat ini. Orang-orang mati hanya karena serangan mendadak. Meskipun mereka masih bisa membunuh siapa pun dalam satu lawan satu, tapi masih lebih menakutkan ketika mereka bersembunyi.

"Sebenarnya hal yang paling menakutkan tentang alien adalah serangan mendadak mereka, terakhir kali Lan dan aku..." Selagi Zheng berbicara, ia melihat Lan melamun. Dia bertanya. "Lan, apa yang kau pikirkan?"

"Aku berpikir mengapa Xuan membawa mereka pergi. Dengan kepintarannya, tidak mungkin dia tidak waspada terhadap bahaya di luar ruang 15, namun mengapa dia bersedia untuk mengambil risiko? Mungkin ada sesuatu yang lebih berbahaya di sini?"

Sebuah pikiran melanda pikiran Zheng. Dia dan Lan mengatakan pada waktu yang sama. "Darah alien!"

Jie memandang mereka bingung. "Darah alien apa? Aku tidak mengerti maksud kalian."

Zheng tampak pahit seperti katanya. "Alien yang terperangkap. Aku juga sudah menonton Alien Resurrection. Alien yang terkurung melukai tubuhnya sendiri kemudian menggunakan darahnya untuk melarikan diri. Jika kita hanya menjebak mereka, mereka mungkin tidak akan melukai tubuh mereka. Tetapi jika kita bergerak menuju ruang 15. Alien ini dapat melakukan segalanya untuk melarikan diri demi melindungi sarang mereka. Pada saat itu kita akan menjadi orang-orang yang menghadapi alien ini karena kita berada di belakang mereka! Benar-benar orang yang kejam, apakah dia merencanakan semuanya saat  ia menyiapkan Shuai?"

Lan menggeleng. "Tidak ada orang lain yang memiliki jenis kemampuan ini. Dia juga tidak akrab dengan kepribadian kita, bagaimana ia bisa merencanakan begitu jauh ke depan. Dia mungkin merencanakannya secara mendadak. Dia tahu bahwa kita akan memutuskan untuk berpisah kemudian menggunakan kita sebagai perisai mereka."

Zheng tenang kemudian mulai mencari sesuatu di layar. Setelah beberapa saat, ia berkata dengan suara dingin. "Aku akan membiarkannya tahu bahwa kita bukan pionnya. Mari kita lihat siapa yang pertama mati!"

Ruang 22, kamar mandi.

Zheng dan dua lainnya bergegas ke tempat ini. Setelah mereka memasuki ruangan, ia menyuruh Lan mengunci pintu. Lalu ia bergegas ke salah satu kamar mandi pribadi dan berkata. "Cepat bersihkan semua aroma pada badan kalian. Lalu oleskan makanan yang kuberikan ke badan kalian. Ingatlah oleskan ke seluruh tubuh. Paham?"

Lan segera berlari ke kamar mandi. Jie juga mulai membersihkan tubuhnya, setelah beberapa saat ia mendengar Lan berteriak. "Zheng...aku tidak bisa menggerakkan tangan. Ayo... bantu aku."

Jie berhenti dan menempelkan telinganya ke dinding. Tapi sebelum Zheng dan Lan bisa melakukan apa-apa, mereka mendengar suara garukan di luar pintu. Suara yang begitu keras itu seperti seseorang menggaruk lantai dengan logam.

Mereka bertiga segera berhenti. Mereka bahkan tidak berani bergerak sedikitpun. Zheng hanya berjalan ke kamar mandi Lan dan menatapnya dengan malu.

Suara itu berhenti di depan kamar mandi. Mereka bertiga merasa jantung mereka telah berhenti berdetak. Satu-satunya suara di ruangan ini adalah suara air mengalir. Selain itu mereka bahkan tidak berani bernapas.

Stres yang datang dari luar berlangsung berapa lama, rasanya seperti beberapa detik atau mungkin beberapa menit. Beberapa saat kemudian suara itu terdengar menjauh, mereka hamper mati lemas. Mereka segera mulai bernapas dalam-dalam.

Ketiganya tidak mengatakan apa-apa. Jie berhenti berusaha untuk menguping mereka dan mengolesi tubuhnya dengan keju. Zheng dan Lan juga mengoleskan makanan cair pada tubuh mereka. Semuanya hanya berlangsung satu menit. Kalian dapat melihat potensi manusia di sini.

Beberapa saat kemudian suara itu datang kembali lagi. Mereka menahan napas. Mereka tidak segugup pertama kalinya. Dan seperti yang pertama, suara itu berhenti di depan pintu kemudian pergi dengan cepat.

Sebuah pikiran melanda Zheng. Ia tiba-tiba berlari keluar dari kamar mandi dan mengambil beberapa batang baja. Jie dan Lan menengokan kepala mereka keluar dari kamar mandi dan menatapnya dengan kebingungan.

"Dua alien bereaksi dengan cara yang sama, aku berharap itu akan sama kali ini..."

Selagi Zheng mengatakannya dengan suara rendah, suara menggaruk lainnya mulai mendekati mereka. Ada sedikit kegugupan dari napas mereka, terutama karena Jie dan Lan tidak tahu apa yang Zheng rencanakan. Meskipun Lan bisa menebak.

Suara mendekat dan lebih dekat ke kamar mandi. Mereka begitu gugup hingga mereka hampir bisa mendengar detak jantung mereka sendiri. Jari Zheng telah berubah pucat karena mencengkeram bar terlalu kuat.

Suara memang berhenti di depan pintu. Zheng bahkan bisa mendengar suara garukan di pintu.

Ia tidak ragu-ragu dan memenuhi bar baja dengan Qi. Dia melemparkan tiga bar dengan cepat. Bar menembus pintu dan diikuti erangan dari luar.

Translator / Creator: isshh