October 28, 2016

Terror Infinity – Volume 2 / Chapter 4.2

 

Setelah semua orang makan, Xuan menyalakan semua saluran dari sistem monitor. Layar besar dibagi menjadi banyak bagian kecil. Xuan terus melambaikan tangannya di udara seolah-olah ia melukis sesuatu. Dia berhenti setelah cukup lama, dan wajahnya berubah pucat. "Ok, saya sudah hafal urutan dinding yang akan ditutup. Alien terdekat kita ada di ruangan 22, ada juga satu lagi dari arah kamar 20 ke 19. Jika kita menarik perhatiannya selama lima menit, maka kita dapat mengisolasi salah satu dari mereka sambil memancing yang lainnya. Kemudian kita akan melaksanakan rencana ini."

Zheng memandang Shuai dan mendesah. "Apa yang harus kita lakukan?"

Xuan menekan beberapa tombol pada panel kontrol, kemudian berdiri. "Satu menit lagi, dinding luar ruangan ini akan terbuka. Saya sudah jadwalkan urutan sisa dinding yang akan menutup. Ayo pergi. Kita akan pergi keluar sekarang dan akan kujelaskan rinciannya."

Kampa mengikat enam granat menjadi dua set berisikan tiga granat. Dinding perlahan terangkat. Mereka bisa melihat penyokan, retakan, bekas cakaran, dan goresan di dinding dan lantai. Dinding-dinding itu terbuat dari baja! Pemandangan ini menakuti mereka.

Xuan mengambil granat, kemudian menunjuk lorong. "Kamu akan berdiri di sisi lain ruangan ini. Dari sana kamu dapat melihat hingga 100 meter lurus ke depan. Setelah alien datang dari sisi lain, aktifkan granat dan lemparkan. Kampa telah memodifikasi granat untuk mengurangi jedah waktu sebelum meledak. Ini harusnya meledak di tengah udara, jadi kamu harus segera lari setelah melemparnya. Ingat kamu harus berbelok ke kiri di setiap persimpangan."

Shuai mengatakan dengan kepala tertunduk. "Lalu bagaimana dengan dinding isolasi ini yang mengarah ke ruang kontrol? Apakah akan menutup setelah aku pergi keluar?"

Xuan mengangguk. "Ya, dinding ini akan ditutup setelah kamu keluar. Saya akan buka lagi satu menit setelah saya mendengar ledakan. Berdasarkan kecepatan larimu, waktunya cukup. Oh benar, untuk menarik alien, kamu memerlukan beberapa darah segar. Singkatnya, misimu adalah hanya untuk berlari ke kiri di setiap persimpangan."

Kemudian Kampa melemparkan belati ke Shuai. Xuan juga menyerahkan granat. Selagi Shuai mengambil granat, semua orang merasa tegang. Zheng bahkan melihat Zero menggerakkan tangannya ke punggungnya, ia memegang desert eagle. Zheng tidak menyadari bahwa Jie memberikan pistolnya ke Zero.

Semua orang terkejut saat Shuai berbalik dengan tenang. Saat mereka mendesah lega, ia tiba-tiba berbalik lagi dan melemparkan granat ke arah mereka. Sama seperti yang dikatakan Xuan, granat meledak di udara. Untungnya Shuai melemparkannya terlalu jauh karena gugup. Mereka hanya tekena gelombang kejut dan tidak ada cedera serius."

Zheng berdiri di belakang kelompok karena ia tidak bisa melihat tatapan Shuai. Tapi ketika granat meledak, ia yang paling besar terkena dampaknya. Gelombang kejut mementalkannya. Mulut dan hidungnya penuh dengan darah saat ia membentur lantai. Untuk sementara dia tidak bisa melihat apa-apa. Beberapa detik kemudian, penglihatannya masih kabur. Lalu ia melihat Shuai memegang granat lain di tangannya, wajahnya penuh dengan ekspresi mengerikan.

Shuai tertawa. "Bagaimana, jenius, bukankah kau ingin membunuhku? Bukankah kalian semua menolakku hanya demi makanan dan air? Jadi kalian dapat sembunyi bersama-sama? F*ck. Mengapa harus aku yang mati? Mengapa? Katakan padaku! Aku tidak akan segan, jika aku mati, maka kita akan mati bersama. Ini masih lebih baik daripada mati di mulut alien!"

Xuan terlempar ke lantai oleh gelombang kejut tersebut. Kepalanya membentur dinding dan darah mengalir dari kepalanya. Dia berdiri dan bertanya dengan tenang. "Saya penasaran. Apakah kamu tidak takut mati? Kamu harus tahu bahwa meskipun rencana saya berbahaya, tetapi kamu tidak akan 100% mati. Jika kamu mengikuti rencana saya, kamu memiliki kesempatan yang tinggi untuk bertahan hidup. Jadi katakan padaku, mengapa kamu..."

Shuai memotongnya. "Sial, berhenti berusaha untuk menipuku. Kau tahu mengapa aku menanyakan pertanyaan terakhir tadi? Apa yang akan terjadi pada dinding ini setelah aku pergi? Dan bagaimana kau menjawabnya? Ini akan membuka satu menit setelah kau mendengar ledakan? Jangan menipuku. Apakah kau ingat apa kelebihanku? Meskipun tidak jenius, tapi aku benar-benar membaca banyak buku. Termasuk beberapa buku bertema militeristik. Dinding isolasi di pesawat antariksa seperti ini biasanya tidak dapat diaktifkan kembali dalam waktu setengah jam setelah menutup. Ini dirancang untuk mencegah orang mengambil kendali pesawat melalui komputer. Aku secara cermat melihat inputanmu pada panel kontrol. Kau hanya menjadwalkan perintah untuk menutup dinding. Tidak ada perintah untuk membuka lagi!"

Dia mulai tertawa seperti orang gila. "Pertanyaan terakhir itu adalah perjuangan terakhir saya. F*ck, siapa yang tidak ingin hidup? Jika bahkan ada sedikit pun harapan, aku masih ingin hidup. Tapi kau ingin menempatkanku dalam mulut alien! F*ck. Katakan sesuatu! Mengapa kau harus menempatkanku dalam situasi tanpa harapan?"

Xuan menutup matanya dan mengambil napas dalam-dalam. "Saya meremehkanmu. Itu kesalahan saya. Saya telah mengatakan sebelumnya, kami tidak perlu siapapun yang tidak beguna dalam kelompok ini. Kamu hanya beban. Saya tidak bermaksud untuk tidak mempertahankanmu, tetapi kamu tidak puas dengan rencana saya. Itulah cara manusia bekerja, hanya sedikit ketidakpuasan akan mudah tumbuh menjadi niat mengerikan. Jadi, daripada memiliki faktor tak terduga dalam rencana ke depan, lebih baik untuk melepaskanmu. Saya juga tidak berniat untuk mengorbankamu. Meskipun dinding perlu menunggu setengah jam untuk membuka lagi, tetapi jika kamu terus berlari, saya akan memasukanmu dalam ruangan tanpa alien. Kemudian mengeluarkanmu setelah setengah jam. Kamu tidak perlu menunjukkan ekspresi mengerikan di wajahmu."

Shuai tampak lebih gila lagi. Dia berteriak dengan wajah berkerut. "F*ck. Mengapa aku tidak boleh terlihat mengerikan ketika kau memaksaku untuk mati? Apakah kau pemimpin kelompok ini? Kamu pikir kau siapa? Jika aku tidak bisa hidup maka kau tidak boleh hidup juga. Ayo mati bersamaku!"

Saat ia selesai, ia menarik cincin di granat.

Translator / Creator: isshh