December 11, 2017

Terror Infinity – Volume 11 / Chapter 11.2

 

Zheng merasakan energi darahnya habis sepenuhnya setelah kilat itu terjadi. Rasanya benar-benar tak nyaman jika sebuah energi itu langsung hilang. Qi miliknya juga terasa terganggu namun dengan cepat tenang kembali.

Beberapa detik kemudian, tentara Anubis bangkit dari tanah secara satu per satu. Mereka memiliki kepala anjing dan tubuh manusia. Tingginya tiga meter dan membawa pedang besar. Hal yang terpenting bukanlah penampilannya, namun jumlah mereka. Jika dilihat sekilas jumlahnya sekitar ratusan.

Xuan memiliki kepribadian yang keras dan teliti. Dia berjalan satu demi satu baris dari ujung serta menghitungnya. Semenit kemudian, ia berkata. “Tiga ratus. Ada tiga ratus prajurit disitu. Yang mana berarti kau dapat memanggil enam mumi. Bagus.

Jumlah ini sudah cukup kuat untuk mengubah arus dibanyak film dan bahkan hal ini memungkinkan kita untuk dapat meratakan beberapa tim pada pertarungan antar tim!”

Zheng menyeka keringat pada dahinya dan memaksakan dirinya untuk tersenyum. “Jangan menakuti-nakuti. Kau membuat kami tampak seperti mafia. Menurutmu, seberapa bergunanya para prajurit ini jika melawan tim yang lain?”

Xuan berkata dengan tenang. “Cukup baik. Mereka bisa menjadi puncak kekuatan jika kita menggunakannya dengan strategi. Tak semua tim itu sekuat seperti tim Devil. Seharusnya juga  terdapat tim yang lemah disana. Jika tidak, Dewa tak akan terlalu fokus pada tim China.

Tim China sebelumnya mungkin adalah salah satu tim terkuat selain tim Iblis dan tim Celestial. Jika kita mengalami kesulitan dalam mengatasi tiga ratus prajurit Anubis ini, maka hal itu juga berlaku jika kita menghadapi tim yang lainnya. Namun yang jadi pertanyaan adalah, seberapa lamakah para mumi itu dapat bertahan? Dan seberapa besarkah pengaruh mereka terhadap dirimu? “

Zheng berhenti sejenak. “Tak ada batasan waktu. Mereka bisa eksis selama mereka tak mati. Aku juga bisa membubarkan mereka. Memanggil mereka dapat mengosongkan energi darahku sepenuhnya. Jadinya aku tak dapat menggunakan Explosion dan Tombak Osiris. Tak terdapat kerugian yang lain. Memanggil mumi itu tak menggunakan stamina ataupun qi milikku sehingga aku tetap bisa bertarung. “

Xuan berpikir sejenak. “Kemampuan ini tak sepenuhnya tak berguna. Sebaliknya, kemampuan ini sendiri memiliki sebuah efek yang begitu ajaib dalam situasi-situasi tertentu. Berapa hari lagi waktumu bisa tinggal disini? “

“Sepuluh hari lebih. Kenapa? Apa ada sesuatu yang ingin kau lakukan?”

Xuan mengangguk. “Aku berencana menganalisa struktur Sky Stick. Inipun adalah sesuatu yang harus kulakukan pada akhirnya. Satu hoverboard ini tak memiliki banyak arti untuk tim. Ada baiknya jika kita bisa melengkapi setiap anggota kita dengan satu hoverboard tersebut. Jadi, daripada kita menggunakan waktu berada di God Dimension, Ada baiknya kukerjakan hal itu terlebih dahulu selama kita masih memiliki waktu disini.

Setelah kami kembali ke Kairo, kau juga harus melatih teknik Explosion milikmu. Aku memiliki beberapa pengalaman yang mirip dengan kemampuan explosion, hanya saja kita tak dapat mengumpulkan data pengujian disini. Aku akan membantumu mengujinya disaat kita kembali. Hal itu dapat meningkatkan kemampuan tempurmu sebanyak beberapa kali lipat. Namun, terlebih dahulu kau harus meningkatkan durasi explosionmu hingga lebih dari tiga puluh detik. “

Zheng mengembuskan napasnya. “Apa kau tak akan beristirahat? Maksudku, setelah kau selesai menganalisis Sky Stick, atau hanya bertukar desain kepada Dewa. Seharusnya kau beristirahat sejenak setelah ini. Pertempuran ini akan berlangsung begitu lama.

Kami terbang bolak-balik, terluka setiap saat. Aku berencana untuk melakukan latihan rutin setiap hari dan beristirahat selama sisa hari-hari itu. Bagaimana denganmu? “

Xuan mengerutkan kening, sepertinya merenungkan saran Zheng. “Apa yang harus kulakukan jika aku sedang beristirahat?”

Zheng ingat bahwa Xuan tak pernah beristirahat sekali sejak mereka bertemu. Sepertinya dia selalu bisa menemukan sesuatu untuk dilakukan, bagaikan jarum jam. Setelah mempelajari pemikiran batin Xuan, Zheng memahami bahwa Xuan tak tahu harus berbuat apa. Seseorang tanpa perasaan tak akan memiliki keinginan disaat ia tak dapat menemukan tugas atau sasaran berikutnya.

“Aku paham. Lupakan saja perkataanku dan pergilah bersamaku memancing di Sungai Nil.” Zheng berkata seperti pepatah.

“Memancing?” Xuan merenung, seolah-olah ini adalah masalah yang paling sulit. Pada akhirnya ia mengangguk. “Baiklah. Marilah kita pergi memancing di Sungai Nil nanti.”

Balon udara kembali ke Kairo hanya dalam waktu dua hari bersamaan dengan Sky Stick sebagai sumber listriknya. Izzy tak bisa berhenti tersenyum disaat menerima beberapa batang emas, setelah itu ia segera pergi. Zheng membagi sisa emas itu kepada para karakter filmnya. Mereka semua juga mengerti bahwa Zheng tak menggunakan emas itu, serta dengan senang hati menerimanya.

Perpisahan mereka terlihat agak sedikit sentimental. Mereka telah menjadi kawan setelah beberapa perjalanan menuju ke ujung neraka. Jadi agak suram ketika mereka sedang berpisah. Namun untungnya, Jonathan selalu berhasil meringankan suasana mood mereka.

“Itulah rencana kami. Kami akan membeli rumah besar di Inggris dengan emas ini lalu menginvestasikan sebagian dari emas tersebut. Aku perlu meninggalkan beberapa aset untuk anak-anak kami. Aku tak akan pernah pergi bertualang lagi. Arkeologi, mitologi, legenda bisa menjauh sekarang.” Kata O’Connell.

Zheng dengan mudah melihat Evelyn yang sepertinya tak setuju dengan perkataan O’Connell. Kemudian Zheng mengingatkannya kepada Evelyn yang menyebutkan topeng emas dari Maya yang bisa mengubah orang menjadi vampir dan tujuh tengkorak kristal. Dia membuat O’Connell hening selama sesaat.

Jonathan berkata “Aku memutuskan untuk menuju ke timur. Kudengar terdapat banyak kesempatan untuk menjadi kaya. Bukannya aku masih butuh uang lagi, namun aku hanya ingin berkeliling dunia. “

Ardeth berkata “Zheng, suku kita akan terus melindungi Hamunaptra dan altarnya. Jadi kau tak perlu khawatir. Kami akan menyambutmu disaat kau kembali kedunia ini lagi.”

Zheng tersenyum. Dia terkejut bahwa ia membentuk sebuah ikatan semacam itu dengan karakter filmnya. Ia juga merasa agak sentimental untuk berpisah. Setelah sehari terlewati, semuanya meninggalkan Kairo dengan kapal dan kuda mereka.

Zheng dan Xuan kembali ke penginapan dimana Zheng memasuki dunia ini pertama kali serta menyewa dua kamar. Dia masih memiliki sisa uang yang cukup sehingga ia tak perlu khawatir dengan uang tunai hari-hari yang tersisa.

Pada malam hari, Xuan menganalisis Sky Stick dan Zheng melatih qi dan energi darahnya.

Keesokan paginya, Zheng melihat Xuan makan pagi di eja makan disaat ia terbangun. Xuan mengeluarkan alat pancingnya dan berkata. “Pelayanku membelikanku alat pancing tadi malam. Aku menghubungkan batang itu ke sumber listrik Sky Stick. Saat ikan menggigit umpan, ia akan mengerahkan 10k volt listrik. Hal ini akan meningkatkan efisiensi secara signifikan. “

Zheng membuka mulutnya lebar-lebar lalu menyeka keringat didahinya. “Uh. Tujuan memancing ikan ini bukan untuk menangkap ikan. Maksudku adalah kita dapat meluangkan waktu dengan santai. Biarkan aku bertanya tentang hal ini, apa yang kau perlukan dari ikan-ikan ini? “

Xuan berkata tanpa emosi. “Aku tak memancing. Aku bisa meluangkan waktu untuk memikirkan desain Sky Stick. Itu akan berguna untuk film kita selanjutnya. “

Zheng dengan cepat menyela. “Berhenti. Maksudku memancing bukanlah tentang efisiensi. Kau tak bisa menggunakan tongkat ini. Ayo kita menuju ke dermaga terlebih dahulu.” Zheng memasukkan Sky Stick ke dalam tas dimensionalnya dan menuju ke penginapan. Xuan mengikutinya.

Translator / Creator: fatality