October 13, 2016

Terror Infinity – Volume 1 / Chapter 8.1

 

Zheng tahu tempat ini membawa semua jenis orang. Selama kau memilih YES, kau akan ditransfer ke sini. Siapapun tidak terkecuali, ia tidak akan terkejut bahkan jika seorang presiden muncul di depannya.

Zheng mengabaikan tiga remaja ini dan berteriak. "Semua tenang. Kami akan menjelaskan secara spesifik nanti. Untuk sekarang biarkan Xuan memberitahu kami rincian film Alien."

Xuan memeriksa grup Zheng. Lalu ia melihat orang-orang di lantai dan keadaan sekitar. Dia mengangguk dengan tenang. "Kemudian para staf secara alami ingin membunuh alien. Mereka tidak memiliki banyak senjata, yang paling terkenal adalah penyembur api. Tentu saja, menurut perhitungan saya, senjata jarak dekat bersuhu tinggi ini kurang berguna melawan kecepatan dan pertahanan alien. Mereka dapat membunuh kalian seketika saat mereka di dekat kalian."

Para remaja dikejutkan oleh nada Zheng. Tapi kemudian mereka melihat Xuan melanjutkan percakapan mengabaikan mereka dan kemudian ketiga pemula itu mulai berteriak. "F*ck. Kau pikir kamu siapa? Beraninya kau memberi kami perintah? Aku mengenali kau, aku tahu di mana kau tinggal. Aku bisa membawa orang-orang untuk membunuh seluruh keluargamu."

Khas hooligan, selalu berbicara tentang membunuh keluargamu dan bertindak seperti mereka tahu semua orang dan alamat mereka. Sebelum Zheng bisa berbicara, Jie mengeluarkan desert eaglenya dan mengarahkannya pada mereka. "Diam. Ini adalah waktu yang penting untuk mengumpulkan informasi, jangan membuat saya marah."

Para remaja itu panik setelah melihat pistol. Pemula lainnya segera menjauh dari mereka. Kemudian mereka mulai tertawa. Salah satu dari mereka yang penuh tindikan mengeluarkan pistol dari jaketnya. "Kau tinggal di mana? Shit, setidaknya beli pistol Model 54 ini jika kau ingin membeli barang tiruan. Desert Eagle? Kau pikir semua orang dapat membelinya dengan mudah? Itu sangat jelas barang palsu."

Ketika remaja itu mengambil pistol, Jie menarik pelatuk tanpa ragu-ragu. Sebuah ledakan keras dan dia menembak tangan yang sedang memegang pistol. Kekuatan desert eagle dengan mudah mengoyak lengannya menjadi dua.

Remaja itu terkejut, dia melambaikan tangannya tak percaya tapi ketika rasa sakit itu terasa, ia mulai berteriak. Dua lainnya terduduk lemas di lantai. Sadar akan keaslian pistol itu membuat mereka takut.

Kemudian pemula lainnya mulai berteriak. Tapi Zheng melihat beberapa orang tetap tenang. Orang-orang ini memandang grup Zheng secara diam-diam. Dia mengangguk, pemula-pemula itu tidak terlalu buruk, setidaknya ada beberapa yang cukup tenang.

Xiaoyi pergi mengambil pistol itu. "Jie, ini palsu, bukan pistol sungguhan."

Jie mengangguk dan meletakkan senjatanya kembali. "Hentikan perdarahannya dengan semprotan hemostatik, kemudian balut dia. Oh, dan kalian pemula dengarkan. Jangan mengarahkan pistol padaku, aku akan merasa tertekan dan melakukan sesuatu dengan panik."

Zheng berbalik, ia mengeluarkan sebungkus rokok dan menyerahkan satu untuk Xuan. "Apakah kau tidak takut? Itu pistol asli."

Xuan menolak rokok. "Saya tidak merokok, itu akan membunuh sel-sel otak saya. Anda masih ingin saya melanjutkan rincian plot?"

Zheng tersenyum, dan menyalakan rokoknya. "Ya silahkan."

"Alien itu di luar imajinasi mereka, orang yang bertahan hidup semakin sedikit. Tapi ada sebuah bug dalam film dan bertentangan dengan plot. Plot film itu adalah di mana karakter utama menemukan salah satu dari mereka adalah robot yang dikirim untuk memantau mereka oleh pemerintah. Misi robot itu adalah untuk membawa kembali alien ke bumi, bahkan jika itu mengorbankan nyawa semua orang di pesawat tersebut."

"Jadi menurut robot, pemerintah sudah mengetahui tentang keberadaan alien dalam reruntuhan itu. Rencana mereka adalah untuk mengorbankan orang-orang di pesawat untuk membuat alien berevolusi, tapi apakah ini mungkin? Bahwa pemerintah mengirim sebuah robot bukan ilmuwan atau tentara. Lebih lanjut, robot ini bukan pemimpin pesawat tersebut. Jadi ada peluang gagal yang sangat tinggi untuk membawa alien kembali. Bagaimana jika para staf hanya melihat reruntuhan sekilas kemudian meninggalkannya? Pemerintah tidak sebodoh itu dan memilih sebuah pesawat komersial bukannya tentara."

Xuan membenarkan kacamatanya dan melanjutkan. "Saya akan menggunakan sebuah anologi. Sebuah negara mengetahui lokasi sebuah bom hidrogen yang terkubur di gurun. Maka akankah negara ini mengirim pasukan untuk membawa kembali bom atau menempatkan tentara dalam sekelompok pedagang yang sedang bepergian dan mengetahui bom secara kebetulan saat mereka melakukan perjalanan melewati gurun? "

Zheng dan Jie saling memandang. Mereka akhirnya menyadari mengapa Dewa membawa begitu banyak orang. Karena bug di film ini, Dewa mungkin mengubah plot dan sehingga tingkat kesulitan meningkat. Mereka telah kehilangan pertahanan terbesar mereka dalam film dan tidak akan dapat memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya.

Xuan melanjutkan sambil melihat ekspresi mereka. "Para staf yang tersisa merencanakan untuk menghancurkan pesawat dan melarikan diri melalui kapsul penyelamat. Kemudian bertambah dua orang lagi yang meninggal sebelum mencapai kapsul. Hanya karakter utama yang berhasil masuk, tetapi alien yang mengikutinya masuk. Lalu ia membuka pintu kapsul dan alien tersebut tersedot ke luar angkasa. Dia satu-satunya yang selamat."

"Sekarang aku sudah selesai, bisa anda ceritakan beberapa hal? Seperti tempat apa ini? Jika saya tidak salah, ini adalah pesawat luar angkasa di film Alien, kan?"

Translator / Creator: isshh