December 6, 2017

Terror Infinity – Volume 11 / Chapter 11.1

 

Tombak Osiris menembus ke dalam dada Raja Scorpion. Cahaya emas muncul dari luka tersebut dan menimbulkan korosi disetiap bagian tubuh Raja Scorpion. Tubuhnya secara perlahan berubah menjadi debu. Beberapa detik kemudian, Raja Scorpion menghilang dari pandangan Zheng.

Zheng tergeletak di tanah. Dia hampir tak punya energy lagi untuk berdiri. Explosion adalah teknik yang ampuh namun tak mendapatkan kemampuan laju pemulihan dari garis keturunan vampir, beruntung Zheng masih hidup. Dia tak dapat melawan jika Imhotep membunuhnya sekarang.

“Menyelesaikan misi Scorpion King terlebih dahulu. Mendapatkan 10.000 poin dan dua Rank B reward. Membuka Gelang Anubis. Piramida akan runtuh setelah tiga puluh detik. Silahkan pergi dari piramida. “

Zheng menikmati bagian pertama pada pemberitahuan tersebut. 10.000 poin dan dua Rank B reward menempatkan dirinya sebagai orang terkaya dengan hadiah tingkat A. Namun, bagian kedua hampir membuatnya mengalami gegar otak. Ia merasakan kekuatan yang familiar kembali ke tubuhnya lalu melompat serta berteriak. “SIALAN!”

kekuatan Imhotep juga sudah pulih kembali. Dia menyembunyikan Anck-Su-Namun dibelakangnya serta menatap Zheng dengan hati-hati. “Ada apa denganmu? Uh. Kekuatanmu juga sudah kembali bukan?”

Zheng menjawabnya dengan tergesa-gesa. “Piramida itu akan runtuh dalam waktu tiga puluh detik. Cepatlah lari! “

Imhotep terkejut. “Aku punya cara untuk membawa Anck Su-Namun pergi keluar. Terima kasih kali ini. “Tubuhnya berubah menjadi badai pasir dan menyelimuti Anck-Su-Namun ditengahnya. Lalu ia menyapu pergi ke pintu keluar.

Sebuah ide muncul didalam pikiran Zheng dan dia berteriak. “Tunggu. Tunggu. Bawalah diriku juga. Tolong…”

Sebuah badai pasir membungkus tubuh Zheng dan membawanya keluar. Dia bisa melihat-lihat dengan bebas serta merasa seperti mengapung diudara meskipun badai pasir berputar-putar. Badai itu bergerak begitu cepat dan mantap. Mereka kembali ke pintu masuk piramida hanya dalam waktu sepuluh detik saja. Zheng menatap koridor yang roboh dengan terkejut.

Semua orang terbaring dilantai namun tak ada satupun yang terluka. Ketika mereka melihat badai pasir itu keluar, mereka melihatnya dengan ekpresi sedih dan murka. O’Connell dan Ardeth mengeluarkan senjata mereka. Ekspresi Xuan tak berubah namun ia juga sudah mempersiapkan pistolnya.

Badai pasir terbang melewati mereka kedalam reruntuhan hutan. Kemudian badai itu melemparkan seseorang keluar. Namun sayangnya, Zheng tertabrak ke sebuah pilar. Meskipun ia tak pingsan semenjak kekuatannya pulih.

Dia menggelengkan kepalanya lalu melompat. “Cepat, tempat ini akan segera runtuh! Ikuti rencana kami dan kemarilah!” Dia mengeluarkan tali dengan beberapa lingkaran diujungnya serta melemparkan ujung tali itu kearah orang yang lain. Lalu ia mengeluarkan Sky Stick serta mengikat talinya itu kesana. Setelah semua orang berada dalam lingkaran tali ini, ia mengendarai Sky Stick dan melayang jauh. Piramid mulai bergetar dan secara perlahan tenggelam kedalam tanah.

“Tempat itu berubah menjadi pasir apung.” Desah Ardeth. “Tanpa kekuatan suci Anubis, tempat ini akan kembali menjadi padang pasir serta menenggelamkan piramida tersebut.”

Jonathan tiba-tiba berteriak. “Kebawah, kekanan, kekiri, sedikit lagi.” Dia terikat oleh tali dibagian kakinya dan tubuhnya bergerak agak kebawah. Disaat Sky Stick melayang melewati puncak piramida, ia langsung meraih berlian itu. Sky Stick segera menurunkan takiknya dan membuat semua orang ketakutan. Untungnya, benda itu terus melayang.

“Sialan, ingin kubunuh dirimu! Kau hampir saja membunuh semua orang!” Teriak O’Connell kepada Jonathan.

Mereka kembali ke balon udara. Semua orang lelah dan lapar setelah seharian bertarung. Setelah makan cepat, mereka mulai memberi nasihat kepada Jonathan karena mengambil berlian itu dalam situasi yang sangat berbahaya.

Namun, Jonathan tak mempedulikan orang-orang lainnya. Dia memeluk berlian itu di tangannya dan mengaguminya. Berlian itu sedikit berukuran lebih kecil dari sepak bola, tanpa adanya sedikitpun noda dan terlihat jernih. Orang pertama yang berhenti memarahi adalah Evelyn. Dia mengambil berlian itu dan muncul dengan sikap yang cantik. Wanita itu bagaikan seekor naga ketika sudah berdekatan dengan benda-benda yang mengilap.

Setelah caci maki tersebut, mereka semua bertanya kepada Zheng tentang badai pasir sebelumnya, yang mana itu jelas-jelas adalah Imhotep. Hal itu adalah sesuatu yang meragukan karena Imhotep dapat lolos dalam pertarungan serta membawa Zheng keluar dari piramida.

Zheng harus menjelaskan kesepakatannya dengan Imhotep sebelumnya. Ardeth merasa ragu, namun karena mereka sudah memiliki Book of Amun-Ra, serta Imhotep sudah tak memiliki konflik terhadap mereka lagi, ia tak perlu terlalu menghiraukannya.

Zheng meminta maaf kepada Ardeth. “Maaf, aku menentang misi sukumu dan membiarkan Imhotep pergi.”

Ardeth tertawa. “Kami bukanlah orang yang keras kepala seperti itu. Banyak orang-orang diantara kita yang menginginkan perubahan. Dunia berubah begitu cepat. Jika kita ingin menjalani kehidupan yang lebih baik, kita harus melepaskan beberapa beban. Imhotep adalah salah satunya. Kita tak perlu benar-benar harus membunuhnya. Satu-satunya alasan kami berjaga melawannya selama bertahun-tahun adalah karena kami takut.

Jika Imhotep dapat melepaskan rasa bencinya serta meninggalkan Negara kami, kami pun juga bisa melepaskan semua beban ini. Kita juga memiliki emas sekarang, banyak sekali emas, cukup untuk mengubah standar hidup kami. Semua itu berkat engkau, kawan.”

Zheng juga tertawa. “Tak perlu mengatakan semuanya itu karena kita sudah menjadi seorang kawan. Setelah misi ini, aku harus tinggal di Mesir selama beberapa hari lagi. Aku juga akan kembali beberapa kali lagi dimasa depan. Aku akan membawakan cukup emas agar sukumu memiliki kehidupan yang lebih layak kedepannya.”

Begitu emas disebutkan, Jonathan langsung bergabung dalam percakapan. “Ah, sobat. Bukankah kita adalah kawan? Haha.”

Zheng melambaikan tangannya. “Jangan, jangan berbicara dengan nada seperti itu. Kau membuatku merinding. Aku tahu kau menginginkan emas. Berlian ini sangat berharga setelah kau jual. Dan bukankah aku sudah memberimu cukup emas? Aku masih memiliki beberapa meter kubik emas lagi. Ketiga masing-masing dari kalian dapat mengambil satu meter kubik dan membagikan sisanya kepada Medjais. Seharusnya ini sudah cukup untuk kehidupan yang mewah. “

Jonathan tertawa. “Kemewahan bukanlah tujuan hidupku. Tak pernah ada kata yang cukup untuk uang. Haha.”

Hampir semua orang disana memutuskan untuk memberikan berlian itu kepada satu-satunya wanita. Jonathan terduduk dipojok sendirian. Mereka semua tinggal disana selama semalam lagi dan berangkat ke Kairo keesokan harinya.

Dimalam hari, Xuan memanggil Zheng keluar. Zheng mengerti akan hal itu serta berkata kepadanya tentang imbalan disaat mereka sedang berjalan, termasuk kemampuan khusus dari Gelang Anubis.

“Jadi kau harus memiliki setidaknya 10.000 poin dan Rank A Reward. Tombak Osiris dan Gelang Anubis. Imbalannya pasti sesuai dengan tingkat kesulitannya. “

Xuan mengangguk. “Kalau begitu, mari kita panggil tentara Anubis. Gunakan seluruh energimu. Jumlah tentara akan mempengaruhi rencanaku dalam film masa depan. “

Zheng mengangguk. Dia menyalurkan energi darahnya ke gelang kemudian cahaya merah menyala diatas gelang tersebut.

 

Translator / Creator: fatality