October 7, 2016

Terror Infinity – Volume 1 / Chapter 6.2

 

Ketika Zheng pergi untuk menghampiri Lori, ia terkejut melihatnya mengenakan sebuah seragam pelayan. Dia begitu cantik, Dia merasa jiwanya melayang pergi.

Lori bersenandung lagu saat ia membersihkan kamar. Karena ruang ini diciptakan dari kenangan sepuluh tahun yang lalu, sehingga tampak tertata rapi. Dia melakukannya dengan begitu santai, dia tampak begitu cantik dan tenang. Tanpa disadari, Zheng berjalan di belakangnya dan memeluknya.

"Ah!"

Lori terkejut tapi dengan cepat tenang kembali. Karena dia bisa mencium aroma familiar di belakangnya. Dia tetap diam untuk sementara waktu kemudian menyadari ada sesuatu yang tidak benar. "Mesum! Apa yang kau lakukan berjalan seperti kucing? Aku tahu kau bermaksud buruk. Mencoba untuk menakutiku, ya?"

Zheng tidak bisa menahan diri saat ia melihatnya bicara. Dia mencium bibirnya. Dia berontak sedikit kemudian tenang.

"Mesum, sudah cukup! Lihat jam berapa sekarang, tidak, maksudku meskipun jika itu malam hari. Dan jangan menciumku tanpa izinku, jangan sentuh aku dan jangan berbuat mesum. Paham?"

Zheng mencoba ngelantur, "Dari mana kau mendapatkan pakaian ini? Mereka tampak...agak cantik." Dia akan mengatakan seksi tapi kemudian menyadari bahwa ia sedang berusaha untuk menjauh dari topic itu.

Lori mulai tertawa, dia tampaknya telah melupakan permintaannya beberapa saat lalu. Dia memegang gaunnya dan berbalik. "Bagaimana, tidak terlihat bagus? Aku hanya bisa merancang sesuatu yang seperti ini."

"Ya...tapi bukankah ini seragam pelayan dari anime?"

Wajahnya sedikit memerah. "Apa yang kau bicarakan, lihat sini, aku mengubah dekorasi di ujung rok, dan..."

Dia mulai mengoceh tentang gaunnya, kemudian beralih ke dekorasi ruangan. Tetapi Zheng tidak kesal sedikitpun. Dia merasakan kehangatan keluarga, sesuatu yang tidak ia rasakan untuk waktu yang lama.

Kemudian wajahnya berubah serius. "Oh benar, Kamu harus memberitahuku apa yang telah kau lakukan selama satu tahun terkahir ini. Jangan piker  kau bisa menipuku, kau begitu berpengalaman tadi malam. Jadi itu saja, ceritakan semuanya dengan jujur. Jangan coba untuk menyembunyikan apa pun."

Zheng tersenyum canggung. Dia gadis yang sedikit sedikit, terutama tentang hubungan percintaan. Jadi dia mencoba menyimpang dari topik, "Haha. Pastinya. Benar, Aku ke sini untuk mengajakmu bertemu teman-temanku. Ketika aku pergi ke dunia film aku harus berjuang bersama mereka. Salah satu dari mereka mengundang kita makan. Jadi, apakah kau akan mengganti pakaianmu?"

"Tentu saja, kau tidak bisa pergi keluar dengan ini. Pokoknya kau harus menceritakan semuanya setelah ini. Paham?"

Setelah beberapa saat, dia kembali memakai pakaian kasual. Dia merapikan kerutan di kemeja Zheng lalu berkata, "Ayo kita pergi, aku belum penah keluar sama sekali."

Di luar, Lori kagum pada tempat khusus ini. Dia menunjuk ke arah Dewa dan bertanya berbagai pertanyaan sampai mereka sampai ke ruang Jie.

Semua orang sudah ada di dalam ruangan. Gadis pirang duduk di sebelah Xiaoyi dengan tubuh model. Seorang wanita dengan rambut hitam panjang mengenakan Cheongsam duduk di sebelah Jie. Dia memperbaiki kemeja Jie dengan penuh perhatian. Lalu ada Lan di sisi ruangan terlihat murung. Dia mendengus ke arah Jie dan Xiaoyi seolah-olah dia membenci mereka. Lalu ketika dia melihat Zheng masuk, dia mendengus lagi.

Jie berbicara saat ia masuk, "...penciptaan kehidupan itu juga termasuk pria. Lan mengapa tidak membuat pria impianmu?"

"Aku tidak konyol, tidak seperti kalian. Mendapatkan apa yang kalian tidak bisa dapatkan di dunia nyata seperti ini. Aku juga tidak pernah menulis jenis novel seperti ini. Ini membuatku jijik saat berpikir tentang menciptakan pria yang sempurna. Mending aku tukarkan dengan vibrator."

Xiaoyi memerah saat ia mendengar ini. Jie tertawa. "Berhenti berbohong. Kau jelas masih perawan. Aku telah mengenal banyak wanita, jadi aku tahu."

Lan mulai memerah juga tapi dia tetap tenang. "Itulah perbedaan antara pria dan wanita. Pria ingin memiliki wanita impian mereka kemudian jatuh cinta dengan mereka, tetapi wanita ingin jatuh cinta lalu mencintai pria itu. Apa kau pikir aku konyol seperti kalian dan memulai hubungan dengan orang asing?"

Saat ia selesai, sebuah suara dari belakang Zheng, "Perkataan yang bagus. Pria itu menjijikan dan mata kerajang mereka tidak tahu pentingnya cinta sejati."

Lori berjalan ke Lan dan memulai percakapan dengan dia. Jie melihat ekspresi pahit Zheng dan tertawa. "Kalian terlambat. Istriku mengeluh makanan yang mendingin. Ayo, mari kita makan."

Zheng menukar beberapa anggur berkualitas tinggi dari Dewa. Sehubungan dengan item praktis, item hiburan ini begitu murah. Ketika dia kembali ke kamar, cincinnya diisi dengan berbagai anggur.

Istri Jie sudah jelas memiliki kemampuan setingkat koki eksekutif. Semua orang menikmati makanan. Meskipun hanya ada sepuluh piring, semuanya adalah barang-barang mahal yang tidak bisa mereka dapatkan di dunia nyata. Dari cakar beruang sampai otak monyet dan berbagai makanan laut.

Jie menyalakan rokok. "Dewa sangat bermurah hati dengan hiburan, terutama makanan. Bahkan miliarder di dunia nyata mungkin tidak bisa bersaing dengan kita. Kita minum anggur layaknya air selama seratus tahun lebih, menghisap rokok kualitas tertinggi. Serius, jika tidak berbahaya, ini tidak akan menjadi tempat yang buruk. Kalian pergi ke dunia nyata ketika bosan, kemudian kembali ke sini lagi."

Zheng dan yang lainnya mengangguk. "Itu sebabnya kita harus hidup, bertahan hidup melalui semua film. Kemudian kita bisa memilih untuk hidup sesuai keinginan kita, entah itu kembali ke dunia nyata atau tinggal di sini."

Jie tertawa. "Oke, aku akan membawa kalian ke tempat latihan. Istirahat dan kita akan memulai latihan. Kalian memiliki sembilan hari kemudian kita akan menyambut film berikutnya!"

Translator / Creator: isshh