September 18, 2017

Terror Infinity – Volume 11 / Chapter 1.2

 

Melihat Lori yang terlihat tak begitu paham, Zheng menjelaskan. “Berdasarkan analisis, enhancements merupakan elemen terkuat ditahapan terakhir. Sedangkan senjata-senjata ilmiah, merupakan elemen terkuat ditahapan awal hingga pertengahan. Yang berarti, sebelum kau mencapai tingkatan enhancements, ada baiknya untuk memiliki senjata-senjata berat agar dapat bertahan hidup.

Jadi, senjata-senjata itu sangat berguna dalam pertempuran tim. Lupakan saja hal itu, kurasa tim kami membutuhkan satu atau dua senjata tersebut. Aku memilih grenade laucher dengan peluru mini nuklir. Senjata ini hanya dapat digunakan sekali, ukurannya sama dengan grenade laucher yang biasanya, memiliki jarak tembak sepanjang 10 km, radius ledakan 5 km, membutuhkan biaya 3000 poin dan Rank C Reward. Senjata ini merupakan senjata sekali pakai yang mana sesuai dengan harganya, jadi ini akan menjadi senjata rahasia kita.”

“Selanjutnya, senjata dengan amunisi yang tak terbatas. Aku tak dapat memahami tentang keberadaannya sebelumnya, karena kau sendiri tak akan menggunakan banyak peluru dalam sebuah misi, sedangkan untuk harga peluru itu sendiri masih tergolong cukup murah. Hanya saja, apabila kau ingin menyelesaikan sebuah misi bonus, maka kau harus mengkonsumsi banyak peluru.

Terdapat batasan jumlah senjata yang dapat dibawa oleh seseorang, terutama untuk barang-barang yang bersifat suportif. Dan yang terakhir, tiap-tiap orang dapat memilih senjata mereka. Dan untuk kesimpulannya, harus diakui bahwa tim kita memang lebih lemah daripada Tim Devil untuk saat ini.

Itulah sebabnya mengapa aku harus membuktikan dugaanku yang sebelumnya di film The Mummy. Selain itu, kita juga harus melakukan yang terbaik untuk mendapatkan misi bonus di film sesudahnya. Aku tak ingin melihat rekan-rekanku sekarat dihadapanku sekali lagi! Aku harus menjadi lebih kuat! “

Lori melihat Zheng menoleh kearah laptop dan bertanya. “Apa yang ingin kau lakukan di film The Mummy? Kau terus mengatakannya namun tak pernah menyebutkan apa itu. Berhentilah menggodaku! “

Zheng tertawa. Lalu ia mencium Lori karena ekspresi imutnya itu. “Tentu saja itu adalah untuk menemukan harta milik Raja Scorpion! Apakah kau masih ingat dengan alur film The Mummy Returns? Seseorang yang dapat mengalahkan Raja Scorpion akan mendapatkan kuasa untuk mengendalikan tentara-tentaranya.

Kloningku berkata bahwa, menemukan harta karun di film The Mummy memberikan Reward 15000 poin dan Rank A. Aku ingin melihat apakah yang terjadi jika aku kembali ke film sesudahnya. Karena film itu berada didunia yang sama, maka seharusnya si Raja Scorpion masih terdapat disitu. Apakah aku masih bisa menerima reward dengan cara mendapatkan harta karun itu, dalam keadaan tak berada disuatu misi? “

Bahkan jika ia tak menerima reward sekalipun, ia masih punya waktu 3 bulan lagi untuk digunakan. Lebih baik untuk menggunakan waktunya mencari harta karun daripada membuangnya sia-sia.

Zheng terus melanjutkan pencariannya, namun ketika ia berbalik, Lori sudah tertidur disisinya. Wajahnya terlihat begitu naif dan murni. Zheng harus menjadi lebih kuat untuk dapat melindungi seseorang yang berwajah sempurna seperti itu.

90 hari di film The Mummy menelan biaya 4500 poin dan Rank D Reward. Ia menukarkan dua jades pelindung dengan dua Rank D reward dan 1000 poin, yang mana lebih efektif ketimbang perisai ilmiah. Benda-benda magis cenderung lebih mahal direwardsnya ketimbang dipoinnya.

Lalu ia menukar tas berdimensi yang berharga Rank C reward dan 0 poin. Tas itu dapat menyimpan 30 meter kubik barang yang tak bernyawa.

Ia harus menghabiskan banyak waktunya untuk berpikir, sebaiknya kugunakan untuk apakah 3000 poin yang tersisa ini? Dan pada akhirnya ia memilih mini rotary cannon dengan amunisi tak terbatas. Senjata itu memiliki jangkauan tembak sepanjang 3 km, memuntahkan 3.500 peluru per menit, serta menggunakan peluru berukuran 25 mm.

Meskipun ini adalah meriam mini, namun senjata ini dirancang untuk digunakan oleh pesawat. Meriam itu berukuran setengah tubuh Zheng ketika ia mengangkatnya. Serta tak bisa digunakan oleh orang yang biasa saja, belum lagi nantinya harus menahan kekuatan rekoilnya.

Zheng mengisi energi hoverboard kembali dengan harga 100 poin. Ia membawa kapak yang diambilnya dari ChengXiao, Submachine Gun, Air Cannon, Book of the Dead, beberapa granat, dan 10 meter kubik emas. Pada akhirnya, hanya terdapat 100 poin yang tersisa pada dirinya.

“Apapun yang terjadi, aku pasti akan mendapatkan Book of Amun-Ra!”

Zheng tak membangunkan Lori keesokan harinya. Ia mendekati Dewa secara diam-diam lalu membayarnya. Selanjutnya ia memasuki keadaan setengah sadar.

Zheng tak ingin bertindak kejam ataupun menganggap Lori sebagai seorang beban. Setelah film Resident Evil yang terakhir, ia tak mampu untuk menahan perasaan kehilangan seseorang yang terpenting dalam dirinya. Jika ini bukan untuk kebaikan Lori, ia mungkin akan terjerumus kedalam jurang kekelaman setelah memasuki film dan menjadi seseorang yang mirip dengan kloningnya Zheng.

Oleh karena itu, Zheng tak mau dan tak akan pernah membiarkan Lori mengambil risiko apapun. Dan tak masalah bagi Zheng berapa banyak waktu yang akan ia gunakan dalam film tersebut, karena bagi semua orang hal apapun akan menjadi instan didalam dimensi dewa. Sehingga Lori tak akan merasa kesepian sedikitpun. Seorang pria harus dapat melakukan segala sesuatu dengan sendirinya, seperti mengatasi takdir dalam hidupnya dan masa-masa sulit.

Zheng berada didepan sebuah penginapan disaat kesadarannya mulai kembali, yang  mana tempat itu sangat akrab baginya. Tempat itu bernama penginapan O’Connell, suatu tempat dimana mereka dikirim terakhir kali, ketika mereka sedang berada di film The Mummy sebelumnya. Namun sayangnya, ia adalah satu-satunya orang yang berada disini untuk saat ini.

Zheng menggelengkan kepalanya dan mengubur dalam-dalam pikiran tersebut. Lalu ia berjalan menuju museum Kairo.

Kairo terlihat seperti dibangun kembali. Dampak yang ditimbulkan oleh Imhotep telah hilang. Pejalan kakipun terlihat normal-normal saja. Mungkin hal itu disebakan oleh karena kematian Imhotep, makanya mereka dapat berjalan kembali dengan normal.

Ia memasuki dunia ini dengan poinnya sendiri pada saat ini, sehingga disana tak mungkin akan terjadi sesuatu hal yang berbahaya. Tak ada plot yang akan diubah-ubah oleh sang Dewa lagi, tak ada tim lain yang akan memburu dirinya lagi. Hanya saja kali ini, ia merasa bahwa dirinya tak bisa menjadi bagian dari semua orang yang berada disekitarnya.

Bukan karena ras ataupun pakaiannya, melainkan mentalitasnya. Ia sudah terbiasa bertempur dan melakukan pembunuhan sehingga begitu ia kembali ke lingkungan yang damai ini, terutama pada saat ia sedang sendirian, ia tak tahu bagaimana harus bereaksi.

Pentingnya sebuah rekan bukan hanya dilihat dari kemampuan tempurnya saja. Namun kepercayaan serta dukungan yang mereka miliki terhadap satu sama lain juga merupakan bagian yang terpenting. Ia hanya perlu bersikap tenang dalam situasi apapun disaat rekan-rekannya berada disisinya.

Tak butuh waktu lama bagi Zheng untuk tiba di museum. Ia sangat mengetahui kota tersebut. Ia mempelajari medan dengan teliti didalam mode yang tak terkunci ketika mereka sedang melawan tim India, terutama disaat mereka berlari.

Dan tentu saja, tak ada seorangpun yang mengejar dirinya pada saat ini. Ia pun juga tak akan takut kepada siapapun terkecuali para tentara. Ketika ia sudah sampai di museum melalui jalan utama, terdapat kurator yang sedang berbicara dengan beberapa pedagang.

Para pedagang memiliki beberapa fragmen relik dan kurator berjongkok untuk mempelajarinya. Ia mengambil beberapa fragmen yang masih dalam kondisi bagus, serta mengambil beberapa pound sterling dari sakunya. Para pedagang dengan gembira mengemasinya untuknya dan berjalan pergi.

Kurator itu mengangkat kepalanya dan melihat Zheng yang sedang menatapnya sambil tersenyum. Ia terkejut dan berlari kearah Zheng dengan perasaan gembira, lalu meraih tangannya. “Zheng! Kau memiliki Book of Dead dan Book of Amun-Ra bukan? Haha. Akhirnya aku menemukanmu. Cepat dan biarkan aku melihat buku-buku itu. Buku-buku itu adalah harta karun yang sangat unik! “

Zheng mengira bahwa kurator itu sangat senang karena bertemu dengan dirinya sekali lagi serta membuka tangannya untuk memeluk dirinya. Namun siapa sangka bahwa ia mengejar dirinya karena utang-utangnya. Zheng tertawa pahit. Kurator juga tertawa terbahak-bahak serta menyeretnya kedalam museum. “Orang-orang yang berasal dari Firaun berterima kasih terhadap dirimu dan rekan-rekanmu. Eh? Dimana rekan-rekanmu sekarang? “

Ekspresi Zheng berubah. Dia berkata dengan nada serius. “Tolong aku. Aku ingin kembali ke Hamunaptra dan menggali Book of Amun-Ra. Aku ingin mendapatkan harta Raja Scorpion! “

 

Translator / Creator: fatality