July 31, 2017

Terror Infinity – Volume 10 / Chapter 9.2

 

Dua ratus kilometer dari pos pemeriksaan. Clone Zheng berjongkok di lantai saat mobil melaju dengan santai. “Ini sudah waktunya. Tom, di mana mereka?”

Tom mengangkat bahu. “Tidak bisa melacak mereka lagi. Saya menggunakan terlalu banyak energi tadi. Masih sakit kepala sekarang.”

“Amy, bagaimana denganmu? Masih bisa melacak mereka?”Kata Zheng.

Amy adalah seorang gadis dengan rambut bergelombang pirang. Dia tertawa. “Tentu saja. Tapi aku tidak bisa menembus kekuatan jiwanya sendirian, jadi saya hanya bisa tahu perkiraan lokasi mereka. Mereka harusnya berada di dua puluh kilometer dari pos pemeriksaan.”

Zheng berdiri dan mengambil cincin dari sakunya. “Maka kita harus mulai serius. Aturan seperti biasa. Petarung utama memiliki hak untuk membunuh satu orang saat menangkap mereka. Sisanya untuk tim. Untuk anggota mereka yang telah membuka kendala genetik harus menunggu perintah saya.” Dia mengambil beberapa papan logam dari cincin itu.

Seorang pria Eropa Barat sambil tersenyum. “Sky Stick ini sangat berguna. Mengapa Xuan tidak membuatnya lagi beberapa? Bukankah lebih baik memberi semua orang masing-masing stick daripada harus dua orang satu stick.”

Xuan mengambil papan dan berkata. “Bahannya mahal dan memakan waktu terlalu lama untuk membuatnya. Saya dapat mempertimbangkannya setelah film ini selesai.”

Pria itu tertawa terbahak-bahak. Dia meraih Amy dan mencium wajahnya. “Haha, ingat apa yang kau katakan. Aku sudah begitu lama menginginkannya. Jika itu tidak menggunakan rank B reward, saya akan menukarnya satu. Bagaimana dengan analisis tulisan Xiuzhen yang peroleh dari The Legend of Zu? Sial, orang-orang itu curang. Beruntung misi kita tidak memiliki konflik dengan mereka. Jika tidak, satu orang dari mereka sudah cukup untuk menghapus kita. Saya ingin belajar teknik itu juga!”

Xuan berdiri di atas Sky Stick dan berkata dengan tenang. “Hasilnya membutuhkan lima puluh tahun untuk menyelesaikan tahap Foundation tanpa enhancement dari dewa. Saya bisa memberimu metode latihan itu jika kau mau.” Dua pistol muncul di tangannya. Dia menembak atap mobil membentuk lingkaran kemudian terbang keluar dengan Sky Stick.

Dua puluh kilometer dari pos pemeriksaan. Tim China mengendarai beberapa mobil di jalan menuju pos pemeriksaan. Mobil-mobil itu tidak bisa menambah kecepatan mereka karena banyak kendaraan rusak di jalan dan beberapa titik api di jalanan. Kecepatan mereka hanya sekitar 20km per jam. Butuh satu jam bagi mereka untuk mencapai bangunan terakhir sebelum memasuki jalan raya ke pos pemeriksaan. Jalan raya itu hanyalah area terbuka dan tidak memiliki area untuk bertarung.

Lan hanya bisa menghubungkan tiga orang dalam Soul Link, tapi itu cukup untuk mereka sekarang. Dia hanya perlu mengirimkan hasil scan ke tiga petarung utama itu. Semuanya hanya harus terus berjalan lurus ke depan.

Zheng, Yinkong, dan Heng terus mengawasi saat mobil melaju. Kemudian mereka memeriksa bangunan di daerah ini dengan teliti. Ada lima gedung pencakar langit dan sisanya hanya bangunan setinggi sepuluh meter tinggi dan rumah tinggal. Banyak toko di sisi jalan dan gang yang kompleks. Setelah dewa mengubah plot dan ukuran kota ini, daerah ini menjadi sangat besar. Area itu sangat cocok untuk sniping. Begitu tim Devil melewati tempat ini, itu akan menjadi kesempatan mereka untuk menghentikan mereka di sini!

Pos pemeriksaan itu hanya sekitar dua puluh kilometer jauhnya dari tempat ini. Kelompok besar harusnya sampai dalam sekitar satu jam, itu jika tidak terjadi apa-apa di jalan. Setelah tiga petarung pergi, kekuatan kelompok itu sangat lemah. Untungnya, mereka mendapat bantuan dari karakter film dan Alice juga sudah membuka kendala genetiknya. Seharusnya tidak sulit asalkan mereka tidak bertemu tim Devil.

Mereka bertiga menemukan posisi yang tepat. Yinkong bersembunyi di sebuah gang. Zheng memasuki gedung pencakar langit. Heng naik ke puncak menara jam. Dia hanya 3000 meter dari Zheng dan bisa melihat ke gang di bawah.

Zheng duduk di tepi gedung. Pemukiman yang padat dan gang-gang membuatnya sedikit mual. Itu sudah gelap tapi ada sedikit cahaya di cakrawala. Orang-orang selalu mengatakan bahwa waktu paling gelap adalah saat tepat sebelum fajar.

Zheng mengeluarkan sebungkus rokok dan menyalakan satu batang tapi dia tidak mengisapnya dan hanya memegang ujung rokok tersebut. Itu adalah satu-satunya benda yang tersisa dari temannya di masa lalu.

Zheng berpikir sejenak kemudian memasukan rokok itu ke dalam cincinnya. Dia juga melihat sebuah sachet di dalam cincin. Itu adalah hadiah dari Lan sebelum memasuki film ini, sebuah hadiah buatannya sendiri. Bagaimana bisa seorang pria memahami perasaan seorang gadis? Terutama karena ia sudah memiliki Lori. Dia merasal bersalah terhadap cinta Lan dan rasa bersalah ini menjadi beban ke dirinya. Meskipun Lan tampak biasa saja tapi ia tahu itu hanya akting.

Zheng berbaring dan mendongak ke langit berbintang. Banyak pikiran terlintas dalam benaknya. Dia tidak tahu kenapa, tapi ia merasa bahwa ia akan berubah drastis setelah hari ini, benar-benar sebuah perasaan yang tak terlukiskan. Lalu rekan-rekannya yang tewas tiba-tiba muncul dalam pikirannya, Xuan, Zero, Tengyi, Jie.

Mereka membuatnya sedikit lebih dewasa. Dia pernah membaca bahwa tumbuh berkembang adalah semacam rasa sakit, jadi perjalanan menyakitkan menandakan pertumbuhan.

Ketika ia pertama kali memasuki dunia ini, semua yang ada di pikirannya adalah takut mati. Dia kesulitan. Dia mengerahkan semuanya demi bertahan hidup. Hanya keinginan sederhana untuk hidup.

Kemudian ia menciptakan gadis impiannya. Keinginannya menjadi lebih kuat. Dia ingin hidup dan tinggal bersamanya, bahkan jika itu hanya selama sepuluh hari lagi. Dia harus menjadi lebih kuat!

Namun, tindakan Xuan menyadarkannya bahwa sebagai seseorang dengan kekuatan, ingin bertahan hidup sendiri dan ingin semua orang tetap hidup adalah konsep yang berbeda. Sebagai seorang pemimpin, ia harus memilih antara kekejaman dan pengorbanan.

Xuan memberinya pelajaran pertama tentang kepemimpinan dan Zero dan Tengyi menunjukkan kepadanya bahwa rekan-rekan akan mengorbankan diri demi orang lain!

Apa nilai-nilai dari kawan seperjuangan? Menyerahkan keselamatannya ke satu sama lain kemudian fokus pada musuh di depan karena mereka percaya rekan-rekan mereka bisa menangkis semua serangan dari belakang, bahkan jika itu berarti harus mengorbankan hidup mereka.

Lan dan yang lainnya menempatkan keselamatan mereka di tangannya sekarang. Dia harus menghentikan tim Devil di sini sehingga rekan-rekannya bisa kembali ke dimensi dewa!

Rekan-rekannya mengajarinya dan menyentuh hatinya. Lalu keberadaan Jie membuatnya merasa sedih. Itu adalah perasaan yang tidak mampu dia hindari.

Dia tidak akan pernah percaya bahwa Jie adalah seorang Guide jika kata-kata itu tidak datang dari mulutnya. Seorang pria bahagia yang suka tertawa itu hanya sebuah program yang dewa ciptakan. Jika dia adalah sebuah program lalu bagaimana dengan orang-orang yang hidup tanpa mimpi dan tidak tahu apa tujuan hidup mereka?

Dia tidak pernah bisa lupa aroma rokok itu saat pertama kali masuk dunia ini, dan perasaan lega dan kesedihan Jie setelah kekalahannya.

Zheng mengambil senapan sniper dari cincinnya. Dia tahu dia tidak sendirian. Tidak ada yang bisa bertahan hidup sendiri di dunia ini. Jadi ia membutuhkan kawan-kawannya. Dan bantuan kawan-kawan ini membuatnya tumbuh. Dia akan terus menjadi lebih kuat karena ia membawa kekuatan mereka yang telah meninggal. Dia tidak sendirian! Tidak akan pernah!

Translator / Creator: isshh