September 27, 2017

Terror Infinity – Volume 11 / Chapter 3.1

 

Dalam hal memimpin banyak orang, Ardeth jauh lebih baik daripada Zheng semenjak ia menjadi kepala suku. Hal itu tak berarti bahwa kemampuan kepemimpinannya jauh lebih baik, masing-masing dari mereka memiliki kelebihannya sendiri-sendiri. Zheng akan lebih hebat dalam memimpin kelompok kecil yang jumlahnya kurang dari dua puluh orang dalam pertarungan.

Zheng merasa senang karena Ardeth bersedia memimpin para pekerja. O’Connell dan yang lainnya akan membutuhkan waktu sepuluh hari untuk tiba sehingga Zheng dapat mulai melatih Qi dan energi darahnya. Dia menyadari kurangnya kekuatannya disaat bertempur dengan Tim Devil. Ia lebih rendah daripada kloningnya dalam hal kekuatan, mental, kemauan, dan teknik murni.

Keinginannya sendiri untuk bertahan hidup tak cukup kuat. Ia perlu keinginan yang jauh lebih kuat, yaitu keinginan untuk menang, agar ia dapat melindungi orang-orang yang terpenting dalam hidupnya, serta tak akan pernah kehilangan mereka lagi!

Qi dapat tumbuh didalam latihan. Energi darah dapat menjadi lebih fleksibel dan penggunaannya lebih dari sekedar pembakaran sederhana. Ketika ia mengeluarkan sejumlah besar energi darah dalam sekejap, warnanya akan berubah menjadi lebih gelap.

Energi darah Zheng dapat mencapai tingkatan berwarna merah pekat pada saat ini. Ketika ia sedang memikirkannya, kloningnya itu hanya menggunakan Red Flame yang sama dengannya. Namun, kloningnya dapat mengeluarkan energi yang sangat besar sehingga nyala api itu berubah menjadi kehitaman.

Enhancements dan kemampuan yang berasal dari Dewa hanyalah sebuah dasar. Penggunanya dapat merubah-rubahnya agar sesuai dengan mereka. Inilah kunci untuk menjadi lebih kuat. Menggunakan Enhancements saja sepertinya tak akan pernah bisa mengalahkan seseorang yang dapat merubah-rubah Enhancements itu sendiri.

Kolam energi darah Zheng tak cukup besar sehingga ia harus menggabungkan Qi miliknya kedalam Red Flame. Perpaduan kedua energi ini menciptakan sedikit nyala api keemasan diantara warna merah. Meskipin ia belum mengujinya, ia yakin api keemasan ini seharusnya jauh lebih kuat.

Lalu ia mencoba menyalurkan Qi kedalam senjatanya, seperti yang ia lihat di film wuxia. Meskipun ia tak menukar teknik bela diri apapun, penggunaan Qi itu harusnya bersifat universal.

Bagaimanapun, satu-satunya senjata yang dapat menopang korosif pada Qi miliknya adalah senjata kapak. Semua senjata metalik lainnya akan hancur berantakan. Yang terpenting pada metode ini adalah mengkonsumsi banyak Qi. Namun tentu saja, itu sama kuatnya.

Sepuluh hari berlalu dengan sangat cepat. Zheng sedang mengkultivasi Qi miliknya didalam tenda. Ardeth memasuki tenda dengan elang mungil dilengannya. “O’Connell telah sampai ditempat ini. Mereka sedang melakukan persiapan di Kairo dan akan mengikuti kelompok persediaan yang berikutnya. Mereka seharusnya sudah berada disini dalam waktu beberapa hari lagi. “

Zheng berkata dengan senang hati. “Benarkah? Baguslah kalau begitu. Ok, aku akan menjemput mereka. Bagaimana dengan proses penggalian pada saat ini? “

“Proses penggalian kami baru saja sampai ditengah-tengah lapisan pertama makam Hamunaptra. Karena daerah terluar memiliki banyak batu-batuan yang harus dibersihkan, dan itu akan semakin mudah dilakukan jika kami sudah mencapai penggalian yang lebih dalam. Kami juga telah menemukan banyak emas yang belum digali.”

Zheng memotongnya pembicaraannya sambil tertawa. “Sudah kubilang sebelumnya, semua emas yang berasal dari makam Hamunaptra adalah milikmu semua. Gunakan semua emas itu untuk memperbaiki kondisi hidup suku-suku milikmu dan kirimkan anak-anak ke sekolah. Suku tersebut akan bertumbuh lebih kuat jika anak-anak mereka mendapatkan pendidikan. Baiklah, aku akan menjemput O’Connell sekarang.” Zheng mengeluarkan Sky Stick dari tas dimensinya.

Ardeth dan sekelompok orang disekitarnya menyaksikan Zheng dengan linglung disaat ia terbang jauh dengan menggunakan Sky Stick-nya. Kecepatan Sky Stick itu jauh lebih cepat daripada pesawat yang ada pada saat itu, dan dalam sekejap saja ia sudah menghilang dari langit-langit.

“Lihatlah, teknologi asing begitu menakjubkan. Bahkan piringan logam pun dapat terbang. “

“Omong kosong, itu adalah skateboard. Aku pernah melihat seseorang memainkannya. Kudengar setiap anak dinegara barat memilikinya. “

Ardeth tertawa terbahak-bahak disaat ia mendengar kerumunan orang-orang itu berbicara. Lalu ia berbalik dan berjalan menuju Hamunaptra.

Perasaan terbang itu membuat Zheng menjadi tenang. Hal ini mengusir semua pikiran tegangnya. Ia tak dapat menahan dirinya untuk berteriak disaat ia melintasi langit biru dan padang gurun. Setelah itu, kecepatan Sky Stick ini begitu mengesankan. Hanya butuh satu jam saja untuk dapat sampai di Kairo.

Zheng mendarat dipintu masuk museum dan langsung mendengar suara dari dalam. Sepertinya Jonathan sedang berdebat dengan seseorang.

“Berhentilah bercanda. Aku telah menghabiskan 1.000 pound untuk barang antik ini. Kau tak hanya bisa berkata padaku untuk menyerahkannya. Bukankah kita berteman? Aku bisa menjualnya ke museum dengan harga 1.500 poundsterling. Bagaimana kalau kujual saja kepadamu dengan harga 1.000 pound, sehingga tak ada pihak yang dirugikan. “

Yang sedang berdebat itu adalah Jonathan dan kurator.

Ketika Zheng memasuki ruang resepsionis, Jonathan sedang melambaikan tongkat emasnya yang pendek. Zheng segera berlari kearahnya dan menangkap tongkat itu lalu mempelajarinya dengan saksama. Ia memutar tongkat itu seperti yang diingatnya dalam film-film.

Ujung tongkat itu memanjang dan berubah menjadi tombak. Suara Dewa juga terdengar dikepalanya.

“Telah mendapatkan quest item bernama Spear of Osiris. Kekuatan lemparannya akan ditentukan oleh jumlah energi penggunanya. Membutuhkan penggunanya untuk memiliki Qi, energi darah, sihir, Nen, atau Xian energi. “

Zheng terkejut mendengar suara ini sampai-sampai Jonathan menepuk bahunya. “Baguslah. Pada akhirnya aku bisa menemuimu. Terakhir kali kau masih berutang tiga batang emas kepadaku. Bisakah kau membayarnya sekarang? Oh ya, harga emas telah naik dan kau harus membayar lima batang emas sekarang.”

Zheng memutar tombak itu lagi dan merubahnya kembali menjadi tongkat pendek. Lalu ia tertawa dan mulai menuangkan emas dari tasnya. Ia memeluk Jonathan dan berkata. “Sial, aku benar-benar menyukaimu, bro. Haha!”

Jonathan kaget disaat ia menatap emas-emas itu ditanah. Ia memungutnya dan membenturkan emas itu kekepalanya, lalu ia pingsan. Namun, wajahnya terlihat sangat bahagia. Mungkin ini adalah sesuatu hal yang menyenangkan baginya untuk dibunuh oleh emas.

“Ya Tuhan.” Teriak O’Connell disaat ia melihatnya. “Apakah kau habis merampok Bank Inggris? Tas apakah ini? Bagaimana bisa tas ini menyimpan begitu banyak emas? “

Zheng meletakkan tombak itu dicincinnya lalu duduk disofa. Ia berkata kepada O’Connell dan Evelyn sambil tertawa. “Mau pergi berpetualang denganku? Ingin menemukan harta Raja Scorpion? Ikutlah denganku untuk mencari Raja Scorpion! “

Teriak Evelyn dalam kegembiraan. “Yeah, kau tahu dimana harta karun itu? Kupikir itu hanyalah cerita bohong. Jadi, dalam sejarah Mesir apakah Raja Scorpion itu benar-benar ada? Oh Tuhan. Hal ini begitu mendebarkan! “

Ekspresi O’Connell berubah. “Maaf, Zheng. Kami tak dapat pergi berpetualang denganmu. Aku dapat melihat bahwa kau tak memerlukan lebih banyak uang disaat kau memiliki begitu banyak emas. Kenapa kamu masih pergi bertualang? Tak bisakah kita menjalani kehidupan yang damai. Berpetualang itu memiliki resiko besar. Evelyn sedang hamil saat ini. Dan aku tak berpikir ini adalah saat yang tepat untuk berpetualang. “

Evelyn berkata. “O’Connel, Kau sedang bercanda kan? Jangan membuat keputusan untuk diriku. Aku hanya hamil dua bulan. Dokter juga tak pernah berkata kepadaku bahwa aku tak boleh melakukan hal-hal yang berbahaya. Kuperingatkan dirimu, sekarang kau sedang menyerang hak pribadiku. “

O’Connell berpaling padanya dan berkata dengan nada sengit. “Karena tak ada satu wanita pun yang akan melakukan hal-hal berbahaya disaat mereka sedang hamil! Tuhan tahu mengapa aku setuju untuk pergi ke Afrika bersamamu untuk berbulan madu. Yang mana hal itu membuat Jonathan mencuri tongkat emas milik seseorang dan kau menangis untuk pergi berpetualang di jurang. Aku hampir ingin bunuh diri saat itu! “

Zheng tersenyum pahit lalu mendesah. “Sepertinya ini tak akan pernah terjadi. Aku akan mencari harta Scorpion King sendirian. O’Connell, Aku tak membutuhkan emas tetapi aku membutuhkan sesuatu yang lebih penting daripada emas. Rekan-rekanku telah meninggal dalam misi terakhir jadi aku harus menghidupkan mereka kembali dengan Book of Amun-Ra, dan juga menemukan harta Raja Scorpion.”

O’Connell tertawa. “Meskipun istriku tak bisa pergi, namun aku bisa pergi bersamamu. Haha. Inilah saatnya untuk membayar hutangku kepadamu terakhir kali. Benarkan kawanku?”

Zheng berhenti sejenak lalu tertawa. “Benar. Kawan. Mari kita cari harta karun Scorpion King. “

Mereka berdua tak memperhatikan senyuman licik di wajah Evelyn.

Translator / Creator: fatality