June 7, 2017

Terror Infinity – Volume 9 / Chapter 5.2

 

Lan memegang tiga buah plat logam yang bisa meningkatkan kekuatan jiwanya. Plat-plat ini adalah kunci untuk menggunakan kontrol pikiran. Plat tersebut dapat diperbesar dan tidak akan menjamin apa-apa, tapi tidak ada waktu baginya untuk berpikir. Dia berjalan menuju Newborn yang baru lahir dengan penuh tekad.

Kepala Lan berada dalam kekacauan. Dia ingin kembali tapi setiap kali wajah Zheng terbayang, itu hanya memperkuat keputusannya. Pada akhirnya ia ingat ciuman dari film terakhir ketika Zheng mencoba untuk menyelamatkannya dan mulai menangis. Saat ia memegang plat dengan erat, matanya mulai kehilangan fokus. Dua Newborn mendatangi dirinya dengan kecepatan yang ekstrim.

Lan mengatupkan giginya. Kekuatan jiwanya memasuki ke sebuah plat melalui tangannya dan dia bisa langsung merasakan peningkatan. Dia bahkan sudah merasakan api kekuatan jiwa (roh) dari alien. Dia memerintahkan kekuatan jiwanya sendiri untuk mengelilingi bagian yang lemah dari api itu. Ini memberinya perasaan yang tidak biasa dari memiliki dua tubuh. kontradiksi ini sulit untuk dijelaskan dalam kata-kata. Dan mengikuti perasaan ini, ia memperoleh kontrol penuh dari tubuh itu.

Yang pertama dari kedua Newborn itu melihat Lan dan menjadi bersemangat. Segera meningkatkan kecepatannya, tapi kemudian Newborn yang di belakangnya memukul punggungnya dan menjatuhkannya ke samping. Hantaman itu begitu kuat sehingga Newborn itu tertanam ke dalam dinding baja. Lan terkejut dengan kekuatannya. Bagaimana bisa manusia menerima pukulan seperti ini? Bahkan yang lebih menakutkan adalah Newborn itu keluar dari dinding tanpa terluka. Newborn itu berlari dan menyerang Newborn yang berada di bawah kendali Lan hingga terlempar ke dinding, menghancurkan dinding baja yang membentang puluhan meter lebarnya.

Sama seperti hantu di The Grudge, ketika dewa mengubah plot, itu juga meningkatkan kekuatan makhluk-makhluk itu jauh melampaui yang ada di film asli. Meskipun Newborn tidak mempunyai ekor dan lidah untuk menyerang, kekuatan mereka lebih dari cukup untuk mengimbangi kekurangan itu. Lan tidak meragukannya lagi bahwa Zheng, atau bahkan lima dirinya akan tewas dalam satu pukulan.

Apakah ini kebetulan? Terbalik dengan kekuatan fisik Newborn, kekuatan jiwa mereka begitu lemah. Lan merasa lantai bergetar saat dua Newborn itu bertarung. Namun, tak satu pun dari mereka yang mampu melukai yang lainnya. Tubuh mereka tak terkalahkan seperti kekuatan mereka. Bahkan jika mereka menabrak cukup keras untuk menghancurkan dinding, mereka dengan cepat bisa pulih dan terus bertarung. Plat itu telah hancur setelah waktu singkat ini. Salah satu Newborn berhenti menyerang. Dia menoleh ke Lan kemudian melolong.

(Ini tidak akan berhasil. Saya tidak bisa membunuh mereka hanya dengan mengendalikan satu.)

Lan mengatupkan giginya dan mengaktifkan dua plat yang tersisa. Dia hampir pingsan saat ia menguasai kedua Newborn itu. Newborn itu mungkin akan terbebas jika dia tidak bertahan dengan semua tekadnya.

Darah keluar dari mulutnya karena menggigit terlalu keras. Lan mengendalikan alien itu untuk merobek sepotong baja dan membidik ke masing-masing kepala mereka dengan sudut tajam baja. Namun, dua makhluk itu mulai menolak dengan keras. Manusia bukan satu-satunya spesies yang takut mati. Newborn dengan DNA manusia ini juga menunjukkan rasa takut karena mereka mulai melolong. Mereka menolak kontrol Lan dan akhirnya dua plat yang tersisa itu hancur. Baja itu juga sudah menusuk kepala mereka pada titik ini. Dua Newborn itu jatuh dan membuat ledakan keras. Seluruh koridor menjadi reruntuhan hanya dalam waktu yang singkat ini. Sebagian besar baja itu terkoyak.

Pengelihatan Lan mulai kabur. Dia merasa sangat lelah, seperti sedang mengambang di ruang kosong dan hendak beristirahat dengan damai.

“Selesai.” Ilmuwan itu akhirnya mengucapkan sebuah kata yang Zheng tunggu-tunggu. Lori sedang tidur damai ketika ilmuwan itu membawanya keluar dari ruangan. Wajah polos itu tampak seperti dia tidak menyadari apa yang terjadi di luar. Zheng tidak bisa apa-apa selain menciumnya. Lalu ia berpaling ke ilmuwan itu.

“Terima kasih. Saya berutang budi padamu. Rekan-rekan saya pasti akan melindungi istri anda sampai ke pesawat!” Kata Zheng tapi ilmuwan itu memotongnya.

“Ini adalah pertukaran yang adil. Satu untuk satu. Tolong berikan saya pistol dan peluru. Sudah waktunya bagi anda untuk pergi. Kapal ini akan meledak dalam dua puluh menit. Ini akan memberikan peringatan tepat saat sepuluh menit sebelum meledak. Cepat pergi.”

Zheng mengeluarkan banyak perban dari cincinnya. Dia mengikat Lori ke tubuhnya dan setelah semuanya selesai, ia mengambil senapan mesin ringan dan sebuah magazine. Dia menaruh senjata di atas meja lalu berjalan keluar.

Begitu ia meninggalkan ruangan, ia mendengar tembakan pistol dari dalam. Zheng merasa sedikit sedih tapi ia berhenti berpikir dan berlari ke depan. Dia berhenti ketika baru saja berlari seratus meter dan melihat pemandangan itu dengan syok. Ada juga dua monster humanoid besar di tengah dan Lan berbaring di sudut lorong.

Zheng mengangkatnya tapi tubuhnya dingin. Napasnya lemah dan detak jantungnya samar-samar terdengar. Dia berada di ambang kematian. Namun Zheng tidak bisa menemukan luka apapun di tubuhnya.

“Jangan mati. Tak satupun dari kita yang akan mati, Lan. Kita pasti akan hidup!”

Zheng menyimpulkan apa yang terjadi berdasarkan bubuk logam di tangannya dan posisi dua monster itu. Itu mungkin pengendalian pikiran dan memaksa dua monster untuk saling bunuh. Namun, mengendalikan dua monster dalam waktu tertentu dan melampaui kapasitas mentalnya dapat menyebabkan kematian!

Mata Zheng menjadi basah. Dia tahu Lan meninggalkan ruangan itu untuk memberikan dia waktu. Kedua monster itu mungkin Newborn dan menilai dari kehancuran di tempat kejadian itu, ia tidak akan mampu bertahan melawan mereka. Tapi Lan telah membunuh mereka berdua.

Tidak ada waktu untuk berpikir. Zheng menggunakan perban untuk mengikat Lan ke punggungnya. Sama seperti bagaimana ia berjanji untuk menggendongnya di punggungnya dan kembali ke dimensi dewa bersama-sama!

“Ayo pergi! Biarkan kami kembali hidup-hidup!”

Zheng mengaktifkan teknik gerakan dan berlari seperti orang gila. Kecepatannya begitu tinggit tapi ada masalah. Dia tidak tahu jalan. Lan tidak sadarkan diri sehingga Zheng hanya bisa terus berlari. Dia menaiki setiap tangga dan memasuki setiap lift yang ia lihat. Setelah naik beberapa saat, ia melihat sebuah kelompok dua wanita dan tiga pria. Lima orang yang ia kenal. Mereka bukan rekan-rekannya tetapi karakter film! Dan salah satunya adalah karakter utama dengan darah alien.

Kelompok ini menatapnya bingung dan terkejut. Seorang pria telanjang yang membawa dua wanita yang tak sadarkan diri di depan dan punggungnya. Jadi mereka semua mengarahkan senjata mereka ke dia pada waktu yang bersamaan. Karakter utama bahkan berjalan ke arahnya dengan bar baja di tangannya.

Meskipun Zheng mendesah lega dan berkata. “Jangan bilang bahwa kalian tidak tahu kapal ini akan meledak. Jangan khawatir, aku kehilangan baju saya karena alasan lain. Kedua gadis ini juga memiliki hubungan dekat dengan saya. Ayo kita tinggalkan kapal ini dan pergi ke pesawat.”

Karakter utama tidak melihat ke dia melainkan ke luka bedah pada Lori. Dia berkata dingin. “Mengeluarkan ratu? Maka ini adalah ratu keempat.”

 

Translator / Creator: isshh