October 16, 2017

Terror Infinity – Volume 11 / Chapter 4.3

 

Seiring dengan terbukanya pintu air, jalan setapak disisi lain terowongan menjadi terbuka. Zheng mendengar suara itu lalu berkata kepada semua orang. “Cepat, jalan keluar sudah terbuka. O’Connell, pergi dan bawalah istrimu! “

Zheng pergi menuju kearah lubang dan melihat jalan baru disampingnya. Dia masuk tanpa keraguan, lalu tiba-tiba ia merasakan sakit dibahu kirinya. Seluruh lengannya terasa mati rasa. Saat itulah dia melihat kalajengking besar diterowongan. Ekornya menyengat lengannya.

“Sialan!”

Tak ada waktu baginya untuk mengambil kapak dari tangan kirinya. Para karakter film dan air deras muncul dari belakangnya sehingga ia juga tak bisa mundur.

Dia menyalurkan seluruh energi qi dan darahnya untuk menyalakan fusion flame, lalu melompat kearah kalajengking. Kalajengking tersebut juga menggigit bahunya disaat ia terbakar oleh nyala api. Exoskeletonnya menjadi retak dan hancur.

Orang-orang yang lainnya baru saja memasuki jalan setapak saat ini. Begitu mereka melihat tubuh kalajengking, airnya bertambah banjir dan membawa mereka jauh-jauh ke jalan setapak. Didalam rasa keputusasaan mereka, apa yang terdapat didepan mereka adalah sebuah dinding, dan kelompok itu terdiam.

Zheng mengetahui bahwa dibalik tembok ini terdapat sebuah lobi, tempat dimana mereka pertama kali memasuki makam. Di film aslinya, anak laki-laki Evelyn yang menabrak sebuah pilar dan dengan tidak sengaja membuka tembok ini. Namun, anak Evelyn masih belum lahir pada saat ini. Dia harus memikirkan cara lain.

Zheng mengeluarkan Tombak Osiris lagi tanpa banyak berpikir. Dia telah menghabiskan banyak energi darah dan qi, namun ia tak mempunyai pilihan yang lain.

Disaat mereka semakin dekat ke dinding, ia mengepalkan giginya dan mulai menyalurkan energinya ke dalam tombak. Zheng akhirnya bisa melempar tombak disaat mereka berada dijarak sepuluh meter yang tersisa dari arah dinding.

Sebuah cahaya emas menyala dan membuka lubang selebar dua meter. Kelompok itu terdorong keluar melalui lubang air dan mendarat ke tanah.

Air terus masuk mengalir melalui lubang selama beberapa saat kemudian berhenti. Sepertinya pintu air itu tertutup sendiri secara otomatis. Mereka tergeletak ditanah dan tak dapat menggerakkan jari-jarinya. Tak ada satupun yang memeriksa keadaan yang ada disekitar mereka sejak mereka kelelahan. Perasaan melarikan diri dari ujung neraka ini jauh lebih hebat daripada mendapatkan undian sebanyak sepuluh kali lipat.

Ardeth juga berbaring ditanah dengan tenang sampai-sampai ia berbenturan dengan kalajengking yang lewat. Ia melihat lengan Zheng bengkak dan menjadi hitam.

Zheng sedang berjuang untuk mengeluarkan tas dimensinya dengan lengan kanannya. Ardeth segera menghampirinya dan mengeluarkan tasnya. Zheng mengambil suntikan dari tas itu lalu menusukkannya ke lengannya. Dia akhirnya mendesah lega.

“Beruntung sekali. Aku disergap oleh kalajengking begitu aku memasuki jalan setapak. Untungnya aku membawa sebuah obat penawar bersama denganku,” gumam Zheng. Bengkah di lengannya mereda, darah berwarna hitam keluar dari tempat ia disengat. Ardeth menusuk bahunya beberapa kali lagi dengan sebuah pisau agar darah hitamnya keluar.

Setelah mengeluarkan darah hitam itu ke tanah, lengan Zheng kembali normal. Meskipun masih terlihat merah, seperti dibakar dengan air mendidih.

“Racun itu sangat kuat. Untungnya, aku yang tersengat. Dan itu masih memerlukan sebuah penangkal bersamaan dengan statistik fisikku. “

Yang lain juga terbangun saat ini. Jonathan berkata “Petualangan ini tak menarik. Aku tak mendapatkan apapun selain air.

Zheng tertawa. “Kata siapa? Gelang Anubis adalah barang bagus. Kau mungkin tak mengerti tentang hal ini, namun jika kita mendapatkan harta Raja Scorpion, kau bisa menemukan berlian yang sangat besar di dalamnya. Berlian akan bernilai lebih dari emas apapun. Ha ha.”

Jonathan berkata dengan penuh semangat. “Berlian? Seberapa besar itu? Sebesar telur merpati? Tidak, sepertinya agak terlalu besar. Apakah lebih besar dari kelingking? “

Zheng menggambarkan sebuah lingkaran dengan tangannya. “Ukurannya sebesar sepak bola, mungkin sedikit lebih besar. Haha, itu satu-satunya ukuran berlian didunia ini! “

Jonathan menjawab tanpa adanya rasa gembira. “Apakah kau bermain-main denganku? Tak ada berlian yang begitu besar didunia ini, itu hanyalah legenda. “

Zheng tersenyum. “Aku meminta maaf, namun Raja Scorpion itu hanyalah legenda. Mari kembali ke balon udara. Ataukah kau begitu suka dengan tempat ini? “

O’Connell menunjuk kearah Evelyn dan tertawa. “Akhirnya kau sadar betapa mengerikannya petualangan itu? Setelah kita kembali, kau akan menunggu di Hamunaptra sampai kita kembali. Paham? “Ia mengikuti Zheng keluar dari makam.

Evelyn tersenyum. “Ada kau disini. Aku tak ingin tinggal sendirian dan khawatir dengan keselamatanmu. Kita keluar dengan selamat meskipun keadaan pada saat ini begitu berbahaya, jadi selama kita berhati-hati, kita akan baik-baik saja. “

Zheng tersenyum pahit ketika mendengar percakapan mereka. Sejujurnya, ia tak bisa menjamin keselemaatan mereka dalam mencari Raja Scorpion ini. Jika Dewa tiba-tiba memutuskan untuk memberikan satu atau dua kejutan, terutama ketika tingkat kesulitan itu dinaikkan menjadi yang tertinggi ketika memasuki plot terlebih dahulu, bisakah ia mencari harta karun itu sendiri?

Disaat ia memikirkannya, mendapatkan gelang itu sudah sangat sulit. Bagaimana dengan menyelesaikan keseluruhan plot pada The Mummy Returns? Terutama pada kesulitan yang paling tinggi? Tak ada kawannya yang bisa diandalkannya. Karakter film mungkin lebih kuat dari orang normal, akan tetapi mereka berada tetap pada level yang sama dengan pemula.

Ia tak memiliki kepercayaan diri untuk menantang Raja Scorpion bersama tim ini. Namun, jika ia tak melakukannya, hanya tersisa enam puluh hari dalam hidupnya. Begitu ia mulai mencari gelangnya, maka tak ada jalan untuk kembali. Jadi, inilah yang dialami oleh clonenya? Tak heran jika ia menjadi begitu kuat.

Setelah mereka kembali ke balon udara, Zheng berkata dengan nada serius. “Semuanya, aku akan mencari Raja Scorpion sendirian. Ini terlalu berbahaya. Aku tak dapat melibatkan kalian semua.

Aku dapat melihat dari petualangan ini bahwa setiap masalah kecil yang ada dapat menimbulkan situasi hidup dan mati. Aku jauh lebih kuat dari kalian semua. Jika aku mati, maka kalian tak dapat selamat.”

Kata Ardeth “Tidak. Meskipun ini bukanlah untukmu, aku harus ikut. Karena jika kau gagal, aku harus kembali dan membiarkan suku milikku tahu. Lalu kita akan bertanggung jawab untuk membunuh Raja Scorpion. Meskipun sulit namun aku harus ikut. “

Zheng menatap Ardeth dengan rasa bersyukur. Dia mengerti bahwa hal itu benar, namun Ardeth tak harus melakukan hal-hal itu sendiri. Dia adalah pemimpin suku sehingga ia bisa mengirim orang lain untuk melakukannya.

Jonathan ragu-ragu. “Sialan. Aku harus melihat berlian seukuran dua kali lipat sepak bola itu dengan mataku sendiri. Tak ada penyesalan bagiku meskipun aku harus mati setelah melihatnya. “

“Maaf, namun aku berkata hanya seukuran sepak bola sebelumnya.” Zheng merasa tergerak oleh kata-katanya.

O’Connell juga mengangguk. “Aku telah berjanji untuk membantumu, jadi jangan khawatir. Kita akan mencari harta Raja Scorpion, dan kembali hidup-hidup! “

O’Connell menatap Evelyn dengan terkejut. Lalu berpikir sejenak dan berkata. “Bagaimana kalau begini. Aku tak akan masuk kedalam piramida, namun paling tidak biarkan aku melihatnya. Aku akan menunggu dari balon. Tolong, biarkan aku melihat. “

Melihat O’Connell goyah, Zheng dan Jonathan menggelengkan kepala.

 

Translator / Creator: fatality