October 27, 2016

Terror Infinity – Volume 2 / Chapter 4.1

 

Cincin Na membawa jumlah makanan dan air yang melimpah, roti, keju, dendeng, dan beberapa makanan ringan, kaya kualitas dan kuantitas. Air yang cukup untuk mereka bertahan beberapa hari. Tapi untuk amannya, mereka membagi makanan dan air menjadi tujuh bagian. Masing-masing mendapatkan jatah yang cukup untuk tiga hari.

Xuan menempatkan jatah Shuai di atas meja. "Ini adalah bagianmu. Selama kamu membuktikan kegunaanmu bagi kelompok ini dan tidak membebani kami. Maka makanan dan air ini jadi milikmu. Selanjutnya kamu juga akan menjadi anggota dari kelompok kami."

Shuai mengambil makanan dan air diam-diam dan dengan kepala tertunduk. Kemudian ia pindah ke samping dan mulai makan sendiri.

Yang lain juga mengabaikannya dan mulai makan makanan mereka sendiri. Setelah setengah hari berjalan dengan ketakutan, mereka lapar dan haus. Akhirnya mereka mengambil beberapa makanan dan air, yang juga dalam jumlah yang cukup, mereka mulai bergegas makan.

karena Lan tidak bisa menggerakan tangan satunya, Zheng membukakan makanan untuknya dan menuangkan secangkir air. Tindakan kecil ini membuat Lan tersenyum tanpa henti. Dia juga duduk di sampingnya sambil makan.

Xuan tiba-tiba bertanya. "Benar, karena kita punya waktu, katakan padaku bagaimana kau membunuh alien itu? Aku agak penasaran."

Meskipun yang lainnya masih makan, tapi melakukan percakapan selama makan adalah hal normal di China. Zheng mengambil minum lalu berkata. "Jangan membuatnya terdengar seperti aku kuat. Itu sangat berbahaya, kami hampir mati di sana. Jika aku tidak cukup beruntung untuk memotong lidahnya duluan, kami ungkin akan mati."

Xuan berpikir sejenak lalu bertanya kepada Zero. "Menggunakan desert eagle, seberapa dekat yang kamu perlukan untuk mengenai lidah alien. Maksudku saat mereka bergerak pada kecepatan yang sangat tinggi."

Zero menjawab tanpa mengangkat kepalanya. "Akurasi 30% dalam 150 meter, 40% dalam 100 meter, 50% dalam 50 meter. Ini batas maksimal, saya tidak bisa meningkatkan akurasi lagi dengan pergi lebih dekat."

Zheng tersenyum pahit, 50% hanya setengah dan setengah. Lidah alien itu cukup kuat untuk menerobos logam. Itu sangat kuat ketika ditembakan dari mulut alien. Sebuah kepala manusia akan serapuh semangka. Dengan kata lain, sekali Zero meleset, lidah itu bisa membunuh semua orang di dekatnya.

Zheng melanjutkannya. "Aku beruntung saat itu dan memotongnya hanya sebuah kebetulan. Aku bisa mengenainya karena lidah itu menancap di dalam bahu Lan. Jika itu satu lawan satu, kita bahkan tidak akan mampu bereaksi ketika lidah itu menjulur keluar."

Xuan mengangguk. "Kecepatan alien menembakan lidahnya sangat menakutkan, itu hampir secepat peluru. Kamu juga harus mempertimbangkan massa dan berat badan mereka. Sebuah pelat baja yang normal mungkin tidak dapat menahannya. Pertama kita akan melanjutkan rencana kita. Kemudian mengamankan jalan ke gudang senjata. Mungkin kita dapat menemukan beberapa senjata yang cocok di sana."

Zheng mendesah. "Bagaimana bisa anda berencana mengisolasi alien? Hanya dengan mengirim seseorang untuk mengumpan mereka?"

Xuan menekan beberapa tombol pada panel kontrol sambil makan. Setelah beberapa saat, peta pesawat muncul di layar.

"Kita berada di ruang 27. Menurut kesimpulan saya, arah yang dituju oleh keempat orang dan alien itu, Ratu seharusnya ada di...gudang 1 atau 2. Sistem monitor di sekitar tempat itu tidak berfungsi, mungkin terkorosi oleh sekresi alien. Saya ingat di Alien Resurrection, Ratu akan mengeluarkan zat yang sama dengan sutra laba-laba ketika bertelur. Zat ini juga sangat asam, meskipun tidak sekuat darah mereka."

"Itu sebabnya dinding isolasi, sistem monitor, dan bahkan lampu tidak berfungsi di sekitar daerah itu. Kita hanya dapat mengontrol dinding isolasi dari ruang 16 dan seterusnya. Saya sudah mencatatnya di peta. Area hijau di bawah kendali kita."

Semua orang tampak hati-hati di layar. Sebagian besar pesawat berarea hijau, area merah hanya dari ruang 1 sampai 15.

Xuan mendesah. "Mungkin kalian merasa beruntung, korosi alien hanya sampai ke ruang 15 sedangkan gudang senjata ada di ruang 17. Tapi saya harus memberitahu kalian berita buruk. Ruang 16 dan 17 berada di sisi kiri dan kanan ruang 15 masing-masing. Kita tidak bisa menghancurkan dinding di lorong yang menghubungkan ruang 15 dan 17. Jika kita ingin mengambil senjata, alien dari kamar 15 bisa berburu kita dengan bebas."

"Itu juga alasan untuk rencana umpan. Kita perlu memancing empat alien lainnya, menjauh dari ratu, ke ruang selain ruang 17 kemudian mengurung mereka. Maka kita bisa menemukan jalan aman ke gudang senjata. Saya katakan sebelumnya bahwa saya tidak akan memperlakukan nyawa manusia seenaknya. Meskipun rencana ini memiliki resiko tinggi, ini mempengaruhi langsung apakah kita bisa bertahan hidup atau tidak. Kita tidak boleh melakukan kesalahan dalam rencana ini."

Zheng menatap layar merah dan hijau sebentar, kemudian ia menghela napas. "Bagaimana jika hanya satu atau dua alien yang datang? Rencana gagal?"

Xuan tersenyum, tapi Lan yang menjawabnya. "Sebenarnya ada cara untuk memancing alien. Ingat ketika kita dikejar oleh mereka? Bagaimana mereka tahu kita ada di sana? Dan mereka tidak menyerah tidak peduli apapun...itu adalah bau."

Zheng menyahut. "Benar, bau. Darah alien memiliki aroma yang sangat kuat. Setelah alien lainnya mencium aroma ini, mereka akan bergegas. Maksudmu kita akan memancing mereka dengan aroma ini?"

Xuan mengangguk. "Kita masih memiliki enam granat. Jika kita bisa mengumpulkan mereka sekaligus, itu akan cukup kuat untuk melukai alien tahap tiga. Setelah salah satu dari mereka terluka, yang lain akan datang. Dan setelah mereka masuk ke ruangan, kita akan menutup dinding. Shuai juga dapat menggunakan suara dari ledakan sebagai samaran untuk melarikan diri. Ini adalah rencana keseluruhannya. "

Meskipun itu berbahaya, ini bukan situasi tanpa harapan. Zheng akhirnya merasa lega. Namun ada sedikit emosi mengerikan di sisi mata Shuai yang duduk diam dengan kepala ke bawah sepanjang waktu. Dia mencengkeram tangannya begitu kuat bahkan ia tidak menyadari kukunya melukai tangannya dan darah menetes ke lantai.

Translator / Creator: isshh