June 11, 2017

Terror Infinity – Volume 9 / Chapter 6.2

 

Honglu terkejut mendengarnya. Dia menarik sehelai rambut kemudian berkata. “Aku telah mendengar tentang Xuan. Aku tidak pernah mengira kau bisa menipu dewa dan memasuki dunia ini. Tapi kalau dilihat dari waktu, kau telah mencoba metode ini berkali-kali. Mengapa begitu lama? Dan siapa orang lainnya?”

“WangXia, seorang pengintai dari pasukan khusus. Dari ujian kami, sepertinya dari setiap keahlian, hanya satu orang dapat memasuki dunia ini. Setelah WangXia menghilang dari laboratorium kami, tidak terjadi apa-apa pada pengintai lainnya. Jadi kami mengganti orang dengan keahlian lain. Aku bagian dari bidang medis. Ha ha. Tidak berpikir saya akan dipilih. Jadi kau bisa menciptakan orang yang diinginkan? Sial, itu seperti mimpi terbaik setiap pria. Apa pilihan yang terbaik? Loli dengan stoking? Atau MILF dengan payudara kecil?”

Perubahan nada itu begitu tiba-tiba. Dia baru saja membicarakan hal-hal serius dari dunia nyata dan sekarang berubah tentang menciptakan wanita dengan wajah mesum. Dia juga menghujat bahwa Honglu tidak akan bisa mengerti tentang otokonoko, yuri dan semacamnya. Dia tidak bisa memahami pria ini.

ChengXiao mengangkat Yinkong dari lantai dan bergumam dengan suara yang dalam. “Apakah WangXia mati?”

Honglu menggeleng. “Saya tidak tahu apakah orang ini berhasil masuk. Film sebelumnya terlalu rumit. Pokoknya, mari kita kembali ke dimensi dewa terlebih dahulu. Kau harus menunggu Zheng untuk bertanya tentang WangXia. Dia bersama dengan para pemula di film sebelumnya.”

ChengXiao mendesah. “Ya, mari kita pergi ke dimensi dewa. Sangat disayangkan untuk orang yang bernama Zheng itu. Dia benar-benar kuat. Saya tidak bisa mengalahkannya bahkan dengan empat orang seperti saya. Dia juga tajam dengan keputusannya. Jika dia bisa menjadi pemimpin dan kau menjadi ahli strategi, ini akan menjadi tim yang kuat.”

Mereka memasuki pesawat sambil berbicara. Mereka semua menghilang setelah mereka melangkah ke dalam pesawat. Tak lama kemudian, mereka kembali ke dimensi dewa. Pengumuman dari  dewa membuat mereka linglung.

Di sisi lain, Zheng berlari bersama para karakter film. Semua orang semakin cemas karena waktu semakin dekat. Saat itu, Ripley tiba-tiba jatuh ke lantai. Sebuah lapisan sekresi alien menutupi daerah itu, yang membuat karakter lainnya terkejut. Itu sebelum orang kaukasia itu berteriak sebelum orang-orang terus berlari.

(Adegan ini telah dimulai. Setelah karakter utama jatuh, dia akan menemukan Newborn. Newborn ini akan membunuh ratu dan mengidentifikasi dirinya sebagai ibu aslinya. Maka Newborn ini akan mengejarnya sampai semua orang naik ke pesawat. Newborn itu juga akan ikut masuk. Maka aku tidak perlu khawatir dikejar.)

Zheng menghela napas lega. Ada lima menit tersisa, cukup waktu bagi mereka untuk mencapai pesawat. Satu-satunya yang masih ia khawatirkan adalah kondisi Lan. Apakah kapasitas mentalnya benar-benar habis? Suhu tubuhnya semakin rendah, napasnya pelan, dan detak jantungnya itu hampir tak terdengar. Semua ini menandakan hidupnya ada di ambang kematian.

“Semuanya lari lebih cepat! Jangan berhenti!” Teriak Zheng. Dia sangat berharap bisa lari lebih cepat dan melupakan para karakter film. Tapi itu hanya bisa menjadi mimpi. Dia akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk mencari rute dan bahkan mungkin bertemu alien tanpa bimbingan mereka. Jadi dia tidak punya pilihan selain untuk terus berlari bersama dengan kelompok itu.

Robot itu tiba-tiba berkata. “Semuanya terus berjalan di sepanjang koridor. Pesawat ulang-alik ada di ujung koridor ini. Kita akan segera sampai. Lari!”

Zheng tercengang. Kemudian ia hendak mengaktifkan teknik gerakan ketika lolongan terdengar dari belakang. Suara itu begitu keras sehingga membuat semua orang berbalik untuk melihat. pemandangan itu mengejutkan. Makhluk humanoid setinggi lima meter berlari ke mereka. Tangannya menggenggam sebuah tubuh yang hancur. Hanya kepala pada tubuh itu yang masih utuh. Itu adalah tubuh Ripley.

“Sial, plot berubah lagi! Pergilah ke neraka, dewa!” Zheng mengutuk. Dia tidak akan berani untuk diam di sini walau sebentar. Dia mengaktifkan teknik gerakan dan berlari secepat yang dia bisa.

Pada saat yang sama, makhluk humanoid itu berlari mendekati mereka dengan kecepatan tinggi. Kakinya tiga kali lebih panjang dari kaki manusia normal tetapi pergerakannya lebih cepat. Hanya membutuhkan waktu kurang dari sepuluh detik untuk mencapai karakter film lainnya. Newborn itu menamparkan tangannya, menghempaskan tiga orang itu ke dinding. Seluruh dinding penyok ke dalam, seperti terkena palu. Ketika ia melepas tangannya, hanya ada pasta daging dan darah yang terisa.

Robot itu memiliki emosi dan perasaan manusia. Dia segera berteriak tetapi Newborn menginjak dirinya, menciptakan penyok besar di lantai. Dia menghilang dan menjadi satu dengan lantai logam.

Newborn itu melolong lagi. Dia mengejar Zheng, yang lebih mengerikannya adalah Newborn itu lari lebih cepat. Kekuatan dua serangan itu sangat mengerikan. Newborn tidak memiliki lidah dan ekor alien tetapi mempunyai kekuatan sebesar itu, jauh lebih kuat daripada yang ada di filmnya.

Zheng yakin untuk bertarung satu lawan satu dengan alien normal karena alien tidak bisa membunuhnya dalam satu serangan, tapi dia bisa mereka dengan satu serangan. Dia percaya ia memiliki kesempatan bahkan jika melawan ratu. Namun, tidak ada cara untuk melawan Newborn ini. Kekuatannya melampaui semua teknik dan kemampuan. Bahkan sebuah goresan cukup untuk melukainya. Jika dia ditampar seperti itu, dia tidak akan jauh beda nasibnya dengan ketiga orang itu. Satu-satunya hal yang bisa ia lakukan hanyalah berlari!

Suara Newborn yang sedang berlari itu seperti sebuah kereta. Kecepatannya melampaui Zheng yang menggunakan teknik gerakan. Untungnya, Newborn kurang lincah. Setiap kali mereka berbelok, mereka akan menabrak langsung ke dinding, sementara Zheng menggunakan dinding untuk membuat sebuah lompatan yang memberinya ledakan kecepatan. Beberapa belokan sepanjang jalan memperlambat Newborn, sehingga jarak mereka tetap sekitar dua puluh meter. Namun, Newborn itu mulai tidak sabaran.

Zheng merasakan ancaman yang datang dari belakang. Rasa bahaya menjadi lemah karena ia semakin kuat, tapi akhirnya muncul lagi. Ancaman itu semakin dekat dan dekat. Untuk sesaat, ia merasa bahwa Kematian(musuh pada seri Final Destination) ada tepat di belakangnya dengan sabit di sebelah kepalanya. Setiap melambat atau berhenti, itu berakibat ke hidupnya.

“Sial, lebih cepat! Jangan mati di sini! Ahhh!”

Zheng melolong. Teknik gerakan itu sudah pada kecepatan tertinggi. Dia juga telah masuk ke tahap ketiga dari modus berserk dan mensimulasi langkah-langkah yang digunakan oleh Yinkong. Setelah belokan terakhir, pesawat mulai terlihat di ujung jalan yang lurus!

Jalan ini sepanjang beberapa ratus meter tapi tidak ada waktu untuk mengkhawatirkan hal lain. Zheng hanya terus berlari ke depan, lalu ia mendengar suara tabrakan dari belakang, Newborn itu berlari ke dalam dinding. Lalu menembus keluar dan terus mengejar Zheng. Bagaimanapun, itu jauh lebih cepat daripada Zheng dan ini adalah jalan yang lurus. Jarak mereka semakin dekat setiap detiknya.

Zheng terus berpikir apa yang harus dilakukan. Jika ia melompat ke depan dan terkena pukulan, maka ia harusnya masih bisa bertahan dengan membiarkan beberapa bagian tubuhnya hancur. Tentu saja, jika dia cukup egois, ia bisa menggunakan gadis di punggungnya untuk menerima serangan itu.

Dia mengertakkan gigi saat ia menghitung jarak antara Newborn dan dia. Sekitar lima puluh meter jarak antara dia dengan pesawat tapi jaraknya dengan Newborn hanya empat meter.

“Sialll!”

Zheng masih dalam tahap ketiga. Wajahnya berubah tanpa ekspresi. Dia sangat membutuhkan pemikiran tanpa emosi ini. Dia memperkirakan posisi dan sudutnya menggunakan kemampuan perhitungan dalam modus berserk kemudian membuat lompatannya.

Newborn menamparnya tepat pada saat itu dan mengenai setengah bagian kanan tubuhnya. Karena ia melompat, itu mengurangi sedikit dampak serangan itu tapi ia masih merasakan kekuatan besar itu mementalkannya tepat ke arah pesawat. Bersamaan dengan lolongan Newborn itu, pengelihatannya menjadi hitam saat memasuki pesawat.

“Menyelesaikan episode terakhir dari seri Alien. Menyelesaikan kesulitan tertinggi. Menerima 5000 poin, satu rank B reward. Seri Alien tidak akan muncul lagi.”

Ini adalah suara terakhir yang Zheng dengar sebelum ia pingsan.

Translator / Creator: isshh