October 29, 2016

Terror Infinity – Volume 2 / Chapter 4.3

 

Ketika Shuai berjalan keluar dengan kepala tertunduk, ia berjarak beberapa meter dari kelompok. Setelah ia melemparkan granat ia berlari lagi beberapa meter. Pada saat ini ia sudah sejauh lebih dari sepuluh meter. Mereka hanya bisa menyaksikan saat ia menarik cincin itu. Bahkan Zero tidak bisa melakukan apa-apa dengan pistolnya karena ia terlempar ke lantai oleh gelombang kejut.

"Kalian semua pergi ke neraka! Aku…"

Dia menarik cincin itu sambil tertawa dengan gila. Sesaat ia akan melemparkan granat pada mereka, granat tiba-tiba meledak. Hanya satu detik jedah waktu saat dia menarik cincin sampai granat itu meledak. Dia bahkan tidak punya waktu untuk membuangnya. Api dan gelombang kejut dengan cepat menerjang ke arah grup Zheng.

"Tidak!"

Zheng menyaksikan dengan linglung selagi api menjalar ke dirinya. Untungnya Lan mendorongnya ke lantai. Dia hanya melihat saat api terbang melewatinya. Untuk sesaat, ia masih bisa mencium aroma daging terbakar.

Tidak! Bagaimana hidup bisa begitu rapuh? Mengapa hidup begitu rapuh!

Zheng tiba-tiba melompat dari lantai dan berlari ke arah asap. Masuk ke dalam asap, ia menemukan Shuai tergeletak di lantai. Seluruh tubuhnya terbakar hitam. Tangan dan dadanya tidak tersisa. Selain potongan daging di lantai, ada darah berwarna hitam yang menyembur keluar dari dadanya. Jadi darah manusia tidak selalu merah, setelah melalui sebuah ledakan, darah...bisa menjadi hitam.

"Mengapa? Mengapa granat langsung meledak setelah menarik cincin itu?"

Zheng keluar dari asap. Dia berjalan ke Xuan diam-diam dan bertanya.

Xuan adalah yang terdekat dengan pusat ledakan kali ini. Darah menyembur keluar dari hidung dan mulutnya. Dia mengusap darah dan berkata. "Ya, saya meminta Kampa memodifikasi granat, salah satu dari mereka meledak setelah beberapa detik, yang lain akan langsung meledak. Ketika saya menyerahkan granat, saya menempatkan satu yang akan meledak nanti di luar, sehingga ia hanya bisa menggunakan yang itu..."

Zheng meninju mukanya dan membuatnya tersungkur. Zero segera mengarahkan pistolnya pada Zheng dan Kampa berdiri di antara Zheng dan Xuan.

Xuan perlahan duduk. Dia membuang giginya dan berkata dengan tenang. "Ini adalah tujuan yang sebenarnya dari rencana umpan. Apa kamu benar-benar berpikir hanya dengan sedikit darah bisa memancing alien? Tidak, meskipun indra penciuman mereka sensitif, tetapi selama periode Ratu bertelur, mereka akan menjaga sarang mereka. Kamu telah melihatnya dari monitor sebelum itu mereka bergerak menuju sarang. Oleh karena itu perlu sejumlah besar daging segar dan darah, selain bau darah alien pada kulit kalian untuk memancing mereka. Jika saya tidak salah, alien seharusnya sedang menuju kemari. Jika kamu ingin mati, kamu bisa tetap tinggal di luar tembok." Lalu dia berjalan kembali ke ruang kontrol dengan tenang.

Zheng merasa lebih marah setelah mendengar kata-katanya, tapi ia hanya bisa berteriak di bawah ancaman pistol Zero. "Jadi dia benar? Kau bermaksud untuk mengorbankannya dari awal? Mengapa kalian berdua membantunya? Kalian bahkan tidak akan tahu kapan dia akan mengorbankan kalian! Bagaimana bisa kalian memanggilnya rekan?"

Xuan berbalik dan berkata dengan suara dingin. "Saya tidak bermaksud untuk mengorbankan dia dari awal. Rencana awalnya setiap orang menyumbangkan beberapa darah, maka ia dan kamu hanya perlu...Terserah, saya tidak perlu menjelaskan ini kepada kamu. Kamu hanya perlu memahami bahwa semua yang saya lakukan ini demi keselamatan semua orang dalam kelompok ini. Saya tentunya tidak salah!"

Suara Zheng terdengar dingin juga. "Mengorbankan rekan, membiarkan dia terbunuh oleh ledakan, kemudian menggunakan darah dagingnya untuk memikat alien. Dan ini tidak salah? Lalu apa yang kau anggap benar! Apakah kalian berdua berpikir seperti itu juga? Apakah hidup benar-benar tidak berharga?"

Xuan menjawab sambil berjalan tanpa menoleh. "Saya memberinya kesempatan terakhir. Jika dia tidak mencoba untuk menggunakan granat kedua pada kita dan mengikuti rencana saya. Selama dia bisa melukai satu alien, yang lain pasti akan datang. Dia juga bisa bersembunyi di antara dua dinding. Sayangnya, akal manusia...hanya diisi dengan kebencian."

Zero diam sepanjang waktu, ia berjalan mundur sambil mengacungkan pistol ke Zheng. Setelah sepuluh meter, ia berbalik dan pergi. Kampa berkata kepadanya dengan nada serius. "Kami menghargai kesatuan dalam keyakinan pembunuh bayaran. Selama pertempuran, kamu menyerahkan diri sepenuhnya dalam genggaman tangan rekan. Ini adalah kepercayaan dasar dan peraturan. Tapi untuk mencapai dua poin ini, rekan harus seseorang yang kalian akui dan bukan beban. Saya pikir Zero memikirkan hal yang sama. Kita hidup di lingkungan yang berbeda dengan kalian orang normal. Kami lebih cocok untuk bertahan hidup di dimensi ini. Bagi saya, film ini hanya misi dari tentara bayaran. Xuan tidak salah. Dia memilih sebagian besar dari kita untuk hidup dan berhasil menyelesaikan misi. Shuai tidak membuat saya merasa bahwa saya bisa mempercayakan diriku kepadanya. Dia juga gagal pada ujian terakhir dan memilih bunuh diri."

Zheng berdiri di sana dalam keadaan linglung sampai tembok itu perlahan turun. Jie dan Lan kemudian menariknya kembali. Dia mengangkat kepala dan bertanya. "Apakah benar-benar harus sekejam ini? Mengorbankan orang lain sehingga kalian dapat hidup? Atau hanya sedikit kebencian dan kalian ingin semua orang mati bersama? Lalu kita apa? Potongan dada yang ia gunakan dan lalu dibuang?"

Jie berkata. "Aku tidak urus apa yang mereka pikirkan. Aku tidak merasa aman dengan mereka bertiga. Aku pikir Xuan cerdas dan mungkin bisa memikirkan cara untuk menyelamatkan kita. Tapi tampaknya orang-orang pintar semuanya licik. Tidak, aku merasa kurang aman berada bersama mereka! Zheng, aku akan ambil pistolku kembali, bahkan jika tidak bisa mendapatkannya kembali, kita akan pergi dengan cara kita sendiri setelah mereka memerangkap alien! Kalau tidak, kita bahkan tidak akan tahu apakah mereka memanfaatkan kita."

Lan menghela napas. "Tapi...apa kita benar-benar harus berpisah? Akan lebih baik jika kita tetap bersama mereka hanya dalam film ini dan menjauh dari mereka pada film berikutnya."

Zheng melihat Lan diam-diam lalu berkata. "Tidak, kita akan pergi dengan cara kita sendiri! Aku tidak ingin melihat mereka lagi...Jika kau tidak dapat mempercayai rekanmu, lalu bagaimana mereka bisa mempercayaimu! Aku tidak akan mengorbankan siapapun di sisiku. Aku dapat menyelamatkan hidup rekanku, jadi ketika aku dalam bahaya ia pasti akan menyelamatkanku! Jadi aku tidak akan berjuang bersama mereka lagi!"

Translator / Creator: isshh