November 8, 2017

Terror Infinity – Volume 11 / Chapter 7.2

 

Semua orang tertidur nyenyak sampai keesokan hari, terkecuali Zheng. Akan tetapi, ia terlihat tampak begitu berenergi. Sepanjang malam ia berlatih qi untuk mendapatkan lebih banyak energi daripada tidur. Rasa lelah dan cedera akibat penggunaan kemampuan “ledakan” telah hilang. Dia berdiri setelah semua orang bangkit.

Mereka membersihkan diri mereka disungai. Zheng membagikan air padat dan makanan yang terkompres kepada yang lainnya. Mereka menelan pil dengan perasaan ingin tahu dan rasa lapar mereka segera hilang.

“Ini adalah barang yang bagus. Jika kau menjualnya kepada wanita yang berasal dari London dan sedang melakukan diet, serta berkata kepada mereka bahwa pil itu digunakan untuk menurunkan berat badan, kau mungkin bisa beruntung.” Jonathan berkata dengan penuh semangat.

Zheng menghela napas. “Harus kuakui bahwa kau adalah seorang yang jenius. Cengkeraman akan peluang komersial pada dirimu begitu kuat. Hal itu juga bisa menjelaskan mengapa kau begitu sensitif terhadap uang. “

Sementara mereka mengemasi tas mereka, Zheng melompat ke puncak pohon untuk mengamati area sekelilingnya. Lapisan kabut pagi memenuhi hutan. Ardeth sangat senang melihat kabut dan menarik napasnya beberapa kali. Hutan besar di padang pasir benar-benar adalah kejadian yang aneh. Namun, sifat kelekatan pada kabut itu begitu mengganggu Zheng. Dia tak bisa melihat sepanjang seribu meter. Lalu dia melompat mundur.

“Kami hanya perlu terus berjalan. Sial. Kami lupa membawa kompas. Dewa mengerti bagaimana cara kita melintasi hutan ini. “

Jonathan mengeluarkan kompas dari sakunya dengan tatapan aneh. “Aku tak keberatan menjual kompas untuk satu batang emas.”

Zheng langsung menangkapnya dan tertawa. “Bagus. Tak masalah. Tapi dari manakah kau mendapatkan kompas ini? Aku tak pernah ingat kau membeli sesuatu seperti ini. “

O’Connell mengatakan. “Mengapa kompas ini terlihat begitu mirip? Sepertinya aku pernah melihat Izzy berjalan berkeliling menggunakan kompas ini dibalon udara. “

Jonathan tertawa keras. “Bukan, bukan. Kau pasti salah. Haha.” Kemudian ia masuk kedalam pepohonan.

Semua orang tahu apa yang terjadi serta menggelengkan kepala mereka. Mereka mengikuti arah Jonathan pergi hampir seratus meter. Jonathan tiba-tiba berlari dengan kecepatan penuh sambil menjerit. Seekor cheetah yang terlihat sedang mengejarnya.

O’Connell menghela napas. Dia mengeluarkan pistol dan berteriak. “Tidakkah kau tahu bagaimana cara menggunakan pistol? Itu hanyalah seekor cheetah kecil. “

Jonathan membalas berteriak. “Lari! Banyak … banyak monyet! “Dia berlari melewati semua orang. Sejenak, mereka lupa menyerang cheetah karena kedengarannya sangat membingungkan. Cheetah itu juga berlari melewati mereka seperti seekor anjing yang telah kalah dalam perkelahian.

Mereka berbalik dari posisi aslinya dan melihat beberapa babi hutan berlari keluar dari balik pepohonan. Kemudian seekor monyet pendek mengikuti dengan cara memegang, uh. Monyet-monyet itu memegang senapan dan menembak babi hutan. Semakin banyak monyet keluar, setidaknya berjumlah seratus.

Mereka berbalik secara serentak dan mulai berlarian karena mereka melihat beberapa monyet dengan senapan mesin.

Zheng menggiling giginya. “Oh Tuhan. Sejak kapan kau pernah mendengar tentang monyet menggunakan senjata? Jumlah mereka saja seharusnya sudah cukup. Apakah kau sangat senang jika bisa membunuhku? “

Zheng memiliki keinginan untuk memuntahkan darah. Dia mengeluarkan granat disaat berlari dan senapan mesin ringan dengan tangan satunya. Dia menarik cincin pada granat itu dan melemparkannya kebelakang tanpa memalingkan kepalanya. Sebuah peluru juga berada dibelakangnya disaat yang bersamaan sehingga ia menyuruh semua orang menunduk ke tanah. Gelombang dahsyat ledakan meniupnya. Pada saat mereka mendarat, tak ada lagi pepohonan yang berdiri sejauh seratus meter di belakang mereka.

“Mengalahkan 264 Oasis guardians. Memperoleh 264 poin. “

Pemberitahuan mendadak dari Dewa pada momen penting seperti ini membuat Zheng terkejut. Lalu ia merasakan sakit yang tajam dibahunya. Peluru nyasar yang menimpa bahu belakangnya tak terlalu kuat namun menusuk otot-ototnya. Gerakan apapun akan membawa rasa sakit yang merobek. Bahunya dipenuhi darah dan keringat.

Yang lain segera bangkit dari tanah, mereka masih tampak terkejut karena monyet dan tembakan senjata. Tentara Anubis, patung yang bergerak, ataupun kalajengking besar bisa dimengerti. Terlalu banyak misteri didunia ini. Namun ketika mereka melihat monyet sedang berburu babi hutan dan manusia dengan senjata api, rasanya benar-benar aneh.

O’Connell adalah orang pertama yang memperhatikan luka dipunggung Zheng. Dia mengeluarkan sebuah pisau dan berkata. “Jangan bergerak.”

Dia menusukkan pisaunya kearah luka itu dengan hati-hati, lalu mengeluarkan benda-benda asing dari kulitnya. Zheng menyerahkan semprotan hemostasis dan perbannya. Setelah menyembuhkan luka-lukanya ia tertawa. “Kau adalah seorang yang sangat beruntung. Kau harus membuat dirimu terluka setiap saat. Namun bisakah kau menjelaskan mengapa monyet bisa membawa senjata? Jangan bilang bahwa harta Raja Scorpion itu adalah sebuah senjata api kuno. “

Zheng tertawa paksa. “Kupikir hanya terdapat pigmi saja disini. Aku tak mengira bahwa mereka menggunakan senjata api. Aku tak akan datang dengan kalian jika aku belum mengetahui hal ini sebelumnya. Aku pasti akan mengumpulkan beberapa kelompok tentara bayaran. “

Kejadian itu bukanlah satu-satunya hal yang tidak dia duga. Hutan yang mengarah ke piramida tidak sebesar seperti di film aslinya, setidaknya tak cukup besar bagi orang-orang untuk tersesat. Mungkin ini adalah penyesuaian kesulitan yang dilakukan oleh Dewa, serta pigmi bersenjata itu juga.

Zheng menarik napas panjang lalu mengeluarkan Sky Stick. “Tunggu disini. Aku akan naik dan melihat-lihat medannya. Coba lihat apakah terdapat jalan pintas menuju kearah piramida yang dikelilingi oleh monyet. ” Dia berdiri diatas Sky Stick.

Matahari telah terbit dan kabutnya mereda. Zheng melihat dari kejauhan dan melihat piramida emas besar yang megah itu. Dibagian atasnya terdapat sebuah berlian besar, yang mana dibawa oleh Jonathan diakhir film.

Benda itu tampak silau, tiba-tiba ia merasa berlian itu memantulkan sebuah cahaya sinar matahari. Lalu seberkas cahaya tertembak dari berlian itu dan menembus melalui dada kirinya sebelum ia dapat bereaksi. Untungnya, ia hanya sedikit ragu untuk menjaga keseimbangan pada Sky Stick dan sinar itu luput ketika mengarah pada jantungnya. Sinar itu menusuk lubang diparu kirinya. Selanjutnya, ia kehilangan keseimbangan dan terjatuh.

Yang lain sedang terkejut dibawah. Mereka melihat seberkas sinar ditembakkan kearah Zheng dan hoverboard. Ia berada dalam ketinggian dua puluh meter. Syukurlah, ia terjatuh melalui lapisan dahan dan dedaunan yang tebal. Tubuhnya penuh goresan setelah ia mendarat ketanah. Mereka hampir bisa melihat jantung Zheng pada lubang akibat terpukul oleh sinar tersebut. Tak ada yang bergerak sejenak sampai Zheng meludahkan seteguk darah. Ardeth dan O’Connell pergi untuk membaringkannya ketanah. Kemudian mereka menghentikan pendarahan dan membalutnya dengan panik. Evelyn juga membantunya disamping.

Garis keturunan Vampir Count memungkinkan tubuhnya pulih secara otomatis asalkan otak dan hatinya utuh. Otot-otot disekitar lubang didadanya sedikit menggeliat. Zheng tahu hidupnya aman. Dia hanya perlu menunggu.

Jonathan yang lari jauh datang berlari kembali. Dia tak panik sehingga tak ada yang berbahaya.

Teriak Jonathan saat dia mendekat. “Terdapat ngarai besar diarah tersebut. Aku hampir terjatuh. Ini terlihat seperti versi yang lebih besar dari lubang yang pernah kita buat di kuil. Kenapa kau melihatku seperti ini? “

Kemudian mereka semua beralih kearah Zheng. Dia bisa berbicara dengan susah payah sekarang. “Jika kita bisa menarik perhatian sejumlah besar monyet-monyet itu, aku masih memiliki cukup bahan peledak untuk meledakkan sepuluh ribu dari mereka.”

Translator / Creator: fatality