November 13, 2017

Terror Infinity – Volume 11 / Chapter 8.1

 

Cedera itu begitu serius. Zheng tak bisa bergerak cepat seperti sebelumnya atau lukanya itu akan melebar. Darah mulai tertumpah dari paru-parunya serta mencekiknya.

“Tingkat pemulihan yang luar biasa. Dagingmu telah tertutup. Hanya perlu waktu beberapa hari lagi untuk sembuh. Apakah kau benar-benar manusia?” Tanya Ardeth disaat ia membalut Zheng.

“Nah, tingkat pemulihan inilah satu-satunya hal yang kubanggakan. Namun dalam beberapa hari … oh tidak, kita tak punya waktu selama beberapa hari. Aku percaya Imhotep masih mengejar kita. Dia dapat dengan mudah menemukan kita dengan kekuatannya dihutan yang besar seperti ini. Selain itu, kita tak memiliki Book of Amun-Ra jadi jika ia menemukan kita, kita tak bisa melakukan apapun selain berlari.

Kita perlu mencapai piramida sesegera mungkin. Mendapatkan harta Raja Scorpion dan menggunakan tentara Anubis untuk menghadapi Imhotep. Kemudian kita bisa kembali ke Hamunaptra, mendapatkan Book of Amun-Ra dan membunuhnya lagi! “

O’Connell mengangkat bahunya. “Itukah mengapa rencanamu terdengar gila?” Dia menatap TNT ditanah.

Serupa dengan ketika mereka sedang mengubur ketiga patung sebelumnya, target mereka kali ini adalah pigmi. Mereka akan mengubur begitu banyak bahan peledak untuk meledakkan sepuluh ribu orang ke dalam ngarai, ledakan itu memiliki jarak total sepanjang sepuluh meter kubik.

Lalu Zheng akan pergi memancing para pigmi itu ke ngarai, yang lain kemudian menyalakan sumbu peledak dari jauh. Dia punya waktu beberapa detik untuk berlari.

“Kami memiliki sumbu yang dapat terbakar cepat, jadi butuh dua sampai tiga detik. Aku akan berdiri didasar ngarai dan perlu berlari sejauh tiga ratus meter dalam kurun waktu. Kecepatanku dengan teknik gerakanku adalah enam detik untuk 100 meternya, dan sepuluh kali lipat jika digabungkan dengan Explosion (ledakan).

Aku harus bisa melarikan diri tak peduli bagaimana aku melihatnya. Begitu kau melihat diriku dan para pigmi itu berlari kearah ngarai, nyalakan sumbunya. Kuserahkan semuanya kepadamu!” Zheng berkata kepada mereka.

Rencananya memang terdengar gila, namun mereka dapat melihat seberapa cepat Zheng berlari dengan tekniknya. Kalau begitu, Seharusnya ia bisa lolos sebelum sumbu itu selesai terbakar. sepertinya ini juga satu-satunya cara untuk dapat menyingkirkan pigmi itu dengan cepat.

Zheng keluar dari simulasi Xuan dan menarik napas dalam-dalam. “Ini adalah rencana yang terbaik yang dapat kupikirkan sebelum lukaku terbuka. Ayo kita beli bahan peledak terlebih dahulu. Lalu kita akan menunggu waktu selama setengah hari agar lukaku dapat pulih kembali. “

Seekor burung elang datang dan mendarat ke lengan Ardeth. Elang itu mengeluarkan selembar kertas dari kakinya. “Mereka bilang mereka sudah memulai dari tebing. Tebingnya tak sedalam yang mereka perkirakan, hanya sekitar dua puluh meter. Seharusnya dapat dibersihkan dalam waktu tiga hari. Yang berarti mereka harus menemukan buku itu dalam tiga hari! “

Zheng mengangguk. “Baguslah. Jika kita tak bisa mencapai piramida dalam waktu tiga hari, kita akan kembali untuk mendapatkan Book of Amun-Ra terlebih dahulu. Lalu kita tak perlu takut pada Imhotep. “

Mereka mulai mengubur TNT didasar ngarai dan beberapa disisi luar untuk berjaga-jaga.

Mungkin inilah saat-saat mereka beruntung, tak ada monyet , binatang buas, ataupun Imhotep sejauh ini. Waktu berlalu secara perlahan. Zheng menghabiskan waktu sepanjang hari untuk bermeditasi dengan Qi. Tingkat pemulihannya meningkat lebih cepat selama keadaan ini. Menjelang siang hari berikutnya, luka itu hampir sembuh dan dia bisa bergerak sedikit demi sedikit.

Karakter film berdiri di tepi ngarai. Begitu Zheng sampai ke pusat ngarai, mereka akan mulai menyalakan TNT di daerah luar dan bergerak ke daerah tengah.

Zheng mengeluarkan jade pendant dan tersenyum. “Ini adalah barang pelindung satu kali pemakaian. Awalnya Aku berencana menggunakannya dalam pertarungan melawan Raja Scorpion, namun aku harus menggunakannya sekarang. Haha, semoga bisa menghalangi hujan peluru dari semua pigmi.” Dia melompat keatas pohon lalu mulai berlarian didahan.

Selama beristirahat, dengan hati-hati ia melayang keatas Sky Stick untuk menguji laser. Ketinggian yang dibutuhkan untuk memicunya adalah tiga meter di atas puncak pepohonan. Cabang pohon yang dipegangnya akan tertembak dengan segera setelah melewati ketinggian ini.

Zheng tak dapat menahan diri untuk mengutuk disaat ia menemukan senjata laser sebelum Perang Dunia ke 2 terjadi. Sky Stick sudah pasti bisa menerbangkannya dan melewati pigmi itu dalam beberapa menit jika bukan karena hal ini.

Zheng bergerak cepat tanpa kesulitan dengan teknik gerakannya. Setengah jam kemudian, ia menemukan si pigmi yang pertama.

Ia menarik perhatian mereka secara langsung. Dia mengeluarkan Gatling Cannon dan segera merobek pigmi dihadapannya yang secara langsung terlempar dengan pohon dibelakangnya. Lalu mulai terdengar suara dari semua sisi. Zheng berlari maju dengan meriam sampai ia menemukan gelombang pertama pigmi.

Meriam itu menghancurkan mereka terlebih dahulu sebelum para pigmi itu dapat menembak. Zheng tak perlu khawatir dengan amunisinya sehingga ia dapat terus menyemprotkan tembakannya dari satu sisi ke sisi lainnya. Setelah semua pepohonan yang berada pada jarak seratus meter roboh, dia terus melangkah maju.

Jumlah pigmi semakin meningkat ketika ia mendekati piramida. Senjata mereka juga berubah dari pistol hingga senjata api berat. Pada saat Zheng melihat anti-tank RPG, dia langsung berbalik. Jade Pendantnya itu memblokir banyak tembakan namun ia sendiri tak ingin menguji kekuatan anti-tank RPG itu.

Dia sudah lupa berapa banyak pigmi yang ia bunuh dalam perjalanan. Gatling Cannon jarang berhenti menembak. Disaat dia mulai berlari, ribuan pigmi mengejar di belakangnya. Mereka memenuhi hutan dari tanah ke pepohonan. Peluru memukul-mukul bidang tembus dibelakang  punggungnya satu per satu. Namun, daerah ini terlihat menjadi lebih samar-samar seiring berjalannya waktu, hingga peluru Dum Dum akhirnya menghancurkannya.

Zheng merasakan pendant ditelapak tangannya berubah menjadi bubuk. Dia segera mengeluarkan yang lain dan juga menggoyang-goyangkan tubuhnya disaat berlari. Namun, itu sia-sia. Kekuatan individu tak berdaya dalam situasi seperti ini. Bahkan kloningnya pun bisa bertahan melawan beberapa ribu pigmi dengan senjata api.

Semakin banyak pygmies bergabung disaat mereka berlari. Padahal Zheng tak punya waktu untuk berpikir karena pendantnya itu sudah retak. Pada saat yang sama, tepi ngarai juga mulai terlihat. Zheng berteriak dan melompat turun dari ngarai.

Para pigmi di belakangnya juga melompat. Dia mulai berakselerasi namun jantungnya berdegup kencang disaat ia mencapai pusat dan melihat sisi lain ngarai.

Imhotep dan kelompoknya menahan sandera O’Connell dengan senjata.

Translator / Creator: fatality