May 31, 2017

Terror Infinity – Volume 9 / Chapter 4.1

 

Heng masih menggendong Honglu. ChengXiao dengan suka rela menawarkan diri untuk mengambil tugas itu sambil tertawa tapi Honglu langsung menolaknya. Mungkin Honglu takut dia akan balas dendam.

Honglu bertanya ke salah satu ilmuwan. “Apakah lift itu benar-benar aman seperti yang anda katakan? Bagaimana jika alien itu mengkorosi kabelnya?”

Ilmuwan itu langsung menjawab. “Seharusnya tidak. Area sekitar ini dikelilingi oleh jaring listrik pengaman. Setiap serangan kecil akan membuatnya melakukan serangan balik. Alien kurang tahan terhadap serangan tegangan tinggi. Tentu saja, ini mengacu pada alien normal. Exoskeleton ratu bisa menahan tegangan listrik yang lebih tinggi tapi saya tidak berpikir ratu akan pergi ke sekitar lift.”

Honglu berpikir sejenak. “Ok kalau begitu. Kita akan naik lewat lift. Berapa lama lagi waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke pesawat?”

Ilmuwan lain menjawab. “Berdasarkan kecepatan kita saat ini, hanya perlu dua puluh menit lagi. Seharusnya ada penjaga keamanan nanti. Mereka memiliki senjata yang dapat melukai alien. Mengapa kita tidak membawa mereka bersama?”

Yinkong berkata dingin. “Saya tidak nyaman bekerja dengan orang asing. Saya takut tertembak jika mereka menggunakan senjata api. Selain itu, apakah anda yakin mereka akan membantu kita? Subjek percobaan anda.”

Wajah ilmuwan itu memerah tanpa kata-kata. Ilmuwan lainnya menjawab. “Saya tidak mengerti. Bagaimana kalian bisa lolos dari sana? Bilik kaca itu antipeluru dan menggunakan campuran logam yang sudah ditingkatkan. Kalian seharusnya tidak bisa melarikan diri dengan sendirinya. Apakah ada seseorang yang melepaskan kalian?”

Honglu tersenyum dingin. “Melepaskan kami? Siapa? Berhenti memikirkan hal-hal lain dan pimpin arah jalan. Kecuali jika anda ingin meledak bersama dengan kapal ini.”

Para ilmuwan diam dan terus berjalan. Beberapa menit kemudian, mereka sampai di lift. Pintu itu hampir setinggi tiga meter. Tiga tentara sedang menjaga pintu. Mereka menoleh setelah mendengar langkah kaki kemudian segera mengangkat senjata mereka. “Letakkan senjata kalian, jongkok dengan tangan di atas kepala!”

Honglu berkata dengan suara rendah. “Yinkong!”

Yinkong harus menurunkan Ran. Dia melangkah ke depan dan melambaikan tangannya. Para prajurit menyaksikan dalam teror saat tubuh mereka terpisah dari dada mereka. Tubuh bagian atas jatuh ke lantai. Potongan itu serata sebuah cermin. Tidak lama kemudian darah mereka mulai menyembur dari luka itu dan organ mereka berceceran di lantai.

Gadis kecil itu menarik kembali senjata setipis rambut itu. Itu tajam dan keras ketika dia melemparkannya keluar tapi halus lembut ketika dia menariknya kembali. Ini dengan mudah memotong tentara dan senjata mereka menjadi dua bagian. Lalu ia melingkarkan kawat di sekitar pergelangan tangannya seperti gelang.

Kedua ilmuwan itu berdiri di sana melihat Yinkong dengan syok. Tidak hanya mereka tapi yang lain juga terkejut, meskipun bukan karena adegan dari mayat itu. Setelah beberapa film, mereka menjadi tangguh. Heng adalah satu-satunya yang gemetaran dengan wajah pucat. Masalahnya tampaknya semakin buruk. Jenis gemetar ini bukan hanya ketakutan biasa.

ChengXiao dan Ran melihat mayat dengan terkejut. Honglu terkejut melihat daya hancur senjata ini dan kemampuan Yinkong menguasainya. Dilihat dari serangan ini, itu sulit untuk dilawan dan bisa dengan mudah membunuh seseorang. Ini juga memiliki panjang tujuh meter.

Honglu tenang sejenak kemudian melihat ke para ilmuwan. “Ini liftnya? Apakah anda yakin ini masih bekerja?”

Para ilmuwan itu segera melihat layar di atas dan mengangguk. Angka itu turun. “Iya. Lift ini masih bekerja. Karena mereka menunggu di sini, harusnya ada orang di atas. Bagus. Aku takut lantai di atas dipenuhi dengan alien.”

Honglu memelintir rambutnya. “Aneh. Tidakah anda pikir llift itu terlalu lama turun? ChengXiao, gendong saya. Heng, apakah kamu masih ingat apa yang saya katakan? Tidak peduli apapun yang terjadi, kamu hanya punya satu tembakan. Hanya berpikir bahwa kau aman setelah kau membunuh musuhmu. Mereka tidak akan bisa menyakitimu.”

Heng tidak bisa melihat ke arah mayat. Tubuhnya masih sedikit gemetar. Dia menyerahkan Honglu ke ChengXiao dan bertanya ingin tahu. “Apa yang terjadi? Perjelas ini. Atau aku mungkin akan terlalu takut hingga saya tidak bisa  menarik busur jika saya tidak siap.”

Honglu tertawa. “Bukankah itu yang terbaik? Kau tidak sengaja pergi ke medan perang sehingga kau tidak akan banyak menahan diri. Hanya tembakan panahmu. Jangan pikirkan tentang apakah kau bisa mengenai target, atau apa yang terjadi sesudahnya, atau jika kau akan mati. Satu-satunya yang harus kamu fokuskan adalah anak panahmu.”

Heng mengambil napas dalam-dalam. Dia mengeluarkan sebuah anak panah +3. Sama seperti yang Honglu katakan, ia berhenti memikirkan yang lain, apakah itu rasa takut, atau kematian, atau pertarungan. Dia akan segera melepaskan panahnya begitu ia merasakan bahaya. Setiap masalah bisa menunggu sampai sesudahnya. Ini mungkin adalah gaya bertarung yang paling cocok untuknya. Setidaknya ia tidak harus khawatir terserang atau terbunuh.

Heng menarik busurnya saat lift turun, tinggal menunggu pintu terbuka. Ia bisa mencium aroma alien dan darah, darah seperti mayat di belakangnya.

Yinkong juga bersiap-siap. Dia memegang pisau dengan satu tangan dan kawat dengan tangan satunya. Dia mempersiapkan diri untuk bahaya yang datang dari balik pintu, apakah itu alien atau manusia.

Honglu juga mengangkat pistolnya dan mengarahkannya ke pintu. Selagi pintu perlahan terbuka, hal pertama yang terlihat adalah tubuh manusia yang terkoyak, seperti terkoyak oleh gigi-gigi. Pemandangan berdarah dan menjijikkan. ChengXiao dan Yinkong berjalan maju, yang juga menggendong Honglu. Itu membuatnya takut dan dia berteriak. “Turunkan aku dulu, turunkan aku dulu! Meskipun aku tidak takut mayat tapi ini terlalu menjijikkan. Jangan bawa aku mendekati mereka!”

ChengXiao berpura-pura akan melempar dia ke mayat itu yang membuat tubuhnya gemetar. Lalu ia menurunkan Honglu sambil tertawa dan berjalan dengan Yinkong.

“Darahnya masih segar. Tidak lebih dari sepuluh menit. Dilihat dari gigitannya, hoho, kita memenangkan lotre. Mulut yang mengunyah ini setidaknya tiga kali ukurannya dari alien yang saya lihat. Uh, apa ada kemungkinan…”ChengXiao tertawa.

Yinkong mengangguk. “Benar. Mereka tewas oleh mulut yang besar dan itu kurang dari sepuluh menit yang lalu. Ini mungkin di atas sana.”

“Ratu?” Honglu tersenyum pahit.

Ratu berukuran beberapa kali dari alien normal. Exoskeletonnya juga beberapa kali lebih tebal. Dengan kata lain, senjata normal tidak bisa melukainya. Meskipun senjata energi itu sangat kuat tapi mereka tidak percaya diri menghadapi serangan dari ekornya, karena kekuatan ratu juga beberapa kali lebih kuat. Honglu sudah memikirkan cara untuk menghindari ratu tapi mereka malah bertemu dengan monster ini.

“Kalau begitu ayo bertarung. Ini semua terserah kalian. Aku telah mendengar dari Zheng tentang kekuatan ratu ini. Dia berkata bahwa dia hampir tewas dan nyaris tidak berhasil keluar. Kita lebih kuat dari timnya sehingga kita memiliki sebuah kesempatan, bahkan jika ratu ini lebih kuat dari film sebelumnya.”

“Yinkong, perlambat gerakannya. Heng, gunakan burst shot dengan tiga anak panah! Kami menyerahkan hidup kami padamua!”

 

Translator / Creator: isshh