September 25, 2017

Terror Infinity – Volume 11 / Chapter 2.2

 

Bahkan bank internasional pun mengalami kesulitan dalam mengambil 19 ton emas, karena dilokasi ini hanyalah terdapat sebuah cabang bank saja. Zheng mengikuti saran kurator untuk membagi emas menjadi tiga bagian, serta menjualnya secara terpisah ke bank-bank Inggris, A.S., dan Prancis dibawah organisasi sipil Mesir.

Organisasi itu cukup terkenal namun dibawahnya terdapat Medjai. Zheng memberi mereka setumpuk emas sebagai ucapan terima kasih.

“Meskipun kami adalah keturunan Firaun yang dikenal karena kekayaan, namun sebagian besar orang kami hidup dibawah garis batas kelaparan. Kami tak dapat membantu mereka. Tempat ini adalah padang pasir. Tak ada lahan yang cocok untuk produksi. Aku berterima kasih atas nama bangsaku, teman.” Ardeth datang bersama-sama dengan beberapa tetua yang memakai jubah.

Para tetua melebarkan mata mereka disaat melihat emas itu, lalu dengan segera menyetujui penggalian, melindungi pekerja, dan jalur suplai. Jika Zheng tak mengetahui plot film ini, bahwa mereka adalah orang-orang yang mungkin akan mati demi kepentingannya, ia mungkin sudah mengira bahwa mereka adalah para pedagang.

Seperti yang telah dijelaskan oleh Ardeth, Zheng berkata. “Aku mengerti. Kalian tak perlu malu-malu tentang hal tersebut. Selain itu, terdapat sejumlah besar emas yang terkubur didalam Hamunaptra. Kondisi hidup orang-orangmu pasti akan berkembang menjadi lebih baik begitu kalian mendapatkan emasnya.”

Ardeth menggelengkan kepalanya dengan senyuman pahit dan berkata. “Kudengar kau telah belajar tentang harta karun milik Raja Scorpion. Dari hal tersebut terdapat kabar baik dan kabar buruk. Kau ingin mendengarkan yang mana dulu? “

Zheng terdiam sejenak. Hanya terdapat dua hal yang mempengaruhi masa depannya didunia ini, harta karun Raja Scorpion dan penggalian Hamunaptra. Selain itu, ia bahkan tak peduli jika ketiga bank tersebut bangkrut. Ia menggelengkan kepalanya dan berkata. “Bro, katakan saja. Aku bahkan tak tahu kabar mana yang baik dan kabar mana yang buruk buat diriku.”

“Kabar baiknya adalah orang-orang kami telah berdiskusi apakah kau diperbolehkan untuk mencari harta Scorpion King atau tidak. Karena untuk saat ini, hal yang dapat kami lakukan adalah membuatmu menunda selama beberapa saat saja, namun tak setiap saat. Jadi, para tetua kami kemungkinan besar juga berkeinginan melenyapkan Raja Scorpion untuk selama-lamanya.

Dimasa depan, kami tak ingin Raja Scorpion menjadi hidup kembali hanya karena beberapa skema. Sebaliknya, jika kekuatanmu bisa mendapatkan pengakuan dari para tetua kami, serta mendapatkan Spear of Osiris (Tombak Osiris), maka kami akan menyetujui rencana pencarianmu akan harta karun itu. “

Zheng sangat senang dan berkata keras. “Bagus, sangat menguntungkan untuk bisa mendapatkan bantuanmu! “

“Berita buruknya adalah tombak itu telah hilang selama 2000 tahun lebih. Terakhir kali muncul adalah pada saat perang antara Firaun dengan para penjajah. Firaun menusuk jantung pimpinan penjajah kemudian tombak itu hilang. Aku meminta maaf atas hal ini, namun tanpa tombak itu, para tetua kami tak akan mengijinkanmu untuk mencari Raja Scorpion. “

Wajah Zheng tampak pahit. Di plot The Mummy Returns, tombak itu pertama kali muncul ditangan Jonathan namun di film tersebut tak pernah disebutkan bagaimana cara ia mendapatkannya. Juga tak dijelaskan dimakam manakan ia mendapatkan gelangnya.

Segalanya nampak seperti ilusi. Kemungkinan besar Zheng tak dapat menemukan harta Raja Scorpion. ia tak tahu bagaimana kloningnya dapat menyelesaikan misi ini di film Mummy yang pertama.

“Ay, benar juga. Bahkan kami pun tak memiliki gelang itu. Jangankan Tombak Osiris itu. nampaknya hal ini sudah tak memungkinkan,” Jawab Zheng sambil bergumam.

Ardeth tertawa. “Kami mengetahui lokasi gelangnya. Gelang itu tersembunyi didalam makam. Sayangnya, kami kehilangan kunci untuk membukanya, kunci yang membuka Book of Amun-Ra dan Book of the Dead. Jika tidak, kita bisa mendapatkan gelang itu sejak pertama kali. Jadi, meskipun kau tak dapat menemukan tombak itu, namun setidaknya kami masih dapat menyembunyikan gelang dan meletakkannya ditempat yang aman.”

Zheng mengeluarkan kunci dari cincinnya. “Yah, aku memiliki kunci namun tak memiliki tombak itu. Kurasa kau tak dapat mengalahkan Raja Scorpion hanya dengan menggunakan senjata api normal saja. Jadi, marilah kita diskusikan tentang penggaliannya terlebih dahulu. “

Medjai sudah lama sekali ingin menggali makam Hamunaptra, namun mereka tak memiliki cukup dana untuk mempertahankan operasinya.

Mereka takut terhadap kutukan Imhotep sebelum film pertama terjadi dan tak masuk kedalam makam. Namun, setelah film pertama, sudah terlambat bagi mereka disaat makam Hamunaptra itu ambruk. Emas yang terdapat didalamnya juga telah terkubur. Ketika mereka tahu bahwa Zheng bersedia untuk menggali makam Hamunaptra, mereka begitu senang dan menjadi setuju untuk mencari Raja Scorpion.

Zheng mendesah terhadap dunia ini setelah mempelajari semua hal yang telah diajarkan oleh Ardeth. Uang adalah barang yang paling berguna didunia. Setidaknya lebih berguna dari apa yang ia bayangkan. Namun, ia begitu banyak kekurangan dalam berbagai hal terkecuali emas itu.

Bagaimanapun, dengan bantuan Medjais, dia mulai mengirim telegraf kepada O’Connell, dan mulai menyewa para pekerja dengan menggunakan nama organisasi. Pembayaran adalah yang satu-satunya hal yang terbaik, sehingga semuanya dapat diatur dalam waktu seminggu saja.

Tiga ribu pekerja dan seribu unta membawakan alat-alat dan beberapa mesin menuju kearah Hamunaptra. Biayanya begitu besar dikarenakan tempat ini adalah padang pasir.

Zheng menukarkan tiga emas kubik lagi dan membiarkan kurator menangani uang itu. Kemudian, ia pergi ke Hamunaptra bersama dengan Ardeth.

Ardeth menatap kerumunan dihadapannya dan berkata. “Kau terlalu berlebihan. Orang-orang kami berpengalaman dalam penggalian semacam ini. Hanya butuh satu kelompok yang terdiri atas dua ratus orang selama setengah tahun lamanya untuk dapat membersihkan sebuah tempat. Kau tak harus mempekerjakan begitu banyak orang. Hal itu terlalu boros.”

Zheng tertawa. “Aku tak punya banyak waktu. Kurator mungkin sudah memberitahumu bahwa aku bukan berasal dari dunia ini. Rekan-rekanku telah meninggal dalam misi yang lain sehingga aku tak bisa menyia-nyiakan waktu. Aku harus membayar sebuah harga untuk dapat kembali kesini. Dan karena harga yang dibayarkan begitu tinggi, aku hanya punya waktu tiga bulan saja.

Apapun yang terjadi, penggalian harus selesai dalam waktu tiga bulan. Aku membutuhkan Book of Amun-Ra untuk dapat menghidupkan kembali rekan-rekanku itu. Itulah sebabnya aku meminta bantuanmu. Aku terlalu lemah jika sendirian. Aku membutuhkanmu.”

Ardeth mengertakkan gigi dan berkata. “Aku paham. Orang-orang yang berasal dari padang pasir tak akan pernah lupa untuk membalas budi! Aku akan menggunakan seluruh kekuatanku untuk mempengaruhi keputusan dari para tetua. Beberapa orang kami mengatakan bahwa Spear of Osiris itu muncul disebuah negara kecil Afrika. Namun, setelah itu tombak tersebut dicuri. Aku akan mengirim orang-orangku untuk menyelidikinya.

Mari kita selesaikan apa yang dapat diselesaikan terlebih dahulu. Jangan khawatir, kau akan mendapatkan Book of Amun-Ra dalam waktu tiga bulan. Jika penggalian tak berjalan cukup cepat, aku akan menyuruh orang-orang kami untuk membantu. “

Tiba-tiba terpikir sebuah kemungkinan dibenak Zheng. Meski nampaknya tak masuk akal, mungkin ini hanyalah sebuah kebetulan.

“Semoga Tuhan memberkatiku.”

Gumam Zheng sambil melihat kearah langit.

Translator / Creator: fatality