September 27, 2016

Terror Infinity – Volume 1 / Chapter 1.2

 

Kereta perlahan berhenti. Tentara bayaran keluar dengan hati-hati. Diikuti kemudian oleh pria berambut hitam. Gadis berkacamata memandangi Zheng dan yang lainnya, dan mengikuti mereka keluar. Saat sang “One” bergerak menjauh, semuanya ikut bergerak juga.

Di luar kereta terdapat sebuah peron. Zheng teringat akan film tersebut, ini adalah awal di mana orang-orang ingin masuk ke dalam Hive, dan pintu masuk menuju ke lab bawah tanah.

Orang-orang mengikuti peron tersebut dan sampai pada pintu masuk lab, di mana sebuah pintu baja menghalangi jalan mereka. Pada pintu terdapat simbol-simbol khusus yang menunjukkan perusahaan dari lab ini dan bahaya yang ada di tempat ini.

Zheng dan yang lain mengikuti tentara bayaran menuju pintu ketika seorang wanita dengan rok merah tiba-tiba menatap One dan bertanya, "Aku ingin tahu siapa kalian dan apa yang terjadi di sini."

One menatapnya kemudian melambaikan tangan ke tentara bayaran lainnya. Mereka mengambil beberapa perangkat dari tas mereka dan mulai membuka pintu. Dia kemudian berkata kepada perempuan itu, "Kau dan aku memiliki majikan yang sama. Rumah di atas kita adalah pintu masuk darurat menuju Hive. Kamu adalah petugas keamanan yang ditempatkan di sana untuk melindungi pintu masuk itu."

Zheng ingat adegan ini. Ini adalah saat Alice bertanya tentang penyebab peristiwa ini. Meskipun ia telah mnonton film dan tahu kebenaran di balik itu, mengalami kejadian ini secara langsung memberinya perasaan nyata.

Alice tampak sedikit bingung. Dia mengusap cincin kawinnya, dan bergumam, "Bagaimana dengan ini?"

One berkata, "Pernikahanmu palsu. Hanya bagian dari penyamaranmu untuk melindungi rahasia Hive."

"Dan apa itu Hive?", salah satu orang barat yang bukan tentara bayaran bertanya. Zheng mengenali orang ini juga. Spence Sparks, ia adalah penyebab peristiwa ini. Seorang mata-mata yang mencoba untuk mencuri T-virus.

One menoleh ke seorang tentara bayaran, "Tunjukkan ke mereka."

Dia mengangguk, dan membuka laptop.

"Racoon City, pusat perkotaan terdekat. Rumah di mana kami menemukanmu dan mempunyai akses ke kereta, yang pada akhirnya membawa kami ke Hive."

Sebuah bangunan yang tampak seperti sarang lebah muncul di layar.

" Hive itu sendiri terletak di bawah tanah jauh di bawah jalan-jalan Racoon City. Sebuah fasilitas penelitian rahasia yang dimiliki dan dioperasikan oleh Umbrella Corporation ... Posisi kita pada peta ditunjukkan dengan tanda panas tubuh. "

Seperti penjelasan One, lokasi kami tertera pada laptop. Kami berdiri di peron di atas Hive. Zheng tahu ini adalah tempat yang aman tapi, tidak lama setelah itu, daerah ini akan menjadi zona kematian.

"Dan mereka?", Alice menunjuk Zheng dan lain-lain.

Zheng panik. Mereka pikir mereka adalah tamu dari dunia ini dan para pemain tidak akan berinteraksi dengan mereka. Mereka hanya perlu menghindari monster. Siapa sangka tokoh utama akan berbicara dengan mereka.

One berkata, "Mereka juga petugas keamanan. Perusahaan memiliki file pendaftaran mereka. Tapi pertanyaan saya jika ada kesalahan dalam perintah perusahaan. Terpisah dari satu orang, sisanya hanyalah orang biasa."

Ini mungkin adalah identitas yang Dewa berikan ke mereka.

Spence lalu bertanya, "Mengapa saya tidak ingat apa-apa?"

"Hive memiliki mekanisme pertahanan sendiri, semua dikendalikan komputer. Sebuah gas saraf dilepas ke dalam rumah. Efek utama dari gas: ketidaksadaran yang berlangsung hingga empat jam. Efek sekunder bervariasi, tetapi bisa termasuk kehilangan memori akut."

"Untuk berapa lama?"

"Subyektif. Satu jam, satu hari, satu minggu."

Orang barat lainnya yang bukan tentara bayaran mengatakan, "Jadi maksudmu tempat ini telah diserang?"

One menatapnya, "Aku takut ada hal yang lebih rumit dari itu."

Zheng mengenali orang ini juga. Dia Matt Addison, datang ke sini mencari adiknya, yang merupakan seorang peneliti dalam Hive.Dia menemukan bahwa korporasi sedang meneliti T-virus dan berusaha untuk menghubungi pemerintah. Orang yang dia hubungi adalah Alice. Tapi sebelum dia bisa mencuri virus, Spence mencuri virus dan membocorkannya. Dia kemudian terinfeksi dan menjadi zombie.

Zheng berterima kasih kepada para dewa. Dia banyak menonton film karena hidupnya begitu membosankan. Sci-fi dan horor yang genre favoritnya. Mengetahui alur cerita dan siapa karakter utama akan meningkatkan peluang untuk bertahan hidup. Ini logika umum bahwa karakter utama tidak akan mati apakah itu dalam film atau novel.

Pada saat ini suara datang dari pintu, "Pak! Kami berhasil membuka Hive."

One mengangguk, lalu ia memandang kelompok Zheng dan menghela napas. Dia berbalik dan memimpin tentara bayaran ke pintu.

Pintu terbuka di bawah kontrol komputer. Sangat gelap di dalam. One memanggil seorang tentara bayaran, "JD!"

Orang itu mengangguk dan mengenakan kacamata night vision. One berhenti sejenak, ia berpaling ke pria berambut hitam dan berkata, "Zhang Jie (Jie)!"

Jie mengambil desert eaglenya dan masuk ke dalam. Zheng tahu bahwa pria berambut hitam juga tahu alur cerita film. Dalam Resident Evil 1, selama sistem komputer pusat hidup, mereka akan aman di sana. Tetapi begitu sistem komputer mati, tempat ini akan dipenuhi oleh zombie dan hunter.

Tidak butuh waktu lama bagi Jie untuk menyalakan lampu. Seluruh ruangan menyala, kamu juga bisa melihat pemandangan kota modern melalui jendela. Sebuah pemandangan yang sudah sering Zheng lihat dalam hidupnya.

Tentara bayaran dan semua orang memasuki ruangan. Seorang tentara bayaran perempuan berkata, "Isi Halon telah hilang."

Ketika Spence mencuri T-virus, ia memecahkan botol itu. Maka sistem ventilasi menyebarkan virus ke seluruh Hive. Semua orang di dalam terinfeksi. Sesaat sistem komputer pusat mengetahui peristiwa itu, langsung mengisolasi Hive dan melepaskan gas. Satu-satunya yang tersisa di lab adalah zombie dan hunter.

Sepertinya Resident Evil adalah sebuah film populer. Semua orang dalam kelompok Zheng menontonnya. Mereka semua bersandar di jendela dan melihat keluar. Mereka tidak khawatir saat ini karena mereka tahu ini adalah masih tempat yang aman. 
Matt tiba-tiba berkata, "Lebih mudah untuk bekerja di bawah tanah, kupikir kita bisa melihat sesuatu disana."

Zheng ragu-ragu sejenak kemudian menjulurkan tangannya, "Zheng Zha ... Uhm, Aku mungkin seorang petugas keamanan."

Tangan Matt diborgol karena file-nya tidak terdaftar dalam korporasi. Dia berbalik dengan senyum pahit, "Diborgol, aku rasa kita tidak bisa berjabat tangan seperti ini ... Dan aku lupa nama saya."

Zheng tersenyum ramah. Matt adalah orang yang baik dalam film. Dia juga tidak bersalah. Dia di sini hanya untuk mencari adiknya dan ia mencoba untuk melindungi Alice sampai akhir film. Dia adalah salah satu yang bertahan hidup di akhir cerita. 
Di sisi lain, One dan beberapa tentara bayaran menemukan pintu lift yang terbuka. Tapi di dalamnya sangat gelap pekat. Mereka melemparkan suar dan melihat bahwa lift berada di dasar dengan kabel terputus.

"Sepertinya kita harus melewati tangga."

One berbalik kepada semua orang, "Lewat tangga, kita harus sampai ke dasar dalam waktu sepuluh menit. Ikuti aku !! ”

Tentara bayaran yang terlatih, Alice yang memiliki T-virus, stamina Spence dan Matt tidak buruk juga, Jie telah melewati tiga film dan mungkin sudah meningkatkan dirinya.

Dari enam orang yang tersisa, meskipun Zheng seorang pekerja kantor, dia suka berolahraga dan menghabiskan hari di gym setiap minggu. Sehingga dia dapat membantu para perempuan itu.

Gadis berkacamata terlihat kurus dan, sebagai seorang gadis, staminanya lebih lemah dari laki-laki. Tapi dia cukup cerdas dengan memegang sudut kemeja Jie. Jadi Jie bagian penopang dari berat badannya. Dia menatapnya sejenak kemudian melanjutkan bergerak di depannya.

Pria gemuk itu tampak berusia sekitar dua puluh delapan. Tak lama kemudian, ia terengah-engah, dan kecepatannya melambat.

Ada tiga orang lagi. Seorang pria paruh baya, mungkin seorang buruh. Dia tidak cepat tapi terus berjalan dengan semua orang. Seorang wanita paruh baya. Dia lebih buruk daripada pria gemuk tersebut. Dia sudah pada titik di mana ia berjalan langkah per langkah. Yang terakhir adalah seorang anak remaja. Wajahnya tampak sangat umum dan tubuhnya tidak tampak kuat. Tapi seperti pria paruh baya, ia terus berjalan dengan semua orang.

Setelah beberapa saat, kamu tidak bisa lagi melihat pria gemuk dan wanita paruh baya dari belakang. Zheng mengikuti Jie sepanjang perjalanan dan tiba-tiba mendengar, "Dua gugur."

Zheng bertanya ingin tahu. "Apa dua gugur?"

Jie menyeringai, "Mereka! Jangan mengganggap kata-kataku sebagai lelucon. Ini adalah dunia nyata. Kita akan mati di sini. Mungkin kalian masih tidak menganggap ini dengan serius dan mengira ini hanya sebuah film, kan? Terpisah lebih dari tiga ratus kaki darinya kalian akan meledak, ini adalah salah satu peraturan. Mereka akan mati!"

Bang.

Sesaat Jie menyelesaikan kalimatnya, dua ledakan datang dari atas. Kelompok Zheng melihat ke arah itu dengan bingung, tapi tidak ada yang terlihat selain anak tangga.

Translator / Creator: isshh