February 1, 2018

Terror Infinity – Volume 12 / Chapter 3-1

 

Setelah kapal pengangkut tiba di pulau itu, dua kapal perusak berukuran kecil berlayar kedalam kapal pengangkut. Kemudian beberapa marinir datang kearah Zheng dan berkata bahwa perahu motor itu sudah siap untuk mengantarkan mereka ke pulau itu.

Salah satu marinir adalah seorang letnan. Dia berkata disaat mereka berjalan menuju kapal. “Kalian orang-orang spesimen yang ahli bukan? Ingatlah untuk tak melewati garis pembatas yang telah kita siapkan. Disana tak hanya terdapat dinosaurus saja. Beberapa spesies serangga sama berbahayanya dengan T-Rex. Kami banyak memasang pengusir serangga digaris pembatas.”

Ketika Zheng hendak menjawab, Xuan menarik bajunya dan sebaliknya berkata. “Apakah kau tak takut dengan jumlah ataupun ukuran mereka? Sejauh yang aku tahu, serangga purba seharusnya berukuran sangat besar. “

Letnan itu mengangguk. “Ya. Para serangga itu berukuran normal-normal saja selama beberapa bulan yang lalu. Mereka mulai bertumbuh besar dan jumlah mereka bertambah berlipat kali ganda dengan sangat cepat. Seekor nyamuk bertumbuh seukuran seperti lengan manusia pada bulan lalu. Namun, serangga-serangga itu mulai sekarat dalam jumlah yang sangat besar pada bulan ini. Apakah ini alasan mereka menyuruhmu datang untuk mengumpulkan mayat serangga? “

Xuan sedang berpikir, sehingga Zheng mengambil alih dan menjawab. “Ya betul. Namun kami diperintahkan untuk mengumpulkan spesimen tanaman dan tinja juga. “

Letnan itu berkata. “Aku tak tahu banyak tentang hal itu. Bagaimanapun juga, kami para marinir tak mau masuk kedalam pulau itu lagi. Ketika kami mengambil alih pantai, kami harus mengebom serangga itu dengan meriam armada sampai seluruh tanahnya menjadi musnah. Akan tetapi, beberapa orang meninggal setelah mendarat. “

Mereka datang ditepi kapal pengangkut lalu menaiki perahu motor. Pulau itu terlihat indah disaat mereka melihat dari kejauhan. Cahaya kemerahan yang bersinar dipulau akibat cahaya matahari yang terbenam memberikan nuansa layaknya dongeng.

Letnan itu bergumam. “Indah bukan? sebagian besar pulau ini terlihat tandus sebelum semuanya terjadi. Namun seiring bertambahnya jumlah dinosaurus dan serangga, pepohonan tumbuh setinggi ratusan kaki. Pohon-pohon ini hanyalah sebuah pakis sebelumnya. Para ilmuwan itu bahkan ingin membawa keluar tanaman yang dapat dimakan agar dapat mengatasi masalah kelaparan yang melanda didunia. “

Seekor ikan sepanjang lima meter dengan lapisan besi seperti exoskeleton melompati permukaan laut. Untungnya, hewan itu tak menabrak motor.

“Jadi itu alasannya,” kata Xuan pada dirinya sendiri. Zheng bertanya dengan suara rendah. “Apa yang kau temukan?”

Xuan mengangguk. “Meskipun tak ada cukup bukti, alasan spekulasi bahwa spesies purba tumbuh begitu besar disebabkan oleh kandungan oksigen yang sangat tinggi didalam udara. Serangga lebih rapuh daripada reptil dalam hal ini.

Dengan kandungan oksigen yang terdapat pada bumi saat ini, para reptil akan merasa seperti sedang memanjat langsung ke Dataran Tinggi Tibet disaat ukurannya bertumbuh. Mereka butuh waktu lama untuk beradaptasi. Namun, serangga tak akan bisa bertahan saat mencapai ukuran tertentu. “

“Aku bisa menebak ilmuwan gila itu mungkin menciptakan zat untuk spesies yang sedang merosot. Ikan yang baru saja kita lihat sebelumnya itu juga merupakan spesies purba. Mungkin saja ada perubahan lain namun pada akhirnya, kita beruntung. “

Zheng bertanya. “Beruntung? Bagaimana bisa?”

Kata Xuan. “Tahukah kau, dibandingkan membunuh dinosaurus dengan senjata api, para serangga itu sudah pasti merupakan ancaman yang sebenarnya. Serangga ini mungkin tak dapat membahayakan dinosaurus berukuran besar namun mereka bisa saja melahap kita dengan mudahnya jika mereka mengerumuni kita dengan jumlah yang banyak. Hal ini akan menjadi tingkat kesulitan yang berbeda. “

Zheng mengangguk. Mereka sudah sampai di pantai. Letnan itu segera melompat dari perahu dan mengelap keringat di keningnya. “Hampir saja. Ada banyak organisme aneh di laut. Seperti siput laut seukuran manusia yang bisa menyedotmu jika kau terjatuh. Kami akhirnya berhasil sampai dipantai dengan aman. Mengapa mereka tak mau memusnahkan pulau ini dengan rudal sehingga kita tak perlu menjaga tempat terkutuk ini. “

Dua tentara berlari keluar dari sebuah bunker dan menarik naik perahu. Letnan itu berkata. “Ikutlah denganku. Kami menyiapkan sebuah ruangan diatas bukit. “

Jarak dari pantai ke pulau berjarak sekitar 1 kilometer. Pantai itu mengarah ke sebuah bukit dan disisi lain terdapat sebuah kawat berduri. Beberapa daging membusuk dan bagian tubuh dari serangga tergantung diatas kawat. Pemandangan itu agak menjijikkan untuk dilihat.

Kelompok Zheng mengangguk satu sama lain dengan tenang lalu menyusul sang letnan. Diatas bukit terdapat gedung yang baru saja dibangun. Bukan yang terbaik namun didalamnya terasa begitu luas dan memiliki perabotan. Bahkan disana terdapat peralatan listrik dan komputer.

Setelah memeriksa dokumen dan menginformasikan beberapa peraturan seperti tak ada satupun orang yang boleh diizinkan keluar sendirian, angkatan laut membawakan mereka makanan yang layak. Jika ini bukan karena lingkungan diluar, kondisi kehidupan di sini sama bagusnya dengan beberapa penginapan liburan.

Mereka berempat dengan cepatnya menghabiskan makan malam mereka. Setelah semua lampu padam pada pukul 10 malam, Zheng mengeluarkan senjata dan barang-barangnya dari ring.

Zheng membawa Gatling Cannon dengan satu tangan dan Tombak Osiris disisi lain tangannya. Dia mungkin terlihat aneh namun kedua senjata yang berada ditangannya memiliki daya hancur yang sangat kuat. Tombak Osiris seharusnya dengan mudah membunuh satu atau dua T-Rex dalam sekali pukulan.

WangXia mengambil senapan biasa untuk menangkis velociraptor. Perannya adalah menanam ranjau dan bom berjangka waktu. Sedangkan untuk urusan dinosaurus berukuran besar diserahkan pada anggota yang lainnya.

Kampa terlihat paling bergaya dengan EMP Rifle-nya. Semua orang meliriknya yang mana hal itu membuatnya merasa puas.

Xuan tak terlihat memiliki senjata. Pistolnya disembunyikan dibalik lengan bajunya dan dapat menyerang kapan saja.

Setelah persiapan selesai, Zheng mengeluarkan Sky Stick. Beberapa tali ditempelkan pada Sky Stick. Lalu mereka bergerak menuju pintu keluar.

Kampa dan WangXia menyelinap kearah dua tentara yang berada didekat pintu lalu dengan cepat memukul leher mereka. Kedua tentara itu jatuh pingsan. Mereka memberi isyarat agar Zheng dan Xuan keluar.

“Ayo pergi. Pertarungan segera dimulai! “

Zheng melangkah kearah Sky Stick dan menarik ketiga orang yang lainnya yang terikat oleh tali. Dalam waktu singkat mereka terbang jauh kedalam hutan. Lampu keamanan tak menyala disaat mereka sedang melewatinya.

Translator / Creator: fatality