September 30, 2016

Terror Infinity – Volume 1 / Chapter 3.2

 

Zombie terus berkerumun dari segala sisi. Meskipun mereka tampak menakutkan, zombie bergerak sangat lambat. Di bawah konsentrasi penuh Zheng, para zombie tidak bisa mendekati mereka. Tapi semakin banyaknya zombie yang mati di tanganya, peluru miliknya hanya tersisa satu..
Di sisi lain, tentara bayaran membuka pintu yang mengarah ke sebuah laboratorium. Namun, segrombolan zombie tiba-tiba menyerbu keluar dan menarik masuk tentara bayaran yang membuka pintu. Jeritan terakhirnya sangat mengerikan. Seperti yang dikatakan sebelumnya, kalian mungkin tidak terlalu peduli saat menonton film, tetapi ketika hal yang sama terjadi di depan kalian. Itu adalah kengerian yang tidak terbayangkan.
One berteriak, "Kembali ke ruang Red Queen! Cepat! "
Dalam beberapa detik, lebih dari sepuluh zombie telah berada di antara grup Zheng dan tentara bayaran. Beberapa zombie tersandung saat berjalan menuju ke arah Zheng, mereka bisa mencium bau zombie yang sangat menyengat. Xiaoyi langsung berteriak, "Zheng, tembak mereka, cepat!"
Semua orang yang pernah nonton pasti tahu, siapa saja yang terkena gigitan atau cakaran zombie akan terinfeksi. Satu-satunya vaksin hanya ada di kereta. Mereka akan mati sebelum sampai ke kereta, mereka tetap hanyalah manusia normal.
Zheng merasa cemas karena ia melihat tentara bayaran semakin menjauh. Banyak zombie yang bermunculan dari sudut ruangan sedangkan jumlah amunisinya semakin sedikit.
"Sepuluh, sembilan, delapan..."
Zheng diam-diam menghitung peluru di pistolnya. Lalu tiba-tiba zombie di depannya berjatuhan satu per satu. Jie muncul di belakang mereka dan berteriak, "Apa yang kalian lakukan? Bukankah aku suruh kalian untuk mengikuti mereka? Kalian pernah nonton film ini kan? Sebuah hunter akan muncul di sini."
Jie terus menembak, dan tanpa menatap mereka bertiga, ia berlari ke arah tentara bayaran pergi. Zheng, Lan dan Xiaoyi mengikuti.
'Kecepatannya adalah sekitar 20% lebih cepat dari kami. Dia mungkin memperkuat otot-ototnya.'
Zheng menganalisa Jie ketika mereka berlari. Ia sadar bahwa tubuhnya tidak bisa mengejar kecepatan berpikir atau kecepatan reaksinya. Itu terlihat jelas saat ia menembak.
Dengan bertambahnya Jie, mereka berempat akhirnya tiba di ruang komputer pusat. Kemudian dengan dentuman keras, pintu tertutup dan zombie terblokir di luar.
Semua orang tiba-tiba terjatuh ke lantai. Selain Jie, mereka terengah-engah kehabisan napas. Bahkan ketika paru-paru mereka penuh dengan udara, teror membuat mereka tetap kesulitan bernapas. Butuh beberapa saat bagi mereka bertiga untuk tenang.
"Tidak buruk juga." Jie meletakkan pistolnya di pinggang dan menertawakan Zheng.
"Apa maksudmu?"
Jie berbalik untuk memeriksa para tentara bayaran. Mereka sedang memperhatikan mayat-mayat yang ada di lorong laser. Kemudian ia berkata dengan suara rendah. "Waktu yang paling berbahaya bagi pemula biasanya adalah film pertama. Mentalitas adalah yang paling penting. Pertama kalian harus memahami situasi kalian. Aku telah melihat banyak orang yang berpikir ini adalah hanya ilusi atau program TV sehingga mereka mati di awal-awal. Tapi kalian bertiga cepat menyesuaikan mentalitas kalian. Terutama kau dan Lan. Kalian adalah yang terbaik dari semua pemula yang aku temui. Tidak hanya bisa menyesuaikan mentalitas dengan cepat tetapi juga bisa mengatasi ketakutan kalian."
"Kedua, mengatasi ketakutan kalian tidaklah cukup untuk bertahan hidup. Kalian masih hanya manusia normal di film pertama. Bahkan jika kalian mengetahui plot, kalian tetap masih gampang mati. Jadi film pertama juga sangat bergantung pada keberuntungan. Selama kalian selamat melewati film pertama, kalian dapat meningkatkan diri dan menukarkan senjata; seperti pistol ini."
Setelah mengatakan semua ini, Jie mengeluarkan sebungkus rokok dan menyerahkan satu untuk Zheng. "Selamat, pemula. Bagaimana rasanya hidup? Ha ha ha."
Xiaoyi mendekat, "Jie, beri aku satu juga."
Jie meliriknya, "Jangan kira aku tidak bisa menciumnya. Kau tidak mempunyai aroma rokok pada badanmu. Jika kau tidak ingin mati, tetap ikuti kami."
Xiaoyi menunduk, "Jie, aku sudah di negatif sepuluh poin. Apa yang harus kulakukan?"
Jie tertawa dan berkata, "Kau sudah kehilangan sepuluh poin sebelum mendapatkan satu poin pun? Keberuntunganmu lebih baik dari kebanyakan orang. Jangan khawatir, kau akan mendapatkan 1000 poin di akhir film; tapi ingat, jika poin-mu masih negatif setelah dapat 1000 poin, kau akan dihapus dari dunia."
Kemudian seseorang mengetuk pintu. Suara Alice terdengar dari luar ruangan. "Buka pintunya. Cepat!"
Para tentara bayaran datang dan Jie membuka celah bagi Alice dan Matt untuk masuk.
One bertanya kepada mereka, "Bagaimana di luar? Bisakah kita kembali ke arah kita datang?"
Alice menggeleng, "Mereka ada dimana-mana."
Semua orang membisu. Kaplan terlihat putus asa dan berkata. "Kita tidak bisa kabur. Tidak ada jalan lain di ruang Red Queen. Kita sudah tamat!"
Kemudian Spence berkata, "Bisakah kita tinggal di sini? Setelah orang-orang tahu kita hilang, mereka akan mengirimkan bantuan. Aku pikir kita aman di sini. Aku tidak ingin pergi keluar dan melawan mayat hidup itu."
Tapi para tentara bayaran tertunduk, Spence bertanya dengan penasaran, "Aku mengatakan sesuatu yang salah?"
Kaplan menjawab, "Ada kemungkinan sudah tidak ada lagi pasukan bantuan."
Spence merasa kesal dan mencengkeram kerahnya. "Apa maksudmu?"
One mendesah, "Perintah kami adalah mengambil dan membawa pulang sirkuit utama Red Queen serta mengisolasi Hive dari luar. Ingat jalan yang menghubungkan peron dengan Hive? Jika kita tidak kembali ke sana dalam waktu tiga jam, gerbang akan ditutup, sehingga mengisolasi Hive. Persetan dengan korporasi, saya paham mengapa kami menerima perintah seperti itu."
Grup Zheng saling memandang. Mereka juga tahu arti timer pada jam tangan mereka. Mereka harus bertahan sampai gerbang tersebut ditutup. Dan sebelum itu mereka tidak boleh terluka oleh zombie, tidak bisa melawan terlalu banyak zombie sekaligus, dan hanya dengan sebuah desert eagle tidak cukup untuk melawan seekor hunter.
Spence melepaskan Kaplan tapi ia terlihat panik, "Tidak! Mereka tidak boleh melakukan ini. Apakah mereka mencoba untuk membunuh kita semua di sini? "
Rain mengatakan, "Ini adalah cara paling aman untuk menyimpan rahasia penelitian mereka. Jika kita semua mati di sini maka tidak akan ada informasi apapun yang bocor. "Tangannya berdarah dimana itu adalah bekas gigitan.
Orang-orang pada diam, kemudian Spence tambah marah. "Mengapa baru kau katakan sekarang? Kenapa tidak kau katakan sebelum semuanya ini terjadi?"
Kemudian Alice memotong pembicaraan, "Berhenti berdebat. Ayo kita cari jalan keluar. Pertama kita cari jalan keluar dari ruangan ini. "Dia mengambil sirkuit utama Red Queen dan pergi menuju ke ruang Red Queen.
"Apa yang kau lakukan." One bertanya.
"Menghidupkanya kembali."
Selagi para tentara bayaran pergi, Zheng bertanya ke Jie, "Apakah kita perlu ikut melihat?"
"Apa yang perlu dilihat di sana? Kau kan sudah pernah nonton filmnya. Lebih baik simpan staminamu di sini dan bunuh beberapa zombie nanti."
Lan menyentuh dahinya, "Oh benar, Jie, aku mau tanya. Bagaimana cara kita kembali ke tempat Dewa? Apakah ada cahaya muncul di atas kita? Kita perlahan memudar? Atau ada jalan muncul di depan kita?"
Jie berkata, "Aku tidak tahu bagaimana kita kembali. Setiap kali misi berakhir, aku sudah berada di lobi tempat Dewa setelahnya. Kau tidak perlu khawatir masalah itu. Selama kau masih hidup - bahkan jika kau terinfeksi oleh T-virus atau sesuatu lainnya - selama kau masih memiliki kesadaranmu, segalanya akan hilang. Demikian pula, jika kau kehilangan lengan atau kaki, kau dapat memperbaikinya hanya dengan beberapa poin."
Lan mengerutkan kening kemudian bertanya, "Kau menyebutnya misi?"
"Tentu saja, aku katakan kita bersusah payah hanya untuk bertahan hidup. Seperti saat kita pertama kali sampai di sini dan tidak bisa jauh dari One. Itu adalah misi khusus. Jadi seperti itulah, terkadang kita harus menyelesaikan beberapa misi khusus, itulah cara Dewa menaikkan tingkat kesulitan."
Lan menghela napas, "Sayang sekali. Aku awalnya ingin…lupakan. "
"Apa yang ingin kau lakukan?"
Zheng memotong, "Maksudmu kita tetap tinggal di sini?"
Lan tersenyum ke Zheng, "Benar. Itulah yang kuinginkan. Seperti kata Jie kita akan langsung pergi dari sini saat waktunya tiba, sehingga kita bisa berada di mana saja tidak seperti para pemeran. Lalu mengapa tidak tinggal di sini? Aku ingat di plot mereka akan pergi ke sebuah terowongan bawah tanah dan hampir terbunuh oleh hunter. Bahkan setelah mereka berhasil masuk ke kereta, mereka masih belum aman, lalu bagaimana dengan tempat ini?"
Zheng dan Jie terkejut pada Lan. "Kau takut Dewa akan memberikan kita beberapa misi lagi nanti? Seperti membuat kita mengikuti para pemeran? Dan jika kita terlalu jauh dari mereka kita akan mati?"
"Benar, ini adalah tempat yang paling aman jika kita tidak mempertimbangkan kemungkinan itu."
Jie menghisap rokok dan berpikir sejenak. "Oke, kita akan tinggal di sini. Dewa tidak akan memberikan misi yang mustahil. Seperti ketika tentara bayaran pergi dan kita harus tetap berada dalam jarak 300 kaki dari mereka. Sudah diputuskan, kita akan tinggal di sini."
Mereka bertiga terkejut. Zheng berkata kepada Jie, "Kamu tidak perlu ikut tinggal di sini seperti kami. Kami masih manusia normal tetapi kamu punya pistol dan sudah meningkatkan diri. Mengapa tidak membunuh zombie demi poin? Dan jika kamu kebetulan membunuh hunter, itu seratus poin! Kami tinggal di sini karena memang harus."
Jie memaksakan sebuah senyuman, "Sejujurnya, siapa sih yang ingin berada di tempat ini. Siapapun akan terguncang mentalnya dari film satu ke film lainnya. Ini adalah film keempatku dan terkadang aku berpikir untuk bunuh diri."
"Dan aku ingin kalian hidup. Terkadang kalian tidak dapat bertahan hidup sendirian. Jika ada beberapa orang berpengalaman selain diriku sendiri, maka kemungkinan bertahan hidup kita akan lebih tinggi. Oke, kita akan tinggal di sini. Pikirkan apa yang harus kita katakan kepada para pemeran."
Mereka berempat mulai diskusi sampai para tokoh pemeran keluar. Kemudian mereka pergi ke para pemeran dengan tersenyum. Zheng paham, bukan hanya dia yang ingin hidup, orang lain juga punya pemikiran yang sama.

Translator / Creator: isshh