June 10, 2017

Terror Infinity – Volume 9 / Chapter 6.1

 

Saat itulah Zheng teringat dengan plot film itu. Seekor Newborn dilahirkan oleh ratu tidak seperti alien normalnya. Tentu saja, dengan waktu yang cukup, ratu bisa melahirkan beberapa Newborn. Tapi Newborn tersebut tidak membunuh ratu sesudahnya dan mungkinkah bagi ratu untuk melahirkan kembar dalam waktu kurang dari satu jam? Tidak.

Zheng segera bertanya. “Bagaimana anda bisa tahu ada tiga ratu? Kalian tidak akan bisa melarikan diri dengan kekuatan kalian.”

Seorang kaukasia menjawab dengan ketidakpuasan. “Apa maksudmu? Sial, lihat dirimu sendiri. Kau kira saya tidak bisa menghancurkan kepalamu dengan satu tembakan?”

Zheng mengangkat bahu. Dia mulai memfokuskan perhatiannya. Ripley menggeleng. “Masukkan kembali pistolmu. Dia lebih kuat dari kita semua. Anda memiliki bau dari makhluk-makhluk itu tetapi bukan salah satu dari mereka. Apakah anda terkena darah mereka di seluruh tubuh anda?”

Pria lainnya yang berada di kursi roda bermotor berteriak. “Itu adalah asam, bagaimana bisa tidak terjadi apa-apa padanya? Kecuali dia robot, tidak, bahkan robot tidak bisa menahannya. Cairan itu bisa mengkorosi kapal ini!”

Ripley mengabaikannya saat ia terfokus pada Zheng. Zheng hanya bisa berkata. “Saya pikir kita harus terus berlari daripada mengurusi pertanyaan ini. Kapal ini hanya memiliki sepuluh menit tersisa. Apakah kalian ingin mati bersama?”

Mereka menatapnya tidak percaya lalu sebuah suara mengumumkan peledakan ke seluruh kapal. “Spaceship ini akan meledakan diri setelah sepuluh menit. Semua personil silakan tinggalkan kapal. Pintu masuk ke pesawat ulang-alik telah terbuka. Ulangi. Pintu masuk ke pesawat ulang-alik telah terbuka.”

Zheng tiba-tiba mengerti mengapa dewa mengharuskan mereka menunggu satu jam sebelum memasuki pesawat. Itu untuk menunggu sepuluh menit terakhir ini sehingga pintu masuk akan terbuka. Dewa telah merencanakan segala sesuatunya, penghancuran diri spaceship untuk memaksa mereka berlari.

Kelima orang itu terkejut mendengar pengumuman itu. Ketika mereka berpaling ke Zheng dan melihat dia berlari dengan teknik gerakan itu, semua orang mulai berlari. Namun, hal ini membuat dia kesulitan. Dia bisa dengan mudah berlari lebih cepat dari orang-orang ini, tapi ia tidak tahu rute ke pesawat. Jadi dia harus memperlambatnya dan berlari bersama mereka.

Orang kaukasia itu berkata dengan terengah-engah. “Kau sangat kuat. Apakah anda bahkan perlu napas?” Maksudnya adalah bahwa Zheng tidak kehabisan napas dan jauh lebih cepat daripada semua orang.

Zheng sudah terlalu cemas jadi dia tidak memperhatikannya. Waktu perlahan berlalu dan tiga menit berlalu. Kecemasan tumbuh dalam setiap orang. Untungnya, salah satu wanita menghibur kelompok itu. Dia adalah robot dalam film itu. Dia terhubung dengan komputer utama kapal sebelumnya dan memiliki petanya. Dia mengatakan bahwa mereka mengambil rute terpendek dan akan memakan waktu paling lama tiga menit lagi, sehingga semua orang bisa hidup.

Pada saat yang sama, kelompok lain akhirnya mencapai pintu masuk. Mereka cukup beruntung menggunakan rute lainnya. Para ilmuwan mengatakan bahwa meskipun mereka mengambil rute yang lebih panjang, pertahanan jaring listrik di jalan telah diaktifkan ketika mereka bersiap-siap untuk bereksperimen dengan alien. Sehingga jika ada yang tidak beres, mereka bisa mengambil rute aman ini ke pesawat.

“Ini pesawat ulang-aliknya? Ini tidak tampak seperti bisa menampung terlalu banyak orang.”Honglu memutar-mutar rambutnya.

“Ya, tidak banyak, jadi…”

Ilmuwan yang menggendongnya berkata dengan suara rendah. Begitu Honglu merasakan firasat buruk, ilmuwan ini mengeluarkan pistol dan mengarahkannya ke kepalanya, lalu berteriak. “Jangan bergerak! Atau dia mati! Cepat, aktifkan pesawat.”

Ilmuwan lain terkejut sesaat kemudian ia membawa ilmuwan perempuan itu dan menuju pesawat. Namun, Heng membidikan panah kepadanya. Dia tahu kekuatan panah Heng sehingga ia segera berhenti di tempat. Tidak ada kemungkinan dia bisa bertahan dari tembakan itu. Bahkan tubuhnya tidak akan tersisa utuh.

Ilmuwan yang memegang pistol berteriak. “Apakah kau tidak takut dia terbunuh? Temanmu di tangan saya! Buang busurmu!”

Honglu tertawa. “Jangan dipikirkan, Heng. Tembak saja. Hati-hati untuk tidak melukai wanita itu.”

Heng melepaskan panahnya. Dia hanya menggunakan seperlima dari kekuatan normalnya untuk menghindari kerusakan pada pesawat. Namun, panah itu masih dengan mudahnya menembus kepala ilmuwan itu dan mengubahnya menjadi bubuk. Darah menyembur keluar dari lehernya, membuat Heng muntah.

Ilmuwan lainnya tercengang. Dia menatap Heng kemudian ke tubuh tanpa kepala di lantai. Tangannya gemetar sampai Honglu berkata. “ChengXiao, apakah bisa bertarung? Pergi serang, jangan khawatirkan saya.” Kata Honglu dengan tenang.

ChengXiao mengarahkan pistol dan mengatakan. “Apakah kau benar-benar tidak takut mati? Benda yang ada di kepalamu itu bukan mainan.”

Ilmuwan itu kemudian ingat bahwa dia masih memiliki pistol dan berteriak. “Sial, saya punya pistol. Apakah kalian benar-benar ingin mati?”

Honglu mendesah. “Anda menyebut ini senjata? ChengXiao lihat baik-baik.” Dia menarik pelatuk pistol yang membuat semua orang terkejut.

Bang! Tidak ada kepala yang meledak setelah suara tembakan itu. Sebuah medan transparan muncul di sebelah kepalanya dan Honglu tersenyum. “Lihat? Bagaimana kau bisa menyebutnya senjata? Itu bahkan tidak bisa menembus medan pertahanan ini. Kau juga boleh menyebutnya mainan.”

Ilmuwan itu terhuyung-huyung tapi ia segera mengarahkan pistol ke ChengXiao sebagai gantinya. Namun, ChengXiao sudah sangat dekat dengannya. Dia meraih pergelangan tangan ilmuwan itu dan memelintirnya. Ilmuwan itu langsung jatuh menjerit kesakitan. Honglu bisa melihat bahwa tangan itu memutar ke sudut yang aneh dan tulang-tulang menembus keluar melalui kulit.

“Haha, ini adalah kungfu legendaris. Kau beruntung. Jika itu adalah ibu saya yang menggunakannya, kau bahkan tidak akan bisa berteriak sekarang.”

ChengXiao bertingkah riang sambil memijat ilmuwan itu. Setiap kali ia menggerakan jarinya dengan perlahan, tulang-tulang akan terpisah dari daging pada posisi yang ia sentuh. Namun, karena beberapa alasan yang tidak diketahui, ilmuwan itu bahkan tidak bisa pingsan. Dia merasakan sakit luar biasa ini secara sadar. Setelah beberapa saat, ia bahkan tidak bisa bergerak lagi. Dari wajahnya, sepertinya ia lebih suka mati.

Honglu melihat kejadian itu dengan diam sambil memutar-mutar rambutnya. “Siapa kau? Jangan bilang bahwa kau adalah orang sipil yang normal. Meskipun orang normal dapat belajar untuk bertarung seperti ini tetapi kau selalu tertawa saat diserang. Kecuali jika kau adalah seorang maniak.”

ChengXiao melepaskan ilmuwan itu. Dia berhenti tersenyum dan memberi hormat dengan sungguh-sungguh. “Dokter militer dari pasukan khusus, masuk ke sini dengan informasi dan metode yang diusulkan Kolonel Chu Xuan. Saya yang kedua memasuki ini.”

 

Translator / Creator: isshh