October 8, 2016

Terror Infinity – Volume 1 / Chapter 7.1

 

Ruangan buatan Jie sangat besar. Dia memimpin mereka bertiga ke bawah dan meninggalkan ketiga gadis itu di luar. Di depan mereka terdapat area sebesar lapangan sepak bola. Mereka kagum dengan itu. Jie mengatakan dengan bangga, "Aku tidak tahu kalau kita dapat mengubah ruang, tapi setelah tahu, Kalian hanya perlu fokus dan membayangkan tempat apa yang kalian inginkan sambil menyentuh pegangan pintu luar. Dewa juga akan mengubah apapun ketidaksempurnaan yang kalian miliki. Sama seperti tempat pelatihan ini."

Tempat latihan ini terpisah menjadi beberapa bagian. Ada lapangan latihan tembak, lapangan lari jarak jauh, lapangan lari dengan rintangan, dan ring pertempuran jarak dekat.

"Mulai hari ini, setiap hari dari pukul 08:00-12:00, 13:00-18:00, dan 19:00-00:00. Kami akan berlatih non-stop. Kita tidak akan melihat hasil apapun pada tubuh kita dengan hanya beberapa hari latihan jadi kita akan mulai dengan menembak dan pertempuran jarak dekat. Kalian juga harus berlari dan menguji batas diri kalian. Setelah kalian tahu batasan kalian, kalian dapat merencanakan langkah selanjutnya dalam film. Pokoknya, ada banyak pelatihan yang harus kita lakukan."

Jie memberikan gambaran tentang tujuan dari masing-masing area latihan. Lapangan lari jarak jauh dan lari dengan rintangan secara jelas. Pertempuran jarak dekat itu perlu, menembak itu merupakan faktor penting dalam film sci-fi. Semua orang setuju untuk rencananya.

Zheng bertanya, "Bagaimana dengan pistol? Apakah kita perlu tukarkan untuk latihan? Atau kita menggunakan desert eaglemu?"

"Apakah aku tidak pernah mengatakan kalian dapat membuat apa pun di ruangan kalian? Hanya saja kalian tidak dapat membawanya keluar ruangan. Pergilah ke gudang itu. Aku menukar sebuah majalah tentang senjata, kemudian ciptakan sesuai dengan deskripsi. Kalian juga dapat menguji kekuatan senjata sci-fi. Meskipun mahal, mungkin kalian harus menukarnya satu ketika kalian memiliki poin."

Xiaoyi berseru kemudian berlari menuju lapangan latihan tembak. Lan menghela napas. "Kau mungkin tidak bisa membuat senjata sihir di ruangan ini, kan?"

Jie mengangguk. "Tidak. Aku terus berusaha tapi tidak bisa menciptakan mereka. Dewa mungkin membatasinya."

Lan menyentuh dahinya. "Film tersulit mungkin adalah film supernatural. Dewa tidak akan membiarkan kita terbiasa dengan senjata jenis ini untuk meningkatkan kesulitan film. Lagi pula, jika aku memiliki poin, aku hanya akan menukarkan satu senjata sci-fi dan menghabiskan sisanya pada senjata sihir. Itulah rencananku."

Zheng dan Jie mengangguk. Terutama Zheng, 1500 poin itu tidak akan terbuang sia-sia.

Jie menghabiskan sisa siang itu dengan mengajar mereka bagaimana menggunakan pistol. Tentu saja, selain menguji senjata sci-fi untuk bersenang-senang, mereka juga fokus pada pistol normal, terutama pada akurasi tembakan mereka. Lan dan Xiaoyi menghabiskan seluruh waktunya melakukan latihan menembak.

Jie membawa Zheng ke arena. Jie hanya menghabiskan 100 poin pada pistolnya dan sisanya untuk meningkatkan dirinya. Dia mungkin juga seorang tentara di dunia nyata. Dia jauh lebih berpengalaman daripada Zheng dalam pertempuran jarak dekat. Hanya butuh beberapa saat baginya untuk merobohkan Zheng.

Jie menggeleng. "Tidak cukup. kecepatan dan kekuatanmu ada tetapi kau tidak bisa menjaga ketenanganmu. Kekuatanmu lebih besar dari sebelumnya sehingga kau tidak bisa mengontrol pukulanmu. Pelajari cara untuk mengontrol kecepatan dan kekuatan beberapa hari ke depan. Setelah itu kau belajar untuk menggunakan kemampuanmu. Kami akan bergantung padamu untuk film berikutnya."

Zheng mengangguk. Dia sadar tidak bisa mengendalikan kekuatannya, dan dia sedikit penasaran dengan Qi-nya. Apakah itu sehebat seperti yang diceritakan dalam novel? Pukulan yang ia terima dari Jie bisa menjatuhkan orang normal, tapi itu hanya terasa sakit pada awalnya kemudian dia merasakan sensasi hangat bergerak melalui tubuhnya dan rasa sakit itu hilang.

Mereka berempat makan malam di kamar Jie. Kemudian Zheng menantar Lori kembali. Dalam perjalanan kembali, ia masih memikirkan pelatihan. Dia tahu fungsi dari Qi. Selain mengurangi rasa sakit, ketika ia menyebarkannya ke seluruh tubuhnya, kecepatan dan kekuatannya akan berlipat ganda. Itu terjadi pada saat ia mengalahkan Jie dalam pertempuran. Jie bahkan tidak bisa melakukan apa-apa terhadap kekuatan semacam itu. Tapi kemudian ia hampir tidak bisa bergerak selama sepuluh menit. Sepertinya ini hanya bisa digunakan dalam bahaya.

Zheng masih belum menemukan cara untuk menggunakan blood magic. Karena di peringkat yang sama seperti Qi, seharusnya tidak terlalu lemah.

"Ahem!"

Itu menyadarkan Zheng dari pikirannya. Lori berdiri di depannya dengan wajah merah. Dia tampak marah padanya. "Kau berjalan denganku dan pikiranmu di tempat lain. Apakah kau menyesal tidak membuat wanita cantik lain ketika kau melihat dua wanita itu? Aku hanya seorang remaja, wanita dewasa lebih menarik, itu yang kau pikirkan?"

Dia memegang tangannya dan tersenyum. "Aku memikirkan tentang latihan sore ini. Aku akan memberitahumu semuanya jika kau ingin tahu. Jadi percaya dirilah dengan diri sendiri. Kau tahu ada hampir seratus orang mencoba untuk berkencan denganmu di sekolah. Dan kau tahu aku selalu menyukaimu, bagaimana bisa aku memikirkan gadis lain?"

Dia menatapnya sebentar, lalu tersenyum. "Jadi kau akan memberitahuku bagaimana kau menjalani hidup beberapa tahun terakhir ini. Kau barusan bilang akan memberitahuku semuanya, kan?"

Zheng terkejut kemudian ia memaksa tersenyum.

Translator / Creator: isshh