January 29, 2018

Terror Infinity – Volume 12 / Chapter 2-3

 

Ini merupakan kesepakatan dalam bentuk lisan. Zheng tak punya alasan untuk menolaknya. Ia mulai menjelaskan sirkulasi qi sambil menunjuk tubuhnya sendiri. Setelah itu, dia menyalurkan sedikit qi kearah si pria berambut pirang itu. Qi ini tak begitu menyakitkan ketika ia tak melakukan serangan apapun. Pria berambut pirang mengatakan bahwa seperti terdapat arus hangat yang bergerak didalam tubuhnya.

Hal itu tak mudah dimana Zheng kembali duduk sofa dengan keringat dikeningnya. Pria berambut pirang itu terus duduk dalam pose semedi sambil memejamkan matanya. Satu-satunya hal yang membedakannya dari para ahli bela diri dari China adalah rambut dan hidungnya.

Kampa dan Gando masih tertawa. Xuan berkata dengan tenang. “Kami akan bersiap-siap untuk naik ke kapal besok. Ada dua hal yang harus aku ingatkan kepadamu.”

“Pertama-tama. Tujuan utama kami adalah menemukan ilmuwan gila dan tak membunuh dinosaurus satupun. Mereka memberikan poin yang terlalu sedikit terkecuali jika kau membunuh mereka dalam sebanyak ribuan. Namun hal itu bisa menarik perhatian para angkatan laut dan membuat kita dalam risiko. “

“Kedua. Jika kita terpaksa berkelahi, jangan sekali-sekali menahan dirimu siapapun musuhmu itu, bahkan prajurit Angkatan Laut yang tak bersalah sekalipun. Jika Angkatan Laut menjadi musuh kami maka tenggelamkanlah setidaknya satu dari kapal destroyer milik mereka untuk menimbulkan suasana kacau. Hal ini akan menarik armada kapal induk mereka sehingga kita bisa menyelinap ke Isla Nublar dengan Sky Stick. “

“Jadi ingatlah jika terjadi pertarungan nanti, buatlah ledakan sebanyak mungkin. Semakin banyak orang yang kita bunuh, semakin tinggi kesempatan kita untuk bisa menarik armada pengangkut. “

Zheng, Kampa, dan Gando menelan ludah mereka dan tak mengucapkan sepatah kata pun. Itu hal yang sangat gila!

“Gila? Tidak. Ini adalah hasil dengan tingkat keberhasilan yang tertinggi dalam perhitungan. Kita bisa menyebabkan kerusakan yang besar jika kita menyergap mereka dimalam hari. Dengan tongkat Sky Stick dan gravitasi ditangan kita, hal ini memungkinkan untuk menenggelamkan kapal mereka dengan serangan menyelinap. ” Senyumnya tampak begitu mencemooh dan bersemangat.

(tak diragukan lagi ini adalah Xuan yang kuingat dulu. Gila dan logis.)

Jawab Zheng. “Kami akan melakukannya! Sialan. Tak ada jalan untuk kembali mundur ketika kita sudah memutuskan untuk menyelesaikan misi bonus. Temukan ilmuwan gila dan rahasianya di Isla Sorna lalu sergap Angkatan Laut Amerika! “

Kampa menarik napasnya dalam-dalam. “Orang Amerika lagi. Aku heran apakah senapan EMP efektif melawan kapal-kapal Angkatan Laut. Haha.”

Gando berpaling kearah pria berambut pirang itu dan bergumam. “Apakah kau berencana membunuhnya dengan cara berbicara dihadapannya?”

Kampa tertawa lalu mendorong pria berambut pirang itu dengan lembut. Dia terjatuh ke lantai dan tak sadarkan diri. Zheng menggaruk kepalanya dan berkata. “Kapan kau melihat aku membuatnya pingsan?”

Kata Xuan. “Ketika kau menyentuh karotidinya sebelum berjalan. Seharusnya hal ini berlangsung selama setengah jam sehingga kita masih punya sedikit waktu lagi untuk membahas detilnya. Setelah itu kita akan menunggunya untuk bangun. “

Zheng tersenyum. “Telah diputuskan. Selesaikan misi bonus terlebih dahulu, kemudian sergap pasukan angkatan laut, lalu masuk ke Isla Nublar dengan menggunakan Sky Stick. Kita masih harus mendiskusikan apa yang harus dilakukan dengan ketiga pemula dan masing-masing peran kita selama penyergapan. Menyerang Angkatan Laut terdengar sedikit berlebihan, namun hal itu membuatku merasa berani hanya dengan membayangkannya saja. Kita mempertaruhkan nyawa kita untuk hal ini. “

Xuan mengangguk. “Masalahnya adalah untuk menenggelamkan kapal angkatan laut juga merupakan misi bonus. Meskipun aku tak yakin berapakah poinnya. Jika kita dapat menyerang lokasi yang tepat dengan menggunakan gravity mine, hal itu dapat dengan mudahnya menenggelamkan sebuah kapal. Kemudian kita akan terbang didekat permukaan laut untuk menghindari terdeteksi oleh radar. Sky Stick memiliki anti deteksi yang sudah terpasang didalamnya sehingga kita tak perlu terlalu khawatir dimalam hari. “

Pria berambut pirang itu menguap. Begitu ia terbangun, dia memberi hormat dengan gaya tradisional ala Tionghoa lalu berkata. “Haha, itu luar biasa, Shishou. Aku tertidur disaat berlatih. Sama seperti qi didalam sebuah kisah.”

Zheng dan yang lainnya menatapnya aneh. Xuan tersenyum dan berkata. “Sekarang setelah kau belajar qi dan menjadi muridnya, tahukah kau bagaimana seorang murid menghormati Shishou-nya?”

Pria pirang itu mengangguk. “Tentu saja. Apabila kau ingin aku membunuh siapapun orangnya … “

Xuan memotongnya. “Bukan sesuatu hal yang seperti itu. Kami membutuhkanmu untuk membantu kami menemukan tempat untuk beristirahat. Terdapat tiga anggota lagi di tim kami. Selesaikan tugas yang sebelumnya. Kita harus naik ke kapal besok. “

Pria pirang itu mengangguk setuju sekali lagi. Dia berlari keluar ruangan lalu kembali setelah beberapa menit. “Shishou, aku mengatur beberapa setelan untukmu. Lantai ke 27 dari gedung ini. Ambillah kunci ini. Kau bisa memilih kamar apapun dilantai tersebut. Aku mengerti betapa sulitnya belajar qi itu dan aku tak akan banyak melihat hasilnya dalam beberapa tahun pertama ini. Namun aku akan tetap bertahan dan tak akan membuatmu kehilangan muka. Haha.”

Perkataan tersebut membuat Zheng dapat mengelak. Mulutnya bergetar disaat ia menyadari bahwa pria pirang ini begitu fanatik terhadapnya. Dia menahan tawa dan menghubungi WangXia melalui perangkat komunikasi dan menyuruh bawahan pria berambut pirang ini mengantarkan mereka.

Setelah makan malam, pria pirang itu memberi mereka izin untuk masuk kedalam museum. Lalu ia meminta Zheng untuk menunjukkan kepadanya qi sekali lagi. Zheng tak punya pilihan selain membuatnya pingsan lagi sesudahnya. Dia terbangun dengan mengagumi efek ajaib qi sementara yang lain hampir pingsan karena tawa.

Sore berikutnya, Zheng berangkat ke pelabuhan. Ketiga pemula itu tertinggal didalam gedung. Zheng memberi Gando alat komunikasi dan berjanji akan menjemput mereka begitu mereka mendapatkan telur T-Rex.

Kapal pengangkut itu berlayar pada pukul dua siang. Isla Sorna tidak terlalu jauh. Mereka sampai dipulau pada jam 8 malam. Pulau ini dihuni dengan dinosaurus, spesies tumbuhan purba, dan spesies serangga purba.

Begitu mereka berlayar di dekat pulau itu, mereka bisa mendengar lolongan binatang yang keras. Zheng juga melihat armada angkatan laut yang mengelilingi pulau itu. Terdapat beberapa kapal penjelajah, kapal perusak, dan beberapa kapal perusak kecil. Beberapa kapal berlayar masuk dan keluar pulau. Ditempat itu tampak seperti kelompok ilmuwan dan tentara sedang bersama-sama.

“Apakah kalian semua sudah siap? Mari kita memasuki pulau dinosaurus! “

Translator / Creator: fatality