September 27, 2016

Terror Infinity – Volume 1 / Chapter 2.2

 

Kaplan menghidupkan tiga komputer. Kemampuan komputernya sudah pasti sangat pro di mata Zheng. Tangannya mengetik tanpa henti di tiga keyboard, namun beberapa menit berlalu dan pintu menuju ke komputer pusat masih tetap tertutup.

Rain bertanya, "kenapa lama sekali?"

Kaplan menjawab tanpa mengalihkan pandangan dari komputer, "Pertahanan Red Queen masih aktif. Itu yang mempersulitku"

Baru saja ia menyelesaikan kalimatnya, pintu akhirnya terbuka. One mengangguk, "Ayo kita selesaikan." Kemudian ia berpaling ke grup Zheng, "Kalian tunggu di sini."

Di balik pintu itu terdapat lorong dengan panjang sekitar sepuluh meter, dengan dinding terbuat dari kaca, berbeda dari dinding baja dan logam di luar.

One berjalan duluan. Ia bergerak dengan sangat hati-hati, waspada di setiap langkah. Kemudian, ketika sampai di tengah koridor, seluruh tubuhnya bergetar terkejut. Karena dinding kaca tiba-tiba menyala.

Suara Kaplan terdengar dari speakerphone, "Lampu otomatis. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan."

"Ini jelas-jelas adalah laser dari sistem pertahanan diri. Lampu otomatis dan tidak perlu khawatir?”, pikir Zheng.

Kemudian saat ia hendak mengatakan sesuatu, sebuah tangan menariknya. Dia berbalik dan melihat Lan menggelengkan kepala.

One selesai memasang pemancar, itu adalah perangkat yang mirip dengan ponsel. Dia meletakkannya di sensor pintu. Kaplan mulai mengetik lagi. Setelah beberapa saat, pintu di sisi lain dari koridor akhirnya terbuka.

One menghela napas dalam-dalam dan melambaikan tangan kepada orang-orang di luar, "Kemarilah."

Alice tiba-tiba bertanya, "Apa itu?"

Kaplan yang berada terdekat dengannya, "Itulah yang akan mematikan Queen. Mengalirkan tegangan listrik besar. Mengacaukan sistem komputer dan memaksanya untuk reboot."

Saat para tentara bayaran akan memasuki koridor, Zheng terpaksa berteriak, "Tunggu, tunggu. Apa kalian tidak merasa aneh? Komputer ini tampaknya tidak terlalu penting untuk kalian reboot seperti ini. Kupikir masalahnya tidak sesederhana ini, mungkin ada sesuatu yang salah dengan koridor ini. "

Tentara bayaran berhenti dan menatapnya. Lan mendesah dan melepas tangannya. Kemudian ia berjalan menuju ke tempat Alice.

One keluar dari koridor dan diam-diam menatap Zheng. "Baik. Kamu, dan kamu, akan ikut dengan kami. "Ia menunjuk Zheng dan Mou.

Tangan dan kaki mereka tiba-tiba mati rasa mendengar itu. Mereka tahu koridor ini adalah perangkap kematian. Siapapun yang masuk akan mati, bahkan One, ia teriris menjadi potongan-potongan kecil. [1]

Zheng akhirnya tahu mengapa Jie menatapnya seperti itu sebelumnya. Ya, dia tidak bisa membantu tetapi mencoba untuk mengubah plot. Namun sulit untuk membelokan plot dari momentumnya. Bahkan jika berhasil berubah, Dewa akan meningkatkan kesulitannya seperti ini.

Mou meletakkan tangannya di kepala dan berteriak, "Tidak, saya tidak mau, saya tidak mau masuk ke sana!" Sambil berteriak, ia mulai berlari kembali  ke jalan asal mereka datang. Sebelum grup Zheng bereaksi, tentara bayaran mengangkat senjata dan menembaknya. Seketika tubuhnya terhempas jatuh ke tanah, menjadi sebuah mayat.

"Wahh!" Zheng dan Xiaoyi mulai muntah. Sebuah nyawa diambil di hadapan mereka. Zheng merasa bersalah karena ketidakmampuannya mengatasi masalahnya sendiri dan menyebabkan kematian Mou.

One menatapnya dengan dingin, "Saya sudah curiga dengan kamu sejak awal. Meskipun identitasmu tercatat di korporasi, kamu tidak terlihat seperti petugas keamanan. Dan sekarang kamu mencoba menghentikan kami me-reboot Red Queen? Oke, Zheng, ikut dengan kami."

Zheng merasa beku. Perutnya masih merasa tidak nyaman sehabis muntah. One tidak memberinya waktu untuk beristirahat, mencengkram tangannya dan memasuki koridor dengan yang lainnya.

Setelah semua orang berada di dalam, persis seperti yang terjadi di film, pintu kedua sisi koridor tertutup. One dan para tentara bayaran memegang senjata mereka dengan hati-hati, kemudian berbicara dengan speakerphonenya, "Kaplan?"

Kaplan panik, "Beberapa jenis mekanisme pertahanan aktif. Membuka pintu menyebabkannya aktif."

"Matikan sekarang."

Kaplan berkeringat, "Sedang kuusahakan."

"Tahan posisi kalian. Semuanya tetap tenang. "

Zheng ketakutan, dia tahu plot sudah mulai berjalan dan ia menjadi bagian dari plot tersebut. Awalnya dinding kaca akan meredup, lalu laser tipis akan keluar di antara dinding. Laser ini mulai bergerak ke arah tentara bayaran dan Zheng.

One yang pertama kali bereaksi. Dia mendorong jatuh dua orang di sampingnya. Zheng telah fokus dari awal. Ia menjatuhkan dirinya ke lantai ketika laser muncul. Laser menyentuh sedikit bahunya. Dia bisa merasakan ketajaman dan panas yang melewati bahunya. Selain ini, pikirannya benar-benar kosong.

"Medis! Medis!", One berteriak.

Ini membawa pikiran Zheng kembali sadar. Dia berbalik dan melihat kepala petugas medis perlahan-lahan jatuh ke bawah dan berdiri tegak di lantai. Matanya menatap ke arahnya seperti sebuah kutukan.

"Tidak, tidak! Aku tidak ingin mati!" Zheng berteriak seperti orang gila. Saat ia berteriak, pikirannya terasa lebih tenang dari sebelumnya. Dia mulai mengingat adegan ini di film.

One berpegangan pada tentara bayaran yang kehilangan jari-jarinya. Lalu seseorang berteriak, "Laser aktif lagi!"

Kali ini laser akan mulai dari ketinggian pergelangan kaki. Zheng ingat rincian adegan ini. Dia ingat laser akan bergerak melewati tentara bayaran pertama dan melengkung ke atas ketika tentara bayaran kedua melompat, memotongnya menjadi dua bagian. Dia hanya punya satu kesempatan, jika gagal, laser akan membunuhnya. Dia tidak tahu apakah bagian ini berubah akibat campur tanganya, tapi ia hanya bisa percaya pada apa yang dia tahu.

Saat laser bergerak cepat ke arah mereka, tentara bayaran yang tergeletak di lantai telah tewas. Dua sisanya mulai mundur. Zheng berkonsentrasi penuh pada tentara bayaran di depannya. Satu detik, dua detik, seolah-olah waktu telah melambat dalam situasi hidup dan mati ini. Dia tidak bisa mendengar apa-apa, dan keadaan sekitarnya terasa sangat lambat.

"Batas kapasitas mental rusak! Menerima 500 poin, kapasitas mental meningkat sebesar 20 poin, kecepatan reaksi meningkat 30 poin!"

Sebuah suara kaku dan anggun terdengar oleh telinga Zheng. Tapi ia tidak bisa mendengarnya. Seluruh perhatiannya tertuju pada tentara bayaran itu. Akhirnya, saat ia melompat, Zheng menjatuhkan dirinya ke lantai. Laser bergerak melewatinya, cahaya putih itu seperti sabit kematian. Pada saat itu, Zheng percaya kata-kata Jie. Seluruh tubuh mereka dibawa ke game ini, ini ulah para dewa, atau mungkin setan. Mereka ... bisa mati di sini!

Laser melengkung ke atas seperti yang diharapkan dan memotong tentara bayaran menjadi setengah. Setelah laser lewat, Zheng segera bangkit. Dia menengok ke belakang dan melihat melalui jendela di pintu, Lan berdiri di luar berlinangan air mata.

Zheng memberinya senyuman kemudian ia meraih One dan berlari mendekati pintu. Dia hanya bisa berharap bahwa plot tidak berubah mulai dari saat ini. Laser ini akan berhenti ketika hampir mencapai pintu. Tidak ada gunanya mencoba untuk mengelak karena akan berubah menjadi bentuk jaring. Yang bisa ia lakukan hanya tetap berada di dekat pintu dan berdoa. Ikuti plot dan mengakhiri semuanya!

One bersusah payah untuk melepaskan cengkeraman Zheng. "Lepaskan saya! Tempat ini akan mencincang kita! Biarkan saya pergi!"

Zheng mencengkeram kerahnya dan berkata, "Percayalah! Tidak ada cara untuk menghindar saat ini. Tetap dekat dengan pintu dan kita masih dapat mencoba keberuntungan kita! Percayalah padaku!"

Laser ketiga telah terbentuk dan mulai bergerak ke arah mereka. Ini akan memotong mereka menjadi setengah. One berusaha untuk menunduk tapi Zheng tidak akan melepaskannya. Dia menempelkan seluruh tubuhnya ke pintu lalu menutup matanya.

"Hidup, aku ingin hidup, bahkan jika dalam situasi seperti ini, aku masih ingin hidup!"

Mungkin doanya didengar oleh dewa, laser dengan cepat membentuk jaring saat mendekati mereka. One menjerit. Saat ia putus asa, laser meredup dan menghilang beberapa sentimeter di depannya. Dia bisa merasakan gelombang panas menyentuh wajahnya. Untuk sesaat, ia tidak percaya dia masih hidup.

Zheng membuka matanya. Dia tidak melihat laser menghilang tapi ia tahu bahwa ia berhasil. Mengetahui rincian plot memungkinkan dia untuk tetap hidup dari jurang kematian. Dia tidak pernah sedekat ini dengan kematian dalam dua puluh tahun lebih hidupnya. Kematian begitu dekat dan menyerempet bahunya.

"Apa ini?"

Selagi Zheng sedang berpikir tentang keberuntungannya, ia menemukan sebuah bola kecil bercahaya pada kerah One. Dia mengambil bola cahaya itu kemudian menghilang di tangannya. Sebuah rasa hangat menjalar dari tangannya ke tubuhnya, sensasi nyaman yang luar biasa.

"Hadiah side quest Rank B. Menerima 5000 poin."

Suara kaku dan anggun yang sama terdengar. Zheng kemudian teringat pernah mendengar sesuatu sebelumnya. Itu 500 poin dan meningkatkan kapasitas mental sebesar dua puluh poin dan kecepatan reaksi sebesar tiga puluh poin. Itu sudah seperti seribu poin jika kamu meningkatkan kemampuan diri; jumlah yang sama yang akan kamu dapatkan dari menyelesaikan sebuah film.

5000 poin ini seperti hadiah dari surga. Zheng sangat terkejut. Ketika pintu terbuka dan beberapa orang bergegas ke arahnya, ia masih berdiri di sana dalam keadaan linglung.

Xiaoyi menepuk bahunya, "Kau menakjubkan! Kau berhasil selamat!"

Pikiran Zheng kembali ke kenyataan. Dia menggeleng dengan senyum pahit. Dia bahkan tidak tahu harus berkata apa. Kejadian barusan terlalu berlebihan untuk orang normal dari dunia yang damai.

Lan menghampirinya juga, "Kau layak mendapatkannya. Aku telah mengingatkan kau untuk tidak ikut campur tapi kau tidak mendengarkan. Jie benar. pertahanan terbesar kita di sini bukan keberuntungan tapi mengetahui plot. Keberuntungan tidak akan selalu berpihak padamu. Berhenti bersikap impulsif dari sekarang. Tidak ada yang ingin mati di sini. "

Zheng menggeleng dan tidak menjawab. Dia tidak tahu apakah dia harus memberitahu mereka tentang hadiah barusan. Hadiah side quest Tank B? Apa artinya? Apakah itu berarti kamu telah berhasil mengubah plot atau menyelamatkan pemeran yang seharusnya mati? Atau selamat dari adegan berbahaya?

Dia tidak tahu. Tadi itu sangat berbahaya, ia nyaris mati di sana. Dan pria paruh baya tewas karena dia. Jadi dia terlalu takut untuk mengubah apa pun dari sekarang. Jie mungkin tidak akan membiarkan dia melakukan apa-apa lagi. Karena tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi sekarang. Mungkin semua orang akan mati di sini, termasuk para pemain, para pemeran, dan bahkan karakter utama.

Seperti itulah film horor. Tidak ada yang benar-benar aman. Semua orang bisa mati. Mereka hanya berjuang untuk bertahan hidup.

Translator / Creator: isshh