October 31, 2016

Terror Infinity – Volume 2 / Chapter 5.1

 

Di monitor, dua alien dengan cepat bergerak menuju kemari seperti yang diperkirakan Xuan. Alien yang mengikuti keempat pemula sebelumnya juga datang. Pada saat ini, perhatian semua orang terfokus pada layar.

Meskipun mereka telah memutuskan untuk pergi degan cara mereka sendiri, berhasil atau gagalnya mengurung alien mempengaruhi peluang mereka untuk bertahan hidup. Jadi, bahkan Zheng pun ikut menatap monitor dengan serius.

"Kurang satu...mana satunya? Yang terakhir…"

Xuan bergumam pada dirinya sendiri, kemudian wajahnya berubah pucat dan pucat, keringat keluar dari dahinya. Lan tiba-tiba berkata. "Hanya ada tujuh karakter dalam plot aslinya. Satu robot dan enam manusia. Ketika anda menghitung alien, apakah tokoh utama termasuk? Ini hanya film pertama..."

Xuan segera menyadari itu. Dia buru-buru menekan beberapa tombol, beberapa dinding turun terlihat di layar menghalangi gerakan alien . Mereka dipaksa untuk berjalan ke arah lain. Alien secara bertahap dipaksa untuk pindah ke sudut jauh kemudian terjebak di dalam dinding. Mereka bisa melihat jalan menuju gudang senjata sudah aman.

Mereka berenam menarik napas dalam. Zheng bertanya kepada Lan. "Apa yang baru saja kau katakan? Apakah tidak ada alien lain yang hilang? Mengapa ia menurunkan dinding saat kau menyebutkan film pertama?"

Lan tertawa. "Karena karakter utama. Pikirkan ini, bukankah karakter utama selamat dari film pertama? Jika dia terbunuh maka apa yang akan terjadi pada film kedua, ketiga, atau keempat? Apakah mereka tidak ada lagi? Jadi kemungkinan kita hanya menghadapi lima alien. Satu ratu, satu mati olehmu, dan tiga terperangkap. Maka tidak ada alien keempat."

Zheng berpikir sejenak. "Tapi bagaimana kalau karakter utama dari setiap film diciptakan ulang? Maka bukankah ada alien lain di belakang ruang 15?"

Suara Xuan datang dari samping. "Ini adalah pertanyaan probabilitas. Dalam keadaan apapun, saya akan selalu memilih satu dengan kemungkinan tertinggi. Selama itu lebih tinggi dari 50%, itu patut dicoba."

Zheng mencibir padanya. "Bahkan jika itu berarti mengambil risiko hidupmu? Apakah kamu tidak masalah dengan serangan mendadak dari alien yang bersembunyi?”

Xuan menjawab dengan tenang. "Ya, bahkan jika itu hidup saya. Saya akan selalu memilih pilihan dengan kemungkinan tertinggi. Anda menyebutkan hidup saya barusan, jadi anda berencana untuk berpisah denganku?"

Zheng mengangguk. "Benar. Aku tidak tahan berada bersama kamu! Mungkin ketika aku mendapatkan cedera, kau akan memperlakukanku seperti beban. Daripada begitu aku lebih suka bergantung pada kekuatanku sendiri! Aku tidak bisa mempercayai kamu, seperti kata Kampa, aku tidak bisa menyerahkan punggungku padamu!"

"Oh begitu?" Xuan berbalik. "Sayang sekali. Saya bilang aku hanya akan menyerah pada mereka yang tidak berguna untuk tim. Sama seperti pertanyaan probabilitas. Dia adalah seorang individu dengan probabilitas rendah (tidak berguna) dan ia gagal dalam tes. Saya telah melakukan semua yang bisa saya lakukan untuk dia. Tapi saya akan melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan kawan-kawan yang saya akui. Memikirkan cara agar semua bisa bertahan hidup."

Zheng berkata, "Bagaimana jika aku terjebak dalam situasi tanpa harapan. Peluang menyelematkan saya rendah namun masih ada kesempatan. Apa yang akan kamu lakukan?"

"Tergantung pada situasi. Jika hidup anda sangat penting, maka saya akan menyelamatkan anda tidak peduli apapun. Jika menyelematkan anda menempatkan seluruh tim dalam posisi yang berbahaya, maka saya lebih memilih menyerah."

"Jadi begitu?"

Zheng tetap diam selama beberapa waktu, kemudian berkata dingin. "Iya. Aku paham metodemu mungkin benar untukmu. Tapi metode ini membuat saya merinding. Kita tidak bisa tinggal bersama-sama. Dan jangan menggunakan keselamatanmu sendiri sebagai keselamatan tim. Jangan kamu pikir itu bisa menipu kami? Kamu terus berkata tentang tim, tetapi bagaimana jika tim perlu mengorbankan dirimu? Kamu mungkin akan memikirkan setiap cara yang mungkin untuk seseorang menggantikanmu."

Xuan tersenyum. "Jika itu anda, apa yang akan anda lakukan?"

Zheng sedang mengumpulkan semua kursi di ruangan ini, dia menjawab tanpa berbalik. "Aku setuju dengan apa yang kau katakan di awal. Setiap anggota harus dapat berkontribusi untuk tim. Sama seperti aku tidak akan pergi melindungi ketiga hooligan itu. Jadi aku akan memilih rekan dengan hati-hati, tapi setelah aku mengakui mereka, aku tidak akan pernah menyerah pada mereka. Ini adalah satu-satunya cara untuk menjaga kepercayaan dalam tim. Orang-orang seperti kau yang menggunakan orang sebagai alat, bahkan jika kita bertahan hidup, kau adalah satu-satunya yang bisa merasa benar-benar aman. Jadi aku tidak akan tinggal denganmu."

Tak satu pun dari mereka mengatakan apa-apa lagi. Setengah jam kemudian, Xuan, Zero, dan Kampa meninggalkan ruangan pertama. Jie dan Lan menyaksikan Zheng mulai menghancurkan kursi-kursi.

Jie memegang dia. "Berhentilah marah, tidak pantas marah demi orang-orang itu."

Zheng tertawa getir. "Aku tidak marah. Aku hanya mempersiapkan senjata. Kau benar itu tidak layak. Jadi aku memiliki metode pertempuranku."

Jie dan Lan saling memandang. Setelah menghancurkan kursi, Zheng mengambil batang logam keluar dari kursi-kursi. Lalu ia memutar bar sampai mereka berbentuk spiral.

"Tahu mengapa aku ingin menjauh dari mereka?" Zheng tiba-tiba berkata kepada keduanya dengan senyum. "Karena aku punya firasat buruk. Aku merasa pasti ada sesuatu yang bersembunyi di luar ruang 15, menunggu kita untuk mendekati. Tapi aku tidak akan memberitahu mereka. Biarkan mereka yang memancingnya keluar. Jika mereka percaya memiliki kekuatan membuatmu lebih unggul dari yang lainnya, kemudian sebagai pihak yang lemah, mereka harus siap untuk menjadi orang-orang yang dikorbankan."

"Aku adalah seorang manajer di perusahaanku, jadi aku tahu betapa pentingnya tim untuk bekerja sama. Dan tidak ada yang benar-benar tidak berguna. Apakah kalian tahu mengapa aku terus menghibur Shuai? Karena aku ingin memasukan dia ke kelompok kita, untuk diakui dalam kelompok kita. Sampai pada titik saat ia benar-benar dalam situasi di mana ia harus mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan kelompok, ia akan melakukannya untuk orang-orang yang dipercayainya."

Setelah menyelesaikan kata-katanya, Zheng melemparkan bar baja berbentuk spiral. Seluruh bar tembus ke dinding dan hanya tersisa ekor sepanjang jari di luar dinding. Kekuatan ini membuat Jie dan Lan terkejut.

Zheng menarik bar keluar dari dinding. Kemudian melanjutkan. "Aku tahu metodenya mungkin benar...tapi jika kalian percaya padaku, maka mari kita hadapi kengerian ini bersama-sama. Dia memiliki cara nya...dan aku memiliki caraku sendiri! Tidak peduli apapun, kita semua akan hidup!"

Setelah mengatakan itu, ia melemparkan bar lagi dan lubang lain muncul di dinding.

Translator / Creator: isshh