November 27, 2017

Terror Infinity – Volume 11 / Chapter 9.2

 

“Apa kau sudah membuat keputusan? Mau membakar mereka semuanya? “Xuan sedang melihat sebuah dokumen.

Kata Zheng. “Ya, bakar mereka semua. Sial, sudah terdapat senjata sniper rifles disana. Kita akan menghadapi tentara modern jika kita tak membunuh mereka. Aku penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh Imhotep.”

Xuan menjawab tanpa mengangkat kepalanya. “70% kemungkinan dia sudah berada di dalam piramida. 20% kemungkinan dia mengawasi kita dari dekat. Kemungkinan 10% dia pergi ke Hamunaptra. Menurutmu yang manakah yang lebih bermanfaat bagi kita? “

Zheng menjawab tanpa berpikir. “Tentu saja di dalam piramida. Jadi kita bisa menanganinya pada saat perjalanan. Jika tidak, dia mungkin akan muncul saat bertarung. Apa yang kau lihat?”

Xuan mengangkat kepalanya. “Informasi tentang mitologi Mesir yang kudapatkan dari Evelyn. Aku mencari yang informasi yang mungkin benar. Jika ini adalah dunia yang sebenarnya, seharusnya ini bukanlah satu-satunya harta karun. Kemungkinan terdapat harta lain yang serupa dengan quest items yang bisa meningkatkan kekuatan kita. “

Zheng langsung menjawab. “Dan hasilnya?”

“Menyerah sajalah.”

Dia membenarkan kacamatanya dan meminum segelas air. “Rasio antara biaya dengan hadiah terlalu rendah karena kita tak tahu apakah mitologi itu benar atau tidak. Kedua, terdapat biaya seperti waktu, peluru, dan barang-barang yang bisa dibuang. Ketiga, mereka termasuk dalam plot yang tidak kita kenal. Kami tak tahu bahaya akan dating darimana atau bagaimana cara menggunakan quest item. Terkecuali kita memiliki lebih dari 50% kemungkinan keberhasilan, aku tak akan mempertimbangkan mitologi ini. “

Zheng ingin tertawa namun menahannya. “Lalu mengapa kau begitu fokus terhadap dokumen itu? Bukankah mereka tidak berguna bagimu? “

“Aku telah menyuruh Evelyn menulis dalam dua bahasa yaitu hieroglif dan bahasa Inggris. Aku memahami struktur hieroglif dan bagaimana cara menerjemahkannya. Kita perlu mendorong diri kita belajar segalanya dalam situasi apapun. “

Zheng mengangguk. “Ya, ya. Aku mengerti. Jadi bagaimana cara kita untuk membakar hutan? Apa kau tak khawatir dengan angin? “

Xuan meraih kertas yang tampak seperti peta. Itu tergambar seperti tangan. “Aku akan terbang disaat kau berada didalam hutan dan menggambar medannya. Mungkin tak terlihat seperti peta itu namun hutan ini seperti berbentuk segitiga. Kita perlu menggunakan bom pembakar di keempat tempat ini. Sebarkan bom itu diantara 100 kaki persegi disetiap tempat dan aktifkan semuanya dengan granatmu. Cara ini akan sangat efektif. Kita dapat membakar seluruh hutan tanpa memandang arah angin, terkecuali jika Dewa ingin menimbulkan beberapa malapetaka. “

“Kedengarannya mudah, namun malapetaka semacam apakah itu? Aku punya firasat buruk tentang itu. “

“Uh, membunuh terlalu banyak pigmi akan membuat Dewa mengembangkan para pigmi itu menjadi sesuatu yang lain, seperti King Kong.” Xuan tiba-tiba tertawa ringan. “Jadi, ini seperti judi. Kita akan mati jika kita kalah taruhan. Karena mungkin terdapat cara lain untuk memasuki piramida tanpa perlu membunuh semua pigmi. Ada kemungkinan 30% kita akan mati karena campur tangan Dewa. “

Zheng tak terlalu berpikir tentang King Kong, namun ia membayangkan seorang pigmi pilot yang mengendarai Gundam, terutama dewa favoritnya dan menggelengkan kepalanya. “Pokoknya, cobalah yang terbaik. Eh, apa kau tahu bagaimana caranya untuk tertawa? “

Xuan tertawa dan berkata. “Ya. Tarik otot ke atas. Namun, menangis jauh lebih sulit. Meski aku masih dapat berekspresi, sangat sulit untuk merangsang air mata. Jika terdapat perangkat, masih memungkinkan untuk melakukannya.”

Zheng mengetuk bahunya lalu keluar dari tenda. “Jangan khawatir. Kau akan mencapai tahap keempat. Kawan.”

“Kawan?”

Mereka selesai menyiapkan bom pembakar malam itu dengan bantuan karakter film. Zheng menggunakan alat peledak sederhana yang diciptakan oleh Xuan kemudian meledakkannya. Mereka melihat kebawah dari balon udara serta melihat hutan mulai menyala di empat lokasi. Asap hitam naik ke langit lalu api masuk ke hutan dalam.

“Ini adalah situasi dasar. Dilihat dari ukuran hutan ini, dibutuhkan tiga sampai empat hari agar api mencapai piramida. Serta wakut selama tiga sampai empat hari lagi agar hutan menjadi padam. Yang mana berarti kita perlu menunggu selama delapan hari. Berapa banyak waktukah yang tersisa? “

Kata Zheng. “Lima belas hari. Jika kita menghitung delapan hari termasuk hari ini,  masih terdapat sisa waktu selama delapan hari. Seharusnya sudah cukup untuk memasuki piramida dan membunuh Raja Scorpion. “

“Kalau begitu probabilitas rencanaku harus sedikit lebih tinggi. Alasan Dewa memberimu waktu selama enam puluh hari kemungkinan adalah memberimu waktu untuk membakar hutan dan menunggu hingga padam. “

Ardeth mendesah disamping mereka. “Sangat disayangkan untuk hutan ini. Jika kita bisa melestarikannya, maka seluruh Mesir … “Dia menggelengkan kepalanya.

Zheng menepuk bahunya dan berkata. “Biarkan saja. Meskipun kita tak membakar hutan, sukumu tak akan bisa mengurus para pigmi. Selanjutnya, hutan ini bisa saja hilang tanpa adanya kekuatan sihir dari Anubis setelah kita mengalahkan Raja Scorpion. Ini bukanlah sesuatu yang menjadi milik kita, jadi lebih baik tidak terlalu memikirkannya. “

Ardeth hanya bisa mendesah sambil menggelengkan kepalanya. Seorang pria yang tumbuh di padang pasir memiliki keinginan terhadap gurun hijau yang tak dapat dibayangkan orang lain. Jika dia tak memahami bahwa hutan ini tak akan pernah bisa menjadi milik mereka, dia sudah pasti akan menghentikan Zheng.

Api terbakar selama beberapa hari, meninggalkan abu hitam dan putih dibelakangnya. Seseorang mungkin terbakar kedalam api disaat kau melangkah diatas abu. Masih terdapat sedikit api yang menyala dibawahnya. Jadi mereka harus terus menunggu. Zheng dan Xuan tak pernah mendengar pemberitahuan dari Dewa, jadi mereka tak mendapat poin untuk membunuh pigmi.

Mereka tak beristirahat berhari-hari selama menunggu. Zheng terus melatih teknik Explosion dan teknik tempurnya tanpa henti, sementara Xuan membaca dokumen mitologi terkait dalam hieroglif. Evelyn mengeluh bahwa ia sedang mengerjakan tenggat waktu.

Delapan hari berlalu. Zheng memasuki hutan sendirian. Setelah maju beberapa kilometer tanpa adanya rasa bahaya, semua orang memutuskan untuk menuju kedalam hutan. Masih terdapat beberapa bagian hutan yang kebakaran sehingga tempat itu memiliki lapisan asap. Mereka tak bisa menemukan piramida tepat waktu.

“Teruslah berjalan menuju ketengah hutan. Piramida itu seharusnya berada disana. “Zheng membuat keputusan dan berjalan beberapa ratus meter didepan orang lain.

Mereka menemukan mayat-mayat binatang yang terbakar selama perjalanan mereka. Saat mereka mendekati pusat hutan, jumlah tubuh hewan menurun seiring dengan tubuh para pigmi. Para pigmi itu tewas secara berkelompok. Disamping tubuh mereka terdapat senjata api yang cacat mulai dari pistol hingga senapan sniper sampai RPG. Bagian yang terpenting adalah banyaknya pigmi. Mereka telah melihat puluhan ribu jumlahnya selama perjalanan mereka. Para pigmi ini tak berbeda dengan para tentara jika mereka semua bersenjata. Pasukan gerilya berperang di medan rumah mereka.

Mereka merasa tak enak melihat jumlahnya, terutama Zheng. Jika mereka mencoba membunuh pigmen ini sedikit demi sedikit seperti yang dipikirkannya, terdapat kemungkinan besar para pigmi ini akan mengemudikan Gundam. Lalu pembakaran hutan ini tak akan bisa mengatasinya. Untungnya, hal itu tak terjadi dan sejauh ini mereka selamat karena Xuan.

Sebuah piramid yang tampak seperti dibangun dari emas sudah terlihat.

Translator / Creator: fatality