January 19, 2018

Terror Infinity – Volume 12 / Chapter 2-1

 

Pria botak itu menjadi berhati-hati dan bertanya. “Bung, apa yang ingin kau lakukan? Aku berasal dari geng Anthony. Jangan coba-coba melakukan sesuatu yang aneh. Paham?”

Kampa tertawa terbahak-bahak. Dia melambaikan tangannya sedikit ke belakang, sepertinya meminta sesuatu kepada Zheng. Zheng segera mengeluarkan sebuah bar emas dan memecahkannya menjadi potongan kecil, lalu menyerahkannya kepada Kampa.

Kampa bertindak seperti mengambil sesuatu dari sakunya lalu melemparkan emas itu ke orang botak itu. Pria itu terkejut kemudian memeriksa emas itu secara berulang-ulang.

Kampa mendekatinya dan melihat dengan suara rendah. “Bro, kita adalah tentara bayaran internasional. Janganlah khawatir, kami disini pada berlibur, namun kami kehilangan barang-barang kami. Jadi yang tersisa hanyalah emas di kantong kami. Aku mencari geng yang mampu menukarkan emas ini dengan uang tunai. Kami akan menjual lima belas batangan emas dengan harga pasar 70%. Apakah gengmu tertarik? “

Tiga puluh persen dari lima belas batangan emas cukup banyak, terutama bagi gerombolan kecil. Pria botak itu kaget ketika menatap Kampa dan orang-orang dibelakangnya. Mengabaikan Gando dan berjalan kearah Zheng dan Xuan, mereka berdua terlihat memberikan kualitas seorang pemimpin. Zheng berada di posisi ini selama beberapa lama dan Xuan bisa dipandang percaya diri dan tenang. Setelah beberapa saat, dia mengangkat telepon dan mulai berbicara.

Beberapa menit kemudian, pria botak berkata pada Kampa. “Atasanku ingin melihatmu di distrik timur. Apakah kau bisa pergi atau tidak.”

Kampa terkekeh. “Pergi, mengapa tidak? Kami benar-benar ingin menjual emas. Ayo nyalakan mesinnya.” Dia masuk ke kursi penumpang.

Zheng dan Xuan lalu duduk di belakang. Namun, Gando sedikit ragu sebelum masuk. Dia segera bertanya kepada Xuan. “Apa kalian tak takut? Ia adalah mafia. Jika kau memiliki emas, mereka mungkin tak mematuhi aturan. Dan sekarang kita akan ke markas mereka di mana mereka bisa saja membunuh kita dengan mudah. “

Xuan berkata dengan tenang. “Kampa dan aku masih tak dapat bertahan ketika menghadapi senjata api, namun Zheng telah berhasil selamat dari banyaknya pertempuran yang mengancam kehidupan. Dia menjadi kuat selama pertarungan tersebut. Kau bisa melihatnya sendiri nanti.”

(Melihatnya sendiri? Apakah itu tandanya kita akan benar-benar bertarung?) Gando tiba-tiba merasa tempat duduknya terasa kaku dan tidak nyaman. Dia menggerakkan tubuhnya dan matanya melirik kearah pria botak itu, lalu pindah kearah Kampa, Xuan, dan pada akhirnya kearah Zheng yang sedang tersenyum. Ketiganya tak sedikitpun merasa khawatir. Namun, ia sendiri tak bisa menjaga tubuhnya tetap stabil.

Mobil melaju kearah jembatan. Disisi lain dari tempat itu adalah kota besar. Sungai menuju kearah laut dan kota ini memiliki pelabuhan ditepi laut. Kapal kargo berlayar masuk dan keluar dari pelabuhan. Itu mungkin di mana mereka harus berlayar juga.

Pria botak itu berbicara dengan Kampa selama diperjalan. Bisa disimpulkan bahwa dia mungkin tentara dan dia tahu sedikit tentang tentara bayaran. Karena Kampa sebenarnya adalah tentara bayaran, dia bisa menjawab semua pertanyaan dengan mudah. Dua puluh menit kemudian, mereka sampai disebuah gedung tinggi. Namun, mereka berempat tahu bahwa pria botak itu berputar-putar sepanjang waktu. Pertanyaan tentang tentara bayaran hanyalah sebuah analisa saja.

Pria botak turun dari mobil dan berkata dengan nada meminta maaf. “Maaf. Bos saya ingin saya mengkonfirmasi apakah kalian benar-benar nyata. Kami sedang bernegosiasi dengan geng lain saat ini sehingga kami tidak mampu memberikan kejutan. Sekarang tolong angkat tangan. “

Beberapa pria mengepung mobil itu. Pistol mereka mengarah kearah jendela-jendela pada kelompok Zheng.

Zheng meletakkan tiga batang emas kedalam kemejanya sebelum melepaskan tangannya. Jadi disaat ia memindahkan tangannya, batangan emas itu jatuh ke tanah. Mata pria itu sedikit tersentuh disaat melihat. Setelah mereka berempat keluar dari mobil, pria botak mengambil jeruji emasnya sambil tersenyum. Namun senyumnya membeku segera setelah ia berbalik. Orang-orang itu tergeletak ditanah dan kelompok Zheng berdiri tanpa adanya sedikitpun luka.

Pria botak memaksakan senyumannya dan berkata. “Hai kawan. Kami hanya mengikuti peraturan. Bosku mengatakan bahwa kita harus memastikan bahwa anda tak memiliki senjata apapun. Bisakah kau tak menyulitkan diriku? Ini adalah kantor pusat geng Anthony. Akan sulit bagimu untuk pergi meskipun kau kuat. “

Zheng mengangkat tangannya dan berkata sambil tersenyum. “Jangan khawatir. Kami tak memiliki senjata apapun. Kau bisa menyuruh orang untuk memeriksa sekali lagi, tapi jangan sekali-sekali mengarahkan senjata itu kepada kami. Karena itu membuat kita gugup. Kita adalah tentara bayaran, jadi kita tak tahu apakah yang akan terjadi disaat kita gugup. “

Bibir botak bergetar. Beberapa orang lagi lari keluar dari gedung. Ketika tangan mereka menyentuh jaket mereka, pria botak menghentikan mereka. “Aku akan mencarikan beberapa wanita untuk kalian. Kami akan menemui atasan jika memang tak terdapat senjata. “Dia mengangkat batang emas yang terdapat dua sidik jari di atasnya, dan yang sepotong lagi itu terbelah. Lalu ia berjalan masuk kedalam gedung sendirian.

Karena semua senjata mereka berada didalam Na ring, semuanya berjalan dengan lancar. Mereka tak akan bisa berjalan dengan lancar jika Kampa memegang senapan EMP-nya. Ketika beberapa gadis seksi menggeledah tubuh mereka, wajah Gando menjadi merah. Ketiga orang yang lainnya tak memiliki reaksi. Gadis-gadis itu memberi isyarat ke dinding lalu mereka mendengar suara melalui speaker. “Kalian bertiga ikutilah para gadis itu. Aku akan menunggu kalian diruang tamu. “

Suara itu terdengar seperti seorang pemuda. Mereka tak punya pilihan selain mengikuti para gadis kedalam ruangan mewah. Seorang pemuda berambut pirang sedang duduk di sofa. Pria botak itu berdiri dibelakangnya. Ketiga batang emas itu diletakkan diatas meja di depannya.

Gando tampak diam, namun Zheng dan kedua orang lainnya terlihat agak santai. Setelah mereka duduk berhadapan dengan pemuda berambut pirang itu, mereka berkata sambil tersenyum. “Sobat, duduklah. Jangan merasa begitu tegang. Kita bisa bertransaksi dengan santai sore ini. “

Zheng mengangguk kearah Kampa, lalu Kampa berkata. “Ini adalah tiga batang emas. Kami menyembunyikan sisanya ditempat lain. Langsung saja kasih harga. “

Pria berambut pirang itu berkata. “Kemurniannya lebih dari 99%. Tapi seperti yang kau lihat, geng kami tak membutuhkan uang ini. Aron menyebutkan bahwa kalian adalah tentara bayaran yang sedang berlibur dan kami memiliki sedikit masalah pada saat ini. Jadi aku ingin meminta sedikit bantuan. Kemudian aku melihat ini … ” Dia menunjuk sidik jari pada emas itu.

Pria berambut pirang itu tampak gembira. “Ini luar biasa! Aku selalu percaya terdapat Kungfu Cina dimana tak sepalsu MMA. Ini adalah tawaran yang sesungguhnya. Siapakah dari kalian yang bisa mengajari aku kungfu. Dapatkah kau mengajariku dengan tarif 5 juta dolar? Bagaimana jika 10 juta dolar?”

Zheng tersenyum pahit. Dia bermaksud mengejutkan mereka dengan emas sehingga mereka tak perlu menyia-nyiakan waktunya bersama karakter film. Xuan tiba-tiba berkata. “Apakah kau tahu tentang Isla Sorna? Apa yang terjadi disana baru-baru ini? Aku bisa melihat beberapa kapal perusak berukuran kecil dipelabuhan. “

Pria berambut pirang itu terdiam sejenak lalu berkata. “Tentu saja. Angkatan laut telah memblokir pulau. Aku mendengar bahwa selain dinosaurus, tanaman juga bermutasi terhadap spesies purba mereka. Serangga disana berukuran sangat besar. Uh? Ada apa dengan itu? “

Ada masalah besar. Mereka berpikir sambil saling memandang satu dengan yang lainnya.

Translator / Creator: fatality