October 26, 2016

Terror Infinity – Volume 2 / Chapter 3.3

 

Semua orang melihat ke arah Shuai dengan syok. Pemuda ini memiliki wajah yang umum, kemampuan fisik rata-rata, tidak ada keahlian spesial, hanya pemuda normal. Jika Xuan tidak menyebut namanya, tidak satupun yang kepikiran tentang dia. Dia hanya seperti udara.

Pikiran Shuai ini kosong sejenak, lalu tiba-tiba ia berteriak. "Mengapa saya? Kenapa harus saya? Ada begitu banyak orang di sini. Semua orang ingin bertahan hidup melewati film ini, jadi mengapa saya yang harus mati? Kamu hanya ingin membunuh saya. Jika jatah makan satu orang berkurang, kamu dapat hidup sedikit lebih lama. Itulah sebabnya kamu ingin membunuhku, kan?"

Xuan menatapnya dalam diam. "Tidak, saya tidak memiliki niat untuk membunuh kamu. Meskipun risiko menjadi umpan tinggi, tetapi kamu adalah pilihan yang paling sesuai. Semua orang di sini lebih kuat dari kamu. Jie, Lan, dan Zheng adalah veteran. Saya dapat merencanakan langkah kami berikutnya. Pertempuran jarak dekat Zero sangat luar biasa. Kampa terampil di berbagai senjata, termasuk yang ada di gudang senjata. Katakan padaku, apa kegunaanmu bagi kita?"

Shuai menunduk dalam diam. Wajahnya lebih merah dan lebih merah dan urat-urat muncul di tangannya. Xuan melanjutkan dengan suara tenang. "Jika dalam keadaan normal, setiap orang memiliki bakatnya tersendiri. Saya tidak akan menghakimi siapa pun dengan angka dan kemampuan. Aku tidak akan menjadi orang berguna seperti sekarang. Tapi kamu harus memahami situasi kita saat ini. Kita berjuang melawan kematian, kesalahan apapun dapat menyebabkan orang mati di sini. Kamu adalah orang yang tidak diperlukan di sini, jika kamu ingin kelompok kami menerima dan memperlakukan kamu dengan adil, kamu harus menunjukkan kepada kami kelayakanmu. Jika tidak, apa bedanya kamu dengan tujuh orang yang mati di luar sana?"

Zheng akhirnya tidak tahan dan berteriak. "Tidak, aku tidak setuju dengan kata-kata anda. Aku adalah orang normal ketika pertama kali tiba di sini. Aku punya kemampuan saat ini melalui peningkatan kemampuan, jadi mengapa dia tidak diperlukan? Jika anda memberinya kesempatan untuk hidup melalui beberapa film lagi, dia akan menjadi rekan yang bisa diandalkan!"

Xuan tetap mejaga ketenangannya. "Tapi...apakah ia memiliki kesempatan itu? Intinya, apa kita memiliki kesempatan untuk bertahan hidup dalam film ini? Bahkan dengan jumlah poin yang sama untuk meningkatkan kemampuannya, enam dari kita masih akan jauh lebih kuat dari dia. Dan juga, jangan mencoba untuk mengambil tugasnya. Setiap orang memiliki tanggung jawab mereka sendiri. Anda harapan terbesar kami dalam film ini. Atau anda ingin menyelamatkan satu orang dan biarkan kami semua mati?"

Zheng merasa sangat marah. Dia sangat takut mati sendiri. Terutama karena ia sekarang memiliki seseorang untuk dijaga, ia harus hidup tidak peduli apapun. Pada saat yang sama, ia paham akan perasaan menghadapi kematian secara langsung. Bahkan dengan kemampuan fisiknya dia masih di ambang kematian. Lalu apakah ada sedikit harapan bagi orang normal seperti Shuai?

Jie memeluknya seseaat Zheng lebih emosional. "Mari kita lakukan dengan cara lama. Kita lakukan voting, itu yang paling adil. Zheng! Jangan emosi. Bahkan jika kamu tidak mempertimbangkan tentang nyawa kita bagaimana dengan Lori? Setelah kita mati, manusia ciptaan kita juga akan hilang! Apa yang ingin kau lakukan?"

Tubuh Zheng bergetar. Dia akhirnya menunduk dan duduk di belakang. Xuan mendesah. "Ok kita akan ambil suara. Mereka yang setuju dengan saya angkat tangan."

Hasilnya adalah lima orang setuju dan dua tidak setuju. Takdir Shuai telah diputuskan dengan ini. Baik sesuai dengan rencana untuk menjadi umpan, untuk mendapatkan pengakuan kelompok, atau meninggalkan kelompok tanpa makanan atau air, dan dia juga tidak akan mendapatkan perlindungan apapun.

Shuai tampak sangat emosional. Zero dan Kampa berdiri di samping Xuan diam-diam. Ketika semua orang mengira dia akan meledak, ia mengambil beberapa napas dalam dan tenang. Dia memandang Xuan dengan kebencian dan berkata. "Ok, aku akan jadi umpan. Sesuai keinginan kalian semua, saya akan menjadi umpan!"

Mereka merasa merinding melihat kebencian di matanya. Meskipun Zheng tidak melihatnya. Dia terus menunduk sepanjang waktu. Setelah pemungutan suara, Zheng berjalan ke sudut dan duduk di sana dalam keheningan.

Lan berjalan ke Zheng setelah beberapa saat. Dia benar-benar tidak tahu apa yang harus dikatakan. Sebaliknya, Zheng berbicara duluan. "Lan, kau juga takut mati?"

"Uhm ... Ya, aku takut mati."

"Aku juga takut mati, semua orang takut. Tidak ada yang benar-benar aman di tempat ini, jadi mengapa kita harus membahayakan orang lain? Kita semua hanya akan aman untuk sedikit lebih lama. Siapapun yang terbaik dalam menjalankan misi ini seharusnya yang pergi..."

Lan memotongnya dengan wajah serius. "Aku pikir Xuan benar. Jika ini dalam keadaan normal, maka kau benar. Tapi kita tidak menghadapi keadaan normal. Kita akan melawan kematian...Bagaimana bisa kita mampu melindungi orang yang tak berguna tanpa imbalan apapun?"

Zheng tetap diam lagi. Gumamnya setelah beberapa saat. "... Aku tidak bisa membantah. Ya, mungkin kau dan Xuan benar. Tapi aku masih berharap semua orang bisa bersatu. Semua orang dapat melakukan yang terbaik untuk bertahan hidup, dan bukan yang kuat menindas yang lemah. Jika kita mengalami situasi yang sama di film pertama kita, bagaimana perasaan kita? Tidakkah kita akan membenci semua orang dan dunia ini?"

Lan menghela napas dan tidak berbicara lagi. Dia duduk di samping Zheng diam-diam. Beberapa menit kemudian, mereka mendengar tangisan. Mereka saling memandang kemudian berlari ke tempat kelompok.

Ketika tiba, semua orang terfokus pada monitor. Ada empat orang yang berjalan menggigil. Itu adalah dua pria paruh baya, pemuda dan wanita. Setelah keempatnya lewat, mereka melihat alien tahap ketiga mengikuti dari belakang.

Zheng segera bertanya. "Apa yang terjadi? Mengapa alien tidak menyerang mereka?"

Xuan merenung dan tidak menjawab. Meskipun Lan menyentuh dahinya dan berkata. "Apakah karena...sedang proses pembibitan?"

Satu-satunya spesies alien dengan kemampuan reproduksi adalah ratu. Untuk meumbuhkan larva, mereka membutuhkan inang. Itu mungkin sebabnya alien tidak membunuh empat orang ini.

Xuan mengangguk. "Iya. Itu pasti untuk pembibitan. Kita harus melaksanakan rencana kita secepat mungkin. Jika tidak, dalam beberapa hari...kita harus menghadapi sembilan alien!"

Translator / Creator: isshh