September 20, 2017

Terror Infinity – Volume 11 / Chapter 2.1

 

Didalam museum, kurator itu mengeluarkan tehnya yang berharga, dengan hati-hati menyalakan kompor yang berisi alkohol, lalu menyeduh teh itu kedalam panci kecil. Aromanya harum menyegarkan.

“Tren di Eropa yang terkenal pada saat ini adalah memasukkan gula dan susu kedalam teh. Aku telah menerima beberapa wisatawan yang berasal dari timur dan mereka menyeduhkan teh polos semacam ini untukku, rasanya begitu lezat, inilah rasa teh yang sebenarnya. Orang-orang yang berasal dari timur sama misteriusnya dengan dirimu. Zheng, dapatkah kau memberi tahu diriku darimanakah kau mempelajari tentang harta Raja Scorpion itu? Aku tak percaya bahwa Medjais akan membocorkan hal apapun. Mungkinkah itu berasal dari keturunan para biksu Imhotep? “Kurator itu menyesap teh sambil bertanya kepada Zheng sambil tersenyum.

Zheng juga menyesap teh itu. Sejujurnya, sudah lama sekali sejak terakhir ia sempat duduk dan minum teh dengan begitu santainya. Nama dari teh ini adalah West Lake Dragon Well yang asli, salah satu teh terbaik. Rasa teh yang dibuat dengan tangan sendiri ini membuatnya menyesap sebanyak beberapa kali lagi.

Zheng tertawa. “Jika ini adalah dunia nyata, aku sudah pasti tak akan diijinkan untuk memberitahumu hal apapun. Selain itu, aku juga akan kehilangan poin karena telah memberitahu tempat itu sebelum tim kami mengumpulkan tiga anggota yang tak terkunci. Tak jadi masalah untuk sekarang ini. Aku tak akan mendapat hukuman untuk mengatakan hal apapun. Aku bukan berasal dari dunia yang sama denganmu. Aku berasal dari dunia lain. “

Kurator itu tak tampak kaget, dengan tenang ia meneguk teh sedikit lagi. “Kami menduga bahwa kau mungkin bukan berasal dari dunia kami disaat kau menghilang diluar makam. Dimanakah dunia akhirat? Apakah kau berasal dari surga? “

Zheng melambaikan tangannya. “Bukan, bukan itu yang kumaksud dengan dunia lain. Kau membuatku merasa seperti orang yang telah meninggal. Maksudku adalah rekan-rekanku dan diriku berasal dari dunia lain, namun kami semua tak mati, kami datang kemari untuk menyelesaikan sebuah misi. “

Kurator itu berpikir sejenak lalu tertawa. “Terakhir kali, membunuh Imhotep adalah misimu? Kalau begitu misimu sudah selesai kan, jadi untuk apa kau kembali lagi? Untuk mendapatkan kekuatan dan harta karun? Kenapa kau kembali sendirian? Apakah kau melakukannya secara sembunyi-sembunyi dibalik rekan-rekanmu itu? “

Zheng menundukkan kepalanya. “Tidak, mereka semua meninggal dalam misi yang lain. Itulah mengapa aku harus menemukan Book of Amun-Ra. Untuk membalas dendam, aku juga harus mencari harta karun Scorpion King. Bisa atau tidak aku mendapatkannya adalah urusan belakang, namun aku tak mau dikatakan sebagai orang yang tak bertindak apa-apa / bersantai-santai selama kematian mereka.”

Kurator itu menggelengkan kepalanya. “Bukannya aku tak mau membantumu, hanya saja aku tak tahu bagaimana caranya. Harta karun Raja Scorpion hanyalah sebuah legenda. Kau harus mendapatkan Bracelet of Anubis lalu menggunakannya untuk menemukan piramida. Namun, semua itu hanyalah legenda. Kami sendiri bahkan tak tahu apakah Bracelet of Anubis itu ada atau tidak, apalagi keberadaan piramid Scorpion King. “

“Bahkan jika kau ingin mendapatkan Bracelet of Anubis dan menemukan piramida itu, kami semua akan menghentikanmu membangunkan Scorpion King. Jika kau gagal untuk menantangnya, ia akan menghancurkan dunia ini dengan tentaranya. Misi terbesar kami sebagai Medjais adalah untuk menjaga Imhotep dan memantau tentara Scorpion King. Jadi kami tak bisa menyetujui permintaanmu! “

Zheng menghela napasnya. “Kalau begitu bantulah aku sedikit. Aku ingin menggali di makam Hamunaptra dan mendapatkan Book of Amun-Ra. Hal ini akan membutuhkan bantuan banyak orang, namun aku akan mempekerjakan orang-orang untuk pergi ke sana. Aku ingin kau tak menyakiti orang-orang itu dan memastikan pengiriman persediaan barang kami aman-aman saja. Dapatkah kau menyetujui permintaan ini? Karena aku sudah membantumu untuk membunuh Imhotep. “

Kurator itu juga mendesah. “Kurasa aku tak keberatan dengan ini, namun orang-orang kami harus melakukan pengawasan terhadap semua pekerja itu. Emas yang keluar nantinya akan menjadi milik kita, dan kita akan melindungi tubuh Imhotep.”

Zheng mengangguk. “Baiklah kalau begitu. Aku tak akan mengambil emas ataupun tubuh Imhotep, meskipun kau tak menyebutkannya tadi. Selain itu, aku harap kau bisa membantuku untuk menghubungi O’Connell dan Evelyn. Apakah mereka baik-baik saja?”

Kurator itu tertawa ringan. “Tentu saja mereka baik-baik saja. Mereka baru saja kembali dari bulan madu mereka di Afrika belum lama ini. Serta membeli sebuah rumah di Inggris dengan emas yang kau berikan kepada mereka dan menjalani kehidupan yang baik. Namun, wanita itu tak betah untuk tinggal di satu tempat saja. Karena Book of the Dead merupakan benda yang benar-benar nyata, wanita itu sangat yakin bahwa terdapat banyak harta karun tersembunyi di dunia ini, seperti Mayan Golden Mask yang dapat mengubah manusia menjadi vampir, dan ketujuh Crystal Skull of Atlantis.

Wanita itu sudah menjadi gila karena terlalu banyak berpikir tentang harta karun. Aku menerima surat darinya beberapa saat yang lalu. Wanita itu berharap agar aku bisa mengirimkan surat kembali kepadanya atas nama museum untuk menipu O’Connell agar ia dapat membiarkan wanita itu pergi berpetualang.”

Zheng tertawa cekikikan. Sepertinya Evelyn memang benar-benar ingin melakukannya. Bahkan O’Connell pun tak bisa mendapatkan kedamaian setelah mereka menikah. “Dapatkah kau menghubungi mereka? Mengundang mereka ke Kairo atas namaku. Katakan saja bahwa aku membutuhkan bantuan mereka. Seorang teman yang pernah bertempur bersama dengan mereka membutuhkan bantuan. “

Kurator itu mendesah. “Dengan menggunakan telegraf, Seharusnya mereka menerima pesan itu dengan sangat cepat, namun hal ini membutuhkan setidaknya waktu sepuluh hari untuk dapat mengantarkan pesan itu dari sini hingga ke Inggris. Jika mereka mulai bergerak sesegera mungkin, seharusnya kau melihatnya dalam waktu setengah bulan ini. “

Zheng mengangguk. “Kalau begitu akan kuserahkan masalah itu kepadamu. Aku perlu mempekerjakan sejumlah besar orang sehingga aku membutuhkan uang. Dapatkah kau menghubungi bank yang ternama disini? yang memiliki reputasi terbaik didunia ini. Karena aku perlu menjual banyak emas.”

“Untuk bank dengan reputasi internasional yang baik, bank Barclays Inggris yang memiliki cabang di Kairo adalah pilihan yang tepat. Citibank Amerika dan beberapa bank lainnya juga … “

Zheng berkata. “Kalau begitu aku akan memakai Citibank saja. Aku pernah mendengar nama bank itu. Dan bank itu juga terkenal diseluruh dunia. Oh ya, kurator, bantu aku untuk menyiapkan kamar untuk bersembunyi. Aku tak bisa pergi dengan membawa emas. “

Kurator itu bingung dengan maksud Zheng namun ia mengetahui sebuah ruangan kosong untuk Zheng. Lalu ia melihat Zheng mengeluarkan tas dan mulai menuangkannya. Aliran emas yang tiada hentinya tertuang bagaikan pertunjukan sulap. Zheng berhenti disaat emas itu mencapai satu meter kubik. Lalu ia berkata kepada kurator itu sambil tersenyum. “Apakah satu meter kubik sudah cukup? Kira-kira beratnya 19 ton lebih sedikit. Aku penasaran apakah Citibank bisa membawa semuanya. “

Kurator itu menatap dengan mulut terbuka karena kaget. Meski perhatiannya bukan pada emas melainkan tas dimensi itu. Lalu ia melompat ke arah Zheng dan langsung meraih tas itu.

Zheng tak terlalu peduli dan menyerahkan tas itu kepadanya. “Lihatlah. Berhati-hatilah untuk tidak mengarahkan lubang penutupnya kearah bawah, atau jika tidak, barang-barang didalamnnya akan jatuh semua. “

Kurator itu tak dapat mendengar kata-katanya lagi. Ia mempelajari tas itu dengan konsentrasi penuh, lalu memasukkan tangannya kedalam. Zheng mengabaikan kegembiraannya dan menyeretnya keluar dari museum. Ia tak punya waktu lagi untuk disia-siakan.

Ia harus menukarkan emasnya, mempekerjakan para pekerja, mengatur transportasi persediaan barang untuk para pekerja, berdiskusi dengan Medjai untuk melindungi keselamatan para pekerja, dan memantau penggalian tersebut. “

“Bagaimanapun juga, lakukan apa yang bisa kulakukan terlebih dulu, menukarkan emas, membawa orang-orang, dan mengirim telegrafnya.”

Zheng berkata sambil menyeret kurator itu. Disaat yang bersamaan, ia semakin yakin dengan dugaannya. Sang Dewa tak akan pernah meninggalkan dunia ini tanpa sedikitpun alasan. Jika tempat ini membutuhkan begitu banyak poin dan Rank D reward untuk memasukinya, seharusnya ada gunanya didunia ini. Ia yakin bahwa ia bisa mendapatkan harta karun Raja Scorpion itu. Sekalipun ia tidak mendapatkan poin, The Army of Anubis itu sendiri sudah layak untuk segala resiko yang akan terjadi.

“Lakukan yang terbaik untuk bertumbuh lebih kuat. Untuk bertahan hidup, dan untuk membalas dendam! “

 

Translator / Creator: fatality