October 5, 2016

Terror Infinity – Volume 1 / Chapter 5.2

 

Zheng mengajukan pertanyaan yang mengusiknya dengan mata tertutup. Setelah beberapa saat, suara itu akhirnya menjawab, "Dia dibuat oleh anda. kenangan berasal dari ingatan tentang dirinya. Kepribadian, wajah dan tubuhnya berasal dari bagaimana anda mengingatnya. Dia adalah orang dari ingatan anda."

Zheng terdiam sejenak, lalu melanjutkan, "Saya tidak mengerti apa yang anda maksud, Dewa. Saya tidak peduli jika dia seseorang yang saya ingat, saya hanya ingin tahu apakah dia nyata. Hal-hal yang dikatakannya, tindakannya, ekspresi nya, air matanya...semua ini nyata? Bukan program yang anda buat, bukan seseorang yang bergantung pada perintah. Saya ingin tahu apakah dia seorang manusia yang nyata!"

"Iya. Setelah bentuk kehidupan diciptakan, kecuali pemiliknya meninggal atau terbunuh, itu adalah makhluk hidup yang sesungguhnya."

Zheng memahami semua ini. Dewa menciptakan kloningan Lori dalam ingatannya. Dia Lori, tapi hanya kloningan. Orang yang asli telah meninggal ketika dia berusia enam belas tahun. Itu sebabnya kloningannya berusia lima belas tahun, usia yang ia ingat ketika itu adalah saat tercantik Lori.

"Satu pertanyaan terakhir. Ketika saya mendapatkan poin yang cukup untuk kembali, akankah dia ikut dengan saya?"

"Orang yang menukarkan ‘Back to the origin' dapat mempertahankan beberapa item berikut: 1. semua item dari pertukaran. 2.peningkatan statistik kemampuan. 3. bentuk kehidupan yang dibuat. 4. bentuk kehidupan yang dibangkitkan. 5. perubahan genetik. Pertukaran di atas akan menjadi hak pemilik bahkan jika dia kembali ke dunia asal."

Zheng perlahan tenang. Dia sudah kehilangannya sekali. Dia tidak bisa melakukan apa-apa hanya bisa melihat dia meninggal. Tapi kali ini ia memiliki kemampuan untuk mengubah segalanya. Selama dia bisa bertahan melewati film horor yang tak terhitung jumlahnya dan mendapatkan poin yang cukup, ia bisa membawanya kembali ke dunia nyata. Maka ia tidak akan kehilangannya lagi!

Jie dan dua lainnya menatapnya penuh rasa ingin tahu. Ia meminta maaf kemudian membawa mereka ke kamarnya. Menurut Jie, ia hanya harus berpikir dalam pikirannya untuk memberi izin mereka memasuki kamarnya.

Saat di dalam ruang tamu, Zheng berpikir sejenak. "Tunggu di sini sebentar, aku akan segera kembali." Lalu ia pergi ke kamarnya. Dan menutup pintu.

Lori menjulurkan kepalanya dari selimut. "Bagaimana? Apakah orang tuamu mengatakan sesuatu?"

Zheng pergi ke tempat tidur dan membelai rambutnya, lalu berkata dengan nada serius, "Lori, ada sesuatu yang harus kuberitahu. Tapi kau harus berjanji padaku dan tetap tenang. Ok?"

Dia membuka matanya lebar dan air mata mulai berjatuhan, lalu dia menurunkan kepalanya. "Apakah itu tentang putus? Sama seperti yang mereka katakan, setelah seorang pria mendapat tubuh gadis , hatinya akan berubah. Aku pikir kamu akan selalu bersamaku. Jika kau ingin putus, maka kau tidak perlu mengatakan apa-apa. Aku tidak ingin mendengar kata-kata itu dari mulutmu."

Zheng menariknya mendekat dan memegang dia. Dia berteriak, "Ini bukan apa yang kau pikirkan. Aku mencintaimu selama ini, bahkan ketika kamu sudah mati selama sepuluh tahun, aku masih mencintaimu."

Kemudian dia menceritakan semuanya dari kematiannya sepuluh tahun yang lalu sampai peristiwa aneh yang baru saja terjadi. Dia menceritakan bagaimana dia menjalani hidupnya selama sepuluh tahun.

"Lori, kau adalah Lori yang nyata. Ya, aku hanya bisa menyaksikan kematian membawamu pergi. Tapi aku bisa melindungimu kali ini. Percayalah, aku akan mendapatkan cukup poin untuk membawa kita kembali!"

Zheng terus berbicara tapi Lori tetap diam. Dia memiliki firasat buruk tentang ini. Dia menatapnya tapi dia hanya terus mencubit lengannya.

Zheng memegang tangannya. "Apa yang sedang kau lakukan? Lori, katakan sesuatu. Aku tahu ini sulit untuk diterima bahwa dirimu yang nyata telah meninggal dan kamu adalah kloningan. Aku tahu itu. Tetapi tak peduli apapun, jangan lukai diri sendiri. Jika kau marah katakan saja padaku. Ok?"

Lori mulai tertawa dan berdiri. Dia meletakkan tangannya di wajah Zheng dan menariknya. "Pantas. Aku bertanya-tanya mengapa kamu terlihat begitu matang tiba-tiba. Dan berbulu. Jadi itu saja. Menyenangkan bisa hidup kembali. Mengapa aku harus merasa kesal? Dan kamu, idiot, membuatku takut; Aku pikir kau akan memutuskanku. Jika kau mengatakan sesuatu yang begitu ambigu lagi, aku akan merobek mulutmu."

Zheng terkejut, kemudian merasa lega. Benar, ini adalah gadis tangguh dalam ingatannya, seseorang yang dicintainya.

Menurut Jie, segala sesuatu di ruangan ini bisa berubah sesuai dengan pikirannya. Sebagai makhluk hidup ciptaan Zheng, Lori bisa mengubah ruangan ini juga. Ketika ia mengerti hal ini, ia berlari ke lemari dan mulai mengambil gaun cantik, lalu ia mendorong Zheng keluar dari kamar.

Di ruang tamu. Jie dan dua lainnya menatapnya dengan wajah tanpa ekspresi, tapi ia sadar sudut bibir mereka berkedut. "Teruskan dan tertawa sesuka kalian. Kalian terlihat seperti seseorang baru saja memukul wajah kalian."

Semua orang mulai tertawa terbahak-bahak. Jie mengatakan, "Ini aneh kau menyukai gadis seperti ini. Dia tampaknya cukup berani."

Zheng duduk di sofa dan menceritakan masa lalu Lori kepada mereka. "Aku tidak mengharapkan situasi ini. Aku awalnya hanya ingin membuat orang yang terlihat dan berperilaku seperti dia. Aku membuat kloningan dirinya. "

Jie terkejut. "Itu luar biasa. Dewa benar-benar dapat memberinya ingatanmu. Aku telah melalui empat film dan tidak tahu tentang hal ini. Siapa yang tahu berapa banyak rahasia yang tersembunyi di tempat ini."

Zheng mengangguk. "Benar, tidak ada yang pernah menyebutkan tempat ini di dunia nyata. Berpindah ke dalam film, berinteraksi dengan para pemeran, dan bahkan mengubah plot aslinya. Selanjutnya, barang-barang pertukaran yang luar biasa. Hal-hal seperti senjata masih masuk akal, tapi peningkatan kemampuan? Apakah kalian pikir ini akan terjadi di dunia nyata?"

Mereka diam. Zheng menghembuskan napas dan melanjutkan, "Aku tidak peduli jika ini adalah wilayah kekuasaan Dewa, atau permainan iblis. Aku hanya ingin hidup. Mendapatkan cukup poin dan membawanya kembali. Tak satu pun dari kalian ingin mati di film, kan? Aku pikir kita berempat harus membentuk sebuah kelompok. Karena tidak ada yang tahu film apa berikutnya, dan seseorang pasti memiliki batasan. Kita bisa membentuk tim dan saling membantu. Ada pendapat?"

Lan terkejut. "Yo, kau tampaknya telah berubah dalam semalam. Lebih daripada Xiaoyi yang baru saja kehilangan keperjakaan. Apakah gadis itu penting bagimu?"

Wajah Xiaoyi memerah. Jie menertawainya. "Apakah ada yang membuatmu malu? Kau barusan menjadi seorang pria sejati. Kau tidak buruk juga dalam menciptakan seorang gadis pirang. Hanya perlu berhati-hati jangan terlalu lelah."

Lalu ia berpaling ke Zheng. "Aku pikir kau benar. Kita tidak bisa menghadapi setiap film sendiri sebelum kita mendapatkan cukup kekuatan tambahan. Aku sudah menjalani tiga film jadi aku tahu betapa pentingnya kerja sama tim. Terkadang orang-orang di sebelahmu sama bahayanya seperti monster. Kemudian kita akan berbagi informasi dan saling membantu. Jika ada pemula yang ingin memecah tim kita, aku sarankan kita habisi mereka."

Lan terkejut. "Bukankah kau bilang membunuh seorang pemula akan dikenakan biaya 1000 poin?"

Jie tersenyum menyeramkan, "Ya itu akan dikenakan biaya 1000 poin. Tapi apakah aku akan membunuhnya sendiri? Tidak, aku hanya akan mematahkan lengan dan kaki, atau mendorong dia ke monster. Selama aku tidak menghabisinya dengan tanganku sendiri maka tidak akan dihitung. Kalian ada pertanyaan lain?"

Lan dan Xiaoyi merinding, tapi Zheng mengangguk. "Benar, kita tidak akan menyakiti pemula dengan sengaja. Tetapi jika mereka menempatkan kita pada risiko, maka aku tidak keberatan melakukannya. Aku harus bertahan hidup sampai kembali ke dunia nyata. Ada yang harus aku sampaikan ke kalian."

Zheng mengatakan dengan ekspresi serius, "Aku rasa aku tahu bagaimana mendapatkan side quest reward. Mungkin ada hubungannya dengan mengubah plot. Seperti menyelamatkan karakter film yang seharusnya mati, atau membunuh monster yang kuat, atau benar-benar membalikkan plot. Aku pikir kita bisa mendapatkan reward dengan melakukan hal-hal ini."

Kemudian ia memberitahu mereka tentang pengalamannya menyelamatkan One. Dan saat ia menerima rank B reward dan 5000 poin. Mereka bertiga terkejut dan tidak tahu bagaimana untuk melanjutkan.

Lan bertanya hati-hati, "Berapa banyak poin yang kau miliki?"

"6502 dan rank B reward."

Mereka memandang Zheng dengan iri dan cemburu. Jie memaksa tersenyum. "Aku mempertaruhkan nyawa dan hampir mati beberapa kali hanya untuk mendapatkan empat ribu poin tetapi kau punya enam ribu lebih dalam film pertama, dan bahkan rank B reward. Shit. Sepertinya aku akan mengandalkan kau di film berikutnya."

Zheng tertawa. "Jika kau tidak tinggal bersama kami di ruang Red Queen, aku mungkin saja tewas di sana. Aku harus berterima kasih untuk itu."

Lan juga tersenyum. "Kita tahu bagaimana cara mendapatkan side quest reward, meskipun sulit tetapi lebih baik daripada tidak tahu apa-apa. Dan kau juga mendapatkan poin dengan cara itu. Itu sebabnya perlu 50000 poin untuk kembali, tidak mungkin jika hanya menyelesaikan misi dasar. Setidaknya kita tahu sesuatu sekarang."

Jie juga berhenti cemburu. Dia tahu Zheng adalah teman yang cukup baik untuk memberitahu dia tentang hal ini. Dia tersenyum. "Baiklah kalau begitu, aku akan memberikan gambaran tentang penukaran item dan statistik. Kita masih memiliki sembilan hari untuk beristirahat sehingga kita tidak perlu terburu-buru. Untuk film berikutnya!"

"Tidak, untuk tetap hidup,"  Kata Zheng dalam hati. Dia melirik ke arah kamarnya dengan kelembutan.

Translator / Creator: isshh