June 4, 2017

Terror Infinity – Volume 9 / Chapter 4.2

 

Semua orang merasa risih berdiri di lantai yang penuh dengan potongan daging. Heng terkena efeknya lebih parah. Dia sejak awal memang takut dengan  darah. Sekarang dia berdiri di tumpukan daging, ia merasakan sensasi memuakkan datang dari kakinya. Dia biasanya pasti langsung akan pingsan, namun kali ini ia diberikan tugas penting.

Nyawa semua orang telah dipercayakan kepada triple burst shot nya. Tekanan ini mengambil haknya untuk pingsan.

Dia telah memberitahu Honglu tentang kemampuan itu saat ia akhirnya berhasil menguasainya. Pada saat yang sama, ia juga memberitahu Honglu tentang kelemahannya, akurasi yang sangat buruk. Jika ia memiliki akurasi 100 untuk tembakan biasa, maka sebuah double burst shot akan menurun ke 90, dan triple burst shot hanya memiliki akurasi 50. Peluang mengenai target hanya setengah. Lebih parah lagi, bahkan jika ia berhasil mengenai target, ia mungkin akan meleset dari bagian vital. Sama seperti kekuatan tembakan itu, kelemahannya juga sangat besar.

Heng mengambil napas dalam-dalam untuk menstabilkan tubuhnya. Dia bertanya ke Honglu hati-hati. “Triple burst shot sangat kuat tapi risikonya terlalu besar. Bagaimana jika tidak mengenai target? Percayalah padaku, double burst shot ini sudah cukup kuat. Jangan menggunakan triple shot!”

Honglu menggeleng. Lift itu mendekat, ia berkata. “Tentu saja, kau bisa meninggalkan kami dan melarikan diri sendiri. Sama seperti bagaimana kau meninggalkan pacarmu dan membiarkan dia diper- “

Heng memukul dia sampai jatuh ke tumpukan daging. Dia kemudian mencengkram Honglu tapi anak itu hanya menatapnya sambil tersenyum. ChengXiao menarik bocah itu dan berkata dingin. “Seorang pria tidak akan melampiaskan kesalahannya sendiri dengan melukai orang lain!”

Heng menunduk dan mengangguk. Dia menghela napas. “Dia benar. Saya pengecut. Aku meninggalkannya dan lari begitu saja! Siapa saya jika bukan seorang pengecut? Dia benar!”

Honglu menyentuh wajahnya dan merasakan sakit itu kemudian berkata. “Tahu asal usul busur Sirius? Tarik busurmu menjadi sebuah bulan penuh dan bidik ke bintang yang paling terang. Sekarang!”

Dengan suara ‘ding’, lift sudah tiba di lantai teratas. Mata Heng kehilangan fokusnya. Dia menarik tali tanpa berpikir, tiga anak panah di tangan. Dia melepaskan panah satu demi satu dan masing-masing panah mendorong panah yang ada di depannya. Panah bersinar terang. Kemudian panah pertama mengenai sebuah kepala yang mengarah ke mereka. Panah itu menembusnya tanpa melambat sedikitpun. Kepala itu berubah menjadi debu dan menghilang. Sebuah tubuh besar jatuh ke lantai.

“Ini adalah efek khusus panah enchanted. Panah ini dapat mengubah apapun menjadi debu dan juga meningkatkan jangkauan dan kekuatan tembakan. Itu sebabnya saya memberitahumu tidak perlu triple burst shot, satu tembakan harusnya sudah cukup.” Heng berjalan keluar dari lift. Ia mencapai modus berserk dengan ketidak sengajaan. Perasaan dari naluri bertarung yang muncul ke benaknya sangat mengagumkan, ia merasa seperti telah menjadi manusia super. Tentu saja, efek setelahnya juga sama besarnya.

Honglu melihat Heng jatuh kesakitan. Dia berguling di lantai tepat di luar lift. ChengXiao menekan titik akupunturnya tapi tidak berhasil. Honglu menggaruk kepalanya dan berkata. “Jadi begitu. Sangat tidak beruntung. Sebuah double burst shot seharusnya sudah cukup. Aku meremehkan kekuatan panah enchanted itu. Oh, apa kau baik-baik saja?”

Heng ingin memakan Honglu hidup-hidup saat ini. Dia mengambil beberapa napas dalam-dalam dan berkata. “Kau sangat keji.”

Honglu tertawa. “Tidak juga. Bukankah kau juga memukul saya? Kita imbang. Bukankah kau merasa jauh lebih baik sekarang? Berhenti merasa takut. Haha, musuh hanya harimau kertas saja. Mereka tampak mengancam tetapi tidak benar-benar menakutkan. Cukup bunuh mereka dan mereka tidak akan menyakitimu.”

Heng berdiri dengan bantuan ChengXiao ini. Dia ingin memukul Honglu lagi tapi dia kelelahan. Itu adalah efek dari tahap awal, merasa lelah untuk beberapa saat. Jadi mereka harus membiarkan salah satu ilmuwan menggendong Honglu sementara ChengXiao menggendong Heng di punggungnya. Mereka sedang berlomba dengan waktu dan harus mencapai pesawat secepatnya.

“Haha, kau membunuh ratu dengan mudah pada akhirnya. Bukankah kau bilang tim sebelumnya hampir lenyap? Tim saat itu terlalu lemah.” ChengXiao berkata sambil berlari.

Saat itu, sebuah objek gelap yang tipis memecut dari samping. Yinkong melompat untuk menangkisnya tapi terpental dan menabrak dinding. ChengXiao adalah orang yang seharusnya terkan serangan itu. Dia menatap Yinkong kaget kemudian menjatuhkan Heng. Dia meraih pistol Honglu dan membidik alien itu.

Alien yang tingginya sepuluh meter dan dengan panjang sepuluh meter termasuk ekornya berdiri di koridor. Exoskeleton hitamnya memberikan sebuah perasaan tertekan. Meskipun ChengXiao tampak seolah-olah ia tidak merasakan tekanan apapun dari ratu. Dia menarik pelatuk ke arah kaki ratu ketika ekornya masih di luar. Dengan sebuah kilatan cahaya, ChengXiao terlempar menjauh namun tembakannya hanya membuat sebuah lubang di kakinya, bahkan tampaknya tidak melukai tulangnya. Namun, rasa sakit yang diakibatkan oleh serangan ratu sangat parah.

ChengXiao melompat kembali berdiri seperti tidak terjadi apa-apa. Pistol itu hancur oleh serangan ekor itu. Jika ekor itu tidak mengarah ke pistol melainkan ke dadanya, dia tidak mungkin masih utuh.

Ratu melolong kemudian berlari ke kelompok. Kaki-kaki besar itu memberi mereka ilusi bahwa mereka akan hancur hanya dengan satu injakan. Jadi setiap orang tanpa sadar mundur. Namun, sebaliknya tidak ada yang sadar bahwa Yinkong sedang berlari ke ratu. Dia berlari ke kaki ratu dan kaki itu terpotong setengah. Darah asam memercik. Ratu jatuh ke lantai karena kehilangan keseimbangan.

Yinkong melompat ke atas tubuhnya. Sebelum ratu bisa membalikan kepalanya, ia mengambil pisau apinya dan menusuk ke bagian belakang kepala ratu. Api membakar bagian dalam kepala.

Apakah alien memiliki jiwa? Tidak ada yang tahu, tetapi ratu melolong kesakitan. tubuhnya menderita. Seluruh lantai mulai berkarat dan berlubang akibat percikan cairan asam. Mereka tidak bisa bergerak tanpa menginjak lubang. Setelah cukup lama, ia berhenti melawan dan mati.

Yinkong berjalan ke ratu. Dia menarik kembali pisau dengan kawat memorinya. Pisau itu masih utuh. Kandungan bahan yang tidak diketahui itu tahan terhadap korosi, yang membuatnya tersenyum.

Yang lain menghampirinya dan bersorak. ChengXiao memeluk Yinkong, bertingkah seolah dia perhatian. “Bagaimana seorang gadis bisa bertarung? Tapi kau sudah berusaha dengan baik. Haha, saying, aku tidak punya senjata, jika tidak aku bisa bertarung bersamamu. Yinkong?”

Dia tidak menolak pelukannya. Tepat setelah ia memasukan pisau, ia pingsan. Darah keluar sudut mulutnya dan tubuhnya terasa lemah. ChengXiao segera memeriksa punggungnya. Dia menderita cedera kritis dari bahu kirinya ke sisi kiri perut. Tulangnya mungkin patah dan organ internalnya juga cedera. ChengXiao berkata. “Cepat! Kita harus lari. Sial, cepat! Dia hanya punya waktu kurang dari dua puluh menit. Dia mengalami pendarahan dalam. Aku memperlambat sirkulasi darahnya dengan menekan titik akupunturnya, tapi saya tidak memiliki jarum untuk menghentikannya. Lari!” Dia menggendong Yinkong dan mulai berlari.

Heng masih sedikit lelah tapi ia menggertakan giginya dan mengikuti dari belakang. Semua orang juga mulai berlari. Honglu adalah satu-satunya yang masih mendapatkan perlakuan khusus tapi wajahnya pucat. Dia terus memilin rambutnya sambil berpikir.

 

Translator / Creator: isshh