October 15, 2016

Terror Infinity – Volume 1 / Chapter 8.3

 

Zheng mengangguk dan sebelum ia bisa berbicara, Jie tertawa keras. "Baik, kemampuanmu bisa diandalkan. Kami berempat selamat dari film terakhir. Aku selamat melewati empat film dan mereka satu film. Meskipun sepertinya kami salah perhitungan. Kami telah mertukar beberapa senjata dengan amunisi tak terbatas, karena mereka agak murah."

Kemudian Lan menjelaskan bagaimana mereka akan kembali ke dimensi Dewa setelah misi selesai dan kategori item. Dia tersenyum setelah mengatakan semuanya. Sepertinya dia mendapatkan 100 poin.

Xuan membenarkan kacamatanya dan bertanya dengan kebingungan. "Tapi kenapa dia yang terkuat?" Dia menunjuk Zheng. Bahkan Zero dan Kampa juga selalu mengawasi Zheng dengan seksama, meskipun mereka diam selama ini.

Zheng tertawa. "Kalian mendapatkan 1000 poin setiap kali menyelesaikan film dan nilainya selalu tetap. Selain itu, Dewa akan memberikan kalian misi. Menyelesaikan misi ini akan memberi kalian poin ekstra. Lihatlah jam tangan, itu akan menampilkan misi untuk film ini dan hadiahnya."

"Aku menyelesaikan misi di film terakhir dan mendapatkan poin tambahan. Jadi aku sedikit lebih kuat dari mereka setelah menghabiskan poin pada beberapa enhancement."

Xuan bersiap mengajukan pertanyaan lagi tetapi satu-satunya pintu di ruangan ini terbuka. Semua orang melihat ke arah itu, namun tidak ada apa-apa di luar.

"Film sudah mulai!" Jie segera mengambil desert eaglenya dan mengarahkannya ke pintu. Beberapa menit berlalu dan tidak terjadi apa-apa.

Zheng dan yang lainnya menghela napas lega. Lalu mereka melihat dua pria paruh baya berjalan ke luar. Dia terkejut dan segera berteriak. "Jangan pergi keluar sembarangan, ini baru film pertama kalian. Kalian jauh lebih lemah dan lebih rentan bahaya daripada kami. Bahkan jika kalian ingin mengumpulkan informasi sekitar, biarkan kami yang melakukannya."

Zero mencibir. "Anda pikir mereka akan mengumpulkan informasi?"

Saat ia berbicara, sepasang pemuda dan wanita ikut keluar, lalu ketiga hooligan juga berlari menuju pintu. Zheng bisa mendengar pria paruh baya mengatakan. "Heh. Dia pikir kita tidak tahu. Mencoba menipu kita dengan beberapa dekorasi dan aktor. Setidaknya keluarkan lebih banyak uang pada set up, lihat sampah itu, jika dia seorang pembunuh lalu aku apa?"

Pemuda dan wanita setuju dengan suara rendah. Ketiga hooligan tersebut hanya berlari pergi tanpa berkata apa-apa. Pada akhirnya, hanya empat pemula yang tinggal. Xuan, Kampa, Zero, dan pemuda cerdas.

Pemuda itu berjalan ke mereka dengan waspada. "Bisakah saya bergabung dengan grup kalian? Walaupun semuanya tidak mnasuk akal, tapi saya berharap bisa tinggal bersama kalian. Oh ya, nama saya Li Shuaixi (Shuai). Pekerjaan...baru saja lulus dari perguruan tinggi, tidak memiliki pekerjaan apa pun. Tapi saya sering menonton banyak film horor dan cerita di rumah. Oh, dan saya akrab dengan novel fantasi dan berbagai mitologi."

Zheng dan Jie saling memandang, kemudian dia mengulurkan tangannya. "Selamat datang di grup ini. Meskipun tidak ada jaminan tetap hidup, kami tidak akan menyerah pada rekan kami."

Jie menempatkan senjatanya kembali sakunya, lalu bertanya. "Apa yang harus kita lakukan selanjutnya? Kita tidak bisa hanya tinggal di sini."

"Informasi." Lan dan Xuan mengatakan secara bersamaan, maka mereka saling tersenyum. Xuan melambaikan tangannya. "Bagus anda mengatakannya. Saya ahli dalam analisis. Tapi tidak terlalu baik dalam membuat rencana."

Lan menyentuh dahinya. "Hehe. Saya adalah seorang penulis. Jadi saya cukup percaya diri dalam menyusun rencana. Jika saya berbuat sesuatu yang salah, tolong ingatkan saya."

"Kami berempat melakukan analisis singkat sebelum kalian bangun. Jujur, Alien bukanlah film yang sulit. Karena hanya ada satu alien di keseluruhan film. Sebagai perbandingan, ini memiliki kesulitan lebih rendah dari Resident Evil. Kedua film dapat dijelaskan dengan ilmu pengetahuan. Namun mengapa Resident Evil hanya berisi tujuh orang sedangkan ini lima belas? Kami percaya bahwa plot telah berubah sehingga kesulitannya ditingkatkan."

Xuan mengangguk. "Resident Evil 1? Jika itu perbandingannya maka para hunter di Resident Evil 1 setara dengan alien, lagipula jumlah mereka lebih banyak. Kesimpulan anda benar, kesulitan Alien seharusnya tidak lebih tinggi dari Resident Evil. Jika plot berubah, apa saran anda?"

"Informasi!" Kata Lan dengan pasti. "Kita perlu tahu berapa banyak plot berubah, mengapa kesulitan begitu tinggi? Juga kita tidak tahu kekuatan sebenarnya alien hanya dari film. Kita harus menghadapinya untuk mempelajari kecepatan, kekuatan, dan variabel lainnya. Lalu kita bisa merancang metode untuk membunuh mereka."

Melihat Xuan mengangguk, Zero dan Kampa tidak keberatan, Zheng juga mengangguk dan berkata. "Lalu kita akan pergi menyelidiki pesawat luar angkasa ini. Akan lebih baik jika kita bisa menemui para pemeran, dan jika kita bertemu alien, aku yang akan melawannya. Desert eagle Jie memiliki amunisi tak terbatas, jika kau bisa, biarkan Zero membantuku. Kupikir seharunya aku bisa melarikan diri dengan Qi jika terjadi kesalahan."

Pada saat yang sama, mereka mendengar jeritan dari sisi lain ruangan. Suara itu berasal dari dua pria paruh baya, pemuda dan wanita. Mereka berdelapan berlari ke arah sumber suara. Kekuatan fisik Xuan, Zero dan Kampa samgat menakjubkan. Mereka dapat terus berlari bersama grup Zheng yang telah meningkatkan tubuh. Hanya pemuda cerdas itu saja yang mulai terengah-engah saat berlari.

Zheng berbalik untuk melihat, lalu menghela napas dan berlari memegang tangannya. Meskipun begitu ia masih tetap kelelahan.

Teriakan itu datang dari lobi. Para pria paruh baya dan dua lainnya melihat ke lantai sambil menjerit ketakutan. Di mana jari-jari mereka menunjuk, tiga mayat yang terbaring di lantai. Mayat milik seorang wanita berambut pirang, seorang pria kulit hitam, dan seorang kaukasia. Wajah mereka terpelintir seolah-olah mereka mengalami kesakitan luar biasa sebelum meninggal.

Saat grup Zheng memasuki lobi, keempatnya berlari ke ruangan di sisi lain. Zheng mendesah dan tidak mengejar mereka. Ia berlutut di samping mayat-mayat tersebut. Setelah beberapa kali mengamati, wajahnya berubah pucat. "Berapa banyak alien...yang ada di film?"

Xuan mengatakan dengan pasti. "Satu. ingatan saya tidak mungkin salah dengan detail seperti itu."

Zheng berdiri dengan wajah pucat. Tiga mayat di bawahnya, semuanya memiliki lubang di dada mereka. Ini berarti adalah tahap dua alien keluar melalui dada mereka. Lebih lanjut, salah satu dari tubuh  tersebut memiliki lubang di dada dan perut, sepertinya keluar seekor alien berukuran  beberapa kali lebih besar dari rata-rata. Alien dengan ukuran itu sangat menakutkan hanya dengan membayangkannya.

"Kita akan segera menghadapi tiga...mungkin lebih dan dengan ukuran yang lebih besar."

Translator / Creator: isshh