October 14, 2016

Terror Infinity – Volume 1 / Chapter 8.2

 

Ketika ia melihat tatapan keheranan dari semua orang dalam kelompok Zheng, ia tersenyum. "Saya hanya menguji, tapi sekarang saya yakin. Anda dapat menjelaskan situasinya? Saya tidak bisa membayangkan bagaimana aku bisa sampai di sini."

Jie dan Lan hendak mengatakan sesuatu, tapi Zheng melambaikan tangannya dan menyela mereka. "Kapan terakhir kali anda melihat film ini?"

Xuan membenarkan kacamatanya. "Sekitar tujuh tahun yang lalu. Saya masih bisa mengingatnya dengan cukup jelas."

Semua orang terkejut, mengingat sesuatu dari tujuh tahun seperti ini. Orang seperti apa itu? Orang tanpa kenangan?

Xuan beralih ke pemula lainnya. "Setiap orang mungkin melihat pesan 'Ingin tahu arti hidup? Ingin hidup...kehidupan nyata?' Dari internet, kan?"

Orang-orang mulai menjawab dan jawaban sesuai dengan itu. Selanjutnya, semua orang memilih YES.

"Pesan ini muncul ketika saya sedang coding. Bagian pentingnya adalah komputer saya tidak terhubung ke internet pada saat itu. Saya tidak mengetahui adanya virus yang bisa menembus kode firewall saya. Jadi saya segera melacak asal dan kode dari pesan ini. Dan tebak apa yang saya temukan?"

Xuan membenarkan kacamatanya dan melanjutkan dengan tenang. "Pesan ini tidak dikodekan menggunakan 0 atau 1. Kode itu bukan program komputer. Itu dibuat dengan karakter dan simbol. Jika saya tidak salah ingat, karakter tersebut adalah kombinasi dari oracle bone script(karakter China kuno), cuneiform script(karakter Mesopotamia), dan hieroglyphs(karakter Mesir). Tiga dari bentuk penulisan tertua di dunia. Ada juga banyak simbol lainnya yang tidak diketahui."

"Saya penasaran, anda harus tahu bahwa ketika komputer menerobos batas 0s dan 1s, kecerdasan buatan akan berkembang. Terutama ketika pesan ini diberi kode dengan begitu banyak karakter. Jadi saya memilih opsi yang memiliki paling banyak karakter dan simbol, yang kebetulan YES. Hasilnya ajaib. Saya berakhir di sini. Meskipun saya tidak tahu tempat apa ini, ini pasti jauh dari Beijing."

Zheng melihat sekeliling pada orang-orang tertegun, jujur, ia terkejut juga. Sepertinya para pemula terkesan saat ini. Dan siapa sebenarnya orang ini?

Zheng ragu-ragu lalu bertanya. "Kamu siapa? Mengapa anda berpikir tempat ini jauh dari Beijing?"

"Jika saya tidak bisa menyimpulkan ini dengan IQ 220 ini maka saya menyia-nyiakan hidup saya. Mari saya perkenalkan diri lagi. Chu Xuan, Kolonel. Saya bertugas di sebuah pangkalan militer rahasia di Beijing, pangkalan rahasia tertinggi kedua China. Saya tidak percaya ada yang bisa menculik saya dari sana. Selain itu, perangkat detektor saya menunjukkan bahwa saya tidak meninggalkan pangkalan, namun saya jelas ada di tempat lain."

Xuan menunjukkan mereka arlojinya. Menurut dia, jam tangan ini secara khusus dirancang untuk para peneliti kelas atas untuk mencegah mereka dari penculikan. Ini terus terhubung dengan komputer di pangkalan militer dan mengirimkan sinyal dari lokasi itu dan seberapa jauh itu dari pangkalan.

"Satu-satunya penjelasan yang mungkin adalah saya meninggalkan dimensi dengan sekejap. Karena saya dalam dimensi yang berbeda, jam tidak dapat terhubung ke komputer dan berpikir saya masih ada di sana. Jadi sepertinya penjelasan yang tidak masuk akal ini benar."

Zheng menatap Jie. "Lan menjelaskan kepada mereka tentang tempat ini, dan mengapa kita ada di sini."

Mata Lan berbinar lalu tersenyum. "Terima kasih kawan. Hehe. Aku akan membuatkan kalian makanan saat kita kembali. Fisik wanita secara alami lebih lemah daripada pria jadi 100 poin untuk menaikan kekuatan sel dan kepadatan otot."

Kemudian Lan menjelaskan dunia ini ke para pemula, dan bahwa mereka berada di film Alien sekarang. Jam di tangan mereka menunjukkan misi mereka, membunuh alien. Tentu saja dia merahasiakan informasi tentang side quest dari mereka. Itu sangat berharga yang hanya milik mereka berempat.

Kebanyakan orang baik tidak percaya atau panik. Selain Xuan yang memperhatikan sekeliling tenang, ada dua orang yang memerhatikan grup Zheng. Ini adalah ketika Zheng melihat seorang kaukasia dengan tubuh besar.

Dia berjalan ke arah dua orang tersebut. "Siapa nama kalian? Dapatkah kalian memahami bahasa China?"

Salah satunya bertubuh ramping namun memiliki otot yang padat. Dia tidak menjabat tangan Zheng dan mengambil langkah mundur. "Anda bisa memanggil saya Zero. Saya tidak ingin menjawab pertanyaan lain."

Orang kaukasia berjabat tangan dengan Zheng dengan santai. "Kampa Lovski. Tentu saja saya bisa mengerti Mandarin. Hanya saja saya tidak terbiasa. Tangan anda...kuat."

Zheng kemudian berbalik untuk melihat yang lain. Selain dari tiga hooligan di lantai, ada dua pria gemuk paruh baya, mereka berdiri bersama-sama dengan hati-hati dan memegang koper. Keduanya mungkin pengusaha yang kenal satu sama lain di dunia nyata. Dua pemuda berusia sekitar dua puluhan. Salah satunya cukup cerdas untuk memeriksa lingkungan sekitar, yang satunya sedang bercumbu dengan wanita. Berdasarkan pakaian mereka, mereka mungkin pekerja kantoran. Mereka tampaknya sudah tenang.

Zheng menggeleng kemudian berteriak. "Semuanya silahkan memperkenalkan pekerjaan anda, usia, dan apa yang anda kuasai, sehingga kami dapat menentukan tugas anda dengan tepat."

Orang-orang ini ragu-ragu, lalu Xuan berkata. "Meskipun anda berkata begitu, tetapi kami tidak dapat memastikan kebenarannya. Apakah anda memiliki sesuatu untuk membuktikan bahwa anda tidak berbohong? Seperti benda yang telah anda tukarkan atau kemampuan fisik Anda?"

Jie mendengus. "Anda pikir mudah untuk bertahan di film horor? Mungkin orang yang hidup melewati dua puluh film bisa memenuhi permintaan anda. Mereka pasti bisa menembus baja dengan pukulan."

Xuan menggeleng. "Tidak, anda keliru. Saya tidak sedang menyindir. Tapi untuk kelancaran kerjasama kita lebih baik untuk menghilangkan kecurigaan kami. "Lalu ia menatap Zero dan Kampa.

Dia menambahkan. "Lalu biarkan kami melihat semprotan hemostatik dan perban."

Jie berpaling ke Xiaoyi dan mengangguk. Xiaoyi melemparkan semprotan dan perban ke Xuan. Xuan bertanya lagi. "Ada yang punya pisau? Lebih tajam lebih baik."

Zheng dan kelompoknya saling memandang. Mereka benar-benar tidak memiliki senjata pertempuran jarak dekat. Pada saat itu Kampa mengeluarkan pisau dari sakunya dan melemparkannya ke Xuan. Zheng baru menyadari ini orang kaukasia itu dan Zero berfokus pada Xuan.

Xuan mengiris pergelangan tangannya dengan tegas, seakan tangan itu bukan milik dia. Darah mulai mengalir keluar seperti air. Lan dan wanita lainnya mulai berteriak saat mereka melihatnya. Pemula lainnya terkejut juga. Kemudian Xuan menyemprot pergelangan tangannya dengan semprotan hemostatik. Ajaibnya luka mulai menggumpal dan pendarahan berhenti setelah beberapa detik. Lalu ia membalut luka dan menyerahkan pisau, semprotan dan perban kepada Kampa.

Selagi grup Zheng memperhatikannya, mereka menyadari Kampa dan Zero melakukan hal yang sama. Setelah mereka selesai, kata Kampa. "Saya anggota dari sebuah kelompok tentara bayaran internasional. Penembak peringkat atas. Julukan saya adalah Overlord. Sejujurnya, saya lebih suka jika anda berbohong. Ini adalah tempat yang mengerikan."

Zero mengembalikan semprotan dan perban ke Xiaoyi, kemudian dia berkata dengan dingin. "Saya tidak memiliki nama, panggil saja Zero. Saya seorang pembunuh bayaran spesialis jarak jauh. Sayangnya film ini tidak memerlukan keterampilan saya. Dan tidak ada senapan sniper di sini."

Translator / Creator: isshh