October 2, 2017

Terror Infinity – Volume 11 / Chapter 3.2

 

“Meskipun kau memberiku banyak emas, namun yakinkah kau bahwa skateboard ini dapat menerbangkan kami? Terutama untuk berpergian ketempat yang jauh seperti Hamunaptra? Kau jangan bercanda. Marilah kita tinggal bersama dengan kelompok persediaan. Tak sepertimu yang hanya membutuhkan sedikit waktu saja .” Jonathan menatapnya dengan aneh disaat ia melihat keranjang yang tergantung di bawah Sky Stick.

Zheng tertawa. “Tenang, hoverboard ini dapat mengangkut beban sebesar 800 kg. Kurasa berat badan empat orang diantara kita semua tak melebihi 200 kg. Haha, Aku juga sudah memperkirakan kapasitas berat yang dapat dicapai oleh keranjangku. Jika kau masih khawatir, kita akan terbang dengan kecepatan sedikit lebih rendah.”

Pada akhirnya, O’Connell dan kedua orang lainnya tak dapat menahan rasa keingintahuan mereka dan memasuki keranjang. Mereka bertiga begitu tenang disaat Sky Stick terbang dengan mantap. Teriak Jonathan. “Zheng, hal ini sangat nyaman. Apakah kau memiliki kertas desainnya? Aku memiliki beberapa teman yang bekerja di bidang manufaktur.

Mungkin kita dapat memproduksi barang ini secara massal dan menjualnya. Seharusnya ini jauh lebih berharga daripada pesawat terbang jika dilihat dari kecepatannya. Bagaimana kalau 50 50 persen untuk pembagian keuntungannya? Uh, baiklah. Kau dapat 60, atau 70? Hei, ini tak mungkin lebih dari 80 persen. “

Zheng merasa damai ketika ia mendengarkan suara-suara tersebut dari bawah. Seperti inilah perasaannya ketika ia sedang bersama dengan rekan-rekannya. Pada akhirnya ia bisa mengalami perasaan semacam ini sekali lagi setelah Resident Evil. Bagaimanapun juga, orang-orang ini pernah bertarung bersama-sama dengannya.

Kecepatan Sky Stick diturunkan karena benda ini mengangkut keranjang ekstra beserta orang-orang didalamnya, menghabiskan energi sebanyak dua kali lipat dibandingkan dalam keadaan normal. Dapat bertahan hingga tiga puluh jam pada tingkatan ini, setelah energynya habis, benda ini harus diisi ulang didalam dimensi Dewa, terkecuali jika ia dapat membeli sebuah batu energi solid state.

(Batu energi berharga 300 poin masing-masing, merupakan salah satu energi paling mahal.Namun, Sky Stick terasa begitu nyaman sampai-sampai aku bisa mendapatkan flying sword tingkatan BB ataupun A. Jadi aku harus membawa beberapa batu energi lagi disaat aku memiliki poin tambahan. )

Pikir Zheng sambil terbang. Kira-kira dua jam kemudian, Hamunaptra sudah terlihat. Seluruh tempat itu dipenuhi oleh para pekerja, orang-orang yang sedang berada diatas sky stick melihat kebawah dari langit-langit. Pemandangan beberapa ribu orang yang bekerja tampak mencengangkan.

Lapisan pertama Hamunaptra hampir selesai digali. Orang-orang Medja menangis setiap kali sebuah benda emas digali. Napas Jonathan tiba-tiba menjadi berat.

Begitu mereka mendarat, Ardeth dan beberapa tetua mendatanginya. “Bahkan kau tak butuh waktu hingga sore hari untuk membawa mereka. Apakah kau masih memiliki sky stick yang lain? Dengan benda ini kita dapat membawa banyak orang. “

Zheng tersenyum dan meminta maaf. “Hanya ada satu. Benda ini begitu mahal bahkan didunia kami, jauh lebih mahal daripada emas. Namun aku bisa memberimu kertas desainnya jikalau aku memiliki kesempatan. “

Ardeth tampak kecewa namun ia berkata sambil tertawa. “Kalau begitu kita bicarakan hal itu nanti saja. Para tetua telah memutuskan bahwa jika kau bisa mendapatkan Spear of Osiris serta mengalahkan sepuluh prajurit terkuat kami tanpa menggunakan senjata apapun, maka kami akan memberimu informasi tentang gelang tersebut. Namun sepuluh prajurit terkuat kami akan menggunakan senjata. “

Zheng merasa senang dengan dirinya sendiri, lalu Ardeth berbisik disampingnya. “Para Tetua baru saja menggali patung emas Dewa Ra pada sore hari yang memiliki berat setidaknya 15 ton. Para tetua itu hampir menjadi gila sampai-sampai mereka menyetujuinya dengan begitu mudah. “

Zheng tertawa dan mengeluarkan tongkat pendek dari cincinnya. “Ha, keberuntunganku begitu luar biasa. Apakah kau masih ingat dengan laporanmu tentang tombak yang telah dicuri itu? Yang mencuri tongkat itu adalah Jonathan. “

Ardeth terkejut dan juga tertawa. “Jadi, Jonathan pelakunya. Tentu hal ini adalah tugas yang mudah baginya. “

Jonathan menyela. “Ya ampun, aku hanyalah meminjamnya. Jangan menurunkan reputasiku. “

Semua orang mengabaikannya. O’Connell mengatakan. “Aturan model macam apakah itu bertarung dengan sepuluh orang tanpa menggunakan senjata apapun? Tak bisakah kau menggunakan kekuasaanmu sebagai pemimpin suku? “

Ardeth mengangkat bahunya. “Tak ada yang bisa kulakukan. Para tetua memiliki peringkat tertinggi kedua selain imam. Mereka bisa saja menghapus posisiku sebagai seorang pemimpin dengan begitu mudah. Sebenarnya, mereka selalu menganggap bahwa harta Raja Scorpion adalah milik mereka.

Mereka tak ingin orang lain mendapatkannya meskipun diri mereka sendiri tak bisa mendapatkannya. Tes ini dirancang untuk menyulitkanmu. Mereka mungkin tak ingin melihatmu mendapatkan harta karun itu. “

Zheng tiba-tiba tersenyum kepada para tetua yang sedang bingung karenanya. Ia memutar tombak dan mengarahkannya ke tempat kosong. Semua orang menatapnya secara perlahan, serta menunggunya melemparkan tombak itu.

 (Hal ini dapat memakan Qi beserta energi darahnya. Bagaimana dengan perpaduan kedua energi ini?)

Zheng menyalurkan kedua energi kelengannya kemudian memasuki tombak itu. Hal ini mengisap energinya secara terus-menerus layaknya jurang maut. Begitu tombak mulai bersinar dalam cahaya emas, Zheng berteriak dan melemparnya.

Tombak itu melintasi 1500 meter dan kemudian menusuk kedalam tanah. Sebuah cahaya emas muncul dari tombak tersebut. Tak terdapat suara ledakan, namun tombak itu menciptakan lubang selebar delapan meter dan sedalam tiga meter.

Kekuatan destruktif itu mengejutkan Zheng. Ketika ia menyalurkan kedua energinya ke senjata kapak, ia hanya memberikan kapak itu sifat korosif dan ketangguhan tambahan. Namun tombak itu berbeda. Ataukah karena ini adalah benda Quest? Apakah terdapat banyak jenis barang seperti ini?

Para tetua juga terkejut. Mereka berteriak dan beberapa orang mulai berlarian mendekati tombak. Namun, Zheng jauh lebih cepat daripada mereka dalam hal teknik gerakan. Ia mengalahkannya dan meraih tombak itu. Orang-orang menatapnya dengan perasaan emosi.

Para tetua itu tampak cemas disaat mereka berbicara dengan Ardeth. Ardeth pun tampak sangat marah karenanya.

Zheng dapat menebak apa yang mereka bicarakan. Para tetua tak bisa melepaskan harta karun semacam ini. Tombak ini tak memiliki kekuatan destruktif seperti yang didalam film ketika O’Connell menggunakannya.

Jadi kemungkinan tombak ini sama seperti Book of the Dead dan Book of Amun-Ra yang hanya berpengaruh disaat para pemain menggunakannya. Ia tertawa dan berkata. “Tak masalah. Jika kalian ingin mencoba kekuatannya? Tak ada seorangpun yang dapat mengeluarkan kekuatannya. Silakan mencobanya.” Dia menyerahkan tombak itu kepada mereka.

Salah satu dari penatua meraih tombak itu sebelum Ardeth berkata, lalu memberikannya kepada pria berbadan besar. Pria itu mengarahkannya ke sebuah bukit dan menarik napasnya dalam-dalam. Dia berlari sebanyak beberapa langkah lalu membuangnya.

Namun, tak terdapat cahaya apapun disana. Tombak itu melayang hampir seratus meter dan menabrak bukit. Bukit itu berdiri utuh disana.

Translator / Creator: fatality