October 18, 2016

Terror Infinity – Volume 2 / Chapter 1.2

 

Kata-kata Xuan mengejutkan yang lainnya. Manusia yang dapat mengubah spesialisasi sesuka mereka dan mampu bertahan melalui situasi yang mendorong batas potensi spesies kita.

"Coba pikirkan itu. Kera mencapai batas ini dan menjadi manusia, maka apa yang akan terjadi pada manusia ketika mencapai itu?"

Zheng merasakan sebuah ide, tapi ketika dia tenang untuk berpikir tentang hal itu, ide tersebut menghilang.

Zero, yang tenang sepanjang waktu ini, bertanya. "Bagaimana cara anda membuka batasan genetik? Dengan obat-obatan atau sesuatu yang lain?"

Xuan melambaikan tangannya. "Kebutuhan zat yang mirip dengan hormon epinephrine yang hanya dapat diproduksi oleh tubuh manusia. Masalah pentingnya adalah...itu racun. Kalian mungkin pernah mendengar cerita tentang seorang ibu mengangkat mobil untuk menyelamatkan anaknya. Itu benar-benar terjadi, tetapi wanita itu langsung meninggal sesudahnya. Para ilmuwan menemukan sejumlah mikro zat ini dalam darahnya."

"Oleh karena itu tidak mungkin untuk membuka batasan genetik dengan bantuan luar, setidaknya kita tidak bisa melakukannya dengan teknologi kita saat ini. Kalian hanya dapat mengarah ke sana dengan sendirinya. Tentu saja kita bahkan belum memulainya sekarang. Lagi pula, saya menduga bahwa dimensi ini terkait dengan batasan genetik. Bahkan mungkin ini diciptakan oleh kelompok pertama manusia yang membuka batasan genetik mereka. "

Jie tertawa. "Kau pikir kera kuno meramalkan film horor yang akan kita tonton? Dan semua senjata sci fi yang dapat diukar, anda berpikir mereka dapat memprediksi semuanya?"

Xuan tersenyum acuh tak acuh. "Kera-kera itu mungkin tidak bisa, tapi bagaimana jika sesuatu yang mereka ciptakan telah menciptakan kecerdasan buatan? Komputer tidak akan mati, mereka dapat merekam film horor kita kemudian membuat kita mengalaminya, sampai kita mati atau menghancurkan batas untuk membuka batasan genetik. Kemudian kita akan mendapatkan cukup poin untuk meninggalkan tempat ini. Apa pendapat kalian tentang hipotesis ini? "

Zero tiba-tiba berkata dengan suara rendah. "Mungkin kau benar tapi mohon perhatikan situasi kita. Ada aroma darah dari arah belokan kiri, sekitar tiga puluh meter di depan kita. Siapa yang akan pergi memeriksanya?"

Zheng mengertakkan gigi. "Statistik saya adalah yang tertinggi, jadi saya akan pergi."

Yang lainnya mengosongkan jalan tanpa kata. Jie mengeluarkan pistolnya kemudian memberi setiap orang granat.

Zheng mengambil napas dalam-dalam, menekan perasaan takut. Dia berjalan ringan menuju belokan. Karena cemas, untuk sementara ia bisa mendengar detak jantungnya, kemudian secara bertahap, sepertinya dia bisa merasakan gerakan kecil di pembuluh darahnya. Ini adalah perasaan yang luar biasa, tidak bisa dijelaskan tetapi Zheng tercerahkan sedikit, seolah-olah dia satu langkah lagi untuk membuka batasan genetik.

Sayangnya kondisi ini tidak berlangsung lama. Ketika ia melihat ke kiri dengan hati-hati, ia terkejut dan kondisi tersebut menghilang. Semua yang tersisa dalam benaknya adalah teror.

Di sebelah kiri lorong dipenuhi dengan potongan-potongan daging. Tulang, organ, daging yang menumpuk, ia bahkan tidak bisa melihat bentuk manusia. Selain dari pakaian robek di lantai, tidak ada yang akan pernah percaya.

Zheng memegang dinding dan mulai muntah. Yang lain melihat bahwa tidak ada bahaya dan berlari ke arahnya. Lan, Xiaoyi, dan Shuai mulai muntah bersama. Bahkan bibir Jie bergerak-gerak saat ia melihatnya. Zero, Kampa dan Xuan berjongkok di samping daging dan mempelajari mereka diam-diam.

Kampa mengambil beberapa potong pakaian, menatap Zero dan berkata. "Ini tiga hooligan. Daging dari dua badan hilang."

Zheng barusan berhenti muntah tetapi ketika ia mendengar ini, dia mulai muntah lagi.

"Tidak, saya kira bukan begitu." Xuan melihat daging dengan hati-hati. "Saya telah melakukan beberapa eksperimen pembedahan, sebagian besar daging ini bercampur tulang yang hancur, dan bagian-bagian yang kotor dari organ. Lihat ini, sebuah serpihan dari tulang belikat, saya sudah menemukan tiga yang berbeda. Jadi saya pikir alien mengambil semua daging yang layak."

Tidak ada yang tersisa untuk dimuntahkan Zheng dan yang lainnya lagi. Mereka hanya bisa merasakan perut mereka berkedut non stop. Setidaknya, Zheng memiliki fisik yang lebih baik, ia masih bisa bergerak setelah itu, tetapi empat lainnya nyaris tidak bisa berdiri sambil memegang ke dinding.

Xuan, Kampa, dan Zero selesai berdiskusi dan berjalan kembali ke yang lainnya. Dia mengerutkan kening sambil memandang mereka. "Kita akan meninggalkan tempat ini terlebih dulu, situasi lebih buruk dari yang kami harapkan. Sudah ada alien tahap ketiga, dan...mungkin ada di dekat sini."

Saat ia selesai berbicara, Zero dan Kampa tiba-tiba tiarap di lantai. Ada sedikit ketakutan di mata mereka, terutama Zero. Dia berkata dengan suara cepat dan rendah. "Ada yang tidak beres, ada bahaya."

Orang yang hidup di ujung kematian cenderung memiliki indra keenam untuk merasakan bahaya. Ketika Zero dan Kampa tiarap di lantai, Zheng merasa perasaan sesak. Dia tidak bisa menjelaskan perasaan ini. Dia melihat ke belakang secara naluriah dan ada bayangan besar.

Xiaoyi berdiri di paling luar di antara yang lainnya, ia nyaris tidak bisa berdiri setelah muntah. Ketika Zheng menatap ke belakangnya dengan ekspresi ketakutan, ia memaksa dirinya untuk menoleh ke belakang, maka ia membeku.

Ini sebuah alien dewasa, hampir tiga meter, dan lebih dari tiga meter panjangnya dengan ekor itu. Itu ditutupi exoskeleton hitam mengkilap, kepala besar dan panjang yang samapi ke punggungnya, mulut penuh gigi tajam, bahkan lidah penuh dengan gigi kecil.

Xiaoyi memandang mulutnya, air liur alien menetes, sebelum ia bisa melakukan apapun, lidah besar alien ini menembus bahunya. Lidah itu bergerak begitu cepat sehingga bahkan Zheng hanya bisa melihat bayangannya. Kemudian alien itu menyeret Xiaoyi ke sudut ruangan.

"Ah! Tidak! Jie, Zheng, tolong aku! Aku tidak ingin mati!"

Xiaoyi berteriak seperti orang gila, tapi kekuatannya sangat berbeda jauh dibandingkan dengan Alien. Dia memberontak seperti bayi. Tangannya mencengkeram sudut dinding saat alien menyeretnya. Dia tidak melonggarkan cengkeramannya bahkan kukunya terlepas. Akhirnya alien mendapatkannya dan meninggalkan lima jejak darah di dinding. Kemudian lorong dipenuhi dengan jeritan menyakitkan dan menyedihkan, bersama dengan suara hancurnya tulang dan robeknya daging.

Translator / Creator: isshh