October 20, 2016

Terror Infinity – Volume 2 / Chapter 2.1

 

Selain kurangnya senjata api berat, mereka juga tidak memiliki makanan atau air. Tanpa dua hal ini, jika mereka terkunci di mana saja, mereka sangat mungkin untuk meninggal karena kelaparan atau dehidrasi.

"Kita masih pemula. Kita pikir kita adalah veteran hanya karena selamat dari satu film, namun masih ada begitu banyak hal yang kita tidak persiapkan. Lalu kita datang ke sini layaknya sedang perjalanan wisata."

Zheng mendesah. Lan mengangguk, ia sedang mencari sesuatu di dinding.

Zheng bertanya dengan penasaran. "Apa yang sedang kau cari?"

Dia menjawab tanpa menoleh. "Ini adalah pesawat luar angkasa modern, mungkin ada beberapa alat komunikasi berteknologi tinggi. Jika tidak para karakter harus berbicara satu sama lainnya saling bertatap muka sepanjang waktu."

Saat ia berbicara, ia menemukan perangkat dengan tombol yang tergantung di dinding. Ketika dia menekannya, suara datang dari atas, seperti ketika panggilan terhubung tapi tidak ada orang di sisi lain.

Lan menyentuh dahinya. "Ada lebih dari empat puluh tombol, dengan asumsi masing-masing terhubung ke sebuah ruangan, maka kita berada di tengah pesawat, dan kita seharusnya tidak jauh dari ruang kontrol"

Zheng berjalan. Perangkat memiliki 46 tombol. Tombol nomor 21 dalam keadaan nyala pada perangkat, dan tombol 27 bewarna merah.

Dia mencoba untuk mengikuti pikiran Lan. Jika pesawat itu dibagi menjadi 46 daerah, 1 dan 46 berada di ujung pesawat. Mereka berada di ruang 21, dekat dengan pusat, maka tombol khusus bewarna merah 27 adalah ruang kontrol.

Zheng ngotot. "Bagaimana jika nomor tidak ada hubungannya dengan posisi kamar? Seperti kamar yang diberi nomor secara acak. Dan jika nomor 27 itu bukan ruang kontrol, tetapi sebaliknya itu ruang keamanan atau sesuatu yang lain? Terlalu naif hanya berasumsi posisi kita seperti ini."

"Huh, naif, namun masih lebih baik daripada menunggu di sini sampai alien menemukan kita. Atau apakah kau ingin mengalami hal yang sama seperti saat hunter dari Resident Evil mendobrak pintu? Hanya diam pasrah saat pintu dihancurkan dan kita tidak bisa melakukan apa-apa? Bahkan jika kamar 27 adalah ruang keamanan, mungkin punya beberapa senjata."

Zheng merasa sakit kepala, sangat tidak bijaksana berdebat dengan wanita. Mereka akan memulai ceramah ketika mereka merasa keberatan. Dia segera mengangguk. "Iya. Baik. Tidak masalah. Aku juga berpikir kita harus pergi keluar untuk mencari. Apa pun lebih baik daripada tetap di sini. Aku setuju dengan keputusanmu."

Lan mulai tersenyum. "Ya, aku tahu kau adalah pria yang baik. Kau dapat menerima pendapat seorang wanita. Hehe. Lalu aku akan mengandalkan kau, mohon lindungi aku."

Zheng membawa tiga batang bar baja di punggungnya, kemudian memegang yang paling tebal dan terpanjang. Dia tidak mengatakan apa-apa dan memperhatikan saat Lan mengubah lampu pintu dari merah ke hijau. Dia mengambil napas dalam-dalam dan berlari keluar.

"Iya. Kesimpulanku benar. Setiap kamar penting memiliki perangkat komunikasi dan nomor. Kita baru saja melewati kamar 25. Dengan kata lain, ruang kontrol sudah dekat."

Xuan berjalan keluar dari sebuah ruangan dan berkata kepada empat orang lainnya. Empat lainnya melihat sekeliling dengan gugup. Jie tiba-tiba bertanya. "Apa yang bisa kita lakukan jika kita menemukan ruang kontrol? Aku kira kita harus pergi mencari Zheng dan Lan, dia yang terkuat di antara kita."

Xuan berkata tanpa emosi. "Terlepas apakah mereka hidup atau mati, untuk menemukan mereka kita harus terlebih dahulu ke ruang kontrol. Kita tidak tahu denah pesawat ini, kita bahkan tidak tahu di mana alien, di mana senjata, di mana makanan dan air, dan...kalian tahu di mana toilet? Jadi kita harus menemukan ruang kontrol dan mempelajari peta dan lokasi dari pesawat ini, maka kita akan memiliki kemampuan untuk melawan."

Jie hendak mengatakan sesuatu, tapi akhirnya dia tetap diam. Zero berkata dingin. "Lebih cepat. Aku terus merasa ada sesuatu yang mengikuti di belakang kita. Meskipun masih jauh, tapi perasaan bahaya ini sangat jelas."

Kampa juga mengangguk dan mengatakan dalam bahasa China. "Iya. Sangat berbahaya. Saya yakin itu adalah alien."

Xuan mengerutkan kening. "Ok, kita akan memilih untuk pergi melalui lorong kiri. Semua orang mulai berjalan, kita harus menemukan ruang kontrol tidak peduli apapun. Jika kesimpulan saya benar...menemukan ruang kontrol akan meningkatkan kesempatan kita untuk bertahan hidup."

Pada saat yang sama, Zheng berada di tempat yang tidak jauh dari Xuan. Keduanya berhati-hati maju ke arah ruang 27. Setelah beberapa saat, Lan berteriak. "Berhenti. Aku akan memeriksa ruangan itu, jika terjadi sesuatu...nilai sendiri situasinya." Lalu dia pergi ke ruangan itu sendiri.

Zheng bergumam dengan senyum pahit. "Bicara lebih mudah daripada melakukan, menilai situasi sendiri. Tidak peduli bagaimana aku menilai, itu tetap saja kematian..."

Meskipun ia mengeluh, ia berkonsentrasi memperhatikan sekelilingnya. Semua ototnya menegang, tangannya memegang bar baja. Walau tanpa alasan apapun, dia merasa sangat tidak nyaman, seolah-olah sesuatu yang berbahaya mendekati dia. Hal ini membuatnya lebih gugup.

Sekitar satu menit kemudian, Lan keluar dengan gembira. Dia tersenyum. "Bagus, kesimpulanku benar. Ini adalah ruang 23, ruang 22 pasti salah satu ruang yang telah kita lewati. Jika kita terus mengikuti jalan ini, maka kita akan sampai ke ruang kontrol. Hmm? Wajahmu tampak pucat, kau terlalu takut?"

Zheng memaksa tersenyum. "Aku tidak tahu mengapa. Aku merasa sedikit khawatir. Mungkin kita harus mencari tempat bersembunyi untuk sementara waktu."

Lan menggeleng, dan berkata dengan nada serius. "Tidak bisa. Ini sudah berbahaya terpisah dari kelompok, apalagi kita sudah begitu dekat dengan ruang kontrol. Kita harus ke sana dulu...Aku tahu mungkin kau merasa tidak enak badan? Tapi bisakah kau bertahan sebentar lagi?"

Zheng tersenyum pahit. "Kalau begitu mari kita pergi. Tubuhku dalam kondisi baik. Hanya merasa sedikit khawatir... Ayyy. Aku belum pernah melihat seorang wanita seperti kamu, begitu tangguh. Wanita normal pasti akan terlalu takut untuk bergerak dalam situasi ini."

Lan tertawa. "Hehe. Aku sudah tangguh sejak kecil. Orang tuaku meninggal pada ulang tahunku yang kedua belas. Mereka mengalami kecelakaan mobil ketika mereka pergi keluar untuk membeli kue ulang tahun. Jika aku tidak cukup kuat, aku tidak akan hidup sampai sekarang. Jadi, untuk seorang gadis sebaik aku, kau harus melakukan yang terbaik untuk melindungiku..."

Pah!

Saat Lan berbelok di sudut, ia masih berbicara dengan Zheng dengan tawanya. Tiba-tiba sebuah lidah penuh gigi menembak keluar dari samping dan menembus bahunya. Darah berceceran dan terciprat ke wajah Zheng. Dia merasa seolah-olah masih mendengar tawanya dengan telinganya, dan kata-kata itu. "Kau harus melakukan yang terbaik untuk melindungiku..."

"TIDAK!"

Translator / Creator: isshh