November 22, 2017

Terror Infinity – Volume 11 / Chapter 9.1

 

Mereka tinggal di Hamunaptra selama sepuluh hari lagi sampai seratus bom pembakar diangkut dari Eropa. Semua orang menaiki balon udara lagi dan menuju ke piramida emas. Zheng benar-benar pulih dalam sepuluh hari ini.

“Apa yang Dewa ciptakan adalah sebuah dunia, bukannya sebuah misi. Saya bertanya-tanya mengapa terdapat pilihan untuk kembali ke dunia sebelumnya. Jika itu ditujukan hanya untuk istirahat dan liburan, merasakan hidup dibumi saja sudah cukup.

Dewa telah mengisyaratkan bahwa kita tidak perlu mengikuti peraturannya. Ia ingin kita berkembang. Untuk mencari marabahaya dan mengatasinya. Teknik Explosion milikmu adalah tanda dari evolusimu.” Jawab Xuan kepada Zheng disaat ia melihat ke padang pasir dari dek.

Zheng belajar banyak dari Xuan selama sepuluh hari ini. Seperti kemungkinan adanya misi bonus didunia masing-masing, bagaimana cara bertahan lebih efisien, bagaimana cara melawan tim lain, dan bagaimana cara dia bisa memperbaiki tekniknya. Analisis pria ini ringkas dan berorientasi pada hasil. Hal ini memberikan Zheng banyak jawaban. Meski beberapa diantaranya terdapat jawaban yang tak ingin didengarnya.

Zheng berkata. “Saya telah memikirkan bagaimana Dewa menilai kekuatan setiap orang untuk menentukan kesulitan pada film. Kesulitan tak selalu sama diantara semua orang. Atau orang lain yang kuat bisa saja dengan mudahnya memperoleh poin dan reward. Jadi teknik yang saya buat tak termasuk dalam penilaian yang sulit? “

Xuan mengangguk. “Itu sudah pasti. Jika tidak, Dewa adalah Dewa sejati. Ia juga tak sejalan dengan tujuan evolusi. Orang yang mengalami perkembangan seharusnya diberi imbalan. Seiring perkembanganmu, kesulitan akan menjadi lebih mudah hingga kau mampu menghemat 50000 poin serta kembali ke dunia nyata. “

Zheng menjadi bersemangat. “Kalau begitu, mengapa kita tidak memasuki hutan untuk membunuh pigmi? Kurasa aku harus berhati-hati dan bisa menyingkirkannya dengan mudah. Aku punya Gatling Cannon dengan amunisi yang tak terbatas disini. “

“Itu mengembalikan kita ke diskusi yang sebelumnya.” Xuan mengerutkan kening. “Kemungkinan bahwa Dewa meninggalkan celah untuk membiarkanmu mendapatkan poin dan penghargaan pertanian mendekati nol. Karena jika kau cukup kuat untuk membunuh pigmi, kau bisa saja  terus melarikan diri dan kembali untuk membunuh mereka sampai kau mencapai 50000 poin.

Tak perlu melakukan perkembangan. Situasi yang paling memungkinkan terjadi adalah Dewa meningkatkan rating pribadimu satu poin untuk setiap monyet yang kau bunuh, seperti tim China sebelumnya. Setelah kau mengumpulkan cukup rating, kesulitan akan meningkat.

Karena kau telah membunuh beberapa ribu pigmi, saya menduga mereka akan menggunakan senjata api dari tahun 70an dan 80an atau bahkan lebih modern sekarang. Jika kau membunuh lebih dari sepuluh ribu, kemungkinan kau akan ditembak dengan rudal begitu kau memasuki hutan. “

Zheng menghela napas. “Lalu bagaimana dengan bom pembakar? Seharusnya itu juga terhitung sebagai pembunuhan. “

Xuan tersenyum singkat. “Siapa yang akan mendapat kredit karena membunuh? Kau atau aku? Dewa tidaklah bodoh. Jangan mencoba untuk game itu. Meskipun ini adalah metode untuk sampai ke piramida, sebenarnya hanya satu orang yang bisa diterima oleh Dewa.

Jika tidak, hutan ini pasti merupakan hutan tropis. Namun, karena kau melewati bahaya, kau kehilangan hadiahnya. Terkecuali kau membuang bom pembakar di wajah mereka. Setiap peraturan di dunia ini mengikuti risiko yang sama dengan hadiahnya. “

Zheng menghela napas. Sangat disayangkan bahwa dia tak bisa mendapatkan poin dari membunuh pigmi. Dia mungkin bisa menghidupkan kembali setidaknya tiga anggota dengan poin-poin itu. “Mengikuti teorimu, apakah hadiah dari misi Raja Scorpion juga akan dikurangi karena melewati bahaya hutan?”

“Tidak, karena kecerdasan juga merupakan bagian dari evolusi.” Xuan tersenyum.

Balon udara yang berkembang, menggunakan Sky Stick untuk membawanya, kembali ke perbatasan hutan setelah seharian terbang. Semua orang berjaga-jaga terhadap Imhotep sepanjang jalan. Meskipun balon udara bisa terbang lebih cepat daripada badai pasirnya, mereka tak ingin mengambil risiko diserang di langit.

Untungnya, mereka sampai di tempat yang aman. Semua orang mendesah lega setelah turun dari balon. Mereka tak lagi takut kepada Imhotep lagi karena Book of Amun-Ra sudah berada ditangan mereka dan Evelyn mulai menguraikan hieroglif.

“Untung kita tidak menemuinya selama berada dalam penerbangan. Aku tak akan takut jika dia muncul sekarang. “Jonathan tertawa.

O’Connell turun dari balon udara sesudah Jonathan. “Aku ingin tahu siapa yang akan berlari begitu cepat disaat terakhir kali ia melihat beberapa monyet.”

Jawab Jonathan sambil tersenyum. Zheng memberi isyarat untuk memberi tahu mereka lalu berjalan ke hutan.

Dia sampai pada kesimpulan ini setelah berdiskusi dengan Xuan. Dia masih memiliki pendant yang tak kehabisan energi. Teori Xuan adalah kasus yang paling mungkin terjadi, bukan fakta. Karena mereka memiliki beberapa bentuk perlindungan, mereka memutuskan untuk menguji keadaan saat ini dari kerabat. Jika pigmi tidak berkembang terlalu banyak, itu adalah ide yang baik untuk membunuh beberapa dari jarak dekat.

Sementara semua orang sedang mendirikan kamp, Zheng memasuki hutan sendirian. Dia merasakan perasaan yang sama seperti diawasi oleh banyak mata. Misinya hanya untuk memeriksa dan tak berkelahi, jadi dia masuk tahap pertama dari mode unlocked. Dia melompat di antara pepohonan dan dalam beberapa menit, dia sampai di bagian dalam hutan.

Rasa bahaya tiba-tiba melintasi dirinya dan kemudian bang! Dia terpental kebelakang sepanjang tiga meter sebelum dia dapat bereaksi. Liontin di telapaknya hancur berantakan. Sebuah peluru menghantam dadanya dengan kecepatan tinggi.

Sebuah Barrier membelokkannya namun kekuatannya itu mendorongnya kebelakang. Zheng begitu akrab dengan suara tembakan itu. Itu merupakan senapan sniper anti material yang ia gunakan dalam laga melawan tim Iblis.

Sesuai namanya, senapan sniper ini dirancang untuk menembus armors tank. Meski masih jauh lebih lemah dari senapan sniper gauss, senjata itu akan membuka lubang di tubuhnya jika ditembak.

Kini liontin miliknya telah berubah menjadi bubuk, Zheng terkena ancaman senapan sniper. Ia merasakan tulang punggungnya dingin dan langsung menggunakan teknik Explosion. Lalu ia melompat di antara pepohonan, menggunakan dahan dan daun untuk menghalangi penglihatan disaat ia berlari.

Sesaat kemudian, beberapa tembakan terdengar. Dia bisa membayangkan banyak lubang peluru di tempat dia berdiri. Sedikit penundaan bisa merenggut nyawanya. Keringat membasahi tubuhnya.

“Bakar semuanya. Ini gila. Para pigmi itu tak lama lagi akan menjadi pilot Gundam. “

Translator / Creator: fatality