December 18, 2017

Terror Infinity – Volume 11 / Chapter 12.1

 

Sisa sepuluh hari itu berlalu dengan cepat. Zheng dan Xuan kembali ke God Dimension tanpa adanya masalah. Zheng khawatir bahwa Xuan tak bisa kembali karena dia tak dapat memasuki dunia ini.

Segala sesuatu yang ada di panggung tampak sama seperti ketika ia pergi. Lori masih tertidur nyenyak. Xuan langsung menghampiri Dewa dan memejamkan matanya. “Sama seperti yang kupikirkan. Aku tak disertakan dalam perhitungan reward pada film The Grudge.

Aku menyelesaikan enam gelombang dimana aku seharusnya mendapatkan beberapa reward, sekarang aku hanya masih mendapatkan poin yang sama disaat aku memasuki film. Kau bisa menghidupkan Zero kembali disini setelah film berikutnya. “

Zheng sangat senang ketika mendengarnya. Akan lebih bagus lagi jika dia bisa menghidupkan kembali anggota dengan 8000 poin kurang dan Rank B Reward.

“Kalau begitu marilah kita menghidupkan kembali Zero bersamaan dengan Kampa dan WangXia. Jika ingatanku benar, ia hanya memiliki Rank C reward dan 4000 hingga 5000 poin. Kita sudah punya cukup poin untuk menghidupkannya kembali. “

“Aku tak setuju.”

Xuan menyesuaikan kacamatanya. “Siapakah yang kita hidupkan kembali tergantung pada situasinya. Pada saat ini kau memiliki cukup rank reward namun tak cukup poin. 10.000 poin sepertinya tampak banyak tetapi poin itu akan hilang dalam sekejap ketika menghidupkan kembali para veteran siapapun. Kemampuan sniping Zero sangat penting bagi tim dan Lan bahkan lebih penting lagi bagi tim. “

Tanya Zheng. “Aku bingung. Mengapa kau tak membiarkanku menghidupkan kembali Lan di dunia The Mummy? Atau Zero disini? “

“Karena kita membutuhkan mereka. Kita tak menghidupkan kembali Lan karena kita tak memiliki kemampuan untuk melindunginya. Dia memiliki dua kemampuan Psyche Force yang sangat penting untuk tim. Ditambah lagi, ia adalah seseorang yang memiliki bakat yang langka. Namun bagaimana jika ia terbunuh karena kekuatan kita yang begitu lemah? Ia tak memiliki kemampuan tempur satupun. Jika ia meninggal, hal itu akan berlangsung selamanya.

Dan untuk Zero, ia bisa melindungi dirinya sendiri namun sebelum itu kau harus mempersenjatai Kampa, WangXia, dan aku dengan senjata. Mereka berdua tak memerlukan biaya apapun untuk dihidupkan kembali tetapi mereka juga tak memiliki senjata apapun. Selain itu, kau juga harus menghabiskan poin untuk membeli item yang diperlukan untuk film berikutnya. Kau tak akan mempunyai cukup poin untuk menghidupkan kembali orang lain pada saat ini. “

Zheng berkata. “Mulai sekarang kita adalah kawan. Aku mengerti kalau semua ini tak masuk akal namun tolong jangan memperlakukan kami sebagai catur ataupun alat! Kita adalah kawan seperjuangan yang dapat berkorban untukmu dan berjuang bersama sampai mati! Jadi akan kudengarkan saranmu, tetapi kau juga harus mempertimbangkan pendapat setiap orang ketika kau membuat sebuah rencana. “

Yang mengejutkan, Xuan mengerutkan kening dan merenung sejenak. “Aku mengerti. Aku akan mencoba mempertimbangkan tentang hal itu.”

Zheng tiba-tiba menyadari bahwa dirinya dan Xuan telah banyak berubah. Zheng yang sebelumnya tak akan terlalu berpikir tentang nyawa seseorang. Dan Xuan sendiri tak akan pernah menyetujui pendapatnya.

“Mungkin ini adalah permulaan metamorfosis untuk tim China.”

Menurut rencana Xuan, tahapan awal dan menengah untuk tim China seharusnya fokus pada peningkatan tubuh dan penggunaan senjata ilmiah. Seperti senapan sniper gauss untuk Zero, senjata api berat untuk Kampa, dan ranjau untuk WangXia.

“Aku juga akan menggunakan senjata ilmiah, terutama pistol. Di film, terdapat Gun Kata Theory. Dimana pada berbagai posisi, seseorang secara teoritis dapat mencapai setiap sudut buta dan juga meningkatkan kerusakan peluru hingga 20%.

Hal ini mungkin tampak tak masuk akal, namun aku melihat kemampuan ini dalam sistem pertukaran. Ini adalah kemampuan tingkat B. Jadi pencapaianku untuk tahap menengah adalah menggunakan gun kata pada dua pistol gauss.”Kata Xuan.

Zheng mengangguk. Kemudian ia terhubung dengan Dewa dan memilih kebangkitan. Dia membayangkan nama dan rupa Kampa dan WangXia.

Koridor ini terbuat dari baja. Kampa, Xuan, dan Zero sedang berlarian. Mereka memasuki gerbang yang penuh dengan senjata api. Kampa memegang Gatling gun yang besar serta mengarahkannya kepintu gerbang sekaligus. Namun, sebelum ia menstabilkannya, sebuah ekor Alien menembus gerbang itu dan menusuk dadanya. Lalu ia menarik pelatuknya.

Setelah Uni Soviet bubar, gelombang khusus pasukan utama tak punya negara untuk kembali. Mereka berkeliaran dinegara lain lalu membentuk kelompok tentara bayaran internasional. Mereka berpindah dari satu medan perang ke medan perang lainnya. Mereka tak memiliki keluarga, tak memiliki negara, dan tak memiliki masa depan.

Yang tersisa hanyalah rekan-rekan mereka yang berdiri disamping mereka. Mereka merokok dan minum, berbicara tentang wanita, menghitung uang, dan berencana membuat orang-orang untuk membayar.

Kelompok Kampa menyergap beberapa pengedar narkoba dalam sebuah misi dan membunuh beberapa orang. Namun, salah satu pengedar narkoba itu lolos. Yang terjadi selanjutnya adalah pembalasan dendam mereka terhadap kelompok bayaran. Teman Kampa diculik dan ia dikirimi sebuah tengkorak beberapa hari kemudian.

Tentara bayaran itu mengejar pengedar narkoba selama setengah tahun dan akhirnya membunuhnya di sebuah pangkalan. Kampa membawa tujuh peluru dalam pertempurannya yang mana ia melukis seluruh tubuhnya dengan darah. Tempat itu berada diperbatasan timur laut Cina.

Tubuh Kampa muncul dipermukaan yang tak diketahui lokasinya. Lubang besar didadanya pulih dengan cepat. Zheng menghela napas kemudian terhubung dengan Dewa lagi.

Tempat itu berada disebuah gudang yang terlihat redup. Ketika gerbang terbuka, sekelompok orang termasuk Zheng, Lan, dan WangXia masuk kedalamnya. Saat Zheng dan WangXia mengeluarkan senjata mereka, Zheng tiba-tiba mengangkat Lan dan berlari menuju pintu keluar. WangXia hanya berjalan beberapa langkah sebelum api menghanguskannya.

Di laboratorium modern, deretan demi deretan prajurit berdiri ditempat. Seorang peneliti berambut putih mengkuliahi mereka tentang hipnosis, seleksi, kebugaran fisik, memasuki dunia film horor yang tak diketahui, meningkatkan diri, bertukar teknologi dan membayar kembali jasa ibukota negara mereka.

Disebuah desa kecil, seorang ibu dengan rambut perak diam-diam memegangi lengan anaknya. Air matanya tak bisa berhenti meskipun anaknya ini menjadi tentara yang gagah berani. Ibu yang sudah tua itu melepaskan giok liontin dari lehernya dan menaruhnya pada anak itu dengan tangannya yang berjabat tangan. Sang ibu sudah berusia enam puluhan.

Anak itu tahu mungkin ia tak akan pernah kembali begitu ia sudah pergi. Meskipun manusia tak pernah meneteskan air matanya namun ia tetap menunduk. Dia berlutut pelan dan menyentuh tanah dengan dahinya dengan berat, meninggalkan bekas darah.

“Mungkin banyak orang negara dinegara ini yang telah mengalami kerusakan, namun aku tidak!”

Tubuh WangXia juga muncul dipermukaan. Seluruh tubuhnya benar-benar terbakar namun pulih dengan cepat seperti Kampa. Beberapa menit kemudian, kulitnya kembali normal.

Translator / Creator: fatality