October 11, 2016

Terror Infinity – Volume 1 / Chapter 7.3

 

Dunia memudar dan bertambah gelap. Zheng memasuki keadaan setengah sadar dan setengah tidur. Ini tidak berlangsung lama. Dalam sekedip mata, pengelihatannya kembali. Ruangan ini tidak terlalu besar, langit-langit dan dinding terbuat dari baja. Berbagai mesin tersebar di dalam ruangan, semua itu terasa asing bagi Zheng.

Dia melihat ke samping. Sebelas pemula berbaring di lantai. Jie dan dua lainnya telah terbangun sekarang.

Jie segera melihat ke lantai, kemudian wajahnya berubah pucat. "Ini buruk, lima belas orang. Kalian tidak akan mendapatkan kesulitan berarti dalam film sci fi seperti Alien. Dewa pasti telah merubah sesuatu."

Zheng menatapnya bingung. "Aku tidak pernah mengalami situasi seperti ini sebelumnya. Aku dengar dari para veteran bahwa Dewa dapat mengubah plot dan kesulitan film. Hal ini terjadi secara acak dan biasanya berakhir dengan buruk. Tentu saja kalian juga mendapatkan jumlah reward yang banyak jika menyelesaikan nya. Lihatlah jam tangan kalian."

Zheng dan dua lainnya melihat jam mereka. Jam menunjukkan data yang berbeda dengan pada saat berada dalam dunia Resident Evil. Tidak ada countdown. Satu-satunya jalan adalah “membunuh alien-alien, setiap anggota akan diberi reward 1000 poin dan rank D reward.”

Jie mengambil sebatang rokok. "Kalian semua masih ingat plot?"

Zheng menggeleng. "Film ini sudah terlalu tua, meskipun itu klasik dan aku pernah menontonnya. Aku lupa semua rinciannya."

Xiaoyi menggeleng juga. "Aku hanya menonton beberapa film horor terbaru beberapa hari ini. Tidak nyangka Dewa memilih sesuatu seperti ini."

Lan tertawa. "Kalian tidak profesional. Karena hidup kita dipertaruhkan, maka kalian harus meninjau semuanya bahkan film horor tertua. Terutama jika dimensi ini ada sejak zaman kuno. Aku bahkan membaca beberapa cerita horor. Plot Alien..."

"Alien beneran ada suatu saat nanti. Teknologi manusia sudah cukup maju untuk mendukung perjalanan antar planet. Mereka menciptakan koloni di beberapa galaksi, tapi sayangnya manusia tidak pernah menemukan kehidupan di luar bumi sampai munculnya Alien."

Sebuah suara menyela Lan. Seorang pemuda bangun. Dia memiliki wajah yang umum dan memakai kacamata, tapi matanya tampak luar biasa tenang. Dia memancarkan aura kebijaksanaan.

Zheng yang pertama kali bereaksi. "Zheng Zha, selamat datang." Dia mengulurkan tangannya.

Pria tersebut tampak ragu-ragu kemudian menjabat tangannya. "Chu Xuan. Jika anda tidak keberatan, bisa tolong ceritakan tempat apa ini?"

Zheng tersenyum pahit. "Sepertinya anda sudah familiar dengan plot Alien. Bisakah anda ceritakan rinciannya terlebih dahulu?"

Xuan duduk di lantai, dia membenarkan kacamatanya. "Jika anda bersikeras."

"Plot dimulai di pesawat luar angkasa komersial. Menurut hukum, siapapun yang menemukan sebuah sinyal yang tidak dikenal selama perjalanan luar angkasa memiliki kewajiban untuk melakukan penyelidikan, untuk menentukan apakah itu dikirim oleh spesies yang cerdas. Dalam plot, pesawat luar angkasa komersial tersebut menangkap sinyal yang tidak diketahui, frekuensi yang bukan milik manusia. Ini mungkin berasal dari kehidupan di luar bumi."

"Menurut hukum, jika mereka tidak menyelidiki itu, mereka akan didenda. Orang-orang di pesawat dipaksa untuk mendarat di planet yang mengirim sinyal."

"Memang mereka menemukan sumber sinyal. Sebuah reruntuhan yang mungkin pesawat luar angkasa. Mereka juga menemukan mayat alien besar yang mungkin telah meninggal puluhan ribu tahun yang lalu, tubuhnya telah membatu. Dalam investigasi berikutnya, mereka menemukan beberapa kepompong yang masih hidup."

"Salah satu staf menyentuhnya karena penasaran. Sebuah bintang laut seperti organisme melompat keluar dari tubuh alien tersebut, kemudian menempel ke wajahnya. Staf lainnya membawanya kembali ke pesawat. Organisme ini adalah alien. Lebih tepatnya larva dari alien. Mereka tidak bisa menyakiti siapapun secara fisik dan tidak bisa tetap hidup sendiri. Mereka harus menemukan sebuah inang. Larva memasuki tubuh inang, meskipun inang tidak akan terlihat berbeda secara fisik tetapi larva dalam tubuh akan berkembang menjadi alien."

"Ketika orang-orang kembali ke pesawat mereka, larva sudah tumbuh. Keluar melalui dada inang. Alien ini berukuran sama seperti ular tetapi dengan kekuatan serangan dan kecepatan yang lebih tinggi. Kita akan menyebutnya tahap kedua. Kemudian plot yang sama berulang-ulang. Alien bersembunyi di pesawat dan menyerang para staf tanpa henti sampai memperoleh nutrisi yang cukup untuk berkembang ke tahap ketiga."

"Aliens tahap ketiga nyaris tanpa cela. Rangka luar mereka anti peluru, cairan tubuh mereka adalah asam. Mereka memiliki kekuatan dan kecepatan yang tinggi. Para staf akhirnya menyadari bencana yang mereka hadapi. Pada kenyataannya, sinyal itu bukan teriakan minta tolong. Itu peringatan untuk menjauh dari reruntuhan. Kemudian…"

Pada saat ini, sebuah suara memotong Xuan. "Cukup, mendengar omong kosong anda di pagi hari. Tempat apa-apaan ini?"

Mereka berempat menatapnya. Para pemula lainnya mulai bangun. Mereka melihat sekeliling dengan kebingungan. Tiga dari mereka dengan rambut berwarna cerah memandang mereka dengan tatapan tidak senang. Mengenakan pakaian hippie(sebuah kultur yang muncul sekitar tahun 1960an di Amerika, biasanya berpakaian warna warni ). Salah satunya memiliki tindik di hidung dan bibirnya. Dia berkata dengan keras. "Siapa kalian? Aku bermain game di internet kafe, bagaimana aku bisa sampai di sini?"

Translator / Creator: isshh