June 24, 2017

Terror Infinity – Volume 9 / Chapter 9.2

 

Saat para gadis kembali dengan sekeranjang penuh jamur, ChengXiao ditugasi untuk mengidentifikasi jamur yang beracun. Yang lainnya memulai persiapan untuk memasak.

“Aku benci kalian! Mengusir saudara kalian pergi saat para gadis di sini. Kalian…”

Tiba-tiba, wanitanya mendatanginya dan berkata lembut. “Cewek, jangan lari-lari sekitar sini. Kembali, saya akan ke sana kalau sudah selesai dengan ini.”

Dia membersihkan beberapa rumput di tubuhnya kemudian mencium wajah ChengXiao dan berlari kembali. ChengXiao berhenti mengutuk kemudian mulai menghitung jamur sambil tersenyum.

Menusuk ikan ke sebuah stik kemudian ditaburi dengan rempah-rempah. Ikan itu kemudian diletakan di samping perapian untuk dipanggang. Sebuah panci besar untuk merebus jamur dan sup ikan di perapian satunya.

Ran mencicipi sup dengan piring kecil dan mengangguk. Yang lain bersorak dan segera mengambil sendiri ke mangkuk masing-masing. Meski sederhana, rasa yang segar itu lebih alami dari apapun. Sesuatu yang tidak akan pernah dicicipi oleh orang di kota-kota yang sudah tercemar polusi.

Setelah sup dan ikan bakar itu, seolah-olah semua orang sudah lupa tentang film saat mereka mengobrol. Lupa tentang pertempuran tim yang akan datang dan kemungkinan tewas. Setiap orang memiliki sebuah senyuman dan kesempatan langka untuk merasa santai.

Tidak ada yang ingin bergerak selama siang ini saat mereka berbaring di rumput. Pada saat mereka bangun dari tidur siang mereka, bintang-bintang telah memenuhi langit. Kunang-kunang terbang di atas sungai. Gadis-gadis itu tertawa saat mereka berlari, bahkan Yinkong tampak bersemangat.

Heng bergumam. “Saat saya masih bersama dengannya, aku membawanya ke desa setiap kali saya mengunjungi nenek saya. Dia bilang dia menyukai kunang-kunang. Lampu-lampu kecil bersinar seperti mata seorang kekasih. Haha, saya adalah pendosa yang menghancurkan mata kekasih ini.”

Zheng mendesah. Dia tahu dari percakapan itu bahwa kekasih Heng adalah wanita yang meninggal dalam film The Grudge. Dia tidak pernah menyangka bahwa wanita seperti itu yang membuat Heng melarikan diri. Siapa yang harus disalahkan? Heng adalah seorang pria yang baik tapi kepribadian pengecutnya menghancurkan dia dan yang ia suka. Tidak heran dia begitu senang ketika ia memperoleh kemampuan Focused. Dia mungkin begitu membenci dirinya sendiri.

Zheng berkata. “Kenapa kau tidak menciptakan dirinya lagi? Seseorang yang sama seperti dia.”

Heng segera menjawab. “Tidak, itu tidak sama. Itu tidak akan pernah sama. Saya tahu prinsip penciptaan itu, menciptakan seseorang yang sesuai dengan ingatan kita. Tapi dia yang ada di ingatan saya pasti membenci saya. Saya tidak memiliki keberanian untuk menghadapinya kembali. Biarkan dia hidup di dunia nyata dengan damai. Saya berharap dia bisa melupakan semuanya dan melupakan saya. Saya berharap dia bisa menemukan kebahagiaan.”

“Kebahagiaan?” Mungkin kedamaian setelah kematian juga merupakan kebahagiaan bagi pasangan ini.

Zheng melihat Honglu menghela napas kemudian berguling dan bertanya. “Honglu, ada apa? Mengapa kau sedih?”

Dia berkata. “Tidak ada apa-apa, mengapa aku harus merasa sedih tiba-tiba?”

Zheng menyentuh kepalanya dan berkata. “Apa yang perlu dikhawatir oleh seorang anak-anak. Apakah karena kau tidak mendapatkan serangga hari ini?”

Honglu menampar tangannya. “Hentikan omong kosong ini, siapa yang membuat aturan bahwa anak-anak tidak boleh memiliki kekhawatiran mereka sendiri? Lagipula siapa yang mengatakan itu? Seseorang yang telah meninggal tidak akan pernah kembali. Saya tahu penciptaan manusia adalah palsu. Tidak, bukan palsu, tapi itu bukan orang yang sama yang kau kenal. Ini hanya bertujuan untuk menghibur diri saya sendiri. Saya sungguh bodoh.”

“Saya adalah seorang yatim piatu. Ada sebuah lipatan di bagian belakang kepala saya ketika saya lahir. Saya tidak tahu siapa orang tua saya. Mereka meninggalkan saya di rumah sakit. Saya tahu kau mengasihani saya, tapi untuk apa? Yang harus kau kasihani adalah mereka. Mereka kehilangan seorang anak jenius.”

“Kemudian dokter mengatakan bahwa itu karena pertumbuhan abnormal otak saya dan akan kembali normal saat saya tumbuh dewasa. Karena hal ini jarang terjadi di dunia, dengan kecerdasan yang telah saya tunjukkan, rumah sakit memutuskan untuk menjaga saya di sebuah lembaga penelitian dan menugaskan seorang perawat untuk merawat saya. Dia berusia 22 dan saya 6.”

“Hidup damai selama beberapa tahun lalu tiba-tiba, terjadi kebakaran. Api mencapai kamarku. Dia adalah orang pertama yang datang ke kamarku. Dia tersenyum dengan sekaleng oksigen di tangannya. Lalu ia membuatku pingsan. Ketika aku bangun, aku sudah berada di rumah sakit.”

“Api itu memblokir aula yang mengarah ke kamarku. Ruangan itu di lantai delapan jadi saya tidak bisa melompat keluar melalui jendela. Tangga juga tertutup oleh api. Dia menemukan sekaleng oksigen setngah kosong. Tapi ruang penyimpanan itu sebenarnya bukan berada di lantai ini. Dia memasangkan masker padaku dan tewas karena asap. Dia melepaskan kesempatan untuk hidup. Aku benci diriku sendiri. Mengapa aku anak kecil! Mengapa aku tidak memiliki kemampuan untuk menyelamatkannya? Bagaimana kau bisa menyebut dirimu seorang pria ketika kau menempatkan seorang perempuan dalam bahaya? Wah…”

Honglu meringkuk dan mulai menangis. Ketiga pria lainnya tidak tahu bagaimana cara menghiburnya. Siapa sangka anak jenius ini memiliki masa kecil seperti itu?

Zheng mendesah. “Itu di masa lalu. Ini adalah rumahmu sekarang. Kami adalah keluargamu. Kita hidup dan mati bersama-sama. Kita bergantung satu sama lain! Tidak banyak yang bisa saya katakan, tapi tetaplah hidup dengan kebahagiaan yang kau miliki sekarang!”

Honglu berhenti menangis dan menatap Ran di kejauhan. Senyumnya begitu indah pada saat ini.

Semua orang mengerjakan urusan mereka sendiri beberapa hari hari berikutnya. Heng menyukai game MMO, sehingga ia menukar sebuah komputer. NPC dalam game, semuanya memiliki kecerdasan buatan. Mereka bisa berinteraksi seperti manusia asli.

Hobi Yinkong adalah membaca, dari dunia klasik, novel hingga majalah. Dia menikmati semua jenis sastra. Dia juga suka duduk di platform sendirian dan membaca puisi. Siapa yang akan menyangka bahwa dia adalah seorang pembunuh?

Honglu dan ChengXiao meneliti resep yang mengandung serangga. Beberapa dari mereka sangat mencengangkan, seperti sashimi rayap, selada dengan belatung, atau cacing kubis. Resep ini cukup untuk membuat orang normal terkena serangan jantung, tetapi mereka tampaknya begitu menikmatinya.

Di sisa waktunya, Honglu mempelajari desain dari berbagai senjata. Dia tidak memiliki pengetahuan itu dari awal, sehingga ia harus belajar sendiri dasar-dasarnya dari awal. Proses ini bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan dalam beberapa hari.

Zheng berjalan-jalan dengan Lori di padang rumput setiap hari. Kemudian ia menghabiskan sebagian besar waktunya untuk berlatih tanpa membuat dirinya kelelahan. Lagipula, dia harus bertambah kuat untuk pertempuran mendatang. Yang lain bisa bersantai tetapi sebagai seorang pemimpin, ia harus bertanggung jawab untuk dirinya sendiri dan untuk tim. Dia adalah anggota terkuat dari tim China!

Pada hari itu, semua orang berdiri di platform menunggu waktu teleportasi dengan tenang.

“Masuk ke beam dalam waktu tiga puluh detik. Target terkunci. Resident Evil: Apocalypse. Mulai  transportasi.”

 

Translator / Creator: isshh