December 4, 2017

Terror Infinity – Volume 11 / Chapter 10.2

 

Zheng dan Imhotep melompat mundur secara bersamaan. Zheng mempertahankan rasa waspadanya karena mode unlocked masih belum diambil. Ia merasa seolah-olah terdapat senjata yang terarah menuju kearahnya dari balik pintu.

Disisi lain, Imhotep sudah terbiasa dengan aroma kematian, karena ia adalah dirinya sendiri. Dia merasakan aroma kematian yang begitu mengerikan ketika pintu itu terbuka. Aroma yang menimbulkan rasa takut dalam kematian yang telah bangkit dan mengalami Kutukan Hom Dai.

Didalam penglihatan mereka terdapat seseorang yang tinggi besar, setengah manusia, setengah kalajengking keluar dari ruangan. Tingginya hampir enam meter, dengan tubuh berotot, dan anggota tubuh seperti kalajengking. Kedua penyepitnya tampak seperti sepasang gunting. Makhluk ini menatap ketiga orang diruangan itu dengan penuh minat.

“Imhotep, tertarik untuk kerja sama? Kita akan menyelesaikan masalah kita setelah membunuh monster ini.” Zheng menelan ludah.

Tak ada seorangpun yang menduga bahwa tubuh Imhotep menjadi gemetar. Dia tak sempat melakukan apapun ketika Anck-Su-Namun mulai berlarian ke pintu keluar serta tampak ketakutan. Zheng melihat kearah pintu masuk yang berada dibelakang Raja Scorpion serta melihat banyak kalajengking besar berukuran dua hingga tiga meter bermunculan keluar.

Ini adalah kalajengking sama yang dilawannya sebelumnya pada saat ia mendapatkan Gelang Anubis. Kecepatannya, kekuatannya, dan racunnya begitu sulit untuk ditangani meskipun dengan enhancements sekalipun pada saat itu.

Raja Scorpion akhirnya menemukan sasarannya. Senyumannya itu kemudian mengarah ke  Anck-Su-Namun dengan penuh ketertarikan. Tubuhnya yang besar sempat menabrak kuali beberapa kali disaat ia berlari.

Bagaimanapun juga, Anck Su-Namun bernasib tak beruntung. Dia sudah sampai di pintu keluar namun pada akhirnya bertabrakan dengan dinding yang tak terlihat dan terjatuh. Raja Scorpion mendekat dan mendekatinya.

Imhotep meraung. Kemungkinan ia takut kepada Raja Scorpion dan memohon belas kasihan pada film aslinya, akan tetapi ia bagaikan seperti seorang pria pada saat ini. Dia melompat kearah Raja Scorpion serta menyebabkan luka sobek pada tubuh Raja Scorpion dengan pedangnya.

Raja Scorpion mulai berteriak. Namun, penjepitnya tak dapat menjangkau Imhotep yang sedang berada dipunggungnya. Imhotep menyusup kesana kemari selama beberapa kali, lalu memanjat keatas pilar yang berada dilangit-langit dengan kakinya. seolah-olah ia sedang melawan gravitasi, dan pada akhirnya ia terjatuh.

Raja Scorpion mengeluarkan senyuman yang kejam disaat ia mengangkat penjepitnya kearah Imhotep. Tiba-tiba, sederetan peluru yang begitu deras menghancurkan penjepitnya dan menembaknya hingga jatuh dari langit-langit. Tembakannya itu bahkan merobek-robek Raja Scorpion menjadi beberapa bagian dan membuatnya roboh.

Imhotep memandang Zheng dengan kaget. Lengan dan tubuh Zheng menjadi sangat berotot. Dia memegang Gatling Cannon raksasa. Setelah ia membunuh Raja Scorpion, dia memutar meriam kearah kalajengking yang bermunculan keluar dari dalam ruangan. Tembakan itu memutar kearah lain dan para kalajengking yang besar itu hancur.

Kekuatan Gatling Cannon itu begitu besar, ketika ditembakkan. Zheng hampir tak bisa mempertahankan tubuhnya ketika menembak. Baru dua putaran tembakan saja sudah membuat sebuah sobekan ditangannya. Kedua lengannya bergetar tanpa henti.

Imhotep dan Anck-Su-Namun bangkit dari tanah. Terdapat ketakutan dimata mereka ketika melihat Zheng. Jika Gatling Cannon itu menembaki mereka, mungkin mereka akan segera hancur. Namun, sebelum Zheng dapat bertindak, Imhotep berteriak. “Awas belakangmu!”

Zheng merasakan perasaan bahaya tersebut dan berguling-guling kedepan begitu Imhotep berteriak. Bahkan pada saat itu, sepotong besar otot dipunggungnya menjadi robek. Raja Scorpion langsung bergantung diatas ditempat ia berdiri. Badannya yang berukuran enam meter membuat penjepitnya mencapai kearah Zheng meskipun ia bergantung diatas langit-langit.

Penjepit itu mendekat dan membelah sedikit kulit pada otot menjadi dua. Tubuh Zheng berlumuran darah. Disaat yang bersamaan, Raja Scorpion melompat ke arahnya. Dia masih setengah berlutut diatas tanah. Tak ada cara untuk menghindar saat ini.

Teriak Imhotep. “Hati-hati!” Dia mengulurkan tangannya dan segumpal pasir muncul dari telapak tangannya ke Raja Scorpion. Ini mendorong Raja Scorpion beberapa meter disaat-saat terakhir. Zheng segera melompat, lalu menyadari bahwa ia penuh dengan keringat dingin.

“Sialan! Gunakan sihirmu lebih awal jika kau memilikinya! Apakah kau ingin kami bertiga mati disini?” Teriak Zheng.

“Aku tak akan meronta-ronta jika aku memiliki sihir. Ini adalah sihir terakhir yang tersisa. Bagaimanapun juga, ini adalah Raja Scorpion. Monster yang diberkati dan dikutuk oleh Anubis sendiri. Ia adalah makhluk abadi, hanya Tombak Osiris yang diberikan kepada Firaun oleh Dewa matahari Ra yang dapat membunuhnya! “

Zheng linglung selama beberapa saat, kemudian ia mengutuki dirinya sendiri karena merasa bodoh. Dia segera mengeluarkan tongkat dari ringnya lalu membukanya. Tongkat itu berubah menjadi Tombak Emas Osiris.

Tangan Imhotep sedikit bergetar, namun ketika ia melihat Anck-Su-Namun, ia berkata sambil tersenyum pahit. “Aku ingin membuat kesepakatan denganmu.”

Raja Scorpion berada beberapa meter didepan Zheng sehingga ia harus menggunakan Gatling Cannon untuk menghancurkannya lagi. Setelah itu ia berteriak. “Kita ini hampir saja mau mati dan kau masih saja bisa berkata tentang kesepakatan! Kita urus setelah masalah ini selesai! “

Imhotep mengarahkan pedangnya kearah Zheng. “Setelah kita memulihkan kekuatan, akan sangat sulit bagiku untuk membunuhmu, dan kau sendiri tak akan bisa membunuhku tanpa Book of Amun-Ra. Namun, bagaimana jika aku lari begitu saja serta memulihkan kekuatanku kembali? Aku akan bersembunyi dan membunuh teman-temanmu. Kau tak akan bisa mencegah diriku sampai seumur hidup.

Aku juga tak bisa menghentikanmu untuk membunuh orang-orangku dengan kecepatan dan kekuatanmu itu. Jadi mari kita mencapai kesepakatan. Aku tak akan menyakitimu dan temanmu. Sebagai gantinya, kau harus membiarkanku dan Anck-Su-Namun pergi. Kami akan meninggalkan negara ini. Pelayanku telah mengatakan kepadaku bahwa dunia ini besar. Kami akan pergi ke sebuah negara bernama Amerika Serikat. “

Zheng menghela napasnya. Imhotep ini adalah budak cinta. Dia meninggal selama ribuan tahun yang lalu dan mengalami rasa sakit karena kutukan tersebut. Cinta ini bahkan tak berubah setelah ia mengalami kebangkitan. Dia mengerti bahwa Zheng tak bisa menghadapinya pada saat ini, karena itulah dia memilih untuk membuat kesepakatan sekarang. Namun, dia tak tahu bahwa wanita itu tak mencintainya seperti yang ia bayangkan itu.

Zheng mengangguk dan Imhotep menyingkirkan pedangnya. Bagian tubuh Scorpion King menyatu kembali dengan cepat, kemudian kembali menjadi makhluk setengah kalajengking setengah manusia. Makhluk itu melompat kearah ketiga orang itu.

Zheng mengangkat Tombak Osiris dan melemparkannya kearah Scorpion King. Dia tak menggunakan energi qi atau darah apapun. Namun, tombak itu masih bergerak cepat karena ia memiliki kekuatan karena berada ditahapan kedua dari mode unlocked.

Namun, Raja Scorpion itu meraih tombak dengan penjepitnya. Rasa putus asa menghampiri Imhotep dan Anck-Su-Namun. Akan tetapi hal ini sudah diprediksi oleh Zheng. Secara tradisi, Dewa pasti akan meningkatkan kesulitannya sampai ia berada diambang kematian. Hanya kemampuannya sendiri yang tak termasuk dalam perhitungan Dewa pada tingkat kesulitan!

Explosion! Zheng menggunakan sisa energi qi dan darah terakhirnya. Dia meraung lalu bergerak maju. Dia meraih ujung tombak itu dengan kedua tangannya dan mendorongnya kedepan dada Scorpion King.

 

Translator / Creator: fatality