September 27, 2016

Terror Infinity – Volume 1 / Chapter 2.1

 

Zheng dan para pemula mengikuti tentara bayaran dengan panik. Mereka tidak tahu harus berbuat apa. Mereka datang dari dunia modern, beradab dan ini pertama kalinya mereka mengalami kejadian fantasi aneh ini, Mereka pikir itu semua hanya mimpi. Jujur saja, Zheng merasa sedikit senang.

Setelah bosan dengan dunia nyata, ia membutuhkan beberapa jenis tantangan. Apakah itu cinta satu malam, terlibat perkelahian, atau bahkan obat-obatan terlarang, mereka hanya bagian dari dunia nyata. Setelah kau bangun,  kau akan kembali pada dunia yang membosankan. Tapi bukan itu yang ia inginkan. Dia ingin sesuatu yang lebih menarik.

Dia sangat senang ketika ia pertama kali mengetahui dunia ini. Tidak hanya bisa merasakan semua dunia ini, tapi dia juga bisa meningkatkan dirinya dengan poin. Karena dia telah melihat begitu banyak film horor, selama itu adalah dunia film yang pernah ditontonnya, maka ia akan menjadi lebih kuat dan tidak pernah mati. Setelah ia cukup kuat dan tidak ada yang bisa membunuhnya, ia akan bisa pergi ke dunia apapun dan hidup sesuka hatinya. Dan jika ia bosan dengan dunia ini, ia bisa langsung kembali ke dunia nyata.

Itulah yang Zheng dibayangkan. Sampai suara dua ledakan terdengar. Hancur sudah fantasinya. Surga itu tidak ada, dan tempat ini bukan surga. Ini adalah neraka. Dia hanya serangga kecil di mata Dewa. Hidup manusia tidak berharga dan tidak lebih dari sekedar ledakan. Dia ... tidak ingin mati.

Para pemeran tidak menyadari ledakan itu. Mereka bahkan tidak menyadari dua orang hilang. Ketika mereka sampai di bawah tangga, seorang tentara bayaran berkata, "Status. Red Queen mengunci kami. Dia tahu kita di sini."

"Siapa Red Queen?" Alice bertanya ke One dengan rasa ingin tahu.

"Sebuah artificial intelligence. Dia adalah komputer yang mengontrol Hive."

Semua orang telah sampai ke dasar. Jie berbalik dan menatap mereka yang terengah-engah dengan senyuman sinis. "Terus bergerak. Kalian beruntung jika tetap hidup melewati ini. Terus terang, keberuntungan sudah memihak kalian. Film ini memiliki tingkat kesulitan yang sangat mudah. Salah satu film yang bisa kalian selesaikan dengan senjata. Setelah kalian selamat dari film ini, kalian akan mendapatkan 1000 poin untuk meningkatkan kemampuan diri."

Saat grup bergerak maju, laboratorium mulai terlihat dari samping. Lab tersebut tergenang oleh air. Mayat para peneliti mengambang di dalam. Zheng juga tahu bahwa mayat tersebut sudah terinfeksi. Setelah komputer pusat restart, mereka akan terbebas dari segala penghalang .
"Ini akan memperlambat kita. Rute kita menuju Queen membawa kita langsung melewati lab ini," kata seorang tentara bayaran.

"Rain, JD, periksa seburuk apa banjir ini." One memberi perintah. "Kaplan, Jie, cari rute alternatif."

Jie melambai ke arah kelompok Zheng dan pergi dengan santai.

Setelah empat orang pergi, Spence bertanya, "Apa yang terjadi di sini?"

One melihat ke semua orang dan menjawab, "Lima jam lalu, Red Queen melakukan pembersihan. Menyegel Hive dan membunuh semua orang  yang ada di sini. Saat kita menyadari situasi yang terjadi, tim saya diperintahkan untuk mematikannya."

Karakter utama tampak bingung. "Mengapa dia melakukannya?" Tanya Alice.

One menggeleng, "Itu yang tidak kami ketahui. Tapi ada kemungkinan sabotase dari luar."

Selagi One berbicara, sebuah sosok muncul melalui jendela lab terdekat Matt. Dia mengamati lebih dekat, menyadari bahwa itu adalah mayat yang mengambang dan dia melompat terkejut.

Semua orang terkejut, bahkan kelompok Zheng. Mereka memandang ke arah lab itu dan melihat mayat perempuan pucat. Para pemeran kembali tenang dengan cepat, tetapi kelompok Zheng ketakutan dan menggigil. Mungkin kalian tidak bisa merasakannya di bioskop, tetapi ketika kalian mengalami ini, terutama ketika kalian tahu bahwa mayat itu zombie, rasa takut ini sangat tak terbayangkan.

Pikiran Zheng kosong. Kemudian sebuah tangan menepuk bahunya. Suara sekecil apapun cukup untuk membuat panik siapapun saat ini. Dia langsung melompat mundur beberapa kaki sebelum berbalik untuk melihat. Gadis berkacamata berdiri di sana menertawakannya.

"Hei! Mengapa kita tidak memperkenalkan diri? Apalagi kita punya tujuan yang sama."

Tiga orang pria setuju. Kemudian gadis berkacamata berkata, "Nama saya Zhan Lan (Lan), terdengar seperti nama laki-laki kan? Saya seorang penulis. Sebelum terjebak di sini, saya selalu mengeluh tentang kurangnya inspirasi. Sedikit yang saya tahu saya datang ke dunia dengan inspirasi tak terbatas. Ini mungkin pembalasan. Ha!"

Zheng kembali dengan senyum ramah, "Zheng Zha. Saya adalah seorang manajer. Uhm. Sebelum saya datang ke sini saya mengeluh tentang dunia yang terlalu membosankan dan ingin beberapa kesenangan... Meskipun tempat ini tampaknya terlalu berlebihan."
Lan tersenyum dan menjabat tangannya, "Itu yang aku rasakan juga!"
Pria paruh baya tersenyum bersama mereka, "Mou Gang (Mou), saya adalah seorang sopir truk. Sebelum datang ke sini saya mengeluh tentang istri saya yang terlalu pelit, dan anak saya tidak memenuhi harapan kami. Saya mengklik YES saat sedang bermain game online dengan teman-teman saya, kemudian tiba di sini."

Terakhir seorang bocah laki-laki berkata, "Li Xiaoyi (Xiaoyi), siswa SMA. Yah, saya mengeluh tentang banyak hal, tetapi tempat ini tampaknya tidak buruk juga. Selama aku tetap hidup, aku bisa menjadi manusia super. Menurut apa yang dikatakan Jie, kalian mungkin bisa mempertahankan kekuatan kalian jika berhasil kembali ke dunia nyata. Aku bosan ditindas di sekolah. Jika aku bisa kembali, akan kubunuh orang-orang kurang ajar itu!"

Bocah itu mengeluarkan ekspresi liar. Tiga orang dewasa saling memandang. Mereka tahu bahwa anak ini mungkin diganggu terus-menerus di sekolah, dia kecewa dalam dunia nyata. Sepertinya semua orang di sini punya latar belakang yang sama yaitu kecewa dengan dunia nyata.

Jie dan Kaplan kembali. Ketika ia berjalan melewati Lan, ia tiba-tiba menepukk bahunya dengan keras. Lan menjerit sementara Jie berjalan ke One tertawa keras.

"Pak. Saya menemukan rute alternatif, tapi itu akan memakan waktu lebih lama. Dua kali jalan, memotong melalui Dining Hall B, lalu kita kembali ke jalur yang benar." kata Kaplan.

Sekarang, dua tentara bayaran lainnya juga sudah kembali. "Pak, tidak ada jalan. Semua lantai tertutup banjir."

One mengangguk, "Baiklah, kita kehabisan waktu. Jadi ayo bergerak."

Kelompok Zheng mengikuti mereka dengan malas. Untungnya tentara bayaran tidak mulai berjalan lagi. Akhirnya, mereka berhenti di depan sebuah pintu besi. Mereka membuka pintu dengan komputer dan masuk dengan hati-hati sambil memegang senjata mereka.
Di dalam ruangan ini banyak kurungan besi. Siapapun yang sudah menonton film ini pasti tahu, dalam kurungan-kurungan tersebut terdapat Hunter. Sekali komputer pusat mati, mereka akan seratus kali lebih berbahaya dari zombie.

Seorang tentara bayaran menatap komputernya, "Dining Hall B. Itu yang tertulis di peta."

One berjalan ke tentara bayaran tersebut sementara Matt menimpali, "Mungkin korporasi menyimpan beberapa rahasia di sini."

One menatap Matt tanpa menjawab, "JD, Rain, dan Jie jaga tahanan di sini dan amankan pintu keluar."

Pada saat yang sama, tentara bayaran mengatakan, "Pak, tingkatan halon tidak terdeteksi di ruangan ini. Saya pikir sistem tidak berfungsi."

One mengangguk, "JD, Rain dan Jie, mungkin ada yang selamat. Lakukan pencarian, tapi lakukan dengan cepat."

Mereka bertiga mengangguk, tapi Jie menyeringai dan mengeluarkan rokok. Dia tahu bahwa tidak ada yang selamat, melainkan hanya sekumpulan zombie.

Lan tiba-tiba berjalan ke Jie dan bertanya dengan suara rendah, "Aku ingin tahu sesuatu, bisakah kita mengubah plot film?"

Jie mengangguk, "Lanjutkan, apa lagi yang ingin kamu tanyakan?"

Dia tertawa, "Bisakah kita mengebom tempat ini? Jika kita membunuh semua hunter di ruangan ini, maka kita bisa mendapatkan beberapa ribu poin. "

Jie dan Lan tertawa bersama, "Kau tidak salah, kita bisa mendapatkan beberapa ribu poin untuk mengebom tempat ini, tapi aku memiliki dua pertanyaan. Pertama, apakah kau pikir mereka akan membiarkan kita melakukannya?" Dia menunjuk ke arah tentara bayaran.

"Mereka tidak tahu apa ini, dan tidak tahu apa yang terjadi setelah komputer pusat dimatikan. Jika mereka melihat kita melakukan sesuatu yang aneh, mereka mungkin akan menembak kita terlebih dahulu. Malah mungkin akan melepaskan hunter lebih awal. Dewa tidak akan membiarkan kau mengubah plot dengan mudah, dan bahkan jika kau berhasil melakukannya, mungkin tingkat kesulitan akan bertambah dan menyebabkan beberapa kecelakaan. Paham?"

"Pertanyaan kedua, apa yang paling kau andalkan untuk bertahan dalam film ini?"

Lan berhenti sedikit, ia menyentuh dahi dan menjawab, "Kekuatan? Tidak, keberuntungan? Tapi kurang bisa diandalkan... Mungkin mengetahui plot?"

"Bingo. Mengetahui plot adalah keuntungan terbesar kita, jadi kalau aku tidak yakin seratus persen, aku tidak akan mengubah apapun. Dan siapapun yang mencoba mengubah plot demi poin, aku tidak keberatan mengirimnya ke neraka."

Zheng mendengarkan semua percakapan mereka. Kemudian ia menyadari Jie menatapnya dengan rasa kasihan dan ejekan ... seolah-olah dia sedang melihat orang yang sudah mati. Hal ini membuat Zheng sangat tidak nyaman.

Bersamaan itu, One mengatakan, "Oke, kalian semua ikuti saya."

Mereka melewati beberapa pintu dan tiba di ruang kontrol. Tentu saja Red Queen sudah tidak terkendali.

Ruangan ini sudah tidak bisa lagi mengontrol keseluruhan laboratorium.

Translator / Creator: isshh