September 30, 2016

Terror Infinity – Volume 1 / Chapter 4.2

 

Zheng berpikir sejenak dan bertanya, "Dan kategori keempat? Tiga kategori pertama sepertinya sudah mencakup semuanya."

Jie berkata dengan senyum misterius, "Kategori keempat berisi hal-hal yang menarik. Kalian tahu semua orang akan frustasi jika berada di sini cukup lama. Jadi kategori terakhir adalah entertainment (item hiburan)."

"Ada tembakau, ganja, heroin, dan barang-barang ini juga murah. Satu point reward dapat dipisahkan menjadi 1000 bagian. Satu kilo heroin hanya membutuhkan 5 bagian dari satu point. Bagaimana? Dewa menganalisa bahwa orang normal hanya membutuhkan sekitar 300 poin vitalitas sel dan 350 poin kekebalan tubuh untuk dapat menyuntikkan heroin tanpa kendala."

"Selain ini, kalian juga bisa menukarkan waktu untuk hidup di dunia yang normal melalui kategori ini. Ada juga album musik, film, dan bahkan wanita!"

Jie tertawa histeris pada saat Zheng mengatakan, "Aku tidak tertarik pada silikon."

Jie menepuk bahu Zheng. "Apa yang kau bicarakan, ini wanita nyata. Dewa dapat membuat wanita asli! Mereka memiliki kecerdasan, kepribadian, dan bahkan ingatan. Ketika kau membeli seorang wanita, kau bisa memilih wajah, tubuh, usia, ras, setiap detainya. Kau memainkan game Artificial Girl(oleh Illusion)? [1] Ini jauh lebih rinci."

Mata Xiaoyi tampak bersinar, sementara Lan mendengus.

Jie berhenti tertawa dan berkata dengan nada serius, "Tidak ada yang tahu apakah mereka bisa tetap hidup di film berikutnya. Jadi aku ingin memiliki seorang wanita yang aku suka di sisiku. Kau akan tahu setelah kau mencobanya, dia bukan boneka. Meskipun kehidupannya diciptakan oleh Dewa, dia lebih realistis dari kebanyakan wanita di dunia nyata. Dan dia benar-benar mencintai kamu. Kau dapat berbagi teror yang kau alami denganya. Dewa berkata setelah kau mendapatkan cukup poin untuk kembali, kau dapat menyimpan semua kemampuan yang kau dapatkan dari dunia film ini, semua item yang kau tukarkan, dan wanita ini bisa ikut bersamamu. Jika aku bisa kembali, aku akan menikahinya. Dia satu-satunya yang akan aku cintai seumur hidupku."

Kata-kata ini diucapkan dengan tulus dan semangat. Di zaman modern, orang-orang hanya peduli dengan uang dan seks. Zheng dan yang lainnya mengagumi seseorang yang benar-benar bisa mencintai seseorang.

Lan menyentuh kepalanya. "Hentikan topik ini. Tuan-tuan, ada seorang wanita di sini. Jie, beri tahu kami tentang lobi Dewa. Apa yang akan terjadi setelah misi?"

"Tidak ada yang istimewa. Kalian akan pergi ke lobi Dewa setelah misi selesai. Dewa adalah bola cahaya yang mengambang di tengah. Kalian dapat berkomunikasi dengannya hanya dengan berpikir. Ada dua puluh kamar berjajar, meskipun tidak pernah terisi penuh. Kalian akan memiliki kamar sendiri. Hanya orang-orang yang kalian izinkan yang bisa memasuki kamar kalian. Selain itu, kalian akan memiliki sepuluh hari di lobi sebelum misi berikutnya."

Lan hendak bertanya sesuatu ketika Jie tiba-tiba berdiri. Dia berlari ke pintu dan melihat keluar melalui jendela. Mereka bertiga terkejut dan mengikutinya. Tapi mereka tidak bisa melihat apa-apa di koridor.

Jie berbalik dan berteriak, "Red Queen, laporkan apa yang terjadi di luar ruangan."

Suara seorang gadis kecil terdengar, "Dua hunter menyerang pintu luar. Pintu akan bertahan selama empat puluh detik."

"F*ck. Aku tahu tidak mungkin semudah ini. Hunter itu pasti mencium bau kami. Pintu luar tidak bisa menahan mereka. Untung kita sudah bersembunyi di sini. "Kemudian Jie melihat jam tangannya.

Zheng dan yang lain melihat jam tangan mereka juga. Terlihat hitungan mundur tersisa tujuh belas menit, ada tiga pintu dan koridor yang memisahkan mereka dengan hunter. Mereka tidak bisa melawan hunter dengan senjata yang mereka punya.

Zheng tidak mau mati di sini, apalagi setelah dia mendapatkan sebuah harapan. Dia berteriak, "Red Queen, berapa lama kita bisa bertahan?"

Suara itu tidak merespon. Kemudian Zheng mengacungkan pistolnya ke komputer, "Aku tahu kau diprogram untuk mencegah penyebaran T-virus. Dengan kata lain kau ingin membunuh apa pun yang berpeluang menyebarnya. Itu termasuk kami, kan? Putuskan, lindungi kami dengan sistem pertahanan atau membiarkan hunter masuk ke sini. Tapi kami akan hancurkan sirkuit utamamu sebelum mereka masuk. Setelah kau kehilangan kendali Hive, berapa banyak virus yang akan menyebar ke dunia luar?"

Suara gadis itu akhirnya terdengar, "Dapatkah saya bertanya mengapa anda masih berjuang? Anda telah memutuskan untuk tinggal di sini, bukankah anda akan mengorbankan diri sendiri "

Lan menjawab sebelum Zheng bisa mengucapkan sebuah kata, "Komputer tidak seharusnya mempertanyakan manusia. Kau harus sadar, kau itu hanya sebuah komputer. Paham? Lagipula sejak awal kita sudah di sini, kita tidak akan bisa menyebarkan virus bahkan jika kita hidup. Maka kenapa kau tidak melindungi kita, Gadis Kecil?"

"Mengerti. Para hunter tidak akan mampu menembus sistem pertahanan."

Pada saat bersamaan, ada dentuman keras di pintu pada sisi lain koridor. Kau bisa melihat hunter melalui jendela dan pintu baja itu tampak tidak berbentuk.

"Kekuatan yang mengesankan, tak heran itu senilai 100 poin. Jika aku mempunyai RPG dengan granat tak terbatas, aku bisa mendapatkan poin sekarang," Jie tertawa.

Zheng bertanya tanpa berpikir, "Berapa harganya?"

"Tentu saja mahal. Harga RPG yang normal 2.000 poin. Aku lebih suka meningkatkan diri jika punya poin sebanyak itu. Dan itu tidak efektif di semua film."

Pintu telah benar-benar hancur, kemudian cakar hunter merobeknya menjadi beberapa bagian dan mereka muncul di depan mata Zheng dan yang lainnya.

Dengan tinggi beberapa meter, seluruh otot tubuh berwarna merah. Mereka tidak memiliki mata, mungkin merasakan target dari panas dan bau tubuh. Lidah mereka bisa memanjang sepanjang tiga kaki. Cakar mereka lebih keras dari baja.

Zheng menatap kedua hunter tersebut kemudian melihat pistolnya. Dia tidak berpikir senjata ini bahkan bisa melukai mereka, apalagi membunuh mereka.

Kedua hunter tersebut berpaling ke arah mereka dan satunya mulai bersiap untuk mendobrak pintu, diikuti oleh hunter kedua. Bang! Mereka bisa merasakan pintu bergetar.

"Red Queen!", Zheng dan Jie berteriak.

Pada saat yang sama sebuah laser muncul di dalam koridor dan bergerak menuju hunter. Ketika hunter hendak mendobrak lagi, laser bergerak melewati mereka, kemudian menghilang. Hunter berhenti bergerak, kemudian tubuh bagian atas mereka perlahan-lahan jatuh.

Mereka berempat menghela napas panjang. Mereka merasa begitu kecil di hadapan hunter. Hanya butuh satu cakar untuk mengambil sebuah nyawa. Bahkan Jie yang lebih kuat dari orang normal. Dia tidak akan mampu bertahan melawan monster tersebut.

Jie duduk di lantai dan mengambil beberapa batang rokok. Dia juga melemparkan satu ke Xiaoyi kali ini. "Tau ketakutan dan teror? Aku sudah mengalaminya berkali-kali. Aku bahkan tidak tahu bagaimana aku bisa melewati tiga film itu. Shit. Tempat ini tak tertahankan."

Zheng dan Lan tersenyum pahit. Saat hunter mendobrak, mereka bereaksi lebih parah daripada Jie. Gemetaran hingga mereka hampir tidak mampu berdiri. Syukurlah sistem pertahanan menyelamatkan mereka. Kalau tidak, mereka bahkan tidak bisa lari.

"Terus tunggu. sistem pertahanan ini cukup baik. Kami mungkin bisa..."

Tiba-tiba seluruh ruangan gelap. Mereka berlari ke pintu dan melihat keluar. Koridor itu benar-benar gelap. Energi listriknya telah habis.

"Shit. Plot nya. Bagaimana aku bisa lupa tentang ini? Kalian masih ingat plot ini? "Jie menendang pintu dan mulai berteriak.

Zheng mencoba mengingat plot. Film ini sudah berusia lebih dari sepuluh tahun. Meskipun ia pernah menontonnya tapi ia lupa mengenai detailnya. Setelah beberapa saat, ia dan Lan berkata, "Kaplan mematikan Red Queen!"

Ketika karakter utama terkunci di laboratorium dan seekor hunter menyerang pintu, Kaplan mematikan Red Queen untuk menyelamatkan mereka. Jadi mereka berempat kehilangan pertahanan mereka. Satu-satunya yang mereka punya hanyalah pintu terakhir.

Mereka secara perlahan mulai tenang. Mereka tahu bahwa setiap suara bisa menarik perhatian hunter. Jadi mereka harus diam. Bahkan suara napas mereka masih begitu terasa dalam kegelapan ini.

Waktu berlalu, lalu suara napas yang berat datang dari kegelapan, bersamaan dengan suara benturan antara dua logam. Mereka tidak harus melihat untuk mengetahui apa yang ada di luar.

Zheng ingat itu hanya membutuhkan waktu beberapa menit bagi karakter utama untuk kembali ke permukaan setelah listrik padam. Itu kira-kira waktu yang bersamaan dengan berakhirnya misi mereka.

Zheng meminta Lan dengan berbisik, "Berapa sisa waktu pada jam tangan?"

"Aku tidak tahu. Tidak bisa melihat dalam gelap. Mungkin beberapa menit."

'Beberapa menit? Itu berapa menit?"

Zheng tidak bisa membuka mulutnya lagi. Suara napas sudah sangat dekat dengan pintu terakhir mereka. Jantung mereka berdetak cepat. Kemudian mereka mendengar suara gesekan di pintu.

“Berapa lama lagi? Berapa waktu yang tersisa? Cepat!"

Zheng menatap pintu dengan tegang. Dia memegang senjatanya, meskipun dia tahu ini tidak bisa melukai hunter. Itu adalah satu-satunya bentuk dukungan miliknya.

Bang! Dengan ledakan keras, benda tajam hampir menembus pintu. Jantung mereka berdetak kencang kemudian mereka berlari ke belakang ruangan. Bahkan Jie berusaha menjaga tubuhnya dekat dengan dinding.

Pintu mulai rusak dan akhirnya sebuah cakar menembus dan merobek pintu logam setebal tebal 10 cm ini seperti mentega. Mereka bisa melihat wajah menakutkan hunter.

"Ahhh!", Zheng dan Jie mulai berteriak dan menembaki hunter. Mereka telah kehilangan ketenangan mereka dalam horor dan kegelapan, tidak ada peluru mereka yang mengenai hunter. Hunter tersebut membuang potongan pintu di tangannya dan mulai mengincar mereka berempat.

1. Artificial Girl adalah game kencan hentai Jepang di mana kamu dapat mendesain gadis sesuai dengan seleramu.

Translator / Creator: isshh