October 21, 2016

Terror Infinity – Volume 2 / Chapter 2.2

 

Mata Zheng berdarah merah, tidak tahu apakah itu dari kemarahannya atau darah Lan. Ketika gadis itu menghilang melewati sudut, dia berlari maju tapi dia menggunakan terlalu banyak kekuatan dan berlari menembus dinding.

Peningkatan kecepatan reaksinya menyelamatkan dia saat ini. Segala sesuatunya melambat, ia merasa setiap gerakan membutuhkan banyak energi bahkan dengan kebugaran fisiknya. Tubuhnya terasa seolah-olah akan terkoyak. Lantai, udara, bahkan dinding, tampak sebuah kekuatan dari setiap objek menarik tubuhnya untuk mencegah dia bergerak terlalu cepat. Dia tidak pernah mengalami fenomena ini sebelumnya.

Ketika ia sudah sangat dekat dengan dinding, udara terasa begitu kental seperti cairan. Dia bahkan bisa melangkah di udara dan melompat di dinding. Kemudian dia menendang dinding untuk berbelok. Hal pertama yang ia lihat adalah alien menyeret Lan. Alien ini berukuran lebih kecil dari yang sebelumnya tapi masih lebih dari dua meter dan tiga meter panjangnya. Alien ini menyeret Lan lebih dalam ke ujung ruangan. Bahu kiri gadis itu hancur. Tubuhnya penuh dengan darah. Hanya ada rasa putus asa dan sedikit ekspresi kerinduan di matanya.

Zheng tiba-tiba mengerti tatapan itu. Itu adalah harapan untuk hidup dan masa depan. Meskipun ia tidak pernah melihat matanya sendiri, tapi dia tahu ketika berada di situasi tanpa harapan, ia pasti pernah memiliki ekspresi seperti itu di matanya. Dia sangat yakin!

Di mata Zheng, sosok Lan telah berubah menjadi Xiaoyi, akan terkoyak dan menjadi tumpukan daging, atau akan menjadi dirinya sendiri. Ketika ia diseret oleh alien, ia akan memiliki rasa putus asa dan tatapan yang sama, kemudian terkoyak ...Dia tidak ingin itu terjadi! Dia harus menyelamatkan gadis ini tidak peduli apapun!

"Ahh!" Zheng menjerit seperti orang gila. Dia hampir bisa melihat setiap gerakan yang dibuat alien karena semuanya melambat. Loncakan yang ia lakukan dari dinding melontarkan tubuhnya langsung menuju alien tersebut.

Ini semua terjadi dalam sekejap. Dalam perspektif Lan, Zheng mendobrak dinding kemudian menendangnya dengan sudut yang aneh. Tendangan yang membuat suara teredam, dan tertanam dua jejak kaki di dinding baja. Lalu ia menghilang di matanya. Dia tidak bisa mengikuti kecepatan seperti itu.

Zheng telah mencapai alien. Dia bisa melihat air liur menetes dari mulutnya, dan lidah yang panjang. Dia mengayunkan bar bajanya ke arah lidah dengan akurasi tinggi. Dengan suara yang memudar, Lan jatuh di lantai. Alien mulai mengeram seperti orang gila. Penyemprot asam di lidahnya hancur. Lidahnya terpotong setengah.

"Ahhh!" Ini belum berakhir, Zheng berteriak bersama dengan alien. Dia telah kehilangan semua indera. Matanya berdarah merah dan penuh dengan kegilaan. Mungkin darah Lan, atau matanya benar-benar berubah merah.

Sesaat Zheng mendarat di belakang alien, ia mengayunkan bar baja. Dengan suara logam bertabrakan, bar baja tertekuk. Meskipun alien itu juga tidak terlihat baik. Kerangka luar di punggungnya retak dan asam mengalir keluar dari lukanya. Lantai terisi dengan kawah dari asam pada saat ini.

Kecepatan alien juga sama cepatnya. Bahkan ketika Zheng bisa merasakan lingkungan melambat, dia setara dengan kecepatan alien. Ketika alien mengayukan cakarnya, ia hampir tidak bisa mengangkat lengannya untuk menangkis tepat waktu. Dengan suara keras, dampak jatuhnya Zheng ke lantai, dan seluruh lorong bergetar. Darah mengucur dari kepalanya akibat benturan.

Zheng berjuang dengan hidupnya saat ini. Dia tidak memiliki kerangka sekuat exoskeleton alien. Ketika ia menangkis cakaran, itu meninggalkan beberapa lubang di lengannya. Tidak hanya itu, alien ini begitu kuat ketika kepalanya menabrak lantai, ia hampir pingsan. Dia menggigit lidahnya pada saat itu, rasa sakit itu membuatnya terjaga.

Dia bahkan tidak berencana untuk bangun, ia menarik bar baja lainnya dari punggungnya dan mengayunkannya sekuat tenaga ke kaki alien. Kekuatan fisik dan buff dari Qi merobohkan alien ke lantai. Selagi terjatuh, alien tersebut mengangkat ekornya dan menusuk kaki Zheng. Naluri tempur alien ini begitu kuat, alien terus hidup untuk menjadi spesies yang berevolusi untuk membunuh dan bertahan hidup.

Pikiran Zheng menjadi kosong. Dia merasa seolah-olah tubuhnya bergerak sendiri. tak terhitung banyaknya jumlah naluri tempur terlintas di pikirannya. Dia mengelak ke samping kemudian berguling, dan menarik kakinya menjauh dari ekor. Kemudian dia menendang lantai dan melompat ke alien, sambil menusuk mulut alien dengan bar baja.

Dia melepaskan bar di mulut alien dan menarik bar lain dari punggungnya. Dia terus menusuk kepala alien dengan itu tanpa henti bahkan ketika asam dari darah alien ini menyembur dari seluruh tubuhnya. Dia tampak menggila dan ingin merobek alien berkeping-keping. Untungnya Lan bereaksi tepatwaktu. Dia mengabaikan cederanya  dan melompat ke Zheng. Itu menjatuhkan mereka berdua ke lantai beberapa meter jauhnya. Saat itulah Zheng perlahan bangun.

Bagian depan tubuhnya terasa menyakitkan dan sebuah sensasi terbakar. Dengan cepat dia melepaskan semua pakaiannya dan berupaya untuk membersihkan asam di tubuhnya. Asam menyebabkan suara mendesis di lantai dan melelehkan baja seperti es mencair. Namun, kulit Zheng hanya berubah agak gelap, tidak ada tanda-tanda korosi, yang membuat Lan sedikit terkejut.

Selagi Lan menghentikan perdarahan dengan semprotan hemostasis, ia berkata dengan suara lembut. "Lega masih tetap hidup. Terima kasih...Tapi kenapa tidak ada luka di kulitmu? Darah alien ini harusnya sangat asam."

Zheng membersihkan semua asam di tubuhnya. Pikirannya masih kosong. Segala sesuatu yang terjadi terasa seperti mimpi buruk. Dia pada dasarnya bertarung dengan insting, terutama setelah alien menusuk kakinya, ia merasa seperti sebuah rantai dalam tubuhnya telah rusak.

"Mungkin karena aku memiliki statistik yang tinggi dalam vitalitas sel dan kekebalan tubuh. Setidaknya kulitku terbakar gelap oleh asam."

Ketika ia mencoba untuk mengambil semprot hemostasis lain dari cincin, seluruh tubuhnya kejang-kejang. Sebuah sensasi yang menyakitkan dan melumpuhkan dimulai dari organ internalnya, seperti semut yang tak terhitung jumlahnya merangkak pada mereka, lalu rasa sakit ini menyebar ke tulang dan sumsum, lalu bergerak bersama dengan darahnya ke kulit. Secara bertahap semua yang bisa dia lihat adalah putih, ia merasa seolah-olah dia akan mati.

"Coba pikirkan hal ini. Kera mencapai batas ini dan menjadi manusia, maka apa yang akan terjadi pada manusia ketika mencapai batas itu?"

"Kebutuhan zat yang mirip dengan hormon epinephrine yang hanya dapat diproduksi oleh tubuh manusia. Hal pentingnya adalah...itu racun. Kalian mungkin pernah mendengar cerita seperti seorang ibu mengangkat mobil untuk menyelamatkan anaknya. Ini benar-benar terjadi, tetapi wanita ini langsung meninggal sesudahnya. Para ilmuwan menemukan sejumlah mikro zat ini dalam darahnya."

"...Batasan genetik..."

Zheng ingat kata-kata Xuan pada batasan genetik. Dia tidak tahu apakah dia sengaja membuka batasan genetik ini, tapi ia tahu bahwa ia sedang berjuang di ambang kematian. Kejang pada organ internalnya semakin kuat, darah keluar melalui mulut dan hidungnya. Kemudian paru-parunya juga mulai kejang, ia hampir tidak bisa bernapas. Dia membuka mulutnya lebar-lebar berjuang untuk bernapas.

Lan bereaksi langsung. Dia memegang tubuh Zheng dan menempatkan bibirnya pada bibir Zheng, mencoba untuk memberinya udara. Setelah sekitar sepuluh detik, organ Zheng perlahan tenang, maka paru-parunya juga mulai bernapas, rasa sakit di kulitnya memudar. Tapi Lan tidak tahu dan terus memberinya udara. Pada saat yang sama, dia juga menangis dan bergumam. "Jangan mati. Kumohon. Jangan tinggalkan aku sendiri. Kumohon tetap hidup dengan saya..."

Translator / Creator: isshh