September 27, 2016

Terror Infinity – Volume 1 / Chapter 3.1

 

Setelah beberapa menit, semua orang pulih dari peristiwa berdarah itu. One menepuk bahu Zheng sebagai tanda terima kasih. Pemimpin tentara bayaran ini yang seharusnya mati dalam koridor malah hidup Sekarang. Hal ini akan mengganggu plot aslinya. Tentu saja dia bisa mati oleh zombie atau hunter nanti, tidak ada yang bisa memprediksi itu.

One menatap semua orang, lalu berkata, "Kita lanjutkan!"

"Lanjutkan?" Spence berteriak, "Lanjutkan apa? Kau bercanda? Aku tidak mau turun ke bawah sana."

One berpaling ke Kaplan. Wajahnya penuh keringat, "Ya, ya. Aku sudah mematikan semua pertahanannya. Semuanya…"

One mengulangi, "Semua? Kamu yakin?"

Tanpa menunggu tanggapan Kaplan, One mengambil perangkat dan berjalan melewati koridor.

Kaplan masih mengetik. Kali ini pintu tidak menutup. Alice mengikutinya seperti di plot aslinya. Setelah mereka melewati koridor, pintu menuju Red Queen tertutup lagi. Grup Zheng saling memandang. Mereka tahu bahwa mereka akan menghadapi tema dari Resident Evil: zombie.

Lan berkata ke Zheng dan Xiaoyi dengan suara rendah, "Jangan terlalu jauh dari Jie. Jangan terkena gigitan zombie. Dalam film, setelah terinfeksi akan akan menjadi zombie dalam waktu tiga puluh menit. Aku melakukan perhitungan kasar, vaksin hanya bekerja dalam waktu sepuluh menit setelah terkena gigitan. Ingatlah untuk tetap dekat dengan Jie. Karena ia berhasil hidup melewati tiga film, dia mungkin akan selamat dari ini."

Mereka mengangguk. Kemudian Lan tiba-tiba tersenyum, "Benar dan kalian merasa jijik dengan pembunuh?"

Xiaoyi menjawab pertama, "Aku merasa jijik ketika awal tiba di sini. Dan aku tidak terbiasa dengan tempat ini. Tapi setelah muntah sebelumnya, aku merasa lega. Jika aku melakukannya dengan mata tertutup, kupikir aku bisa membunuh seseorang."

Zheng berpikir sedikit. Dia juga merasa lebih baik setelah muntah, terutama karena ia mengalami pengalaman hidup dan mati. Dia menyingkirkan sensasi nyatanya dan perlahan-lahan menyatu ke dalam film ini. Selama dia bisa bertahan hidup, membunuh monster, manusia, dia bersedia melakukan apapun.

Lan melanjutkan, "Ok, kalau begitu cari kesempatan untuk mengambil senjata mereka. Jika kalian melihat zombie terpisah dari gerombolannya, langsung bunuh. Itu berhadiah poin! Ingat, kepala, itulah titik lemah mereka."

Kemudian ruangan meredup. Mereka tahu One telah mematikan komputer pusat. Pada saat yang sama, sistem pertahanan yang mengisolasi zombie dan hunter berhenti bekerja. Setelah apa yang terjadi pada Zheng, mereka tidak berani untuk mengubah plot kali ini dan hanya menunggu selagi komputer pusat dimatikan. Kemudian mereka akan berhadapan langsung dengan kematian.

Dalam kegelapan, Zheng bisa merasakan Xiaoyi gemetaran tanpa henti. Bahkan Lan juga gemetaran. Dia bertanya, "Takut?"

Xiaoyi menjawab, "Ya, sangat takut."

Meskipun Lan mengatakan, "Terlalu bersemangat..."

Zheng tiba-tiba merasa Lan sedang ketakutan. Dia tidak bertanya lagi dan berpaling ke arah satu-satunya sumber cahaya. Menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Setelah satu menit, ruangan menyala lagi. Zheng tahu segalanya telah dimulai!

One dan Alice kembali dari ruang komputer pusat. One tampak kelelahan, ia menatap mayat-mayat di koridor, "Kita akan membawa sirkuit utama Red Queen kembali ke korporasi terlebih dahulu. Kaplan, bagaimana dengan Hive? "

Kaplan berpaling ke komputernya, "Good, semua pertahanan mati. Kita bisa keluar dari Hive langsung tanpa memutar."

One mengangguk, "Ok, lalu sekarang..."

Sebelum ia selesai, terdengar suara tembakan berasal dari Dining Hall B. One manatap Kaplan kemudian mereka berlari keluar dari ruangan. Alice dan para pemeran lainnya mengikuti. Kemudian grup Zheng ikut menyusul.

Ketika Zheng tiba di Dinning Hall B, ia memperhatikan kandang-kandang yang berisi hunter. Lampu pada kandang telah berubah dari hijau ke merah. Sekedar memikirkan tentang jumlah mereka di ruangan ini saja sudah membuatnya merinding. Ini bukan sesuatu yang bisa di lawan oleh manusia.

One bertanya, "Ada apa? Saya mendengar ada suara tembakan."

Rain kehilangan sepotong daging antara ibu jari dan jari telunjuknya. Berlumuran darah dan terlihat mengerikan. "Pak, kami menemukan seseorang yang selamat. Tapi dia menggila. Dia menggigitku..."

One mengerutkan kening, "Jadi kamu melepaskan tembakan padanya?"

Rain menjawab sambil berteriak, "Tapi Pak, dia sudah gila!"

"Dia menghilang," tiba-tiba Jie berkata. Dia melihat genangan darah di lantai dan berkata, "Dia barusan ada di sini tapi sekarang sudah hilang."

One berjalan ke arah genangan darah. Darah itu sudah setengah kering. Sudah pasti itu bukan seperti darah segar. Dia merasakan firasat yang buruk.

One berdiri dan berteriak, "Kita keluar sekarang juga!"

Rain merasa aneh dan bertanya, "Pak? Bukankah kita diperintahkan untuk menunggu pasukan bantuan di sini setelah mendapatkan sirkuit utama Red Queen? "

One menggeleng, "Tidak ada lagi pasukan bantuan. Bersiaplah untuk keluar!"

Lan berjalan ke Jie dan bertanya, "Tolong peringatkan mereka, bukankah kau takut mengubah plot?"

Jie tertawa, "Kalian adalah orang-orang pemberani. Kalian mengubah plot sebagai seorang pemula dan selamat. Lihatlah jam tangan kalian, nama One sudah tidak ada lagi."

Lan dan Zheng melihat jam, tempat yang seharusnya berisi nama One kini kosong.

Jie mencemooh mereka, "Kita bebas bergerak mulai sekarang. Ingat kalian dapat melakukan apapun asalkan itu untuk bertahan hidup."

Dia berpikir sejenak dan menambahkan, "Jika aku di posisi kalian dengan minimnya stamina, kecepatan reaksi, dan senjata, aku akan mengikuti grup mereka kembali ke ruang Red Queen. Setidaknya kalian akan aman lebih lama."

Lan tersenyum, "Kau sebenarnya orang yang cukup baik. Kau hanya tidak pandai mengungkapkannya."

Jie tertawa, "Baik? Jangan bercanda. Aku hanya tidak ingin kalian menghalangiku mendapatkan poin. Jangan salah, tidak ada orang baik di dunia ini. Selama aku bisa selamat, aku tidak keberatan menggunakan kalian bertiga sebagai tamengku untuk bertahan hidup."
Nada kata-katanya membuat mereka bergidik sampai ke tulang belakang.

Pada saat yang sama, sebuah suara benturan logam terdengar dari jauh. Rain dan JD berjalan dengan hati-hati. Setelah beberapa langkah, seorang pria yang mengenakan jubah putih keluar dari sudut jalan. Beberapa orang terhuyung-huyung dan tersandung di belakangnya.

JD membidik mereka, "Berhenti di sana! Kalau tidak, akan kutembak!"

"Orang-orang" ini jelas tidak akan berhenti. Mereka sudah terinfeksi oleh T-virus. Segera setelah itu, banyak orang berjalan terhuyung-huyung keluar dari seluruh sisi ruangan. Beberapa memakai seragam dan beberapa menggunakan jubah. Beberapa dari mereka sudah mulai membusuk, dan ada beberapa memiliki kaki yang benar-benar cacat. Zheng bahkan melihat seseorang hanya memiliki setengah kepala.

"Stop! Atau kutembak! "

Bang!

One adalah yang pertama menembak gerombolan zombie ini. Satu zombie yang memegang palu tersungkur. Tapi dia dengan cepat bangkit kembali. Setelah ditembak lebih dari sepuluh kali, dia bahkan tidak banyak berdarah.

Bang!

Jie menembak dengan desert eaglenya. Seketika kepala zombie itu meledak seperti semangka. "Kalian cari jalan keluar. Serahkan ini padaku!"

One tampak ragu-ragu dan berteriak, "Oke, semua tetap dalam formasi. JD, temukan jalan keluar. Rain,  tetap awasi tahanan. Sisanya, ikuti saya."

Zheng kembali menatap Jie. Dia menunggu zombie untuk mendekat kemudian menembak mereka semua sekaligus. Semua zombie terdekat dengannya tertembak tepat di kepala. Akurasi dan kecepatannya jauh lebih tinggi dari manusia normal.

Zheng merasa dia bisa mengikuti gerakan Jie. Dia membaca beberapa buku tentang MMA. Ada dua jenis ketajaman visual. Ketajaman visual jauh diukur dari seberapa jauh kamu bisa melihat dan ketajaman visual dinamis diartikan dengan kemampuan matamu untuk melihat detail dengan baik pada objek bergerak.

Sepertinya ketajaman visual dinamislah yang berhubungan dengan kecepatan reaksi. Dia bisa melihat gerakan Jie dengan jelas yang berarti perbedaan antara kecepatan reaksi mereka tidak begitu besar. Dan pada awalnya dia merasa jijik melihat zombie yang meledak dan terburai, tapi dia merasa cukup terbiasa sekarang. Hal ini mungkin terkait dengan kapasitas mental.

"Sepertinya poin-poin reward itu benar-benar meningkatkan kemampuanku!”

Zheng sangat gembira. Dia tetap tenang dan mengikuti One. Kemudian One berbalik dan memberinya pistol dan dua magazine. "Saya tidak bisa mengurus kalian. Ada lima belas butir amunisi di setiap magazine. Ikuti apa yang Jie lakukan dan incar kepala mereka."

Zheng memahaminya lebih dari siapapun. Meskipun ia tidak pernah menggunakan pistol sebelumnya, ia menembak dengan sangat cepat berkat kecepatan reaksi yang telah ditingkatkannya. Dia cukup cerdas untuk hanya menembak zombie dalam jarak sepuluh meter. Sepuluh meter adalah jarak tembak yang efektif.

Yang lainnya tidak tahu tentang hal ini dan mereka melihat dia menembak tepat di kepala tanpa membidik. One mengangguk dan berbalik membelakangi Jie dan Zheng.

Xiaoyi melihatnya dan penuh antusias. "Zheng, itu sangat keren! Kau sudah terbiasa menembak? Berapa banyak poin itu?"

One berbalik ke arahnya. "Poin?"

Wajah Xiaoyi memerah. Zheng tahu ia mungkin akan mendengar peringatan bahwa poinnya dikurangi. Kasihan sekali, poinnya sudah berkurang  bahkan sebelum dia mendapatkan poin.

One melihat mereka bertiga kemudian kembali focus ke zombie. Lan menepuk dadanya dan bergumam. "Itu sangat berbahaya. Aku pikir plot akan berubah lagi."

Lan sebenarnya memiliki tubuh yang bagus dan wajahnya cukup cantik. Zheng dan Xiaoyi menatapnya ketika dia menepuk dadanya. Dia menyadarinya dan berkata, "Apakah Jie akan baik-baik saja? Dia sudah tidak terlihat."

Zheng tahu dia berusaha untuk ngelantur jadi ia menjawab santai, "Dia akan baik-baik saja. Dia lebih kuat dari kita dan dia memiliki desert eagle dengan amunisi tak terbatas. Shit. Aku mau juga satu jika selamat dari ini."

Lan menyentuh dahinya, tampaknya itu sudah menjadi kebiasaannya. Dia mempunyai dahi yang lebih besar dari kebanyakan orang.

"Seratus poin dapat meningkatkan sepersepuluh kekuatan seseorang. Setelah saya berhasil selamat saya harus bertanya ke Jie tentang rincian pertukaran reward. Tapi kita tidak punya waktu untuk berbicara tentang hal ini. Kamu hanya perlu berkonsentrasi melindungi kami." Dia tersenyum kepada Zheng.

Translator / Creator: isshh